October 7, 2026

SD Muhammadiyah Plus Salatiga

Untitled

SIDOMUKTI- Berbagai lomba dalam rangka Hari Kartini telah digelar SD Muhammadiyah Plus Salatiga di kampus Jalan Suropati No 14 Togaten, akhir pekan lalu. Kegiatan atas kerja sama dengan Suara Merdeka dan sponsor lainnya itu berlangsung dua hari. Lomba mewarnai batik, melukis, lomba balita, dan tari kreasi tradisional berlangsung Jumat (13/4).

Lalu lomba yel-yel dan fashion show berlangsung Sabtu (14/4). Bersamaan dengan itu digelar pula bazar dan market day. Kepala SD Muhammadiyah Plus, Drs Jumadi mengatakan, acara tersebut berlangsung meriah atas kerja sama dan bantuan sejumlah pihak. Lomba itu tidak hanya diikuti internal sekolah, tetapi juga siswa RA/TK dan SD lainnya di Kota Salatiga dan sekitarnya.

‘’Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat serta memberi makna peringatan Hari Kartini kepada anak-anak,’’ kata Jumadi.

Dalam kegiatan yang dihadiri Wawali Muh Haris SS MSi tersebut, siswa RA/TK dan SD terlihat antusias melaksanakan setiap lomba yang diikuti. Puncak acara digelar lomba fashion show yang diikuti siswa SD. Gaya dan aksi siswa putra/putri membuat penonton tertawa, ketika siswa berada di atas panggung. Begitu juga lomba yel-yel yang diikuti siswa TK dan RA. Siswa atau grup yang meraih juara dalam lomba tersebut menerima trofi, piagam, dan uang pembinaan.

de

BUKAN main senangnya untuk kali pertama bisa merasakan melayang di udara dengan pesawat terbang. Seperti yang dirasakan 59 siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Plus Salatiga, ketika mengikuti wisata belajar (field trip) ke Jakarta, baru-baru ini. Ya, wisata belajar itu dalam rangka mengenalkan alat transportasi darat dan udara. Mereka ke Jakarta naik pesawat terbang dan pulangnya naik kereta api.
Saat mulai duduk, siswa mengikuti prosedur penerbangan yang disampaikan pramugari. Seperti wajib duduk di kursi sesuai nomor yang tertera di tiket, memasang sabuk pengaman, tidak boleh menimbulkan kegaduhan, dan lainnya. Setelah siap, beberapa saat kemudian, pesawat mulai bergerak dari terminal menuju ke landasan pacu. Perasaan deg-degan langsung menyelimuti siswa ketika pesawat Lion Air yang mereka tumpangi take off, dari
Bandara A Yani Semarang menuju ke Jakarta.
Beberapa detik berikutnya, kru Lion Air menyampaikan pengumuman bahwa take off berjalan lancar dan penumpang bisa menikmati penerbangan. Siswa pun bisa merasakan pengalaman luar biasa terbang di angkasa.
‘’Wah senangnya bisa terbang,’’ ungkap Firman, salah satu siswa.
Setiba di Jakarta, siswa menuju sejumlah tempat wisata. Ainul Huri SAg, guru pembimbing mengatakan,’’Wisata belajar ini sekaligus mengenalkan siswa adanya sarana transportasi udara dan darat, yakni pesawat terbang dan kereta api.’’ Yang lebih menarik lagi, siswa mendapat pelajaran berharga karena untuk menikmati wisata belajar itu, harus menabung sejak kelas 1. Biaya akomodasi sudah ditabung siswa sejak kelas 1.

SALATIGA-Dua hari, Selasa-Rabu (13-14/3), 59 siswa kelas V, SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengikuti wisata belajar (field trip) ke Jakarta naik pesawat terbang dan pulang menggunakan kereta api. Wisata itu terkesan singkat, ka rena hanya berlangsung dua hari. Namun, persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut sudah lima tahun. Ya, sejak kelas I, siswa dilatih menabung untuk mengikuti wisata belajar tersebut. Transportasi yang dipilih berupa naik pesawat terbang dan kereta api adalah bagian dari mengenalkan tek nologi transportasi umum kepada siswa, tidak hanya teori di kelas.

’’Selama ini pesawat terbang dan kereta hanya teori di kelas. Ini yang menjadi ide digelarnya wisata belajar naik kereta api dan pesawat terbang,’’ kata Ainul Huri SAg, ketua guru pendamping kegiatan itu. Menurut Ainul Huri, lima tahun menabung merupakan pembelajaran berharga, sehingga siswa sudah siap secara keuangan.

Akomodasi Mahal

Orang tua juga dimudahkan, karena tidak terbebani biaya pembelian tiket dan akomodasi mahal. Selain itu, selama dua bulan ini persiapan kegiatan sudah dilaksanakan. ’’Bayangkan, 59 anak naik pesawat bersamaan. Berbeda dari naik bus. Segala sesuatu harus dipersiapkan. Mulai dari latihan membeli tiket, boarding, menunggu, duduk sesuai dengan nomor, dan menaati aturan selama di pesawat, diajarkan kepada siswa,’’ kata Ainul.
Latihan itu dilakukan agar siswa terbiasa. Hampir setiap hari selama beberapa pekan ini, siswa mengikuti simulasi naik pesawat terbang dan kereta api tersebut. Sementara itu, selama di Jakarta siswa menikmati liburan di beberapa objek wisata.