August 26, 2026

SD Muhammadiyah Plus Salatiga

IMG-20260807-WA0021(1)

WSalatiga – SD Muhammadiyah Plus Salatiga menggelar Sosialisasi International Class Program (ICP) kepada wali murid sebagai bentuk komitmen sekolah dalam membangun komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua. Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai program-program unggulan yang akan diterima peserta didik selama mengikuti International Class Program (ICP) dari kelas 1 hingga kelas 5.

Dalam sosialisasi tersebut, tim International Class Program memaparkan berbagai program yang telah disusun secara berjenjang sesuai perkembangan peserta didik. Orang tua mendapatkan informasi mengenai target pembelajaran Bahasa Inggris, penguatan kemampuan komunikasi, pembelajaran berbasis proyek, pengenalan budaya internasional, hingga berbagai kegiatan yang dirancang untuk membentuk siswa menjadi pribadi yang percaya diri dan memiliki wawasan global.

Selain program pembelajaran di kelas, wali murid juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan unggulan ICP, seperti English Camp, kunjungan dan praktik bersama native speaker, Fun English Activity, Science Expo, project based learning, serta berbagai aktivitas yang mendorong siswa berani berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi nyata.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa sosialisasi ini penting agar orang tua memahami arah pembelajaran yang akan ditempuh putra-putrinya selama mengikuti International Class Program.

“Kami ingin orang tua memiliki gambaran yang jelas mengenai perjalanan belajar anak selama enam tahun di International Class Program. Dengan memahami setiap tahapan program, orang tua dapat memberikan dukungan dan pendampingan yang optimal sehingga perkembangan kemampuan akademik, bahasa, dan karakter anak dapat berjalan secara maksimal,” ujar Suharwono.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi pemaparan, diskusi, dan tanya jawab. Wali murid tampak antusias menggali informasi mengenai metode pembelajaran, target kompetensi di setiap jenjang, hingga berbagai kesempatan yang akan diperoleh siswa melalui program ICP.

Melalui sosialisasi ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara sekolah dan keluarga. Dengan dukungan orang tua, International Class Program diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul dalam penguasaan Bahasa Inggris, memiliki karakter Islami, berpikiran terbuka, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan budaya Indonesia.

IMG-20260801-WA0004

Salatiga – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di lingkungan sekolah, seluruh guru dan karyawan SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengikuti kegiatan Penguatan AIK yang menghadirkan narasumber dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Salatiga, Hammam, Ph.D.

Pada kesempatan tersebut, Hammam, Ph.D. menyampaikan materi bertajuk “Analisis Surah Al-Fatihah sebagai Kaidah Bekerja di Muhammadiyah.” Materi ini mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa Al-Fatihah bukan sekadar surat yang dibaca dalam setiap rakaat salat, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalankan amanah sebagai pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Muhammadiyah.

Melalui kajian yang mendalam, peserta diajak merefleksikan makna setiap ayat Al-Fatihah sebagai landasan dalam bekerja. Nilai-nilai keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT, semangat memberikan pelayanan terbaik, komitmen menjaga integritas, hingga pentingnya memohon petunjuk agar senantiasa berada di jalan yang lurus menjadi pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Hammam, Ph.D. menjelaskan bahwa bekerja di amal usaha Muhammadiyah bukan hanya menjalankan tugas administratif atau profesi semata, melainkan juga bagian dari ibadah dan dakwah yang memiliki nilai pengabdian kepada umat.

“Al-Fatihah mengajarkan kita tentang orientasi hidup yang benar. Ketika nilai-nilai tersebut dihadirkan dalam setiap aktivitas bekerja, maka setiap tugas yang kita lakukan akan bernilai ibadah dan menjadi bagian dari ikhtiar memajukan Muhammadiyah melalui dunia pendidikan,” jelasnya.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa penguatan AIK merupakan agenda rutin yang menjadi fondasi utama dalam membangun budaya kerja di sekolah.

