Siapkan Generasi Cinta Qur’an, SD Muhammadiyah Adakan Daarut Taqwa Camp

Siapkan Generasi Cinta Qur’an, SD Muhammadiyah Adakan Daarut Taqwa Camp

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA- Bulan suci Ramadhan menjadi momentum yang pas untuk mempersiapkan generasi yang cinta Qur’an. SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga melaksanakan Daarut Taqwa Camp guna membina siswa-siswi menjadi generasi yang Qur’ani.

Selama satu hari dua malam, siswa-siswi digembleng untuk menjadi generasi qur’ani di Masjid Al Muhajirin SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga. Sebanyak 111 siswa-siswi mengikuti kegiatan tersebut dengan ceria seperti tema yang diusung “Ramadhan Ceria”.

Kegiatan diisi dengan halaqoh-halaqoh kecil untuk mendalami ilmu yang ada didalam Al-Qur’an. Tidak hanya itu materi-materi tentang puasa juga diberikan dalam kegiatan tersebut.  Kegiatan daarut taqwa camp diakhiri dengan praktek langsung siswa-siswi dengan memberikan sembako kepada masyarakat sekitar SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga. Sebanyak 500 paket sembako dibagikan kepada masyarakat Kelurahan Dukuh.

Sutomo, kepala sekolah menyampaikan, “Daarut Taqwa Camp ini kami selenggarakan guna membina siswa-siswi menjadi generasi yang Qur’ani. Kegiatan ini diwujudkan dengan praktik langsung dengan menyalurkan paket sembako kepada masyarakat,” ungkap penerima Satya Lencana Pendidika tersebut.

Diajak Ke DPR/MPR RI Siswa Kelas 5 Ingin Jadi Anggota Dewan

Diajak Ke DPR/MPR RI Siswa Kelas 5 Ingin Jadi Anggota Dewan

Jakarta- Adjik salah satu siswa SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga ingin menjadi Anggota Dewan setelah berkunjung dan mendapatkan pengarahan dari sekretariat dan HUMAS DPR MPR RI. Lain lagi dengan Ridho, ia ingin membuat undang undang bersama presiden.

Sekitar pukul 09.00 WIB 113 siswa-siswi kelas 5 sampai di gedung DPR/MPR RI. Setibanya di gedung DPR/MPR RI siswa-siswi dan pendamping mengabadikan momen kegiatan ini dengan foto bersama. Diterima di Operation Room, Gedung Nusantara oleh sekretariat dan HUMAS DPR MPR RI siswa-siswi diberikan pre tes mengenai pengetahuan mereka mengenai DPR/MPR RI. Beberapa siswa yang berani menjawab diberikan hadiah.

Siswa-siswi menerima materi tentang seluk beluk DPR/MPR RI termasuk sejarah berdirinya DPR/MPR RI dan fungsi serta tugasnya selama satu setengah jam. Meita siswi kelas V dengan polos menyampaikan pertanyaan, “apa saja sih syarat menjadi anggota DPR/MPR RI?” Dengan ramah Humas DPR/MPR RI menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan beberapa siswa.

Kegiatan kunjungan ke Gedung DPR/MPR RI diakhiri dengan berkeliling menuju museum yang ada di lantai 2 dan ke lantai 3 untuk melihat Gedung  Paripurna 1.

Sutomo, kepala sekolah mengatakan, “kegiatan ini rutin kita laksanakan guna membangkitkan mimpi dan melatih kedisplinan peserta didik. Kami berharap dengan mendatangi Gedung DPR/MPR RI siswa-siswi dapat menancapkan cita-citanya yang besar,” ungkap penerima Satya Lencan Pendidikan tersebut.

Siswa Kelas 5 Terbang dan Belajar Bersama Garuda Indonesia

Siswa Kelas 5 Terbang dan Belajar Bersama Garuda Indonesia

SALATIGA- Sebanyak 113 siswa kelas 5 SD Muhammadiyah melakukan fieldtrip terbang dan belajar bersama Garuda Indonesia (14/03).

Pukul 02.00 pagi SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga tampak penuh dengan siswa-siswi yang akan melakukan fieldtrip terbang dan belajar bersama Garuda Indonesia. Nampak semangat dari raut wajah siswa-siswi untuk memulai belajar diluar keseharian mereka. Pukul 03.00 WIB, 2 bis menghantarkan mereka ke bandara Ahmad Yani. Di sana mereka melakukan shalat subuh di At Taqwa (masjid bandara).

Siswa-siswi nampak excited saat melakukan boarding pass, apalagi saat memasukkan tas ke mesin x-ray dan body search. Pengalaman luar biasa didapatkan siswa-siswi saat mereka menunggu di bandara, seluruh orang yang ada disana tertib melakukan apa yang menjadi peraturan di bandara. Dokter yang mendampingi fieldtrip ini pun terlihat selalu memberikan tips kepada para siswa-siswi.

Pukul 05.40 siswa-siswi keluar dari gate untuk menaiki pesawat. Petugas pesawat mengarahkan siswa-siswi untuk menaiki pesawat, sebelumnya mereka mengabadikan pengalaman itu dengan melakukan foto bersama di depan pesawat Garuda.

