August 29, 2026

Berita

WhatsApp Image 2026-02-28 at 13.24.27

Salatiga — Dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1447 H, SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga mengundang seluruh murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) se-Kota Salatiga untuk mengikuti kegiatan bertajuk Takjil Gembira. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus sarana menanamkan nilai kebersamaan dan keceriaan Ramadan sejak usia dini.

Mengusung konsep “Cermin Ramadan 1447 H”, acara dikemas dengan suasana hangat, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak. Rangkaian kegiatan diawali dengan pra-acara rebana, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan dari Kepala Sekolah dan perwakilan IGABA.

Suasana semakin semarak dengan gerak dan lagu “Rukun Sama Teman” ciptaan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang mengajak anak-anak belajar tentang persahabatan dan kebersamaan. Penampilan siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga turut menambah semangat sebelum memasuki acara inti.

Sebagai puncak kegiatan, panitia menghadirkan dongeng inspiratif Ramadan yang dibawakan oleh pendongeng profesional dari Semarang. Dengan gaya interaktif, ekspresif, dan penuh humor edukatif, sang pendongeng mengajak anak-anak memahami makna berbagi, kejujuran, serta keceriaan dalam menjalankan ibadah puasa. Anak-anak tampak antusias mengikuti alur cerita, tertawa bersama, dan terlibat aktif dalam setiap sesi tanya jawab.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi takjil, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

“Tahun ini kami menghadirkan TK ABA se-Kota Salatiga untuk bersama-sama merasakan keceriaan Ramadan di lingkungan sekolah. Melalui dongeng dan kebersamaan ini, kami berharap anak-anak mendapatkan nilai-nilai kebaikan yang akan mereka ingat hingga dewasa,” ungkap beliau.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara safari di beberapa TPQ sekitar sekolah, tahun ini kegiatan dipusatkan di lingkungan SD Muhammadiyah Plus Salatiga agar interaksi, kolaborasi, dan kebersamaan dapat terjalin lebih luas.

Melalui kegiatan Takjil Gembira, SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga terus berkomitmen menghadirkan program kolaboratif yang mempererat sinergi antar lembaga pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah, sekaligus menumbuhkan generasi yang ceria, berakhlak mulia, dan gemar berbagi.

WhatsApp Image 2026-01-26 at 12.23.39

SALATIGA – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan
berlangsung pada April 2026 mendatang, atmosfer akademik di lingkungan SD Muhammadiyah
Plus Kota Salatiga kian terasa kental. Pihak sekolah secara resmi telah memulai program
intensifikasi pembelajaran bagi seluruh siswa kelas 6 sebagai langkah strategis untuk
memastikan kesiapan peserta didik dalam menghadapi ujian tersebut.
Fokus utama dari persiapan ini adalah penguatan dua mata pelajaran inti, yakni Bahasa Indonesia
dan Matematika. Program pengayaan ini dirancang dengan mekanisme khusus, di mana kegiatan
belajar tambahan dilaksanakan pada jam pelajaran setelah salat Zuhur. Pemilihan waktu ini
dinilai efektif karena siswa telah mendapatkan waktu istirahat dan penyegaran spiritual melalui
ibadah berjamaah sebelum kembali fokus menerima materi esensial.
Keunikan dari program persiapan tahun ini terletak pada kolaborasi tenaga pengajar yang
dikerahkan. Tidak tanggung-tanggung, sekolah menerjunkan 12 guru mata pelajaran Bahasa
Indonesia dan Matematika yang berasal dari berbagai jenjang kelas (level) di SD
Muhammadiyah Plus Salatiga. Strategi ini memungkinkan rasio guru dan siswa menjadi lebih
ideal, sehingga pendampingan dapat dilakukan secara lebih personal dan mendalam.
Koordinator Level 6 SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Okta Fiana Safitri, menjelaskan bahwa
pelibatan belasan guru lintas level ini bertujuan untuk memetakan kemampuan siswa secara lebih
akurat.
“Kami melibatkan 12 guru kompeten dari berbagai level untuk memastikan setiap siswa
mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan. Dengan rasio guru dan siswa yang lebih kecil
dalam kelompok belajar, kami bisa lebih cepat mengidentifikasi kesulitan siswa dalam
menyelesaikan soal-soal literasi maupun numerasi,” ungkap Okta Fiana Safitri saat ditemui di
sela-sela kegiatan, Senin.
Lebih lanjut, Okta juga menuturkan secara tidak langsung bahwa antusiasme siswa sangat tinggi.
Meskipun kegiatan dilakukan siang hari, semangat anak-anak untuk mendalami materi TKA
tetap terjaga berkat metode penyampaian guru yang variatif dan interaktif.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, Suharwono, menegaskan
bahwa program ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menjaga kualitas lulusan. Ia
berharap persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari ini dapat membangun kepercayaan diri siswa.
“Persiapan menuju April 2026 bukan waktu yang singkat, namun juga tidak lama. Kami ingin
anak-anak tidak hanya siap secara kognitif, tetapi juga mental. Sinergi antara guru, siswa, dan
dukungan orang tua dalam program penguatan pasca-Zuhur ini adalah kunci utama keberhasilan
mereka nanti,” ujar Suharwono.
Melalui program intensif ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga optimis para siswa kelas 6 akan
mampu menorehkan prestasi gemilang pada TKA 2026, sekaligus mempertahankan tradisi
keunggulan akademik yang selama ini menjadi identitas sekolah.

