Keren, Siswa Kelas IV Buat Muffin Cake

Keren, Siswa Kelas IV Buat Muffin Cake

Siwsa kelas IV sedang membuat adonan Muffin Cake

sdmpsalatiga.sch.id Salatiga- Siswa kelas IV SD Muhammadiyah adakan outing class di Sego Tempong.

SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga yang konsen untuk mengembangkan bakat dan minat siswa ditunjukkan dengan 37 program ekstra kurikuler yang diperuntukkan bagi siswanya. Tidak hanya itu outing class yang rutin diadakan setiap semesternya juga menjadi salah satu program yang dapat menunjang pengembangan bakat dan minat siswa.

Sabtu, 2 Februari 2019 ini Kelas IV SD Muhammadiyah Plus Salatiga berkesempatan untuk mengunjungi Sego Tempong di daerah Pabelan. Di sana siswa-siswi berkesempatan untuk belajar membuat muffin cake bersama owner Sego Tempong secara langsung.

Sebanyak 150 siswa laki-laki dan perempuan membuat adonan muffin cake secara langsung. Didampingi para guru pembimbing siswa-siswi menakar setiap bahan dengan seksama. Kemudian menempatkannya kedalam sebuah cetakan berbentuk tabung. Sembari menunggu muffin cake matang dipanggang, anak-anak membuat es buah untuk menemani mereka menikmati muffin cake yang telah mereka buat.

Koordinator Kelas IV, Norra Rizkasari menyampaikan, ‘kegiatan ini kami laksanakan sesuai materi yang ada dalam kurikulum 13. Anak-anak kami asah bakat minatnya bagaimana menjadi seorang enterprener,’ ungkap ibu dari 3 orang anak tersebut.

Kelas IV Long March Ke Senjoyo

Kelas IV Long March Ke Senjoyo

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA-Tapak suci putera Muhammadiyah SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga selenggarakan long march (ujian badge), Rabu, (4/9).  Di bawah bimbingan pelatih dan guru tapak suci Buhtari beserta rekannya Sabar dan Norra Rizkasari, siswa-sisiwi diajak berjalan menyusuri lingkungan desa Barukan, dalam rangka ujian mendapatkan badge Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Sekaligus pula persyaratan mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat.

Dalam pengarahannya, Sutomo selaku kepala Sekolah, menyatakan bahwa tapak suci akan lebih baik dikenalkan kepada anak sejak dini, karena Tapak suci bukan untuk berkelahi atau semacamnya. Namun tapak suci melatih siswa belajar seni terutama seni bela diri, maka dengan adanya longmarch tapak suci ini di harapkan siswa SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga lebih giat lagi dalam belajar berlatih tapak suci, bahkan setelah lulus dari SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga dan meneruskan ke jenjang berikutnya.

Syiar Tapak Suci Putera Muhammadiyah kepada masyarakat Salatiga, khususnya Desa barukan juga salah satu arahan agenda kali ini. Menumbuhkan rasa persaudaraan antar siswa Tapak Suci Putera Muhammadiyah serta membiasakan bersikap sopan dan santun siswa kepada masyarakat.

“Penuh harapan kami kepada siswa-siswi SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga terutama yg mengikuti kegitan longmarch ini mempunyai jati diri yg lebih berani, dan penuh percaya diri, selain itu kegiatan tapak suci bukan hanya melatih bela diri siswa saja,” ungkap penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut.

Poster untuk Lingkungan Hidup

Poster untuk Lingkungan Hidup

Salatiga-Kecerian tampak pada wajah anak-anak kelas 4 saat membuat poster bertemakan lingkungan hidup.

Sesuai dengan pembelajaran tematik kelas 4 tentang pentingnya melestarikan sumber daya alam maka peserta didik kelas 4 membuat poster yang bertemakan menjaga lingkungan dan melestarikan sumber daya alam.
Poster yang berisikan pesan menjaga lingkungan dan sumber daya alam tersebut ditampilkan di sudut aula yang bertujuan agar warga sekolah dapat membaca pesan yang ingin disampaikan melalui poster.
Ani wali kelas 4 menyampaikan, “di masyarakat banyak sekali perlakuan yang buruk terhadap lingkungan. Oleh karena itu kami berinisiatif minimal siswa dapat menjaga lingkungan sekolah,” ungkap juara 2 penelitian tindakan kelas tersebut.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa kampanye melalui poster ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dan melestarikan sumber daya alam. Selain itu bertujuan memotivasi peserta didik untuk terus berpikir kreatif dan inovatif melalui karya-karya yang ditampilkan.

