September 11, 2026

DPR/MPR RI

Ketua FGM Salatiga menerima cindera mata dari MPR RI

SALATIGA – Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia (MPR RI) bekerja sama dengan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Salatiga mengadakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada Selasa, 8 Desember 2020 di kampus SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh para guru  dari Amal Usaha Muhammadiyah, baik dari SD hingga SMA yang  ada di Salatiga. Hadir pula dua anggota MPR RI dari fraksi PDIP Abidin Fikri dan PKS Aus Hidayat Nur sebagai pemateri utama. Turut hadir anggota DPR RI Fadholi bersama Sadarestuwati yang memonitoring kegiatan tersebut.

Sa’adi yang mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah mengatakan dalam sambutannya bahwa Muhammadiyah adalah yang ikut merumuskan negara Indonesia ini maka Muhammadiyah siap menjaga Indonesia. “Muhammadiyah akan terus menjadi penjaga bangsa Indonesia dengan amal usahanya, ada ribuan sekolah dari TK hingga perguruan tinggi yang akan menanamkan nilai nilai kebangsaan,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Abidin Fikri peran guru di era pandemi sangatlah penting untuk membangun keberlangsungan pendidikan di Indonesia. Pengamalan nilai-nilai empat pilar diharapkan dapat mengukuhkan jiwa kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme generasi penerus bangsa untuk semakin mencintai dan berkehendak untuk membangun negeri. 

Empat Pilar Kebangsaan adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat. Keempat pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ketua FGM Salatiga Ainul Huri mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkan untuk merefresh jiwa kebangsaan pada guru guru Muhammadiyah di Kota Salatiga. “Tujuan kami bekerjasama dengan MPR RI dalam sosialisasi 4 pilar kebangsaan adalah merefresh jiwa kebangsaan para pendidik di lingkungan  Muhammadiyah Salatiga. Harapannya para pendidik dalam menyisipkan nilai-nilai kebangsaan dalam pembelajarannya,” ungkap sekretaris MKKS SD/MI Muhammadiyah Jawa Tengah tersebut.

 

 

IMG-20180322-WA0004.jpg

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA-Siswa kelas V SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga disambut secara langsung oleh Desy Ratnasari dan Yayuk Basuki di Ruang Sidang dalam kegiatan Edutrip di Gedung DPR/MPR RI.

Sejumlah 175 siswa kelas V SD Muhammadiyah melakukan edutrip ke gedung DPR/MPR RI untuk belajar mengenai para wakil rakyat dalam rangka jeda semester. Diterima langsung oleh Desy Ratnasari dan Yayuk Basuki secara langsung di Ruang Sidang siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga nampak sangat antusias melihat mantan atlit dan artis tersebut. Yayuk Basuki yang pernah mengunjungi SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga beberapa waktu lalu meminta kepada humas DPR/MPR RI untuk menyambut siswa-siswi penuh talenta dari Salatiga seletah surat permohonan diterima.

Desi Ratnasari yang mendapatkan cerita dari Sang Jaguar Asia mengenai sebuah sekolah penuh talenta di Salatiga menyempatkan waktu dalam kesibukannya untuk membuktikan secara langsung. Dalam sambutannya anggota komisi VIII tersebut membuktikan apa yang ia dengar dari rekannya. Ia menunjuk salah satu siswa untuk membacakan surat An-Naba tanpa melihat (Tahfidz). Habib yang beberapa minggu kemarin di wisuda Tahfidz Juz 30 berhasil menyelesaikan tantangan yang diberikan dengan lancar.

“Alhamdulillah, terbukti apa yang dikatakan bunda Yayuk Basuki kepada saya. Semoga SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga tetap istiqomah mencetak generasi penerus yang berkarakter,” ungkap Anggota Badan Legislasi DPR RI tersebut.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa untuk menjadi seperti artis, atlit, atau bahkan anggota DPR ada beberpa hal yang perlu di perhatikan. Rajin belajar, kerjasama, silaturahmi dan taat kepada orang tua adalah kuncinya.
Kepala sekolah Sutomo menyampaikan, “Alhamdulillah kami diterima dan disambut dengan baik oleh Mbak Desi dan Mbak Yayuk. Anak-anak kelas V mendapatkan banyak pelajaran dalam kegiatan Edutrip kali ini,” pungkas penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa kegiatan Edutrip kali ini dilakukan serentak dari kelas I hingga kelas V. Anak-anak kelas I ke Magelang, kelas II ke Semarang, kelas III ke Solo, dan kelas IV ke Yogyakarta.

WhatsApp Image 2017-03-14 at 09.28.59

Jakarta- Adjik salah satu siswa SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga ingin menjadi Anggota Dewan setelah berkunjung dan mendapatkan pengarahan dari sekretariat dan HUMAS DPR MPR RI. Lain lagi dengan Ridho, ia ingin membuat undang undang bersama presiden.

Sekitar pukul 09.00 WIB 113 siswa-siswi kelas 5 sampai di gedung DPR/MPR RI. Setibanya di gedung DPR/MPR RI siswa-siswi dan pendamping mengabadikan momen kegiatan ini dengan foto bersama. Diterima di Operation Room, Gedung Nusantara oleh sekretariat dan HUMAS DPR MPR RI siswa-siswi diberikan pre tes mengenai pengetahuan mereka mengenai DPR/MPR RI. Beberapa siswa yang berani menjawab diberikan hadiah.

Siswa-siswi menerima materi tentang seluk beluk DPR/MPR RI termasuk sejarah berdirinya DPR/MPR RI dan fungsi serta tugasnya selama satu setengah jam. Meita siswi kelas V dengan polos menyampaikan pertanyaan, “apa saja sih syarat menjadi anggota DPR/MPR RI?” Dengan ramah Humas DPR/MPR RI menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan beberapa siswa.

Kegiatan kunjungan ke Gedung DPR/MPR RI diakhiri dengan berkeliling menuju museum yang ada di lantai 2 dan ke lantai 3 untuk melihat Gedung  Paripurna 1.

Sutomo, kepala sekolah mengatakan, “kegiatan ini rutin kita laksanakan guna membangkitkan mimpi dan melatih kedisplinan peserta didik. Kami berharap dengan mendatangi Gedung DPR/MPR RI siswa-siswi dapat menancapkan cita-citanya yang besar,” ungkap penerima Satya Lencan Pendidikan tersebut.