August 28, 2026

SD Muhammadiyah Plus Salatiga

WhatsApp Image 2025-11-28 at 08.56.14_3723166e

Salatiga, November 2025 — Dinas Pendidikan Kota Salatiga kembali menggelar Lomba Inovasi bagi Satuan Pendidikan Dasar Tahun 2025 dengan tema “Pengelolaan Sampah di Satuan Pendidikan.” Ajang ini menjadi wadah bagi sekolah dan guru untuk menunjukkan kreativitas serta efektivitas pengelolaan lingkungan, khususnya dalam pengolahan sampah di sekolah.

Kompetisi ini terbagi dalam empat kategori besar, yakni:

  1. Kategori Sekolah:
    a. Sekolah Negeri
    b. Sekolah Swasta
  2. Kategori Guru:
    a. Guru SD Negeri
    b. Guru SD Swasta

Dalam ajang yang penuh inovasi ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga tampil gemilang dengan meraih 4 penghargaan sekaligus. Prestasi ini membuktikan komitmen sekolah dalam membangun budaya lingkungan yang sehat, berkelanjutan, dan berkarakter hijau.

Berikut prestasi yang berhasil diraih:


Juara 1 Inovasi Guru — Buhtari, S.Si., M.Pd.

Dengan karya “Stiker-C Paper Mural: Setiap Kertas Bercerita”, Pak Buhtari menghadirkan inovasi kreatif yang memanfaatkan kertas bekas seperti salah cetak, lembar arsip kedaluwarsa, dan scrap paper menjadi mural edukasi ramah lingkungan.
Mural tersebut tidak hanya memperindah sekolah, tetapi juga menyampaikan pesan literasi hijau bahwa setiap lembar kertas dapat hidup kembali sebagai media edukasi.


Juara 2 Inovasi Guru — Hesti Widiarni, S.Pd.

Melalui karyanya “ECOLEAF: Inovasi Kokurikuler Pembelajaran Mendalam dalam Mengolah Sampah Daun Menjadi Pupuk Organik”, Bu Hesti berhasil mengintegrasikan praktik pengolahan sampah daun ke dalam pembelajaran kokurikuler.
Program ini melatih siswa mengolah daun kering menjadi pupuk organik yang digunakan kembali untuk tanaman sekolah, sehingga mewujudkan lingkungan belajar yang sehat dan produktif.


Juara 3 Inovasi Sekolah — Suharwono, S.Pd.

Dalam kategori sekolah, Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga menghadirkan inovasi bertajuk “Implementasi Circular Corner untuk Meningkatkan Literasi Pengelolaan Sampah di Satuan Pendidikan.”
Circular Corner menjadi sudut pembelajaran berbasis ekosistem sirkular di mana siswa belajar memilah sampah, mengolahnya, hingga memanfaatkannya kembali dalam berbagai kegiatan.


Juara 1 Pengelolaan BOS

SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali membuktikan tata kelola administrasi yang profesional dan akuntabel dengan meraih Juara 1 Pengelolaan Dana BOS.
Nilai ini menunjukkan sekolah transparan, tepat sasaran, serta memaksimalkan penggunaan anggaran untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan.


Keberhasilan SD Muhammadiyah Plus Salatiga meraih empat penghargaan sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sekolah tidak hanya unggul secara akademik dan karakter, tetapi juga visioner dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah bumi.
Dengan komitmen kuat pada green literacy, sekolah terus bergerak menjadi institusi pendidikan yang mendidik generasi cerdas, peduli lingkungan, dan berakhlak mulia.

“Prestasi ini adalah wujud kerja bersama seluruh warga sekolah. Semoga menjadi penyemangat untuk terus berinovasi demi lingkungan yang lebih baik,” ujar Kepala Sekolah, Suharwono, S.Pd.

WhatsApp Image 2025-11-07 at 11.36.19_f294d3af

Salatiga, 7 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional sekaligus memeriahkan Milad Muhammadiyah ke-113, SD Muhammadiyah Plus Salatiga menggelar kegiatan penuh makna bertajuk “Menulis Seribu Surat untuk Pahlawan.”
Kegiatan ini menjadi ajang refleksi dan ekspresi bagi para siswa untuk mengenang jasa para pejuang bangsa serta meneladani semangat juang para tokoh Muhammadiyah yang telah berperan besar dalam perjuangan dan pembangunan pendidikan di Indonesia.

Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi semangat dan antusiasme. Ratusan siswa dari kelas 1 hingga 6 tampak tekun menulis surat berisi pesan, doa, dan ungkapan terima kasih kepada para pahlawan.
Surat-surat yang telah selesai kemudian ditempel sesuai kelas masing-masing membentuk angka 1 hingga 6, simbol semangat perjuangan di setiap jenjang pendidikan. Instalasi ini menjadi karya kolaboratif yang unik dan menyentuh, sekaligus menjadi hiasan tematik yang akan dipajang selama satu minggu ke depan di lingkungan sekolah.

