Kepala sekolah bersama anak anak menyerahkan secara simbolis donasi yang terkumpul kepada Lazismu Kota Salatiga
Salatiga – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh keluarga besar SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Melalui gerakan penggalangan infaq dan donasi untuk korban gempa NTT, sekolah berhasil menghimpun dana sebesar Rp19.075.000.
Donasi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian siswa, guru, dan seluruh warga sekolah terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Penggalangan dana juga menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah, khususnya dalam menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, keikhlasan, dan semangat berbagi kepada peserta didik.
Momen penyerahan donasi dilakukan di lingkungan SD Muhammadiyah Plus Salatiga dan turut melibatkan para siswa. Dalam dokumentasi penyerahan, tampak perwakilan siswa bersama pihak sekolah menyerahkan simbolis donasi sebesar Rp19.075.000.
Kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran yang penting bagi peserta didik. Anak-anak tidak hanya diajak memahami pentingnya membantu sesama, tetapi juga belajar bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.
Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepedulian seluruh warga sekolah.
“Donasi ini bukan hanya tentang jumlah yang terkumpul, tetapi tentang nilai kepedulian yang tumbuh di hati anak-anak. Kami ingin mereka belajar bahwa ketika ada saudara yang sedang menghadapi musibah, kita hadir untuk membantu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Semoga donasi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT,” ungkapnya.
Penggalangan donasi ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan karakter di SD Muhammadiyah Plus Salatiga tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di kelas. Nilai-nilai kepedulian dan kemanusiaan juga ditanamkan melalui aksi nyata, sehingga siswa dapat belajar langsung tentang arti berbagi dan membantu sesama.
Melalui semangat kebersamaan, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berharap gerakan kepedulian seperti ini dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya sekolah dalam membentuk generasi cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.