Di dalam pesawat para pramugari dan pramugara melayani dengan senyum dan ramah. Banyak fasilitas yang didapatkan oleh siswa-siswi saat terbang dan belajar bersama garuda ini. Siswa-siswi dapat menikmati musik dan video dimasing-masing tempat duduk mereka. Tidak hanya itu siswa-siswi yang gemar membaca disuguhi majalah tentang pesawat. Sultan salah satu siswa kelas 5 mengungkapkan, “saya senang bisa naik pesawat Garuda. Banyak hal baru yang saya dapatkan di fieldtrip ini,” ungkapnya.

Memang banyak hal baru yang didapatkan anak dalam kegiatan ini. Salah satunya merasakan sensasi perjalanan menggunakan pesawat terbang. Siswa-siswi juga mendapatkan banyak benda baru yang mereka lihat, ada x-ray, aviobridge (lorong berupa belalai gajah untuk naik pesawat), dan mesin air minum steril di bandara. Kegiatan fieldtrip  ini dilanjutkan mengunjungi gedung DPR/MPR RI, Dufan, Sea World, dan masjid Istiqlal.

Sutomo, kepala sekolah menyampaikan, “kegiatan ini kita lakukan untuk mengenalkan siswa-siswi pada alat transportasi udara, juga memberikan pengalaman yang nantinya akan mereka kenang. Karena sejatinya belajar itu tidak harus di dalam ruangan,” ungkap penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut.

Siswa Kelas V Belajar Tumbuhan di Senjoyo

Siswa Kelas V Belajar Tumbuhan di Senjoyo

Salatiga, Kamis 13 Oktober 2016 siswa kelas V SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga melakukan kegiatan outing class dengan tema mengenal tumbuhan disekitar. Sebanyak 110 siswa melaksanakan kegiatan ini dengan sangat antusia.

Di bumi perkemahan Senjoyo siswa-siswi diajak untuk melakukan 3 kegiatan. Diawali dengan olahraga ringan, anak-anak melakukan gerakan-gerakan sederhana dipandu oleh para guru. Kemudian anak-anak dibagi ke dalam 11 kelompok untuk mengikuti permainan edukatif yang sudah disiapkan oleh tim level kelas V.

Permainan pertama adalah whispering atau pesan berantai. Dalam permainan ini siswa-siswi dilatih untuk dapat menerima pesan yang disampaikan dalam bahasa Inggris. Bukan hanya kemampuan menerima pesan, namun siswa-siswi juga dibiasakan untuk mengucapkan bahasa Inggris secara tidak langsung. Permainan kedua ialah protection ball. Pada permainan ini siswa-siswi secara beregu berlomba untuk menjaga agar bola yang mereka bawa tidak terjatuh atau keluar dari lubang ditengah-tengah tali yang dikendalikan oleh delapan anak peregu. Kegiatan yang terakhir ialah pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Siswa-siswi diminta secara berkelompok untuk mengamati aneka tumbuhan yang ada disekitar lokasi dan menuliskannya dimedia kertas yang sudah disediakan.

Sutomo menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini (outing class) dilakukan dari kelas 1 hingga kelas 6. “Outing class memang sudah kita programkan, selain untuk mengajak siswa refreshing kegiatan seperti ini juga dapat digunakan untuk media belajar siswa,” ungkap Kepala SD Berprestasi Nasional tersebut.

 

Kemah Ceria Pandu Athfal Kabilah SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga

Kemah Ceria Pandu Athfal Kabilah SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga

dsc_2977SALATIGA – SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga selama dua hari menggelar perkemahan Sabtu-Minggu Pandu Hizbul Wathan untuk tingkat Athfal Melati di area Java, Muncul (24-25 September 2016). Kemah diikuti oleh 120 peserta yang terdiri atas murid kelas 5 tersebut, dibuka oleh kepala SD Muhammadiyah(Plus) Kota Salatiga yang menekankan pentingnya kecerdasaan sosial dalam menjalin hubungan antar teman.

“Kader Hizbul Wathan adalah kader yang cinta tanah air, peduli sesama, dan berakhalak mulia. Jangan lupa menikmati kegiatan ini dan selalu utamakan kerjasama antar pandu,” tandas Sekretaris Forum Guru Muhammadiyah Jawa Tengah tersebut.

Selama pelaksanaan kemah, para peserta dibekali tentang pentingnya menjadi pelajar yang berkarakter disiplin dan ikhlas dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, para murid ditanamkan nilai-nilai nasionalisme dan bela negara dengan menggali pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan NKRI dengan spirit perjuangan, pantang menyerah dan rela berkorban. Adapun materi kegiatan kemah terdiri atas leadership atau kepemimpinan, life skill (kecakapan hidup), nasionalisme, Al Islam, dan empon empon.

Acara dikemas berbagai bentuk kegiatan seperti outbound fun, renungan malam, dan materi pokok kepanduan seperti tali temali, PBB dan permainan. Kegiatan perkemahan Sabtu-Minggu Kepanduan Hizbul Wathan untuk tingkat Athfal Melati 1 merupakan program rutin tahunan sekolah sekaligus komitmen sekolah untuk menyeimbangkan tiga ranah kemampuan peserta didik.

Kontributor : Endra Gunawan