Selain menulis surat, beberapa perwakilan kelas juga membacakan isi surat mereka di depan teman-teman dan guru. Momen ini menjadi bagian paling mengharukan dari acara, ketika anak-anak dengan lantang dan tulus menyampaikan pesan-pesan mereka — ada yang menulis untuk Bung Tomo, ada yang menulis untuk KH Ahmad Dahlan, dan ada pula yang menulis untuk orang tua serta guru sebagai pahlawan masa kini.

Kegiatan menulis surat ini diawali dengan pengenalan tentang pahlawan-pahlawan dari Muhammadiyah, seperti KH Ahmad Dahlan, Nyai Walidah Dahlan, dan Ki Bagus Hadikusumo.
Melalui kisah inspiratif tersebut, siswa belajar bahwa kepahlawanan tidak selalu ditandai dengan peperangan, melainkan juga perjuangan dalam menebarkan ilmu, menegakkan nilai-nilai kebenaran, dan berbuat baik bagi sesama.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana pendidikan karakter yang kuat.

“Kami ingin anak-anak belajar dari keteladanan para pahlawan, memahami makna perjuangan, dan meneladani nilai-nilai keikhlasan. Dari surat sederhana ini, tumbuh rasa cinta tanah air dan tekad untuk menjadi pahlawan masa kini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara semangat kepahlawanan dan semangat Milad Muhammadiyah ke-113, yang tahun ini mengusung nilai dakwah dan kemajuan.

“Kita ingin anak-anak meneladani semangat Muhammadiyah yang tak pernah lelah berjuang lewat pendidikan dan akhlak mulia,” imbuhnya.

Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan sejarah dan literasi siswa, tetapi juga menanamkan nilai C-BER MU (Cerdas Berakhlak Mulia) yang menjadi ciri khas SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Dengan semangat “Dari Surat untuk Pahlawan, Lahir Generasi Teladan Bangsa,” SD Muhammadiyah Plus Salatiga meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki semangat juang tinggi — layaknya para pahlawan yang mereka kenang.

dtgh

Salatiga, 28 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda, SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga menggelar kegiatan Festival Bulan Bahasa 2025 dengan tema inspiratif “Berbahasa dan Berliterasi Cerdas oleh Generasi Emas.”

Kegiatan ini diinisiasi oleh Perpustakaan Sekolah “Perpustakaan Sang Surya”, sebagai bentuk nyata peran perpustakaan dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, perpustakaan berperan aktif tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat kegiatan kreatif, inspiratif, dan edukatif bagi seluruh siswa.

Festival Bulan Bahasa menjadi ajang bagi para siswa untuk mengekspresikan kreativitas, kecerdasan, dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia melalui berbagai lomba yang menarik dan menantang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan enam kategori lomba sesuai jenjangnya, yaitu:

Kelas 1: Lomba Menggunting dan Menempel Gambar Pahlawan
Kelas 2: Lomba Menulis Cerita Berdasarkan Video
Kelas 3: Lomba Menceritakan Kembali Buku Digital
Kelas 4: Lomba Cipta Puisi
Kelas 5: Lomba Kreasi Komik
Kelas 6: Lomba Kreasi Poster

Untuk Kelas 4, 5, dan 6, peserta juga menghasilkan karya dalam bentuk MINIZINE (Majalah Mini) yang berisi hasil bacaan, ilustrasi, dan refleksi. Melalui minizine ini, siswa dilatih untuk menata ide secara terstruktur — mulai dari cover, tema, alur, latar, penokohan, hingga amanat cerita — sebagai latihan berpikir sistematis dan imajinatif.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa, 28 Oktober 2025 di lingkungan sekolah ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga wadah pembelajaran karakter dan penguatan kemampuan berbahasa. Siswa diajak untuk berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan berkreasi positif dalam suasana yang menyenangkan.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran Perpustakaan Sang Surya.

“Perpustakaan bukan sekadar tempat buku disimpan, tetapi pusat inspirasi dan gerakan literasi. Melalui kegiatan seperti Festival Bulan Bahasa ini, anak-anak belajar mencintai bahasa Indonesia sekaligus mengasah daya pikir, kreativitas, dan karakter mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Tatik Himatul, selaku Pustakawan Sang Surya sekaligus peraih gelar Pustakawan Inspiratif Jawa Tengah, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menghidupkan semangat literasi di sekolah.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan literasi yang menyenangkan dan bermakna. Literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang mengekspresikan ide, menggali imajinasi, dan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa. Melalui Festival Bulan Bahasa ini, kami ingin siswa berani berkarya dan percaya diri mengungkapkan gagasan mereka,” tutur Tatik.

