August 28, 2026

SD Muhammadiyah Plus Salatiga

adsf

MENGHILANGNYA pesawat Malaysia yang belum ditemukan hingga saat ini, tidak membuat takut siswa kelas 5 SD
Muhammadiyah Plus melakukan wisata belajar (field trip) ke Kota Jakarta menggunakan pesawat terbang, akhir pekan lalu. Bahkan pengalaman first flight (terbang pertama) dari Bandara A.Yani Semarang ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, menjadi kenangan terindah yang ingin diulangi kembali.
Ya, dalam program wisata belajar tahun ini siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Plus Salatiga memilih Jakarta sebagai tempat tujuan. Lokasi wisata belajar yang dituju adalah Masjid Istiglal, Taman Mini Indonesia Indah, Dunia Fantasi Ancol, dan lainnya. Kemudian lokasi sarana perhubungan yakni bandara dan stasiun kereta api, juga menjadi tempat tujuan wisata belajar guna mengetahui sistem transportasi di Indonesia.
Kali Pertama
”Nah selain di tempat-tempat wisata di Jakarta, bandara dan stasiun merupakan tempat yang kami singgahi, karena berangkat menggunakan pesawat terbang dan pulang naik kereta api,” ujar Sabrina Aisya Rahman, reporter yunior siswa kelas V SD Muhammadiyah Plus Salatiga.
Anggun, siswa lainnya mengungkapkan, baru pertama ini naik pesawat dan sempat merasa khawatir. Tapi setelah melihat pemandangan indah daratan dan lautan dari atas pesawat, rasa khawatir itu hilang. Apalagi selama perjalan sekitar satu jam ditemani pramugari-pramugari cantik. ”Ini semakin menambah motivasiku menjadi pramugari,” ujarnya.
Kepala SD Muhammadiyah, Sutomo MAg didampingi ketua panitia Marijo SPd mengungkapkan, kegiatan wisata belajar dilaksanakan serentak dari kelas 1 hingga kelas 5, memanfaatkan jeda semester. Siswa kelas 1 ke Magelang, Kelas 2 ke Semarang, Kelas 3 ke Solo, dan siswa kelas 4 ke Yogyakarta. Siswa sangat terkesan dengan kegiatan ini selain dapat belajar secara nyata tentang alat transportasi udara dan darat, serta menambah pengalaman baru tentang tempat publik yang selama ini hanya dipelajari dari buku dan pembelajaran di kelas. Program wisata belajar
siswa kelas 5 sudah dipersiapkan dengan menabung sejak kelas 1.
”Kegiatan wisata belajar ini sebagai bentuk mempraktikkan pengalaman ilmu teori yang dipadukan dengan dengan praktik langsung keadaan sebenarnya,” jelas Sutomo.

banjir

Dokter Kecil SD Muhammadiyah

 

SIDOMUKTI – Sejumlah siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga yang menjadi anggota dokter kecil sekolah, menggalang dana bantuan bagi korban banjir. Kegiatan selama beberapa hari tersebut diperoleh dari menyisihkan uang saku setiap siswa. Aksi sosial siswa sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama tersebut, mampu mengumpulkan uang senilai Rp 4.006.500. Dana tersebut kemudian akan disalurkan kepada korban banjir yang berada di wilayah Kudus, Demak, Jepara, dan sekitarnya. Penya lurannya melalui Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) wilayah setempat.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus, Sutomo MAg didampingi Suharwono SPdI selaku pembimbing keislaman dan kemuhammadiyahan mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari pendidikan sosial (kecerdasan sosial) dan melatih anak agar berempati terhadap bencana yang terjadi. Sekaligus melatih anak melaksanakan pendidikan agama dengan praktik langsung dalam bentuk infaq/shadaqah.
’’Diharapkan nantinya siswa memiliki empati yang tinggi dan mampu berinisiatif, untuk membantu warga yang membutuhkan bila terjadi bencana,’’ jelas Sutomo, kemarin.

