SALATIGA – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan
berlangsung pada April 2026 mendatang, atmosfer akademik di lingkungan SD Muhammadiyah
Plus Kota Salatiga kian terasa kental. Pihak sekolah secara resmi telah memulai program
intensifikasi pembelajaran bagi seluruh siswa kelas 6 sebagai langkah strategis untuk
memastikan kesiapan peserta didik dalam menghadapi ujian tersebut.
Fokus utama dari persiapan ini adalah penguatan dua mata pelajaran inti, yakni Bahasa Indonesia
dan Matematika. Program pengayaan ini dirancang dengan mekanisme khusus, di mana kegiatan
belajar tambahan dilaksanakan pada jam pelajaran setelah salat Zuhur. Pemilihan waktu ini
dinilai efektif karena siswa telah mendapatkan waktu istirahat dan penyegaran spiritual melalui
ibadah berjamaah sebelum kembali fokus menerima materi esensial.
Keunikan dari program persiapan tahun ini terletak pada kolaborasi tenaga pengajar yang
dikerahkan. Tidak tanggung-tanggung, sekolah menerjunkan 12 guru mata pelajaran Bahasa
Indonesia dan Matematika yang berasal dari berbagai jenjang kelas (level) di SD
Muhammadiyah Plus Salatiga. Strategi ini memungkinkan rasio guru dan siswa menjadi lebih
ideal, sehingga pendampingan dapat dilakukan secara lebih personal dan mendalam.
Koordinator Level 6 SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Okta Fiana Safitri, menjelaskan bahwa
pelibatan belasan guru lintas level ini bertujuan untuk memetakan kemampuan siswa secara lebih
akurat.
“Kami melibatkan 12 guru kompeten dari berbagai level untuk memastikan setiap siswa
mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan. Dengan rasio guru dan siswa yang lebih kecil
dalam kelompok belajar, kami bisa lebih cepat mengidentifikasi kesulitan siswa dalam
menyelesaikan soal-soal literasi maupun numerasi,” ungkap Okta Fiana Safitri saat ditemui di
sela-sela kegiatan, Senin.
Lebih lanjut, Okta juga menuturkan secara tidak langsung bahwa antusiasme siswa sangat tinggi.
Meskipun kegiatan dilakukan siang hari, semangat anak-anak untuk mendalami materi TKA
tetap terjaga berkat metode penyampaian guru yang variatif dan interaktif.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, Suharwono, menegaskan
bahwa program ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menjaga kualitas lulusan. Ia
berharap persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari ini dapat membangun kepercayaan diri siswa.
“Persiapan menuju April 2026 bukan waktu yang singkat, namun juga tidak lama. Kami ingin
anak-anak tidak hanya siap secara kognitif, tetapi juga mental. Sinergi antara guru, siswa, dan
dukungan orang tua dalam program penguatan pasca-Zuhur ini adalah kunci utama keberhasilan
mereka nanti,” ujar Suharwono.
Melalui program intensif ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga optimis para siswa kelas 6 akan
mampu menorehkan prestasi gemilang pada TKA 2026, sekaligus mempertahankan tradisi
keunggulan akademik yang selama ini menjadi identitas sekolah.

