October 7, 2026

SD Muhammadiyah Plus Salatiga

khita

SIDOMUKTI -Tidak kurang dari 250 siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga melakukan arak-arakan becak berpenumpang pengantin sunat keliling Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti Salatiga, saat khitanan massal, kemarin. Kegiatan mengisi liburan semester 1 tersebut diramaikan pula dengan arakarakan sepeda hias siswa kelas 3 hingga kelas 6, serta drumband. Suasana gembira terpancar dari wajah anak-anak peserta arak-arakan maupun peserta khitanan massal. Kegiatan itu juga menjadi tontonan menarik warga sekitar.
Kepala SD Muhammadiyah Plus, Sutomo MAg didampingi Ketua Panitia Ainur Huri SPdI menjelaskan, pihaknya sengaja menyuguhkan kegiatan yang istimewa kepada peserta khitanan massal. Yakni, dengan menggelar arak-arakan becak berpenumpang pengantin sunat, sepeda hias, drumband siswa, dan lainnya. ”Selain bertujuan menghibur, kegiatan itu juga bertujuan memberikan penghormatan kepada peserta khitanan massal yang berjumlah 35 siswa,” kata Sutomo.
Menurutnya baik siswa dan peserta khitanan massal diajak bergembira bersama. Adapun kegiatan khitanan massal bekerja sama dengan keluarga dokter Hudiarso SpPD yang tidak lain merupakan dokter Rumah Sakit Paru Dr Ario Wirawan. Dijelaskan pula secara psikologis bila kegiatan khitanan massal digelar dengan hiburan, maka akan menumbuhkan keberanian pada anak. Sementara itu, dokter Hudiarso SpPD mengungkapkan, sunat atau khitan banyak manfaatnya terutama untuk menjaga kebersihan kelamin. Untuk itu sejak dini anak-anak disarankan segera dikhitan.

manasik

560 anak SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengikuti latihan manasik haji di Lapangan pancasila pada Sabtu (12/10). Rencananya secara rutin akan dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Hadir dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Walikota Dra Gati Setiti MHum, jajaran direksi SD Muhammadiyah Plus beserta segenap tenaga pengajar di lingkungan SD Muhammadiyah.
Kepala SD Muhammadiyah Sutomo MAg menyampaikan bahwa kegiatan manasik haji bagi siswa dilaksanakan guna
menanamkan secara dini kepada anak didik mengenai salah satu rukun Islam yaitu ibadah haji. “Pembelajaran disekolah melalui membaca dan mendengarkan menurut sebuah penelitian hanya mampu menanamkan 30 persen saja dari ilmu yang seharusnya. Oleh karen itu dengan praktek secara langsung diharapkan para siswa mampu menyerap pengetahuan terutama mengenai pelaksanaan ibdah haji dengan lebih baik lagi,” terang Sutomo.
Dengan kegiatan manasik tersebut para siswa diperkenalkan tata cara pelaksanaan ibdah haji, mulai dari wukuf di Arafah, Thawaf, Sa’i , melempar Jumrah hingga thawaf Wada’. Gati Setiti mewakili Walikota Salatiga menyambut baik pelaksanaan manasik haji yang diselenggarakan oleh SD Muhammadiyah Plus tersebut. “Pemberian pemahaman mengenai ibadah haji yang benar kepada anak-anak sangat diperlukan mengingat ibdah haji merupakan ibadah yang wajib bagi setiap muslim yang mampu, untuk itu pemerintah memberikan apresiasi atas penyelenggaraan manasik haji ini,”jelas Gati.

ori

SALATIGA – Puluhan siswa SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga dibuat terkesima dengan kehadiran Hamako, perempuan aktivis kebudayaan asal Jepang yang datang bersama dosen Pusat Studi Jepang UNS Solo, Dr Suciati, Jumat (23/8). Hamako datang membagikan pengalaman keterampilan tradisional Jepang yakni seni origami atau melipat kertas.
Tentu saja Belajar origami dari pakarnya langsung warga Jepang akan lebih menarik daripada diajarkan orang lain.Syifa, salah satu siswa mengaku senang bisa belajar oriami dari orang Jepang. Terlebih Hamako sengaja mengajarkan origami terbaru yang belum diajarkan. ”Bentuk mainan yang dibuat ini lebih menarik. Tidak seperti biasanya diajarkan teman dan guru,” ujar Syifa.
Dengan bahasa Indonesia yang kurang fasih, Hamako berusaha memberikan penjelasan tahapan membuat sebuah bentuk. Dia bisa berbahasa Indonesia karena pernah lima tahun berada di Indonesia mendampingi suaminya yang bekerja di Toyota. Sekembalinya ke Jepang dia aktif di bidang sosial serta kebudayaan, dan akhirnya bisa kembali ke Indonesia.
Berbagi Pengalaman
”Ayo mulai dari melipat ujungnya, lalu kedua ujung ditemukan,” ungkap Hamako kepada salah satu siswa. Dr Suciati dari Pusat Studi Jepang UNS mengatakan, pihaknya menjalin kerja sama dengan beberapa sekolah termasuk SD Muhammadiyah. Hamako selama ini dikenal sangat menguasai origami sehingga ketika berada di sekolah-sekolah diminta berbagi pengalaman. Origami dianggap sebagai bentuk keterampilan yang sangat mendukung pendidikan kreativitas anak, kemampuan kognitif, psikomotorik, dan lainnya. ”Yang jelas banyak manfaat origami dalam bidang pendidikan sehingga Pusat Studi Jepang UNS ikut menyebarkan keterampilan itu ketika berkunjung ke sekolahsekolah,” kata Suciati.
Kepala SD Muhammadiyah, Sutomo MAg menjelaskan, banyak pengalaman siswa dari kegiatan tersebut. Kerja sama di bidang lainnya guna membantu pengembangan berpikir anak akan terus dilakukan.

CAMAT SIDOMUKTI SERAHKAN BANTUAN

SALATIGA – SD Muhammadiyah Plus Salatiga menyalurkan pakaian pantas pakai kepada warga di Warak, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Salatiga, Rabu (31/7) kemarin. Selain pakaian pantas pakai, diberikan pula bantuan sembako kepada warga yang berhak menemrima bantuan ini. Ini merupakan kegiatan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan tahun 2013.

Secara simbolis bantuan sembako itu diserahkan oleh Camat Sidomukti Yayat Nur Hayat didampingi Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga Sutomo. Selain kegiatan bakti sosial itu, SD Muhammadiyah Plus juga menggelar pesantren romadhon serta homestay.

“Kegiatan bhakti sosial ini diawali dengan pesantren Ramadhan lalu dilanjutkan dengan homestay di rumah warga. Tidak kurang 63 siswa kelas 6 juga menggelar acara berbuka, tadarus tidur dan sahur bersama masyarakat sekitar sekolah. Tujuannya diantaranya untuk menanamkan kecerdasan sosial siswa dan manfaat berbagi kepada kaum dhuafa. Pakaian pantas pakai dan sembako ini merupakan sumbangan dari para orangtua maupun wali murid. Dan terkumpul sebanyak 415 paket,” terang Sutomo.

Muhammadiyah Plus ini tergolong sekolah baru dan berlokasi di Jalan Suropati 14 Togaten, Mangunsari dengan jumlah siswa sebanyak 550 siswa dan jumlah pengajarnya sebanyak 35 guru dan karyawan 9 orang.

sd

SIDOMUKTI – Sebanyak 64 siswa kelas 6 SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga mengikuti homestay atau bermalam di rumah penduduk dalam rangka Program Pesantren Ramadan, Selasa-Rabu (30-31/7). Kegiatan itu dipusatkan di Perum Griya Dukuh Asri Warak Kelurahan Dukuh Kecamatan Sidomukti Salatiga.
Siswa yang mengikuti program itu diwajibkan menjalankan tradisi keislaman yang berlangsung di wilayah setempat, di bawah naungan takmir Masjid Nurul Islam Perum Griya Dukuh Asri Warak. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sutomo MAg menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kecerdasan sosial dan membentuk karakter anak, dengan interaksi/praktik langsung ke rumah penduduk yang menjadi orang tua asuh. ”Ini merupakan program yang akan kami terus kembangkan sebagai bagian dari penanaman jiwa sosial dan karakter,” kata Sutomo, kemarin. Menurutnya kegiatan homestay merupakan program pembelajaran di luar sekolah. Dengan kegiatan ini siswa memperoleh pengalaman dan kesan yang sangat berharga, karena dapat belajar langsung ke masyarakat, tanpa kehadiran orang tua kandung.
Pahami Benturan
Kegiatan ini disambut baik pengurus takmir Masjid Nurul Islam Drs Tri Anjar H MPd dan ketua RW 9 Warak Drs Suparno, serta tokoh masyarakat setempat Drs Sugiman MSi. Meskipun hanya sehari semalam, diharapkan tertanam kebersamaan dan memahami hidup serta perbedaan dengan orang tua asuh tempat tinggal siswa. Warga juga terkesan dengan materi pesantren, aktivitas buka puasa bersama, dan dilanjutkan dengan tarawih bersama.
Bahkan ceramah di masjid diisi oleh dai cilik SD Muhammadiyah Plus yakni Wildan Mauzakawali. Wildan merupakan peraih juara 1 lomba pildacil tingkat Kota Salatiga. Adapun kegiatan tadarus siswa dibimbing orang tua asuh serta sahur bersama. ”Orang tua asuh saya baik lho, menu masakannya juga cocok dan nikmat,” ujar Aurel, salah satu siswa.