October 15, 2026

sekolah berkarter

Juara Umum FTBI Kecamatan Sidomukti

Salatiga – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SD Muhammadiyah Plus Salatiga dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Sidomukti. Berkat prestasi yang diraih di berbagai cabang lomba, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berhasil meraih predikat Juara Umum FTBI Kecamatan Sidomukti.

Capaian tersebut diraih melalui perjuangan para siswa dalam sejumlah cabang lomba yang mengangkat kekayaan bahasa dan budaya Jawa, mulai dari Sesorah, Geguritan, Ndagel Ijen, Macapat, Dongeng, hingga Aksara Jawa.

Berikut deretan prestasi yang berhasil diraih:

🏆 SESORAH

🥇 Juara 1 – Azalea Khaliqa Dhahin
🥈 Juara 2 – Razita Azzalea

🏆 GEGURITAN

🥇 Juara 1 – Aufar Perwira Fayyadh Al Ghifari
🥈 Juara 2 – Zhafira Aleyda Vasthi

🏆 NDAGEL IJEN

🥇 Juara 1 – Abdillah Sangkara Noegraha

🏆 MACAPAT

🥇 Juara 1 – Alana Shafaselma Fatiha
🥉 Juara 3 – Nabilla Hafisa

🏆 DONGENG

🥇 Juara 1 – Zahira Luthfiya Hanum
🥈 Juara 2 – Nirmala Anggun Saputri

🏆 AKSARA JAWA

🥇 Juara 1 – Keisha Adelia Pramudita Alesha
🥈 Juara 2 – Adzkia Ghaisani Tsabita Wibowo

Keberhasilan meraih juara di berbagai cabang tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan bahasa dan budaya Jawa di SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus mendapatkan perhatian. Para siswa tidak hanya dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga diarahkan untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan bahasa serta budaya daerah.

Salah satu wadah pembinaan yang mendukung kemampuan tersebut adalah Javanese Club, yang memberikan ruang bagi siswa untuk belajar dan berlatih berbagai keterampilan bahasa dan sastra Jawa secara berkelanjutan.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh siswa, guru pembimbing, dan orang tua.

“Alhamdulillah, capaian Juara Umum FTBI Kecamatan Sidomukti menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Prestasi ini bukan hanya tentang piala dan juara, tetapi tentang bagaimana anak-anak berani belajar, berlatih, tampil, dan mencintai budaya daerahnya. Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang modern dan berwawasan global, tetapi tetap memiliki akar budaya yang kuat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kemampuan berbahasa daerah merupakan bagian penting dalam membangun karakter dan identitas peserta didik.

“Bahasa adalah bagian dari identitas. Karena itu, kami akan terus memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengenal dan menggunakan bahasa serta sastra Jawa dengan bangga. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan melestarikan budaya,” tambahnya.

Predikat Juara Umum FTBI Kecamatan Sidomukti menjadi motivasi bagi SD Muhammadiyah Plus Salatiga untuk terus mengembangkan pembinaan bahasa, sastra, dan budaya daerah. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa kemajuan pendidikan dapat berjalan seiring dengan pelestarian warisan budaya.

Selamat kepada seluruh siswa, guru pembimbing, dan keluarga besar SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Terus berprestasi, mencintai budaya, dan melestarikan bahasa ibu! 🌿🏆

ChatGPT Image 7 Sep 2026, 13.48.04

Salatiga – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pendidik SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Riyani Maunah berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam Lomba Menulis Opini Tingkat Pengajar se-Nusantara yang diselenggarakan oleh Bestari Literasi Indonesia dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa budaya literasi di lingkungan SD Muhammadiyah Plus Salatiga tidak hanya tumbuh di kalangan peserta didik, tetapi juga terus berkembang di kalangan pendidik. Kegiatan menulis menjadi salah satu sarana bagi guru untuk menuangkan gagasan, menyampaikan refleksi, serta memberikan perspektif terhadap berbagai persoalan pendidikan dan kehidupan.

Dalam ajang yang mempertemukan para pengajar dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, Riyani Maunah mampu menunjukkan kualitas gagasannya hingga berhasil masuk dalam jajaran penerima penghargaan.

Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen SD Muhammadiyah Plus Salatiga dalam membangun budaya literasi yang hidup dan berkelanjutan. Guru tidak hanya dituntut untuk mengajarkan literasi kepada siswa, tetapi juga menjadi teladan dengan terus membaca, menulis, dan menghasilkan karya.

Melalui pencapaian ini, Riyani Maunah menjadi salah satu contoh bahwa guru yang menulis dapat menjadi sumber inspirasi dan penggerak perubahan. Gagasan yang dituangkan dalam tulisan dapat menjadi media untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan dunia pendidikan.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari semangat sekolah dalam mendorong guru untuk terus berkarya dan mengembangkan diri. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi pendidik lainnya untuk berani menuangkan ide dan pemikirannya melalui berbagai karya literasi.

Keberhasilan Riyani Maunah menjadi Juara Harapan 1 tingkat nasional bukan sekadar sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi penguat semangat bahwa budaya membaca dan menulis dapat melahirkan karya yang berdampak.

Guru menulis, menginspirasi, dan menyalakan perubahan. 📚✍️🏆

WhatsApp Image 2026-08-27 at 09.53.55 (2)

Salatiga – SD Muhammadiyah Plus Salatiga menggelar Diseminasi Sekolah Model pada Jumat, 15 Agustus 2026 dengan peserta seluruh guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk memperkuat pemahaman dan praktik Pembelajaran Mendalam dalam proses pendidikan.

Diseminasi dilaksanakan sebagai ruang berbagi pengetahuan dan praktik baik agar pemahaman mengenai Pembelajaran Mendalam dapat diterapkan secara lebih luas oleh seluruh pendidik. Melalui kegiatan ini, guru diajak untuk melihat pembelajaran tidak hanya sebagai proses penyampaian materi, tetapi sebagai pengalaman belajar yang mendorong peserta didik untuk memahami konsep secara lebih utuh, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, serta membangun kemampuan berpikir dan karakter.

Konsep Pembelajaran Mendalam yang dibagikan dalam kegiatan ini diarahkan untuk mendorong pembelajaran yang lebih bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Guru juga didorong untuk merancang aktivitas yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk aktif mengeksplorasi, berdiskusi, memecahkan masalah, melakukan refleksi, dan mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diseminasi menjadi penting karena penguatan kompetensi guru perlu dilakukan secara bersama-sama. Pengetahuan yang diperoleh oleh guru dari berbagai pelatihan maupun pengembangan profesional kemudian dibagikan kepada rekan sejawat sehingga dapat menjadi praktik baik yang diterapkan secara konsisten di lingkungan sekolah.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa Diseminasi Sekolah Model merupakan bagian dari budaya belajar yang terus dibangun di lingkungan sekolah.

“Pembelajaran yang baik harus terus berkembang mengikuti kebutuhan anak dan perubahan zaman. Melalui diseminasi ini, kami ingin seluruh guru memiliki pemahaman yang sama dan mampu menerapkan Pembelajaran Mendalam sesuai karakteristik peserta didik masing-masing. Harapannya, kelas-kelas di SD Muhammadiyah Plus Salatiga semakin bermakna, menggembirakan, dan mampu membuat anak benar-benar memahami apa yang mereka pelajari,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kompetensi pedagogis, kegiatan ini juga memperkuat budaya berbagi praktik baik antarguru. Setiap pendidik memiliki kesempatan untuk belajar dari pengalaman rekan sejawat, mendiskusikan tantangan pembelajaran, dan bersama-sama mencari strategi yang paling sesuai untuk diterapkan di kelas.

Melalui Diseminasi Sekolah Model, SD Muhammadiyah Plus Salatiga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi sekolah pembelajar yang adaptif dan berkemajuan. Penguatan Pembelajaran Mendalam diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang kritis, kreatif, reflektif, dan berkarakter.

Indah Aviolita dan Iga Pradani berpose saat menerima best perform dalam pelatihan guru mipa bilingual

Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pendidik SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Dalam Pelatihan Guru MIPA Bilingual Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dua guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga berhasil meraih predikat Best Perform pada bidang masing-masing.

