
Salatiga – SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengawali tahun ajaran baru 2025/2026 dengan menggelar kegiatan Awalussanah, Rabu (10/7). Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi baru bersama orang tua/wali murid dan para guru. Dengan mengusung tema “Wujudkan Generasi Kritis, Kreatif, dan Penuh Empati”, Awalussanah menjadi momentum strategis untuk menyambut dan membekali para siswa menghadapi dunia pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna.
Kegiatan Awalussanah tahun ini dikemas secara edukatif dan inspiratif. Para siswa baru diperkenalkan pada lingkungan sekolah, metode pembelajaran aktif yang diterapkan di SD Muhammadiyah Plus Salatiga, serta nilai-nilai karakter yang menjadi fondasi pendidikan di sekolah ini. Salah satu yang menarik, seluruh siswa mengenakan seragam Hizbul Wathan (HW) — seragam khas gerakan kepanduan Muhammadiyah — sebagai simbol pengenalan awal terhadap gerakan kepanduan yang akan mereka ikuti selama menjadi siswa.
Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membentuk karakter anak sejak hari pertama.
“Kami tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tapi juga membentuk pribadi yang tangguh, berpikir kritis, kreatif, dan memiliki empati terhadap sesama. Melalui kegiatan seperti Awalussanah, kami ingin mengajak anak-anak merasakan bahwa belajar itu menyenangkan dan bermakna,” ujar beliau.

Tidak hanya siswa, para orang tua juga mendapatkan sesi khusus yang berisi pemaparan program-program unggulan sekolah, visi pendidikan, serta strategi penguatan karakter dan kompetensi abad 21. Diharapkan dengan adanya komunikasi dan sinergi yang baik antara sekolah dan orang tua, proses pendidikan dapat berjalan selaras dan lebih optimal.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Anak-anak terlihat ceria mengikuti kegiatan perkenalan, prakarya, bermain edukatif, dan sesi pembiasaan ringan. Semangat kebersamaan dan keceriaan di hari pertama ini menjadi awal yang baik dalam membangun atmosfer positif di tahun ajaran baru.

