Asyiknya Belajar Bersama Pak Polisi

Asyiknya Belajar Bersama Pak Polisi

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA-Siswa kelas II SD Muhammadiyah Plus Salatiga belajar bersama Polisi di Poltas Salatiga.

Outing class adalah sebuah program rutin di SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga untuk mewadahi siswa-siswi belajar secara langsung di luar kelas. Kali ini siswa-siswi kelas II SD Muhammadiyah Plus Salatiga berkesempatan untuk belajar bersama Polisi Lalulintas Kota Salatiga. Sebanyak 195 siswa-siswi belajar secara langsung dengan bapak ibu Polisi tentang lalulintas.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 jam tersebut para siswa siswi kelas II SD Muhammadiyah Plus Salatiga diberi berbagai macam pengetahuan tentang rambu-rambu lalu lintas seperti Traffic Light, Zebra Cross, dan lain-lain. Tidak hanya rambu-rambu lalu lintas, mereka juga di perlihatkan bagaimana urutan-urutan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Mereka juga berkesempatan untuk merasakan suasana mobil polisi dengan berkeliling di area Poltas.

Kegiatan ini dilaksanakan menyesuaikan dengan apa yang diajarkan dalam kurikulum 13 yang dipakai di SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Dengan pembelajaran seperti ini siswa-siswi nampak asyik dalam menerima pembelajaran.

Kepala sekolah Ainul Huri menyampaikan, “kegiatan seperti ini rutin kami laksanakan semenjak siswa-siswi kelas I hingga nanti kelas VI. Tujuan kami melaksanakan kegiatan ini supaya siswa-siswi belajar secara langsung dari pelaku. Salah satu contohnya belajar mengenai lalu lintas ya kepada polisi lalulintas,” ungkapnya.

Mengafal Perkalian dengan One Day Three Multiplication

img-20170110-wa0055Salatiga- Untuk membekali anak dalam menghafal perkalian dengan menyenangkan guru guru kelas 2 meluncurkan program “ONE DAY THREE MULTIPLICATION“. Program yang dimulai setiap pagi saat anak datang ke sekolah akan menghafalkan tiga perkalian.

Siang hari setelah makan siang (waktu yang agak longgar) anak harus menyetorkan hafalan day 1 ke guru. Jika anak dinyatakan lulus setoran day 1 maka anak besok boleh melanjutkan ke hafalan day 2 jika day 2 lulus bisa diteruskan lagi sampai day 30, akan tetapi jika anak belum lulus day 1 maka hari besok anak masih harus menghafal day 1 dan belum boleh lanjut ke day 2 dan seterusnya. Untuk memperlancar program tersebut guru mencoba berkerja sama dengan orang tua untuk menghafalkan di rumah.

Guru menyiapkan lembar penilaian setiap harinya untuk mengetahui sejauh mana anak itu hafal, hal ini juga bisa menjadi perlombaan jika anak yg bisa menyelesaikan hafalan selama 30 hari penuh tanpa tambahan waktu maka anak bisa diberi reward karena anak bisa menghafal dengan tepat.
Tujuan dari pembuatan media ini adalah anak bisa menghafal perkalian dimulai sejak kelas rendah (kelas 2) sehingga nantinya diharapkan bisa mempermudah dalam jenjang level selanjutnya.

Walaupun pelajaran dikelas dua perkalian masih menggunakan penjumlahan berulang, namun insyaallah tidak ada salahnya anak menghafal perkalian dari sekarang. Keberhasilan media ini tidak terlepas dari kerjasama antara anak, orang tua dan guru. Bismillah semoga media ini bisa membantu anak2 dan berhasil diterapkan dikelas 2 aamiin.

Outing Class warnai jeda semester

Outing Class warnai jeda semester

dsc_3599Kegiatan Ulangan Tengah Semester telah berakhir. Siswa siswi SD Muhammadiyah (Plus) melakukan kegiatan jeda semester dengan outing class (belajar diluar kelas). Kegiatan yang dilaksanakan guna mengurangi kebosanan siswa siswi saat belajar di dalam kelas.

“Belajar itu tidak harus di dalam kelas, kita dapat belajar dari alam. Bukan hanya guru yang dapat memberikan pengetahuan kepada siswa tentang berbagai ilmu pengetahuan,” ungkap Sutomo Kepala SD Berprestasi Tingkat Nasional tersebut.

Siswa siswi kelas enam belajar tentang cara berkebun ke Disbun. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkenalkan berbagai macam tumbuhan perkebunan yg dibudidayakan di sekitar kita. Selain itu kegiatan ini digunakan untuk menunjang pembelajaran IPA tentang perkembangbiakan tanaman. Di sini siswa-siswi diajarkan bagaimana cara mencangkok, menyambung, dan menempel langsung di kebun pembibitan. Bahkan anak2 jg diajak melihat bagaimana cara perkembangbiakan dengan menggunakan kultur jaringan. Dgn adanya kegiatan ini diharapkan anak tidak hanya mengetahui perkembangbiakan tumbuhan dari buku saja namun anak2 jg bs melihat langsung dan mempraktikkannya.

Siswa kelas dua belajar dengan bapak-bapak Dinas Perhubungan Salatiga di Taman Bendosari. Anak-anak dijelaskan mengenai simbol simbol lalu lintas. Diperagakan pula bagaimana cara berkendara dengan baik.

Sutomo menjelaskan, biasanya sebuah materi pembelajaran akan lebih mudah terserap siswa jika siswa terjun langsung ke lapangan atau menemui langsung hal-hal yang dipelajarinya. Sehingga kegiatan outing class tersebut sangat membantu siswa dalam pemahaman sebuah materi. Salah satu contohnya adalah pelajaran tentang tertib lalu lintas yang terdapat pada mata pelajaran bahasa Inggris dan IPS. Para siswa tampak antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Karena belajar langsung anak anak dapat berinteraksi secara langsung dengan apa yang mereka pelajari.