pres

SALATIGA- Dua siswa SD MuhammadiyahPlus Salatiga, Ariq Naufal Wiratno dan Shafira Nurulita, dinyatakan sebagai Siswa Berprestasi Tingkat Kota Salatiga untuk kategori putra dan putri. Perjuangan mendapat predikat siswa berprestasi harus melewati beberapa tahapan seleksi.
Diawali seleksi di tingkat kecamatan terlebih dahulu, di mana setiap SD mengirimkan 4 siswa berprestasi, yakni masing-masing 2 putra/putri. Seleksi berupa tes tulis matematika, IPA, PKn, Bahasa Indonesia, dan IPS. Kepala SD Muhammadiyah Plus, Sutomo MAg menjelaskan, dari hasil seleksi tersebut 4 siswanya lolos seleksi, yakni Shafira Nurulita (peringkat 1 putri), Aisyah Fatihasari (peringkat 4 putri), Naufal Rafie Abioga (peringkat 2 putra), dan Ariq
Naufal Wiratno (peringkat 4 putra). ”Kami bersyukur dengan prestasi ini dan berusaha keras agar siswa kami bisa meraih terbaik baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat kota. Sejumlah pelajaran tambahan kami berikan agar mereka semakin matang mengikuti lomba,” kata Sutomo, kemarin.
Lomba Pidato
Kemudian seleksi di tingkat kota diikuti 50 peserta putra dan putri. Mereka harus menyelesaikan tes tertulis IPA, IPS, matematika, Bahasa Indonesia, dan PKN dengan jumlah soal masing-masing 100. Dari hasil tes itu, Shafira Nurulita dan Ariq Naufal Wiratno meraih nilai terbaik ntuk kategori peserta putra dan putri. Kemudian sebanyak 10 siswa dengan perolehan nilai terbaik diwajibkan mengikuti lomba pidato sebagai salah satu syarat seleksi berikutnya.
”Dari hasil lomba itu pun dua siswa SD Muhammadiyah dapat meraih nilai terbaik dan meraih perdikat Siswa Berprestasi Kota Salatiga,” tutur Sutomo. Sebagai informasi, Shafira sebelumnya meraih Juara 2 Duta Lingkungan Sehat Tingkat Provinsi Jateng dan Ariq Naufal merupakan Juara 1 Lomba Khat dan Kaligrafi Tingkat Kota Salatiga.
Kepala UPTD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Sidomukti, Dra Ratna Susiani MT mengungkapkan, pihaknya mewakilkan 13 siswa terbaik dari berbagai SD. Adapun dua siswa berprestasi dari SD Muhammadiyah Plus akan dipersiapkan mengikuti lomba di Tingkat Jateng mendatang.

khita

SIDOMUKTI -Tidak kurang dari 250 siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga melakukan arak-arakan becak berpenumpang pengantin sunat keliling Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti Salatiga, saat khitanan massal, kemarin. Kegiatan mengisi liburan semester 1 tersebut diramaikan pula dengan arakarakan sepeda hias siswa kelas 3 hingga kelas 6, serta drumband. Suasana gembira terpancar dari wajah anak-anak peserta arak-arakan maupun peserta khitanan massal. Kegiatan itu juga menjadi tontonan menarik warga sekitar.
Kepala SD Muhammadiyah Plus, Sutomo MAg didampingi Ketua Panitia Ainur Huri SPdI menjelaskan, pihaknya sengaja menyuguhkan kegiatan yang istimewa kepada peserta khitanan massal. Yakni, dengan menggelar arak-arakan becak berpenumpang pengantin sunat, sepeda hias, drumband siswa, dan lainnya. ”Selain bertujuan menghibur, kegiatan itu juga bertujuan memberikan penghormatan kepada peserta khitanan massal yang berjumlah 35 siswa,” kata Sutomo.
Menurutnya baik siswa dan peserta khitanan massal diajak bergembira bersama. Adapun kegiatan khitanan massal bekerja sama dengan keluarga dokter Hudiarso SpPD yang tidak lain merupakan dokter Rumah Sakit Paru Dr Ario Wirawan. Dijelaskan pula secara psikologis bila kegiatan khitanan massal digelar dengan hiburan, maka akan menumbuhkan keberanian pada anak. Sementara itu, dokter Hudiarso SpPD mengungkapkan, sunat atau khitan banyak manfaatnya terutama untuk menjaga kebersihan kelamin. Untuk itu sejak dini anak-anak disarankan segera dikhitan.

manasik

560 anak SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengikuti latihan manasik haji di Lapangan pancasila pada Sabtu (12/10). Rencananya secara rutin akan dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Hadir dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Walikota Dra Gati Setiti MHum, jajaran direksi SD Muhammadiyah Plus beserta segenap tenaga pengajar di lingkungan SD Muhammadiyah.
Kepala SD Muhammadiyah Sutomo MAg menyampaikan bahwa kegiatan manasik haji bagi siswa dilaksanakan guna
menanamkan secara dini kepada anak didik mengenai salah satu rukun Islam yaitu ibadah haji. “Pembelajaran disekolah melalui membaca dan mendengarkan menurut sebuah penelitian hanya mampu menanamkan 30 persen saja dari ilmu yang seharusnya. Oleh karen itu dengan praktek secara langsung diharapkan para siswa mampu menyerap pengetahuan terutama mengenai pelaksanaan ibdah haji dengan lebih baik lagi,” terang Sutomo.
Dengan kegiatan manasik tersebut para siswa diperkenalkan tata cara pelaksanaan ibdah haji, mulai dari wukuf di Arafah, Thawaf, Sa’i , melempar Jumrah hingga thawaf Wada’. Gati Setiti mewakili Walikota Salatiga menyambut baik pelaksanaan manasik haji yang diselenggarakan oleh SD Muhammadiyah Plus tersebut. “Pemberian pemahaman mengenai ibadah haji yang benar kepada anak-anak sangat diperlukan mengingat ibdah haji merupakan ibadah yang wajib bagi setiap muslim yang mampu, untuk itu pemerintah memberikan apresiasi atas penyelenggaraan manasik haji ini,”jelas Gati.