October 12, 2026

membaca alquran

DSC_0556-01

SALATIGA-SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga mewisuda 163 siswa dalam waktu 6 bulan (11/02). Hadir dalam kegiatan tersebut, PDM Kota Salatiga, Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Kepala UPTD Kecamatan Sidomukti, Pengawas TK/SD, dan pengawas PAI.

Orang tua mana yang tidak bangga dan terharu jika anak-anaknya pandai mengaji?
Perasaan itu pasti muncul di hati orangtua siswa-siswi SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga hari ini. Bagaimana tidak? Di era globalisasi dengan maraknya game online dan semacamnya, anak-anak dengan usia rata-rata 7 tahun ini sudah mengkhatamkan level pertama mengaji yaitu Iqra’.

Sebagai wujud syukur, SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengadakan acara Wisuda Iqra’ di tahun ketiga ini untuk siswa siswi kelas 1. Acara tersebut diikuti sekitar 163 siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga dan juga kurang lebih 27 siswa SD Muhammadiyah Plus Gondang Sragen yang turut bergabung diacara wisuda iqra’ tersebut.
Acara yang berlangsung di Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Salatiga itu dimulai pukul 07.30 dan berhasil menyedot perhatian warga Salatiga. Pasalnya di akhir acara, siswa siswi peserta wisuda di arak menggunakan delman berkeliling kota Salatiga. Sebanyak 35 delman lengkap dengan hiasannya, berkeliling meramaikan pawai ta’aruf wisuda iqra’ SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga.

Prosesi wisuda iqra’ sendiri diramaikan dengan penampilan dari tim paduan suara SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga, pentas tari yang dimainkan oleh 3 siswi kelas 1, serta hafalan surat An-Naba’ dan hafalan hadits.

Kepala sekolah, Sutomo mengatakan, “Kami berusaha menciptakan generasi qur’ani. Salah satunya kami menargetkan 6 bulan untuk siswa kelas 1 menyelesaikan iqra’,” ungkap penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut. Target tersebut didukung oleh IMM cabang Salatiga yang setiap pagi mendampingi siswa kelas 1 untuk menyelesaikan iqra’.

DSC_0012

DSC_0007SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga targetkan satu semester alquran untuk siswa kelas satu. Program ini adalah implikasi dari program Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah yang mencanangkan SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga sebagai mercusuar sekolah dasar di Jawa tengah. Dalam upaya untuk mewujudkan ketercapaian program tersebut, SD Muhammadiyah (Plus) mendatangkan Iwan Rustiawan dari Balai  Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus AMM Yogyakarta untuk melatih seluruh tenaga pendidik SD Muhammadiyah (Plus) dan IMM Kota Salatiga yang menjadi pengajar iqra. Sutomo (kepala sekolah) menyampaikan “Pertama kita maksimalkan setiap siswa kelas satu sudah lancar membaca alquran, setelah itu di kelas atas siswa kita genjot untuk kemampuan akademiknya.”

Dalam acara yang diadakan pada hari Sabtu (23/7) ustad Iwan menyampaikan cara mengajar iqra dengan metode IQRA KIBAR. Beliau juga mengutarakan dalam mengajar iqra harus diimbangi dengan kemampuan komunikasi dari pengajar. “Iqra kibar terdiri dari tiga buku A, B, dan C. Setiap bukunya terdapat 38 halaman dan dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan setiap bukunya dan tidak meninggalkan kaidah membaca alquran tentunya” jelas Iwan dalam penyampaian materi. Metode iqra kibar mulai diperkenalkan di Yogyakarta pada tahun 2004 dan pada tahun ini mulai digunakan Malaysia untuk pendidikan alquran di negaranya.

Sebetulnya SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga telah dua kali melakukan wisuda iqra setiap akhir semester satu, namun setelah dikoreksi masih ada beberapa siswa yang belum tuntas iqra saat wisuda. Inisiatif dari kaur ismuba mengadakan pelatihan cara cepat dan fasih belajar membaca alquran untuk mendukung program yang telah dilaunchingkan.