Salatiga – Sabtu pagi, 20 September 2025, halaman SDN 6 Salatiga dipenuhi aura semangat yang membara. Denting gamelan, lantunan bahasa Jawa yang indah, hingga sorak dukungan penonton menjadi saksi digelarnya Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kota Salatiga. Ajang tahunan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan panggung bergengsi untuk merawat bahasa dan budaya ibu sebagai warisan luhur bangsa.

Di tengah suasana yang penuh haru dan tegang, nama SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga berkali-kali disebut sebagai juara. Para siswa tampil penuh percaya diri, suaranya bergetar membawa makna, gesturnya tegas namun anggun, hingga mampu memikat juri maupun penonton.

Hasilnya sungguh luar biasa: SD Muhammadiyah Plus berhasil memborong juara di berbagai cabang lomba—mulai dari Macapat, Geguritan, Membaca dan Menulis Aksara Jawa, Komedi Tunggal, hingga Sesorah.

Berikut daftar prestasi yang membanggakan:

Juara 1

  • Aryasatya Haidar Wiratama – Macapat Putra
  • Ayudhia Vika Fajarista – Macapat Putri
  • Aufar Perwira Fayyadh Al Ghifari – Geguritan Putra
  • Rizki Bagus Fajri – Membaca dan Menulis Aksara Jawa Putra
  • Athalia Najwa Dhia Setiawan – Sesorah Putri
  • El Zhafran Nararya Tsaqib – Komedi Tunggal Putra

Juara 2

  • Alana Shafaselma Fatiha – Komedi Tunggal Putri
  • Hanung Windraya Wiratmaja – Macapat Putra
  • Amzar Isaqif Al Khawarizmi – Geguritan Putra
  • Evelyn Citra Anindya – Geguritan Putri
  • Keisha Adelia Pramudita Alesha – Membaca dan Menulis Aksara Jawa Putri
  • Arjuna Falah Adeeba – Sesorah Putra

Juara 3

  • Nabil Fathan Salmara – Membaca dan Menulis Aksara Jawa Putra

Dengan kemenangan ini, para peraih juara 1 resmi menjadi duta Kota Salatiga untuk bertarung di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Harapan besar kini dipundakkan kepada mereka untuk terus mengibarkan nama kota dan sekolah tercinta.

Kepala SD Muhammadiyah Plus, Suharwono, M.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bangganya. “Alhamdulillah, anak-anak telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga berjiwa luhur menjaga budaya. Semoga di tingkat provinsi nanti mereka bisa kembali berdiri di podium tertinggi,” tuturnya penuh haru.

Festival ini telah membuktikan bahwa bahasa ibu bukan sekadar warisan, melainkan sumber kekuatan. Dan hari itu, di Salatiga, SD Muhammadiyah Plus berhasil mengukir sejarah baru: menjadi rumah lahirnya generasi emas penjaga budaya bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *