SALATIGA – Tahun ini SD Muhammadiyah Plus Salatiga meraih prestasi yang cukup membanggakan dalam pelaksanaan ujian nasional (UN). Sebanyak 11 siswa meraih nilai 10,00, yakni 9 siswa untuk mata pelajaran (mapel) matematika dan 2 siswa meraih nilai 10 mapel Bahasa Indonesia. Tidak hanya itu, SD Muhammadiyah Plus sebagai sekolah swasta mampu menduduki peringkat 7 kelulusan SD di Salatiga dengan nilai rata-rata 25,45.
”Jadi 59 siswa kami tidak hanya sekadar lulus 100%, tetapi juga mampu meraih prestasi kelulusan dan perolehan nilai terbaik,” kata Kepala SD Muhammadiyah Plus, Sutomo MAg, di sela-sela Khotmil Quran dan Akhirrussanah siswa kelas 6 di Grand Wahid Hotel, baru-baru ini. Sutomo mengungkapkan, siswa peraih nilai tertinggi adalah Kennisa Adristi Susanto (28,50), Lu’lu’ Ulayya (28,40), dan Noviandini Rachmawati (28,15).
Dia juga memberikan apresiasi dan terima kasih atas usaha siswa, orang tua, dan guru yang telah memberikan bimbingan sehingga siswa bisa meraih hasil maksimal dalam UN. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Drs Susanto memacu semangat agar SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, selalu melakukan inovasi, kreasi, dan siap terhadap perubahan, untuk kemajuan pendidikan. Dia juga salut karena SD Muhammadiyah bisa berprestasi di berbagai bidang.
Sementara itu dalam acara akhirussanah digelar pentas tari, menyanyi, dan opera bertema ”Andeande Lumut Mencari Anak Cerdas Berakhlak Mulia”. Dalam opera itu siswa membawakan cerita rakyat yang disisipi dengan cerita positif tentang akhlak yang harus dijunjung tinggi, untuk meraih cita-cita di masa mendatang.
SD Muhammadiyah Plus Salatiga
Peringati Hari Hak Asasi Binatang
SALATIGA – Banyak yang tidak tahu, peringatan Hari Hak Asasi Binatang sebenarnya sudah sejak lama diperingati pecinta dan penyelamat lingkungan hidup. Ya, Hari Hak Asasi Binatang atau hewan jatuh setiap tanggal 15 Oktober. Inti dari peringatan tersebut adalah bagaimana melestarikan kehidupan hewan di mana saja. Ini seperti yang dilakukan siswa kelas V SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, Senin kemarin, dengan menggelar kegiatan penyelematan lingkungan hewan dan habitatnya di sekitar Danau Rawapening, di wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Di lokasi Tempat Pelelangan Ikan dan objek wisata Bukit Cinta tersebut, puluhan siswa melepas ribuan bibit ikan mujahir ke Rawapening. ’’Makna dari pelepasan ikan mujahir ini adalah untuk mengembalikan hewan itu ke habitat aslinya di danau. Untuk jangka panjang, ikan itu nanti akan bermanfaat bagi manusia pula,’’ kata Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Sutomo MAg didampingi guru kelas Wiwik Widyastuti.
Sejak Dini
Menurutnya, sejak dini anak dikenalkan untuk menghargai Hak Asasi Binatang agar bisa hidup di lingkungan aslinya. Tidak hanya ikan mujahir, tetapi hewan lain juga memiliki hak hidup di alam, berdampingan dengan makhluk lainnya. Setelah melepaskan ikan ke habitat aslinya, siswa mendapat tugas mengamati lingkungan sekitar. Para siswa antusias mengamati berbagai tumbuhan yang ada di sekitar Rawapening. Siswa mendapat kesempatan bertanya kepada petani dan nelayan setempat. Karena lokasi yang berdekatan dengan tambak, siswa diajak pula melihat budidaya ikan dan bagaimana cara pengelolaannya.
“Anak-anak diperkenalkan dengan lingkungan sekitar dan bagaimana cara menghargai binatang. Karena bagaimana
pun binatang tetap makhluk Allah yang perlu dipelihara,’’ imbuh Wiwik Widyastuti.
SIDOMUKTI – Peringatan HUT Tentara Nasional Indonesia pada 5 Oktober setiap tahun selalu diperingati oleh tentara. Kalangan masyarakat menganggap bahwa peringatan tersebut hanya milik TNI. Anggapan tersebut dinilai keliru, karena HUT TNI justru merupakan peringatan terhadap keberanian rakyat untuk berkorban dan bersamasama mengangkat senjata membela Tanah Air.
