October 15, 2026

hw camp

WhatsApp Image 2024-05-03 at 21.46.43

KAB. SEMARANG-Setelah melewati kegiatan HW Camp dari pagi hingga siang dengan berbagai kegiatan yang akan dicatatkan dalam kenangan para athfal, panitia Kemah Ceria Pandu Athfal telah mempersiapkan kegiatan yang lebih seru. Malam Pentas Seni HW Camp dibuka dengan upacara api unggun. Api unggun menjadi salah satu kegiatan wajib yang dilakukan dalam setiap perkemahan.

Upacara yang digawangi oleh Faren Kelas V Ahmad Dahlan sebagai pemimpin upacara dengan suara lantang ini memberikan kesan yang khidmat. Terutama pada saat pembacaan Undang-undang Hizbul Wathan dan prosesi penyalaan api unggun. Upacara api unggun dilaksanakan dalam kondisi gelap karena lampu penerangan dimatikan.

Tak seperti upacara pada umumnya, Undang-undang HW dibacakan oleh petugas khusus yang terdiri dari sepuluh anak. Mereka membentuk formasi mengelilingi kayu api unggun. Undang-undang dibacakan secara bergantian sembari memegang obor. Di akhir, setelah membacakan Undang-undang HW kesepuluh, obor kesepuluh obor tersebut kemudian disulutkan ke kayu api unggun.

Upacara api unggun ini diperuntukkan guna membuka kegiatan pentas seni yang diikuti seluruh kuntum. Setiap kuntum menampilkan satu kesenian yang sudah mereka rancang beberapa hari sebelumnya dengan pendamping. Ada yang menyajikan drama, puisi bersambut, menyanyi dan sayang orang.

Nur Ida Fitriani ngsih sebagai koordinator malam pentas seni HW Camp mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan guna mengasah rasa kepercayaan diri para athfal. “Anak-anak dilatih untuk berani tampil di depan banyak orang, kami ingin rasa percaya diri anak- anak tumbuh dalam kegiatan ini, ” ungkapnya.

DSC00257-min

Kab. Semarang – SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengadakan Kemah Ceria Hizbul Wathan (HW), yang diselenggarakan di Kampung Banyumili, Kabupaten Semarang. Pesertanya seluruh siswa kelas V yang berjumlah 185 siswa.

Prof. Dr. Benny Ridwan, M.Hum. selaku Ketua Kwarda HW Kota Salatiga yang bertugas sebagai pembina dalam pembukaan Kemah Ceria HW menyampaikan, kegiatan HW camp ini tidak hanya kegiatan luar kelas, namun juga membangun manusia yang bertaqwa kepada Allah, melatih rasa berjuang, saling menolong, dan cinta tanah air.

Dua, sedikit berbicara dan harus banyak berkorban. Tentu juga harus mendengarkan arahan dari pembina HW (Ramanda dan Ibunda) selama kegiatan ini berlangsung. Tiga, Pulang harus dengan perasaan gembira dan punya pengalaman untuk diimplementasikan untuk hidup.

“Saya berharap kegiatan HW Camp ini menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi ananda semua, sehingga Hizbul Wathan selalu terngiang dalam fikiran ananda semua,” ungkap Dosen UIN Salatiga tersebut.

Kepala sekolah Suharwono, M.Pd juga menambahkan pesan bahwa seluruh siswa harus memiliki jiwa yang tangguh. Tidak hanya mempunyai kecerdasan intelektual saja tapi juga harus berjiwa gigih. “Kombinasi kecerdasan intelektual dan kegigihan akan menjadi modal utama untuk menyonsong masa depan yang cerah,” ujarnya.

Kegiatan yang bertemakan mencetak generasi tangguh, mandiri, cerdas dan berakhlak mulia ini disambut senang oleh seluruh siswa. “Ini pengalaman camping-ku yang pertama kali. Aku senang!” ujar Azam Barqowi siswa Amin Rais.