August 30, 2026

SD Muhammadiyah Plus Salatiga

WhatsApp Image 2026-08-27 at 09.53.55 (2)

Salatiga – SD Muhammadiyah Plus Salatiga menggelar Diseminasi Sekolah Model pada Jumat, 15 Agustus 2026 dengan peserta seluruh guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk memperkuat pemahaman dan praktik Pembelajaran Mendalam dalam proses pendidikan.

Diseminasi dilaksanakan sebagai ruang berbagi pengetahuan dan praktik baik agar pemahaman mengenai Pembelajaran Mendalam dapat diterapkan secara lebih luas oleh seluruh pendidik. Melalui kegiatan ini, guru diajak untuk melihat pembelajaran tidak hanya sebagai proses penyampaian materi, tetapi sebagai pengalaman belajar yang mendorong peserta didik untuk memahami konsep secara lebih utuh, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, serta membangun kemampuan berpikir dan karakter.

Konsep Pembelajaran Mendalam yang dibagikan dalam kegiatan ini diarahkan untuk mendorong pembelajaran yang lebih bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Guru juga didorong untuk merancang aktivitas yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk aktif mengeksplorasi, berdiskusi, memecahkan masalah, melakukan refleksi, dan mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diseminasi menjadi penting karena penguatan kompetensi guru perlu dilakukan secara bersama-sama. Pengetahuan yang diperoleh oleh guru dari berbagai pelatihan maupun pengembangan profesional kemudian dibagikan kepada rekan sejawat sehingga dapat menjadi praktik baik yang diterapkan secara konsisten di lingkungan sekolah.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa Diseminasi Sekolah Model merupakan bagian dari budaya belajar yang terus dibangun di lingkungan sekolah.

“Pembelajaran yang baik harus terus berkembang mengikuti kebutuhan anak dan perubahan zaman. Melalui diseminasi ini, kami ingin seluruh guru memiliki pemahaman yang sama dan mampu menerapkan Pembelajaran Mendalam sesuai karakteristik peserta didik masing-masing. Harapannya, kelas-kelas di SD Muhammadiyah Plus Salatiga semakin bermakna, menggembirakan, dan mampu membuat anak benar-benar memahami apa yang mereka pelajari,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kompetensi pedagogis, kegiatan ini juga memperkuat budaya berbagi praktik baik antarguru. Setiap pendidik memiliki kesempatan untuk belajar dari pengalaman rekan sejawat, mendiskusikan tantangan pembelajaran, dan bersama-sama mencari strategi yang paling sesuai untuk diterapkan di kelas.

Melalui Diseminasi Sekolah Model, SD Muhammadiyah Plus Salatiga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi sekolah pembelajar yang adaptif dan berkemajuan. Penguatan Pembelajaran Mendalam diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang kritis, kreatif, reflektif, dan berkarakter.

WhatsApp Image 2026-08-24 at 11.13.47

Salatiga – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh keluarga besar SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Melalui gerakan penggalangan infaq dan donasi untuk korban gempa NTT, sekolah berhasil menghimpun dana sebesar Rp19.075.000.

Donasi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian siswa, guru, dan seluruh warga sekolah terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Penggalangan dana juga menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah, khususnya dalam menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, keikhlasan, dan semangat berbagi kepada peserta didik.

Momen penyerahan donasi dilakukan di lingkungan SD Muhammadiyah Plus Salatiga dan turut melibatkan para siswa. Dalam dokumentasi penyerahan, tampak perwakilan siswa bersama pihak sekolah menyerahkan simbolis donasi sebesar Rp19.075.000.

Kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran yang penting bagi peserta didik. Anak-anak tidak hanya diajak memahami pentingnya membantu sesama, tetapi juga belajar bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepedulian seluruh warga sekolah.

“Donasi ini bukan hanya tentang jumlah yang terkumpul, tetapi tentang nilai kepedulian yang tumbuh di hati anak-anak. Kami ingin mereka belajar bahwa ketika ada saudara yang sedang menghadapi musibah, kita hadir untuk membantu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Semoga donasi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT,” ungkapnya.