Dengan semangat “Berbahasa dan Berliterasi Cerdas oleh Generasi Emas,” kegiatan ini menjadi bukti bahwa SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus berkomitmen mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan literat, sejalan dengan visi sekolah C-Ber Mu (Cerdas Berakhlak Mulia).

WhatsApp Image 2025-10-24 at 08.21.57

Dalam semangat membentuk generasi tangguh dan berakhlak mulia, Pimpinan Daerah 099 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kota Salatiga bekerja sama dengan SD Muhammadiyah Plus Salatiga menggelar kegiatan Longmarch Tapak Suci bertema ✨ “Kilometer Kebaikan, Langkah Berakhlak” ✨ pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Sebanyak 156 siswa kelas IV dengan penuh semangat mengikuti kegiatan yang dimulai dari Gapura Tegal Waton dan berakhir di Senjoyo. Jalur perjalanan yang dipenuhi hamparan sawah hijau dan udara segar menjadikan longmarch ini tak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyegarkan jiwa dan pikiran.

Kegiatan longmarch ini bukan sekadar aktivitas olahraga rutin, melainkan juga media pendidikan karakter yang menggabungkan unsur fisik, spiritual, dan sosial. Selama perjalanan, para siswa diajak untuk mempraktikkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, serta rasa syukur atas keindahan ciptaan Allah SWT.

Selain itu, panitia juga menekankan pentingnya gerakan ramah lingkungan. Setiap kelompok peserta dibekali tanggung jawab menjaga kebersihan di sepanjang rute perjalanan. Langkah kecil ini menjadi pembelajaran nyata tentang pentingnya tanggung jawab sosial dan cinta terhadap bumi.

Salah satu pelatih Tapak Suci, Buhtari, S.Si., M.Pd., K.Ua, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk melatih fisik, tetapi juga menumbuhkan kepribadian yang tangguh dan berakhlak.

“Melangkah jauh bukan soal jarak, tetapi soal makna. Setiap kilometer yang ditempuh adalah latihan kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan,” ujarnya penuh makna.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud nyata sinergi antara pendidikan formal dan pembinaan Tapak Suci.

“Longmarch ini menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, sportivitas, dan semangat C-Ber Mu (Cerdas Berakhlak Mulia). Anak-anak belajar bahwa perjalanan hidup memerlukan tekad, kesabaran, dan niat baik dalam setiap langkah,” tuturnya.

Dengan semangat “Kilometer Kebaikan, Langkah Berakhlak”, para siswa Tapak Suci SD Muhammadiyah Plus Salatiga membuktikan bahwa perjalanan panjang bukan hanya tentang mencapai garis akhir — melainkan tentang menapaki nilai kehidupan, menebar kebaikan, dan meneguhkan akhlak dalam setiap langkah mereka.

WhatsApp Image 2025-10-19 at 11.22.42_e36cad30

Purbalingga, 19 Oktober 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Siswi berbakatnya, Najwa Syareefa Putri Permadi, berhasil meraih Juara 3 Lomba Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIKI) Putri dalam ajang bergengsi MAPSI (Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang digelar di Kabupaten Purbalingga.

Ajang ini mempertemukan para juara terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah, dengan persaingan yang ketat dan peserta yang menampilkan karya luar biasa. Dalam kompetisi tersebut, Najwa menjadi satu-satunya perwakilan dari Kota Salatiga yang berhasil masuk tiga besar tingkat provinsi, sebuah pencapaian luar biasa yang membawa kebanggaan bagi sekolah dan kota.

Najwa tampil memukau dalam kategori TIK Islami (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dengan karya yang memadukan nilai-nilai dakwah Islam dan kreativitas desain digital. Kemampuannya mengolah pesan moral ke dalam media visual menjadi kekuatan utama yang membuat juri terkesan.

Perjalanan Najwa menuju prestasi ini penuh perjuangan. Di tingkat kecamatan, ia sempat berada di peringkat 2, namun semangat pantang menyerah membuatnya terus berlatih hingga akhirnya menjadi Juara 1 di tingkat Kota Salatiga. Sejak bulan Agustus 2025, Najwa rutin berlatih bersama guru pembimbingnya, mengasah kemampuan teknis dan memperkuat pesan religius dalam karyanya.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini.

“Najwa membuktikan bahwa dengan semangat belajar dan kerja keras, siswa SD Muhammadiyah Plus mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional. Ia bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Kota Salatiga,” ungkapnya dengan bangga.

Prestasi Najwa ini semakin menegaskan komitmen SD Muhammadiyah Plus Salatiga dalam menumbuhkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa Islami, serta siap berkompetisi di era digital dengan nilai-nilai keislaman yang kuat.

#MAPSI2025 #NajwaSyareefaPutriPermadi #SiswaBerprestasi #SDMuhammadiyahPlusSalatiga #SekolahUnggul #TIKIIslami #PrestasiAnakBangsa #SalatigaHebat #BanggaJadiMuhammadiyah #MAPSIJawaTengah