

Yogyakarta – SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga terus berkomitmen meningkatkan kompetensi pendidik sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran berkualitas dan berwawasan global. Salah satunya diwujudkan dengan menugaskan empat guru MIPA untuk mengikuti Pelatihan Guru MIPA Bilingual Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 17–20 Desember 2025 di Aveon Hotel Yogyakarta dan diikuti guru-guru sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Empat guru SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga yang mendapatkan tugas mengikuti pelatihan tersebut, di antaranya:
- Fulatul Anisa, S.Pd.
- Iga Pradani Aji Wiguna, S.Pd.
- Ulim Masdiqoh, S.Pd.
- Indah Aviolita Herawati, S.Pd.
Dalam daftar peserta, SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga tercatat mengikuti kelompok Guru SD Matematika dan Guru SD IPAS, menunjukkan komitmen sekolah dalam memperkuat kompetensi pembelajaran MIPA berbasis bilingual.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi strategis, mulai dari Bridging Logic and Language: Effective Strategies for Bilingual MIPA Classrooms, pendekatan Pembelajaran Mendalam melalui Inquiry-Based Learning (IBL), hingga penyusunan pembelajaran bilingual berbasis IBL.
Para peserta juga mendapatkan penguatan Bahasa Inggris Akademik MIPA, strategi dan simulasi mengajar MIPA bilingual, integrasi Design Thinking dalam proyek MIPA, teknik observasi pembelajaran, manajemen kelas MIPA bilingual, serta pengembangan media pembelajaran.
Tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, peserta juga dibekali materi integrasi MIPA bilingual dalam kegiatan kokurikuler dan penyusunan rencana tindak lanjut. Setelah kembali ke sekolah, peserta diharapkan dapat mendiseminasikan hasil pelatihan kepada guru lainnya, sehingga ilmu yang diperoleh dapat memberikan dampak lebih luas terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Kepala SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa pengiriman guru dalam pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Guru harus terus belajar dan mengembangkan kompetensinya seiring dengan perubahan dan kebutuhan pendidikan. Melalui Pelatihan Guru MIPA Bilingual ini, kami berharap para guru tidak hanya semakin kuat dalam penguasaan pembelajaran Matematika dan IPAS, tetapi juga semakin percaya diri mengintegrasikan Bahasa Inggris dalam proses pembelajaran. Yang terpenting, ilmu yang diperoleh dapat didiseminasikan kepada guru-guru lainnya sehingga manfaatnya dirasakan oleh seluruh warga sekolah,” ungkap Suharwono.
Keikutsertaan empat guru tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapan SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga dalam menghadirkan pembelajaran MIPA yang aktif, mendalam, kontekstual, dan berwawasan global.
Melalui budaya belajar dan berbagi praktik baik antarguru, SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga terus bergerak menghadirkan pendidikan berkemajuan serta mempersiapkan peserta didik yang siap menghadapi tantangan masa depan.




