Salatiga — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Dalam ajang Selowtigo Walk – Festival Dolanan Anak yang menjadi bagian dari rangkaian Dolan SoLoTiGo Tahun 2025, tim SD Muhammadiyah Plus Salatiga berhasil meraih Juara 3 kategori Festival Dolanan Anak.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga ini berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025, sebagai upaya mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda sekaligus menanamkan nilai kerja sama, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal.
SD Muhammadiyah Plus Salatiga diwakili oleh sepuluh siswa terbaik, yaitu:
Hadrian Radithya Tsaqif, Muhammad Sakhiy Ali, Luthfy Daffa Syahputra, Danishwara Priandaru, Daanish Na’wa, Wildan Rizqi Ramadhani, Azka Naufal Rafisky, Alvino Louis Humberto, Muhammad Nizar Adhyasta Hendrawan, dan Arfan Yusuf Al Fatih.
Dalam perlombaan ini, para siswa mengikuti rangkaian dolanan anak secara estafet, mulai dari bakiak kelompok, egrang estafet, balap karung, hingga surung ban. Seluruh permainan menuntut kekompakan tim, ketangkasan, strategi, serta komunikasi yang baik antaranggota.
Dengan mengenakan seragam olahraga berwarna senada, tim SD Muhammadiyah Plus Salatiga tampil penuh semangat dan percaya diri. Meskipun menghadapi persaingan ketat dari berbagai sekolah, para siswa mampu menunjukkan kerja sama yang solid hingga akhirnya mengantarkan sekolah meraih posisi Juara 3.
Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, keikutsertaan dalam Festival Dolanan Anak bukan semata mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi siswa.
“Melalui dolanan tradisional, anak-anak belajar kerja sama, kejujuran, sportivitas, dan menghargai budaya sendiri. Prestasi ini adalah bonus dari proses belajar yang bermakna,” ujarnya.
Keberhasilan ini semakin menegaskan komitmen SD Muhammadiyah Plus Salatiga dalam menghadirkan pendidikan yang seimbang antara akademik, karakter, budaya, dan kebugaran fisik. Sekolah berharap pengalaman ini menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berprestasi sekaligus mencintai kearifan lokal.