Iga Pradani Aji Wiguna, S.Pd. berhasil meraih predikat Best Perform Math, sementara Indah Aviolita Herawati, S.Pd. meraih predikat Best Perform Science.

Pelatihan Guru MIPA Bilingual tersebut diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 20-23 Agustus 2026 di Hotel Horison Sentraland Semarang. Kegiatan diikuti guru-guru sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah dan dirancang untuk meningkatkan kompetensi pembelajaran Matematika dan IPAS dalam konteks bilingual.

Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari strategi pembelajaran MIPA bilingual, pendekatan Inquiry-Based Learning (IBL) dalam pembelajaran mendalam, penguatan Bahasa Inggris akademik untuk Matematika dan IPA, hingga strategi mengajar dan simulasi pembelajaran MIPA bilingual.
Selain penguasaan materi, peserta juga mendapatkan pengalaman melalui refleksi, umpan balik, manajemen kelas, pengembangan media pembelajaran, hingga integrasi pembelajaran MIPA bilingual dalam kegiatan kokurikuler.

Predikat Best Perform Math dan Best Perform Science menjadi apresiasi atas keaktifan, kompetensi, serta performa kedua guru selama mengikuti rangkaian pelatihan. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidik SD Muhammadiyah Plus Salatiga mampu menunjukkan kualitas dan kontribusi positif dalam forum pengembangan profesional berskala nasional.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas capaian kedua guru tersebut.

“Alhamdulillah, prestasi bu Iga dan bu Indah menjadi kebanggaan bagi sekolah. Predikat Best Perform ini menunjukkan bahwa guru-guru kami memiliki semangat belajar, kompetensi, dan kemampuan untuk tampil optimal dalam forum pengembangan profesional. Kami berharap prestasi ini tidak berhenti sebagai penghargaan pribadi, tetapi menjadi energi untuk berbagi praktik baik dan meningkatkan kualitas pembelajaran MIPA di sekolah,” ungkapnya.

Sesuai dengan tujuan pelatihan, para peserta juga diharapkan melakukan diseminasi hasil pelatihan kepada guru lainnya setelah kembali ke sekolah.

Keberhasilan Iga Pradani Aji Wiguna, S.Pd. dan Indah Aviolita Herawati, S.Pd. menjadi Best Perform semakin menguatkan komitmen SD Muhammadiyah Plus Salatiga dalam membangun budaya guru pembelajar, meningkatkan kompetensi profesional, serta menghadirkan pembelajaran MIPA yang semakin kontekstual, aktif, mendalam, dan berwawasan global.

WhatsApp Image 2026-08-24 at 11.13.47

Salatiga – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh keluarga besar SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Melalui gerakan penggalangan infaq dan donasi untuk korban gempa NTT, sekolah berhasil menghimpun dana sebesar Rp19.075.000.

Donasi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian siswa, guru, dan seluruh warga sekolah terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Penggalangan dana juga menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah, khususnya dalam menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, keikhlasan, dan semangat berbagi kepada peserta didik.

Momen penyerahan donasi dilakukan di lingkungan SD Muhammadiyah Plus Salatiga dan turut melibatkan para siswa. Dalam dokumentasi penyerahan, tampak perwakilan siswa bersama pihak sekolah menyerahkan simbolis donasi sebesar Rp19.075.000.

Kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran yang penting bagi peserta didik. Anak-anak tidak hanya diajak memahami pentingnya membantu sesama, tetapi juga belajar bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepedulian seluruh warga sekolah.

“Donasi ini bukan hanya tentang jumlah yang terkumpul, tetapi tentang nilai kepedulian yang tumbuh di hati anak-anak. Kami ingin mereka belajar bahwa ketika ada saudara yang sedang menghadapi musibah, kita hadir untuk membantu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Semoga donasi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT,” ungkapnya.

Penggalangan donasi ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan karakter di SD Muhammadiyah Plus Salatiga tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di kelas. Nilai-nilai kepedulian dan kemanusiaan juga ditanamkan melalui aksi nyata, sehingga siswa dapat belajar langsung tentang arti berbagi dan membantu sesama.

Melalui semangat kebersamaan, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berharap gerakan kepedulian seperti ini dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya sekolah dalam membentuk generasi cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.