Memaknai perjuangan rakyat itulah yang dilaksanakan SD Muhammadiyah Plus Salatiga dengan menggelar upacara militer Peringatan HUT Ke-67 TNI di kampus Dukuh Togaten, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti. Upacara diikuti seluruh siswa, guru, dan karyawan dengan menggunakan seragam ala militer. Tidak tanggung-tanggung, petugas upacara dan komandan upacara merupakan personel TNI dari Kodim 0714/Salatiga. Adapun yang bertindak sebagai inspektur upacara Danramil Susukan Kodim 0714/Salatiga Kapten Inf Totok Sumaryoto.
Pertama
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga Sutomo MAg mengatakan, upacara militer di sekolah ini baru pertama kali digelar. Pihaknya memanfaatkan peringatan HUT Ke-67 TNI sebagai bentuk pembelajaran wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air, pendidikan kepribadian, dan pembentukan karakter siswa. ’’Kami juga berharap anak-anak bisa merasakan perjuangan TNI dalam membela bangsa dan negara,’’ kata Sutomo.
Tidak hanya peringatan HUT TNI yang dilaksanakan SD Muhammadiyah Plus, tetapi peringatan hari perjuangan lainnya juga akan dilaksanakan. Sementara itu, dalam sambutannya Kapten Inf Totok S berharap, siswa memiliki semangat perjuangan membela bangsa dan negara seperti para pahlawan. Menurutnya, Negara Kesatuan RI merupakan harga mati yang harus dipertahankan. Setelah upacara berlangsung, sejumlah personel TNI mempraktikkan kemampuan baris berbaris di hadapan siswa.
ARGOMULYO- Pentas tarian tradisional Saman dibawakan apik oleh siswa SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga saat pembukaan Bazar Ramadan RS Paru Dr Ario Wirawan, baru-baru ini. Tarian yang memang dibawakan sebagai upacara penyambutan tamu tersebut menjadi daya tarik kegiatan yang digelar Badan Koordinasi Kegiatan Islam RSP Dr Ario Wirawan.
Acara Bazar Ramadan dibuka oleh Wawali Muh Haris dan dihadiri Direktur RSP Dr Ari Wirawan dan Dr Mohammad Syahrir SpP. ”Acara ini digelar dalam rangka menyambut Ramadan. Berbagai kegiatan digelar seperti pasar murah dan pentas seni,” kata dokter spesialis paru Hasto. Menurutnya, dalam kegiatan bazar mengundang distributor penjual sembako, sehingga barang yang dijual sangat murah. Pihaknya juga mengundang pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). ”Selain menjual kebutuhan pokok dengan murah, kami juga membagikan 100 paket sembako gratis,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu pihaknya menghibur pengunjung dengan menggelar pentas seni yang dibawakan siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Selain pentas tari tradisional Saman, Raka Gustian Pratama yang pernah menjadi juara pidato bahasa Inggris Jateng tampil di panggung untuk berpidato. Selain itu digelar pula pentas rebana yang dibawakan siswa SDN Mangunsari Salatiga. Kegiatan tersebut dimanfaatkan pula oleh siswa SD untuk berkunjung mengenal lebih dekat aktivitas di rumah sakit. Sementara itu, di tempat penjualan kebutuhan pokok, warga berjubel antre berbelanja. Diharapkan dengan kegiatan tersebut, warga dapat menyambut Lebaran dengan berbelanja murah.
SALATIGA- Banyak orang yang tidak mengetahui makna motif atau gambar yang terlukis di kain batik. Untuk mengetahui makna tersebut maka harus belajar langsung ke sumber asli pembuat batik. Hal itu yang dilakukan siswa kelas III dan IV SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, saat mengikuti wisata belajar (field trip) ke Batik Keris Solo, baru-baru ini. Di salah satu pusat penghasil batik terbesar di Kota Solo tersebut, siswa dan guru belajar banyak pengalaman tentang membatik.
”Banyak pelajaran berharga tentang batik. Siswa tidak hanya tahu tentang membatik, tetapi juga pengalaman lain berkaitan dengan arti motif batik, cara membuat lilin yang benar, memegang canting, serta lainnya,” kata Ainul Huri SAg, guru pembimbing. Berkunjung ke Museum Ainul mengungkapkan, kegiatan itu dalam rangka pendalaman materi pembelajaran dan variasi pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Dengan belajar dari pengalaman di luar kelas, maka siswa akan dapat memahami pelajaran teori yang telah disampaikan di kelas.
Nindia, salah satu siswa yang praktik membatik sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut, hingga asyik dan lupa waktu saat menggunakan canting untuk membatik. Selain kunjungan ke Batik Keris Solo, kegiatan itu dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Sangiran di Kabupaten Sragen. Dengan belajar di Sangiran, siswa mendapat pengalaman baru tentang zaman prasejarah dan nenek moyang orang Jawa. Di tempat tersebut siswa dikenalkan dengan fosil purbakala yang selama ini terpendam di dalam tanah dan ditemukan ilmuwan sebagai benda bersejarah, yang menceritakan kehidupan makhluk di masa lalu.