Penggalangan donasi ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan karakter di SD Muhammadiyah Plus Salatiga tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di kelas. Nilai-nilai kepedulian dan kemanusiaan juga ditanamkan melalui aksi nyata, sehingga siswa dapat belajar langsung tentang arti berbagi dan membantu sesama.

Melalui semangat kebersamaan, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berharap gerakan kepedulian seperti ini dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya sekolah dalam membentuk generasi cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.

WhatsApp Image 2026-08-21 at 12.31.03 (1)

Salatiga – Dalam upaya menumbuhkan budaya literasi dan meningkatkan minat baca peserta didik, Perpustakaan Sang Surya SD Muhammadiyah Plus Salatiga meluncurkan program SAKA (Saatnya Kita Membaca).

Program SAKA menjadi salah satu gerakan literasi sekolah yang mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Melalui program ini, membaca tidak hanya dilakukan di dalam ruang perpustakaan, tetapi juga dihadirkan lebih dekat dengan siswa melalui keberadaan pojok baca di lingkungan sekolah.

Salah satu kegiatan utama dalam program SAKA adalah Sedekah Buku. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk menyumbangkan buku-buku yang mereka miliki untuk kemudian dikumpulkan dan ditempatkan di berbagai pojok baca SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Sedekah buku menjadi bentuk nyata kepedulian siswa terhadap budaya literasi. Buku yang disumbangkan tidak berhenti menjadi koleksi pribadi, tetapi dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh teman-teman lainnya. Dengan demikian, satu buku dapat menghadirkan manfaat dan pengetahuan bagi lebih banyak siswa.

Kepala Perpustakaan Sang Surya, Tatik Himatul, menyampaikan bahwa program SAKA diharapkan dapat membangun kebiasaan membaca yang tumbuh dari lingkungan sekolah.

“Melalui SAKA, kami ingin menghadirkan budaya membaca yang lebih dekat dengan anak-anak. Sedekah buku menjadi bagian penting karena anak-anak belajar bahwa berbagi ilmu juga dapat dilakukan melalui buku. Buku yang mereka berikan hari ini dapat menjadi jendela pengetahuan bagi teman-temannya,” ungkapnya.

Keberadaan pojok baca di berbagai area sekolah juga diharapkan membuat siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk membaca di sela-sela aktivitas pembelajaran. Lingkungan sekolah pun perlahan dibangun menjadi ruang yang ramah literasi, tempat siswa dapat menemukan buku dengan mudah dan menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan.

Program SAKA (Saatnya Kita Membaca) menjadi langkah Perpustakaan Sang Surya untuk terus menghidupkan budaya literasi di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Sebab, gerakan literasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar—satu buku yang dibagikan dapat menjadi awal dari tumbuhnya satu kebiasaan membaca.

📚 SAKA – Saatnya Kita Membaca
🤝 Sedekah Buku, Berbagi Ilmu, Menumbuhkan Literasi.

WhatsApp Image 2026-08-13 at 19.53.34 (1)

Salatiga – Semangat kemerdekaan terasa meriah di lingkungan SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga melalui rangkaian perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tidak hanya melibatkan peserta didik, tetapi juga diikuti oleh guru dan karyawan. Perlombaan dikemas dalam suasana yang menyenangkan dengan mengusung konsep estafet, sehingga setiap peserta dituntut untuk bekerja sama, menjaga kekompakan, serta menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.

Bagi peserta didik, lomba estafet menjadi aktivitas yang menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas. Anak-anak belajar bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh komunikasi, kerja sama, sportivitas, dan kepercayaan kepada teman satu tim.

Sementara itu, keterlibatan guru dan karyawan turut membuat suasana peringatan kemerdekaan semakin semarak. Para pendidik dan tenaga kependidikan ikut menunjukkan antusiasme dan keceriaan, sekaligus menjadi contoh bagi peserta didik bahwa semangat kebersamaan dan sportivitas dapat tumbuh melalui kegiatan sederhana yang dilakukan bersama.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan perlombaan kemerdekaan bukan sekadar ajang untuk mencari pemenang.

