August 29, 2026

Berita

WhatsApp Image 2025-11-07 at 11.36.19_f294d3af

Salatiga, 7 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional sekaligus memeriahkan Milad Muhammadiyah ke-113, SD Muhammadiyah Plus Salatiga menggelar kegiatan penuh makna bertajuk “Menulis Seribu Surat untuk Pahlawan.”
Kegiatan ini menjadi ajang refleksi dan ekspresi bagi para siswa untuk mengenang jasa para pejuang bangsa serta meneladani semangat juang para tokoh Muhammadiyah yang telah berperan besar dalam perjuangan dan pembangunan pendidikan di Indonesia.

Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi semangat dan antusiasme. Ratusan siswa dari kelas 1 hingga 6 tampak tekun menulis surat berisi pesan, doa, dan ungkapan terima kasih kepada para pahlawan.
Surat-surat yang telah selesai kemudian ditempel sesuai kelas masing-masing membentuk angka 1 hingga 6, simbol semangat perjuangan di setiap jenjang pendidikan. Instalasi ini menjadi karya kolaboratif yang unik dan menyentuh, sekaligus menjadi hiasan tematik yang akan dipajang selama satu minggu ke depan di lingkungan sekolah.

Selain menulis surat, beberapa perwakilan kelas juga membacakan isi surat mereka di depan teman-teman dan guru. Momen ini menjadi bagian paling mengharukan dari acara, ketika anak-anak dengan lantang dan tulus menyampaikan pesan-pesan mereka — ada yang menulis untuk Bung Tomo, ada yang menulis untuk KH Ahmad Dahlan, dan ada pula yang menulis untuk orang tua serta guru sebagai pahlawan masa kini.

Kegiatan menulis surat ini diawali dengan pengenalan tentang pahlawan-pahlawan dari Muhammadiyah, seperti KH Ahmad Dahlan, Nyai Walidah Dahlan, dan Ki Bagus Hadikusumo.
Melalui kisah inspiratif tersebut, siswa belajar bahwa kepahlawanan tidak selalu ditandai dengan peperangan, melainkan juga perjuangan dalam menebarkan ilmu, menegakkan nilai-nilai kebenaran, dan berbuat baik bagi sesama.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana pendidikan karakter yang kuat.

“Kami ingin anak-anak belajar dari keteladanan para pahlawan, memahami makna perjuangan, dan meneladani nilai-nilai keikhlasan. Dari surat sederhana ini, tumbuh rasa cinta tanah air dan tekad untuk menjadi pahlawan masa kini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara semangat kepahlawanan dan semangat Milad Muhammadiyah ke-113, yang tahun ini mengusung nilai dakwah dan kemajuan.

“Kita ingin anak-anak meneladani semangat Muhammadiyah yang tak pernah lelah berjuang lewat pendidikan dan akhlak mulia,” imbuhnya.

Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan sejarah dan literasi siswa, tetapi juga menanamkan nilai C-BER MU (Cerdas Berakhlak Mulia) yang menjadi ciri khas SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Dengan semangat “Dari Surat untuk Pahlawan, Lahir Generasi Teladan Bangsa,” SD Muhammadiyah Plus Salatiga meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki semangat juang tinggi — layaknya para pahlawan yang mereka kenang.

WhatsApp Image 2025-10-31 at 17.03.09_340d3e17

Salatiga, 31 Oktober 2025 — Suasana pembelajaran di kelas International Class Program (ICP) SD Muhammadiyah Plus Salatiga terasa lebih hidup dan menyenangkan sejak Kamis lalu. Melalui kerja sama dengan Ticer English Club, sekolah menghadirkan Hellen Keating, seorang native speaker asal Irlandia, untuk berinteraksi langsung dengan para siswa dalam kegiatan belajar yang penuh inspirasi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, sejak Kamis hingga hari ini, menjadi pengalaman berharga bagi siswa-siswi ICP dari kelas 1 sampai 4 dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus mengenal budaya Eropa secara langsung.

Dalam sesi interaktifnya, Hellen mengajak anak-anak belajar melalui berbagai aktivitas seru, seperti latihan spelling, daily conversation, hingga pengenalan tradisi dan budaya Irlandia. Suasana kelas pun dipenuhi keceriaan dan rasa ingin tahu yang tinggi dari para siswa.

“The students are amazing — they’re curious, confident, and full of energy. It’s a joy to teach them,” ujar Hellen Keating dengan senyum hangat saat ditemui di sela kegiatan.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang berwawasan global namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam.

