
Salatiga – SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah TERMOS HANTARAN (Internet, Media Sosial, dan Pelatihan Antar Teman), sebuah program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi mengajar Bahasa Inggris melalui budaya belajar bersama antar guru.
Inovasi ini digagas oleh Sri Walji Hasthanti, M.Pd., yang melihat pentingnya membangun budaya belajar kolaboratif di kalangan guru. Melalui TERMOS HANTARAN, guru tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi juga berperan sebagai narasumber yang saling berbagi pengalaman, praktik baik, dan solusi atas berbagai tantangan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.
Program TERMOS HANTARAN juga menjadi langkah strategis SD Muhammadiyah Plus Salatiga dalam menyikapi kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menetapkan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar mulai Tahun Ajaran 2027/2028. Melalui program ini, sekolah mempersiapkan guru-guru agar memiliki kompetensi pedagogis, profesional, dan digital yang semakin baik sehingga siap mengimplementasikan pembelajaran Bahasa Inggris secara optimal ketika kebijakan tersebut diberlakukan.
Program ini berangkat dari semangat bahwa peningkatan kualitas pembelajaran tidak selalu harus melalui pelatihan berskala besar. Dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar digital, seperti internet dan media sosial edukatif, serta dipadukan dengan kegiatan pelatihan antar teman (peer teaching), guru dapat terus mengembangkan kompetensinya secara mandiri, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan di kelas.
Dalam pelaksanaannya, guru-guru Bahasa Inggris saling berbagi strategi pembelajaran, metode mengajar yang komunikatif, pemanfaatan media pembelajaran digital, penyusunan aktivitas berbasis life skills, hingga praktik penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Kegiatan dikemas secara interaktif melalui praktik mengajar (microteaching), diskusi, refleksi, dan evaluasi bersama sehingga setiap guru memperoleh pengalaman belajar yang bermakna.
Sri Walji Hasthanti, M.Pd., selaku inovator TERMOS HANTARAN, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keyakinan bahwa guru memiliki potensi besar untuk saling mengembangkan kompetensi.
“Setiap guru memiliki pengalaman dan praktik baik yang sangat berharga. Melalui TERMOS HANTARAN, kami ingin membangun budaya saling belajar sehingga peningkatan kompetensi tidak bergantung pada pelatihan formal saja, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh di lingkungan sekolah. Dengan demikian, guru akan lebih siap menghadapi perubahan kurikulum dan tuntutan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar,” jelasnya.
Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap lahirnya inovasi tersebut.
“TERMOS HANTARAN merupakan inovasi yang relevan dengan arah kebijakan pendidikan nasional. Kami tidak ingin menunggu hingga Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib. Persiapan harus dimulai dari sekarang agar guru memiliki kompetensi yang kuat dan siswa memperoleh layanan pembelajaran terbaik. Semangat belajar sepanjang hayat harus menjadi budaya seluruh pendidik,” ungkapnya.
Melalui TERMOS HANTARAN, SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus memperkuat budaya Professional Learning Community (PLC) di lingkungan sekolah. Inovasi ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pendidikan dimulai dari guru yang terus belajar, berinovasi, dan saling menginspirasi, sehingga mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang kreatif, komunikatif, dan menyenangkan bagi peserta didik serta siap menyongsong implementasi kebijakan pendidikan di masa mendatang.