“Kami ingin seluruh guru dan karyawan tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki ruh pengabdian kepada Muhammadiyah. Penguatan AIK menjadi bekal agar setiap langkah, keputusan, dan pelayanan yang diberikan kepada peserta didik dilandasi nilai-nilai Al-Qur’an dan semangat dakwah Muhammadiyah,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias melalui sesi pemaparan materi, refleksi, dan diskusi. Para peserta diajak untuk mengaitkan kandungan Surah Al-Fatihah dengan tantangan nyata yang dihadapi dalam dunia pendidikan, sehingga nilai-nilai yang dipelajari dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Melalui kegiatan Penguatan AIK ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga menegaskan komitmennya untuk terus membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga kokoh dalam spiritualitas, berintegritas, dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa.

w

WhatsApp Image 2026-07-29 at 09.53.33 (2)

Salatiga – SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus memperkuat kemitraan antara sekolah dan keluarga melalui program Parent Teaching Class, sebuah kegiatan yang memberikan kesempatan kepada orang tua untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi secara langsung kepada peserta didik di dalam kelas.

Program ini menjadi salah satu implementasi pembelajaran kontekstual yang menghadirkan narasumber dari berbagai profesi. Melalui Parent Teaching Class, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari guru, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar langsung dari orang tua yang memiliki latar belakang keahlian yang beragam. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih nyata, menarik, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam setiap sesi, para orang tua membawakan materi sesuai bidang profesinya, seperti kesehatan, kewirausahaan, teknologi, lingkungan, hingga berbagai keterampilan hidup (life skills). Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, demonstrasi, permainan edukatif, maupun praktik langsung sehingga siswa dapat belajar dengan suasana yang menyenangkan.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa Parent Teaching Class merupakan salah satu bentuk sinergi nyata antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Melalui Parent Teaching Class, kami ingin menghadirkan orang tua sebagai mitra strategis sekolah. Kehadiran mereka di kelas tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga menunjukkan bahwa pendidikan terbaik lahir dari kolaborasi yang kuat antara sekolah dan keluarga,” ungkapnya.

Program ini juga sejalan dengan penguatan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang menempatkan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Keterlibatan aktif orang tua dalam proses pembelajaran menjadi salah satu bentuk penguatan fungsi keluarga dalam membentuk karakter, kecakapan hidup, serta kesiapan anak menghadapi tantangan masa depan.

Antusiasme siswa selalu terlihat dalam setiap pelaksanaan Parent Teaching Class. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan mencoba berbagai aktivitas yang dipandu oleh narasumber. Sementara itu, para orang tua merasakan pengalaman baru dalam berkontribusi secara langsung terhadap proses pendidikan putra-putri mereka.

Melalui program Parent Teaching Class, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berharap tercipta budaya kolaborasi yang semakin kuat antara sekolah dan keluarga. Dengan semangat kebersamaan, sekolah optimistis mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, keterampilan hidup yang baik, serta kesiapan menghadapi perkembangan zaman.

WhatsApp Image 2026-07-28 at 17.37.27 (3)

Salatiga – SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah TERMOS HANTARAN (Internet, Media Sosial, dan Pelatihan Antar Teman), sebuah program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi mengajar Bahasa Inggris melalui budaya belajar bersama antar guru.

Inovasi ini digagas oleh Sri Walji Hasthanti, M.Pd., yang melihat pentingnya membangun budaya belajar kolaboratif di kalangan guru. Melalui TERMOS HANTARAN, guru tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi juga berperan sebagai narasumber yang saling berbagi pengalaman, praktik baik, dan solusi atas berbagai tantangan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.

Program TERMOS HANTARAN juga menjadi langkah strategis SD Muhammadiyah Plus Salatiga dalam menyikapi kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menetapkan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar mulai Tahun Ajaran 2027/2028. Melalui program ini, sekolah mempersiapkan guru-guru agar memiliki kompetensi pedagogis, profesional, dan digital yang semakin baik sehingga siap mengimplementasikan pembelajaran Bahasa Inggris secara optimal ketika kebijakan tersebut diberlakukan.