“Kami ingin anak-anak memiliki kemampuan komunikasi internasional sekaligus karakter yang santun. Kehadiran Hellen Keating dan kerja sama dengan Ticer English Club menjadi langkah nyata untuk membangun generasi C-BER MU — Cerdas, Berakhlak Mulia,” ungkapnya.

Selain memperkaya kemampuan berbahasa, kegiatan ini juga melatih percaya diri, keterampilan berbicara di depan umum, serta toleransi budaya. Siswa tidak hanya belajar kata dan kalimat, tetapi juga memahami makna komunikasi yang membangun persahabatan lintas budaya.

Dengan berakhirnya kegiatan hari ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali membuktikan diri sebagai sekolah yang inovatif dalam mengintegrasikan pembelajaran global dan karakter Islami — menyiapkan generasi masa depan yang smart, confident, and well-mannered.

dd

Salatiga, 31 Oktober 2025 — SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali menorehkan prestasi luar biasa dalam ajang Festival Bulan Bahasa 2025 yang diselenggarakan oleh SMP Kristen Satya Wacana (SMPSW). Dalam kompetisi tahunan yang mempertemukan para siswa terbaik se-Kota Salatiga ini, SD Muhammadiyah Plus berhasil menyabet gelar Juara Umum, berkat deretan kemenangan membanggakan di berbagai cabang lomba.

Berikut daftar lengkap prestasi siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga:
Cabang Lomba Macapat:

  • Juara 2Ayudhia Vika Fajarista
  • Juara Harapan 1Hanung Windraya Wiratmaja
  • Juara Harapan 3Shakeela Kenza Mikayla

Cabang Lomba Geguritan:

  • Juara 1Aufar Perwira Fayyadh Al Ghifari
  • Juara Harapan 1Amzar Tsaqif Al Khawarizmi

Cabang Lomba Solo Vokal:

  • Juara 2Alana Shafaselma Fatiha
  • Juara 3Aufar Perwira Fayyadh Al Ghifari

Mewarnai (SD 1-3)
Juara 2 – Kanaya Shakira Annasya Abraham

Kemenangan ini bukan diraih dengan mudah. Para peserta telah mempersiapkan diri dengan serius selama berminggu-minggu melalui bimbingan intensif dari para guru pembina bahasa dan seni. Latihan rutin dilakukan sepulang sekolah, mulai dari teknik vokal, olah rasa, penguasaan teks macapat, hingga ekspresi dalam pembacaan geguritan.
Dukungan orang tua dan lingkungan sekolah turut menjadi penyemangat besar bagi para siswa untuk tampil percaya diri dan memberikan yang terbaik.

“Anak-anak menunjukkan semangat luar biasa. Mereka tidak hanya belajar untuk menang, tetapi juga untuk memahami makna dari setiap karya sastra Jawa yang dibawakan. Di situlah nilai sejati dari literasi dan karakter tumbuh,” ujar salah satu pembina lomba bahasa SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi seluruh peserta dan guru pendamping.

“Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan kolaborasi. Kami bersyukur SD Muhammadiyah Plus terus menjadi sekolah yang menumbuhkan semangat literasi dan pelestarian budaya Jawa dalam bingkai Islam dan karakter mulia,” ungkapnya.

Keberhasilan meraih Juara Umum Festival Bulan Bahasa 2025 ini mempertegas komitmen SD Muhammadiyah Plus Salatiga untuk terus melahirkan generasi Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Berbudaya.

Dengan semangat “Berbahasa dan Berliterasi Cerdas oleh Generasi Emas,” para siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali membuktikan bahwa prestasi dan karakter bisa tumbuh seiring langkah menuju masa depan yang gemilang.

dtgh

Salatiga, 28 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda, SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga menggelar kegiatan Festival Bulan Bahasa 2025 dengan tema inspiratif “Berbahasa dan Berliterasi Cerdas oleh Generasi Emas.”

Kegiatan ini diinisiasi oleh Perpustakaan Sekolah “Perpustakaan Sang Surya”, sebagai bentuk nyata peran perpustakaan dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, perpustakaan berperan aktif tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat kegiatan kreatif, inspiratif, dan edukatif bagi seluruh siswa.