Juara 3 Siswa Berprestasi Kota yang Menasional

dsc_0994Wildan Mauzakawali Saptian atau lebih kenal dengan sapaan Wildan, lahir di Salatiga, 15 September 2005. Anak yang humoris ini beralamat di Modangan Kidul 03/15 Blotongan Salatiga ini tercatat sebagai siswa SD Muhammadiyah (plus) Kota Salatiga. Wildan mewakili siswa SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga yang dikirim untuk mengikuti Lomba Siswa Berprestasi Se- Kota Salatiga. Ajang lomba Siswa Berprestasi ini dilaksanakan di SD Dukuh 1 Sidomukti Salatiga, Rabu, 18 November 2016, diikuti 40 SD/MI se- Kota Salatiga.

Peserta lomba terlebih dahulu mengikuti tes akademik 80 soal untuk mata pelajaran IPA, Matematika, dan Bahasa Indonesia. Dari hasil tes tertulis dan akumulasi piagam diambil 10 besar untuk berpidato. Akumulasi dari nilai tes tertuli, piagam, dan pidato dipilih juara 1, 2 dan 3. Alhamdulillah Wildan mampu menduduki peringkat ke 3, tentu suatu prestasi yang sangat membanggakan.

Walaupun hanya mendapatkan juara 3, Wildan sudah melanglang buana ke penjuru Jawa Tengah. Bahkan beberapa waktu yang lalu profilnya dimuat dalam majalah Suara Muhammadiyah. Malam tadi dalam acara resepsi Milad Muhammadiyah 104, Wildan diberikan waktu untuk memberikan tausiah.

Dalam tausiahnya Wildan menyampaikan, “Ummat Islam harus sadar kembali untuk manjadi unggul, mari kita galakkan kembali membudayakan dan membiasakan membaca sebagaimana yang dicontohkan pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan untuk mewujudkan Islam berkemajuan,” tandasnya.

Haedar Nasir yang berdiri menyambut Wildan saat selesai bertausiah menyampaikan, “Bapak Ibu sekalian, saya bangga mempunyai ananda Wildan ini, bukan hanya dari lisan namun dari hati saya. Ia adalah satu dari sekian banyak kader Muhammadiyah yang berpotensi,” pungkasnya. Disampaikan pula bahwa Gubernur Maluku tertarik ingin mengundang Wildan dalam even Tanwir Muhammadiyah, Februari mendatang.

Long March Tingkatkan Kekuatan Fisik Siswa

Long March Tingkatkan Kekuatan Fisik Siswa

Salatiga- Selasa 11 Oktober 2016 SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga mengadakan long march tapak suci. Kegiatan ini dikuti oleh 150 siswa kelas 4 yang notabene mengikuti ekstra wajib tapak suci setiap hari selasa.
Long March dimulai dari SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga, dengan upacara pelepasan yang dilakukan oleh Sutomo selaku kepala sekolah. Dalam sambutannya sekretaris FGM Jawa Tengah menyampaikan, “Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat fisik siswa. Dalam kegiatan ini siswa-siswi mendapatkan bed tapak suci untuk kelengkapan seragam yang mereka kenakan.”
Selanjutnya rute long march dilanjutkan ke Desa Barukan, Tegal Waton, dan berakhir di Senjoyo dengan jarak kurang lebih 6 Km.
Buhtari, pelatih tapak suci yang merangkap sebagai guru di SD Muhammadiyah tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun dan menjadi kegiatan rutin di sekolah.

Dalam kegiatan ini diselipkan pula beberapa kegiatan yang berkesinambungan dengan kegiatan belajar mengajar di kelas 4. Seluruh siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan long march tersebut.