WhatsApp Image 2026-01-14 at 13.17.57

Salatiga — SD Muhammadiyah Plus Salatiga bersama IKWAM (Ikatan Wali Murid SD Muhammadiyah Plus Salatiga) menyelenggarakan Babak Final Clash of Cendekia (COC) sebagai puncak rangkaian kegiatan perlombaan akademik dan keislaman bagi siswa. Babak final ini dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, dan diikuti oleh perwakilan siswa Level 1 hingga Level 6.

Clash of Cendekia merupakan ajang kompetisi yang dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, ketangkasan intelektual, serta kepercayaan diri siswa. Pada babak final ini, setiap level mempertandingkan dua cabang lomba utama, yaitu Cerdas Cermat Al-Qur’an dan Akademik serta Spelling Bee Competition.

Dalam lomba Cerdas Cermat Al-Qur’an dan Akademik, peserta beradu kemampuan melalui tiga tahapan, yakni pertanyaan wajib, pertanyaan lemparan, dan pertanyaan rebutan. Ketiga babak tersebut menuntut siswa tidak hanya memiliki penguasaan materi, tetapi juga kecepatan berpikir, strategi, serta kerja sama tim.

Sementara itu, pada cabang Spelling Bee Competition, perlombaan dibagi menjadi dua babak. Babak pertama adalah spelling wajib, di mana peserta secara acak memilih kata yang kemudian dieja dengan tepat. Selanjutnya, peserta melaju ke babak rebutan, yang menguji ketelitian, keberanian, dan kesiapan siswa dalam menjawab dengan cepat dan akurat.

Sebelum mencapai babak final, seluruh siswa telah mengikuti babak penyisihan yang dilaksanakan secara serentak pada Jumat, 9 Januari 2026 di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Babak ini menjadi tahap seleksi awal untuk menjaring siswa terbaik dari masing-masing level agar dapat melaju ke babak puncak.

Ketua IKWAM SD Muhammadiyah Plus Salatiga, dr. Razmaeda Sarastry, M.Sc., Sp.OG, menyampaikan bahwa Clash of Cendekia merupakan bentuk nyata sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang potensi anak.

“Clash of Cendekia tidak hanya mengasah kecerdasan akademik anak-anak, tetapi juga melatih mental, kepercayaan diri, dan sportivitas. Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan semangat belajar dan berprestasi bagi seluruh siswa,” ujar Dr. Razmaeda Sarastry, M.Sc., Sp.OG.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang menantang, menyenangkan, dan bermakna. Ajang Clash of Cendekia menjadi salah satu sarana strategis dalam menumbuhkan budaya literasi, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta kompetisi sehat di lingkungan sekolah.