Festival Bulan Bahasa menjadi ajang bagi para siswa untuk mengekspresikan kreativitas, kecerdasan, dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia melalui berbagai lomba yang menarik dan menantang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan enam kategori lomba sesuai jenjangnya, yaitu:

Kelas 1: Lomba Menggunting dan Menempel Gambar Pahlawan
Kelas 2: Lomba Menulis Cerita Berdasarkan Video
Kelas 3: Lomba Menceritakan Kembali Buku Digital
Kelas 4: Lomba Cipta Puisi
Kelas 5: Lomba Kreasi Komik
Kelas 6: Lomba Kreasi Poster

Untuk Kelas 4, 5, dan 6, peserta juga menghasilkan karya dalam bentuk MINIZINE (Majalah Mini) yang berisi hasil bacaan, ilustrasi, dan refleksi. Melalui minizine ini, siswa dilatih untuk menata ide secara terstruktur — mulai dari cover, tema, alur, latar, penokohan, hingga amanat cerita — sebagai latihan berpikir sistematis dan imajinatif.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa, 28 Oktober 2025 di lingkungan sekolah ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga wadah pembelajaran karakter dan penguatan kemampuan berbahasa. Siswa diajak untuk berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan berkreasi positif dalam suasana yang menyenangkan.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran Perpustakaan Sang Surya.

“Perpustakaan bukan sekadar tempat buku disimpan, tetapi pusat inspirasi dan gerakan literasi. Melalui kegiatan seperti Festival Bulan Bahasa ini, anak-anak belajar mencintai bahasa Indonesia sekaligus mengasah daya pikir, kreativitas, dan karakter mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Tatik Himatul, selaku Pustakawan Sang Surya sekaligus peraih gelar Pustakawan Inspiratif Jawa Tengah, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menghidupkan semangat literasi di sekolah.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan literasi yang menyenangkan dan bermakna. Literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang mengekspresikan ide, menggali imajinasi, dan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa. Melalui Festival Bulan Bahasa ini, kami ingin siswa berani berkarya dan percaya diri mengungkapkan gagasan mereka,” tutur Tatik.

Dengan semangat “Berbahasa dan Berliterasi Cerdas oleh Generasi Emas,” kegiatan ini menjadi bukti bahwa SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus berkomitmen mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan literat, sejalan dengan visi sekolah C-Ber Mu (Cerdas Berakhlak Mulia).

WhatsApp Image 2025-10-24 at 08.21.57

Dalam semangat membentuk generasi tangguh dan berakhlak mulia, Pimpinan Daerah 099 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kota Salatiga bekerja sama dengan SD Muhammadiyah Plus Salatiga menggelar kegiatan Longmarch Tapak Suci bertema ✨ “Kilometer Kebaikan, Langkah Berakhlak” ✨ pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Sebanyak 156 siswa kelas IV dengan penuh semangat mengikuti kegiatan yang dimulai dari Gapura Tegal Waton dan berakhir di Senjoyo. Jalur perjalanan yang dipenuhi hamparan sawah hijau dan udara segar menjadikan longmarch ini tak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyegarkan jiwa dan pikiran.

Kegiatan longmarch ini bukan sekadar aktivitas olahraga rutin, melainkan juga media pendidikan karakter yang menggabungkan unsur fisik, spiritual, dan sosial. Selama perjalanan, para siswa diajak untuk mempraktikkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, serta rasa syukur atas keindahan ciptaan Allah SWT.

Selain itu, panitia juga menekankan pentingnya gerakan ramah lingkungan. Setiap kelompok peserta dibekali tanggung jawab menjaga kebersihan di sepanjang rute perjalanan. Langkah kecil ini menjadi pembelajaran nyata tentang pentingnya tanggung jawab sosial dan cinta terhadap bumi.

Salah satu pelatih Tapak Suci, Buhtari, S.Si., M.Pd., K.Ua, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk melatih fisik, tetapi juga menumbuhkan kepribadian yang tangguh dan berakhlak.

“Melangkah jauh bukan soal jarak, tetapi soal makna. Setiap kilometer yang ditempuh adalah latihan kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan,” ujarnya penuh makna.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud nyata sinergi antara pendidikan formal dan pembinaan Tapak Suci.

“Longmarch ini menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, sportivitas, dan semangat C-Ber Mu (Cerdas Berakhlak Mulia). Anak-anak belajar bahwa perjalanan hidup memerlukan tekad, kesabaran, dan niat baik dalam setiap langkah,” tuturnya.

Dengan semangat “Kilometer Kebaikan, Langkah Berakhlak”, para siswa Tapak Suci SD Muhammadiyah Plus Salatiga membuktikan bahwa perjalanan panjang bukan hanya tentang mencapai garis akhir — melainkan tentang menapaki nilai kehidupan, menebar kebaikan, dan meneguhkan akhlak dalam setiap langkah mereka.