Program ini berangkat dari semangat bahwa peningkatan kualitas pembelajaran tidak selalu harus melalui pelatihan berskala besar. Dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar digital, seperti internet dan media sosial edukatif, serta dipadukan dengan kegiatan pelatihan antar teman (peer teaching), guru dapat terus mengembangkan kompetensinya secara mandiri, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan di kelas.

Dalam pelaksanaannya, guru-guru Bahasa Inggris saling berbagi strategi pembelajaran, metode mengajar yang komunikatif, pemanfaatan media pembelajaran digital, penyusunan aktivitas berbasis life skills, hingga praktik penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Kegiatan dikemas secara interaktif melalui praktik mengajar (microteaching), diskusi, refleksi, dan evaluasi bersama sehingga setiap guru memperoleh pengalaman belajar yang bermakna.

Sri Walji Hasthanti, M.Pd., selaku inovator TERMOS HANTARAN, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keyakinan bahwa guru memiliki potensi besar untuk saling mengembangkan kompetensi.

“Setiap guru memiliki pengalaman dan praktik baik yang sangat berharga. Melalui TERMOS HANTARAN, kami ingin membangun budaya saling belajar sehingga peningkatan kompetensi tidak bergantung pada pelatihan formal saja, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh di lingkungan sekolah. Dengan demikian, guru akan lebih siap menghadapi perubahan kurikulum dan tuntutan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar,” jelasnya.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap lahirnya inovasi tersebut.

“TERMOS HANTARAN merupakan inovasi yang relevan dengan arah kebijakan pendidikan nasional. Kami tidak ingin menunggu hingga Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib. Persiapan harus dimulai dari sekarang agar guru memiliki kompetensi yang kuat dan siswa memperoleh layanan pembelajaran terbaik. Semangat belajar sepanjang hayat harus menjadi budaya seluruh pendidik,” ungkapnya.

Melalui TERMOS HANTARAN, SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus memperkuat budaya Professional Learning Community (PLC) di lingkungan sekolah. Inovasi ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pendidikan dimulai dari guru yang terus belajar, berinovasi, dan saling menginspirasi, sehingga mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang kreatif, komunikatif, dan menyenangkan bagi peserta didik serta siap menyongsong implementasi kebijakan pendidikan di masa mendatang.

WhatsApp Image 2026-07-28 at 20.22.11

Salatiga – SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga menggelar Sosialisasi Program Pembelajaran Tahun Ajaran Baru bagi wali murid kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai program-program unggulan yang akan dilaksanakan selama satu tahun pelajaran, sehingga terjalin kesamaan visi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing jenjang kelas memaparkan program pembelajaran, target capaian akademik, penguatan karakter, pembiasaan keislaman, kegiatan ekstrakurikuler, hingga berbagai program unggulan yang menjadi ciri khas SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Melalui sosialisasi ini, wali murid memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai proses pendidikan yang akan dijalani putra-putrinya serta peran penting keluarga dalam mendukung keberhasilan belajar di rumah.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi yang erat dengan orang tua.

“Kami ingin seluruh orang tua memahami arah pendidikan yang kami bangun di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Ketika sekolah dan keluarga memiliki tujuan yang sama, proses pendidikan akan berjalan lebih efektif dan mampu menghasilkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, sekolah juga menyampaikan kabar membanggakan bahwa SD Muhammadiyah Plus Salatiga menjadi satu-satunya Sekolah Dasar di Kota Salatiga yang berhasil mewakili daerah dalam Lomba Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan kependudukan, penguatan karakter, serta pendidikan keluarga ke dalam proses pembelajaran.

Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SD Muhammadiyah Plus Salatiga diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, perencanaan masa depan, kepedulian terhadap lingkungan, kesehatan, serta penguatan fungsi keluarga sebagai fondasi utama pendidikan anak. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan dalam pembelajaran maupun berbagai program sekolah sehingga menjadi budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berharap seluruh wali murid semakin memahami arah kebijakan dan program sekolah serta dapat menjadi mitra aktif dalam mendampingi perkembangan anak. Sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga diharapkan mampu mewujudkan peserta didik yang unggul dalam prestasi, kokoh dalam karakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.