Babak Final Clash of Cendekia diharapkan mampu melahirkan generasi cerdas, percaya diri, berdaya saing, dan berakhlak mulia, sejalan dengan visi pendidikan SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

WhatsApp Image 2026-01-13 at 10.58.44

Salatiga — SD Muhammadiyah Plus Salatiga menyelenggarakan kegiatan SDMPLUS Got Talent 2026 sebagai upaya memberikan ruang ekspresi bagi siswa untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta meningkatkan kepercayaan diri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, dan diikuti oleh siswa dari berbagai jenjang.

SDMPLUS Got Talent 2026 dirancang sebagai ajang pengembangan potensi nonakademik yang sejalan dengan visi sekolah dalam membentuk generasi cerdas dan berakhlak mulia. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk berani tampil di depan umum, menyalurkan minat dan bakatnya, serta belajar menghargai keberagaman potensi yang dimiliki setiap individu.

Beragam cabang ditampilkan dalam kegiatan ini, di antaranya baca puisi, mewarnai kaligrafi, melengkapi gambar dan mewarnai, adzan, menyanyi, alat musik, khat, cipta puisi, news reading, geguritan, tari kreasi, serta kaligrafi. Ragam cabang tersebut mencerminkan komitmen sekolah dalam memfasilitasi pengembangan siswa di bidang seni, literasi, keagamaan, dan keterampilan berbahasa.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd menyampaikan bahwa SDMPLUS Got Talent bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pembelajaran karakter. Melalui proses persiapan hingga penampilan, siswa dilatih untuk disiplin, percaya diri, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Setiap anak memiliki talenta istimewa. Sekolah hadir untuk menyediakan ruang, panggung, dan pendampingan agar potensi tersebut tumbuh secara positif dan bermakna,” ungkapnya.

Melalui SDMPLUS Got Talent 2026, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berharap dapat terus menumbuhkan iklim sekolah yang apresiatif terhadap bakat siswa, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai tempat tumbuhnya generasi yang unggul, kreatif, dan berkarakter.

WhatsApp Image 2026-01-09 at 10.53.04 (2)

Salatiga — SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga bekerja sama dengan IKWAM (Ikatan Wali Murid SD Muhammadiyah Plus Salatiga) menyelenggarakan kegiatan perlombaan bertajuk Class of Cendekia. Kegiatan ini merupakan ajang kompetisi akademik yang diikuti oleh seluruh siswa SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga sebagai upaya menumbuhkan semangat belajar, daya saing sehat, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

Tahap penyisihan dilaksanakan secara serentak pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di lingkungan SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan penuh antusias dan semangat sportivitas.

Dalam babak penyisihan ini, siswa mengerjakan 25 soal yang mencakup berbagai aspek pengetahuan, antara lain pengetahuan umum, kemuhammadiyahan, Al-Islam, serta spelling bee sebagai penguatan kemampuan literasi bahasa Inggris. Materi yang diujikan dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, pemahaman nilai keislaman, serta wawasan kebangsaan dan global siswa.

Ketua IKWAM Razmaeda Sarastry menyampaikan bahwa Class of Cendekia tidak hanya bertujuan mencari siswa terbaik secara akademik, tetapi juga membentuk karakter cerdas, percaya diri, dan berakhlak mulia sesuai dengan visi sekolah.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih untuk berkompetisi secara sehat, jujur, dan percaya diri, sekaligus menguatkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan yang menjadi ciri khas sekolah,” ungkapnya.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga turut mengapresiasi sinergi antara sekolah dan IKWAM dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan yang kuat lahir dari kerja sama yang harmonis antara sekolah dan orang tua.

Kegiatan Class of Cendekia diharapkan dapat menjadi agenda rutin sekolah sebagai wadah pengembangan potensi akademik siswa sekaligus sarana pembinaan karakter Cerdas Berakhlak Mulia, sejalan dengan komitmen SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.