Salatiga, 7 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional sekaligus memeriahkan Milad Muhammadiyah ke-113, SD Muhammadiyah Plus Salatiga menggelar kegiatan penuh makna bertajuk “Menulis Seribu Surat untuk Pahlawan.”
Kegiatan ini menjadi ajang refleksi dan ekspresi bagi para siswa untuk mengenang jasa para pejuang bangsa serta meneladani semangat juang para tokoh Muhammadiyah yang telah berperan besar dalam perjuangan dan pembangunan pendidikan di Indonesia.

Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi semangat dan antusiasme. Ratusan siswa dari kelas 1 hingga 6 tampak tekun menulis surat berisi pesan, doa, dan ungkapan terima kasih kepada para pahlawan.
Surat-surat yang telah selesai kemudian ditempel sesuai kelas masing-masing membentuk angka 1 hingga 6, simbol semangat perjuangan di setiap jenjang pendidikan. Instalasi ini menjadi karya kolaboratif yang unik dan menyentuh, sekaligus menjadi hiasan tematik yang akan dipajang selama satu minggu ke depan di lingkungan sekolah.

Selain menulis surat, beberapa perwakilan kelas juga membacakan isi surat mereka di depan teman-teman dan guru. Momen ini menjadi bagian paling mengharukan dari acara, ketika anak-anak dengan lantang dan tulus menyampaikan pesan-pesan mereka — ada yang menulis untuk Bung Tomo, ada yang menulis untuk KH Ahmad Dahlan, dan ada pula yang menulis untuk orang tua serta guru sebagai pahlawan masa kini.

Kegiatan menulis surat ini diawali dengan pengenalan tentang pahlawan-pahlawan dari Muhammadiyah, seperti KH Ahmad Dahlan, Nyai Walidah Dahlan, dan Ki Bagus Hadikusumo.
Melalui kisah inspiratif tersebut, siswa belajar bahwa kepahlawanan tidak selalu ditandai dengan peperangan, melainkan juga perjuangan dalam menebarkan ilmu, menegakkan nilai-nilai kebenaran, dan berbuat baik bagi sesama.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana pendidikan karakter yang kuat.

“Kami ingin anak-anak belajar dari keteladanan para pahlawan, memahami makna perjuangan, dan meneladani nilai-nilai keikhlasan. Dari surat sederhana ini, tumbuh rasa cinta tanah air dan tekad untuk menjadi pahlawan masa kini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara semangat kepahlawanan dan semangat Milad Muhammadiyah ke-113, yang tahun ini mengusung nilai dakwah dan kemajuan.

“Kita ingin anak-anak meneladani semangat Muhammadiyah yang tak pernah lelah berjuang lewat pendidikan dan akhlak mulia,” imbuhnya.

Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan sejarah dan literasi siswa, tetapi juga menanamkan nilai C-BER MU (Cerdas Berakhlak Mulia) yang menjadi ciri khas SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Dengan semangat “Dari Surat untuk Pahlawan, Lahir Generasi Teladan Bangsa,” SD Muhammadiyah Plus Salatiga meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki semangat juang tinggi — layaknya para pahlawan yang mereka kenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *