September 11, 2026

SD Muhammadiyah Nitikan

DSC_0100

DSC_0240

SIDOMUKTI. Para guru dan karyawan di jajaran Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jateng, di Pondok Pesantren Al Falah, Rabu (27/7). Hadir dalam tradisi halal bihalal sekitar 200-an guru SD dan TK, serta karyawan di jajaran UPTD Pendidikan Kecamatan Sidomukti. Hadir pula pejabat Muspika Sidomukti, baik  Camat Sidomukti, dan Lurah. Suasana halal bihalal di Pondok Al Falah nampak meriah dan menyenangkan, karena ada Laskar Kluwung (Kids Band SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga).

Laskar Kluwung yang di gawangi Alya dan Anggun (vokal), Altof (bass), Naufal (gitar), Daffa dan Surya (drum) memainkan beberapa lagu untuk menghibur tamu undangan yang datang. Tak kalah menawannya tampilan Wildan, Aji, dan Naufal, dengan iringan darbuka (drum tangan) membawakan kisah Nabi Muhammad. Tak mau kalah dengan anak didiknya Wulan, Ina, dan Ndari tampil diiringi orgen menyanyikan lagu-lagu qosidah. Peran lain diberikan Ainul Huri sebagai pembawa acara yang bertajuk halal bihalal tersebut.

Hikmah halal bihalal disampaikan oleh H.Saijan yang notabene Kepala SD Muhammadiyah Nitikan Yogyakarta. Dalam tauziahnya Saijan antara lain mengatakan agar para guru dapat merubah mindset bahwa mengajar adalah investasi akhirat. Guru juga harus bisa menjadi contoh bagi para murid yang dididik. Pesannya, wong nyambut gawe ki pancen repot, nanging isih repot kanggone wong sing nganggur. Maka ia minta pada guru agar lebih rajin bekerja. Oleh karena itu guru harus disiplin dan tertib.

DSC_0467

DSC_0604Sekolah bukanlah menjadi satu-satunya faktor keberhasilan pendidikan seorang anak. Peranan orang tua peserta didik sebagai patner guru dalam mendidik anak-anak memiliki peran yang sangat penting dan tidak bisa dipisahkan. Bahkan orang tualah yang hakikatnya memiliki peran utama sesungguhnya dalam pendidikan. Sedangkan guru hanya sebagai fasilitator, pembimbing, orang tua kedua di sekolah. Oleh karena itu, komunikasi antara pihak Sekolah dan orangtua perlu dilakukan secara intensif agar kedua pihak ini bisa sama-sama bersinergi untuk perkembangan belajar peserta didik.

Rabu, 27 Juli 2016 SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga mengadakan acara untuk menjembatani komunikasi anatara wali murid dan tenaga pendidik. Hampir 90 persen wali murid dari kelas satu hingga kelas 6 hadir dalam acara parenting dan sosialisai program semester satu. Acara tersebut juga dihadiri Walikota, Kepala Disdikpora, Kepala UPTD Kecamatan Sidomukti, Pengawas TK/SD Kecamatan Sidomukti, Pengawas Agama Islam dan Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga. Acara yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam tersebut dimeriahkan Laskar Kluwung (Band Kids SD Muhammadiyahm Salatiga).

Dalam sambutannya Sutomo menyampaikan “Bismillah, SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga siap mengawal peserta didik untuk tahfidz juz 30. Untuk itu kami mohon doa dan dukungan dari seluruh wali murid supaya program ini dapat berjalan dengan lancar. Dengan program yang kami dilaunchingkan ini diharapkan nantinya setiap siswa kelas tiga sudah hafal semua surat yang ada di juz 30.” Disampaikan pula bahwa komunikasi antara guru dan wali murid harus selalu terjaga, oleh karena itu SD Muhammadiyah menyediakan grup komunikasi setiap kelas melalui media yang sedang populer dikalangan masyarakat saat ini.

Kepala SD Muhammadiyah Nitikan, Yogyakarta, Ustadz Saijan yang menjadi pemateri parenting menerangkan, kunci sebuah keberhasilan salah satunya adalah karakter disiplin dan bisa diberikan pada siswa. Peran orang tua juga sangat diperlukan untuk mewujudkan insan disiplin, namun tetap harus mendukung potensi setiap anak.

”Setiap anak itu berbeda, jadi kalau siswa ini tidak menonjol dalam akademik bisa diasah non akademiknya. Pembelajaran yang terbaik adalah pembiasaan secara terus menerus,” terangnya.