“Yang paling penting dari kegiatan ini bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak belajar tentang kebersamaan, sportivitas, kerja sama, dan kegembiraan. Ketika guru, karyawan, dan siswa dapat bermain serta beraktivitas bersama, di situlah semangat persaudaraan dan kebersamaan di sekolah semakin kuat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai gotong royong, persatuan, pantang menyerah, dan menghargai perjuangan.

Keceriaan yang hadir dalam setiap perlombaan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah warisan yang harus diisi dengan hal-hal positif. Dari sekolah, semangat itu terus ditumbuhkan melalui generasi yang cerdas, berakhlak mulia, kompak, dan memiliki jiwa kebangsaan.

Dirgahayu Republik Indonesia!
Semangat Kemerdekaan, Semangat Kebersamaan, Semangat Berkemajuan!

WhatsApp Image 2026-08-21 at 10.25.24

Yogyakarta – SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga terus berkomitmen meningkatkan kompetensi pendidik sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran berkualitas dan berwawasan global. Salah satunya diwujudkan dengan menugaskan empat guru MIPA untuk mengikuti Pelatihan Guru MIPA Bilingual Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 17–20 Desember 2025 di Aveon Hotel Yogyakarta dan diikuti guru-guru sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

Empat guru SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga yang mendapatkan tugas mengikuti pelatihan tersebut, di antaranya:

  1. Fulatul Anisa, S.Pd.
  2. Iga Pradani Aji Wiguna, S.Pd.
  3. Ulim Masdiqoh, S.Pd.
  4. Indah Aviolita Herawati, S.Pd.

Dalam daftar peserta, SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga tercatat mengikuti kelompok Guru SD Matematika dan Guru SD IPAS, menunjukkan komitmen sekolah dalam memperkuat kompetensi pembelajaran MIPA berbasis bilingual.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi strategis, mulai dari Bridging Logic and Language: Effective Strategies for Bilingual MIPA Classrooms, pendekatan Pembelajaran Mendalam melalui Inquiry-Based Learning (IBL), hingga penyusunan pembelajaran bilingual berbasis IBL.

Para peserta juga mendapatkan penguatan Bahasa Inggris Akademik MIPA, strategi dan simulasi mengajar MIPA bilingual, integrasi Design Thinking dalam proyek MIPA, teknik observasi pembelajaran, manajemen kelas MIPA bilingual, serta pengembangan media pembelajaran.

Tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, peserta juga dibekali materi integrasi MIPA bilingual dalam kegiatan kokurikuler dan penyusunan rencana tindak lanjut. Setelah kembali ke sekolah, peserta diharapkan dapat mendiseminasikan hasil pelatihan kepada guru lainnya, sehingga ilmu yang diperoleh dapat memberikan dampak lebih luas terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa pengiriman guru dalam pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Guru harus terus belajar dan mengembangkan kompetensinya seiring dengan perubahan dan kebutuhan pendidikan. Melalui Pelatihan Guru MIPA Bilingual ini, kami berharap para guru tidak hanya semakin kuat dalam penguasaan pembelajaran Matematika dan IPAS, tetapi juga semakin percaya diri mengintegrasikan Bahasa Inggris dalam proses pembelajaran. Yang terpenting, ilmu yang diperoleh dapat didiseminasikan kepada guru-guru lainnya sehingga manfaatnya dirasakan oleh seluruh warga sekolah,” ungkap Suharwono.

Keikutsertaan empat guru tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapan SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga dalam menghadirkan pembelajaran MIPA yang aktif, mendalam, kontekstual, dan berwawasan global.

Melalui budaya belajar dan berbagi praktik baik antarguru, SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga terus bergerak menghadirkan pendidikan berkemajuan serta mempersiapkan peserta didik yang siap menghadapi tantangan masa depan.