October 12, 2026

#sdmplus

272438700_631514164564331_4055363755275457861_n(1)

SALATIGA -SD Muhammadiyah Plus Salatiga melaksanakan Upacara Bendera Merah Putih secara perdana bersama Polres Salatiga pada hari Senin, 24 Januari 2022.

Upacara bendera kali ini merupakan upacara bendera pertama kali yang dilaksanakan setelah dua tahun masa pandemi yang membatasi berbagai kegiatan termasuk melarang pelaksanaan upacara rutin setiap hari Senin.

Menariknya, pembina upacara dipimpin langsung oleh Iptu Sukarja dari Polres Salatiga. Diikuti oleh siswa-siswi kelas V dan VI, upacara berjalan dengan khidmat dan lancar.

Upacara dilaksanakan dalam rangka program Police Goes To School dengan tujuan mensosialisasikan bahaya narkoba dan upaya pencegahan Covid-19.

Dalam sambutannya, pembina upacara menyampaikan beberapa hal dalam amanatnya. Beliau menghimbau kepada siswa siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga untuk menjauhi narkorba dan berperan aktif dalam memberantas peredaran narkoba baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. POLRI dan sekolah memiliki tugas besar untuk saling bersinergi dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Selain mensosialisasikan bahaya narkoba, ia juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 di Salatiga belum berakhir. “Masa pandemi covid belum berakhir. Meskipun di Salatiga kasusnya sudah nol, namun kita semua tetap harus mematuhi protokol kesehatan.” ungkapnya

Upacara yang dilaksanakan di halaman sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga dimulai pukul 07.30 WIB dengan tetap dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Semua peserta upacara memakai masker dengan tertib dan tampak antusias mengikuti upacara.

SALATIGA – SD Muhammadiyah Plus Salatiga patut berbangga karena dua siswanya berhasil merah medali dalam Kompetisi Sains Jawa Tengah. Kedua siswa tersebut adalah Nazar Adhal Haq siswa kelas 6 dan Indira Khaliluna Hiswara siswi kelas 4 SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Kompetisi Sains Terbuka ( KST ) diselenggarakan oleh Perkumpulan Pembina OSN (PPO) Jawa Tengah. Lomba ini ditujukan untuk Jenjang SD dan SMP Tingkat Wilayah dan Provinsi Jawa Tengah dan DIY Tahun 2021. Terdapat 2 cabang kategori dalam kompetisi ini, yaitu cabang sains dan matematika.

Sebelumnya, 5 siswa dari SD Muhammadiyah Plus Salatiga berhasil lolos babak penyisihan pertama. Baca juga https://sdmpsalatiga.sch.id/2021/11/08/lagi-siswa-siswi-sd-muhammadiyah-plus-salatiga-borong-medali-dalam-kompetisi-sains/  . Dari kelima siswa yang lolos dua diantaranya berhasil meraih medali dalam kompetisi tersebut.

Indira Khaliluna  berhasil mendapatkan medali emas dan Nazar Adhal berhasil mendapatkan medali perunggu. Keduanya berhasil menyingkirkan puluhan peserta lainnya dari tingkat Jawa Tengah dan Yogya. Lomba dilaksanakan secara online pada hari Minggu, 21 November 2021 pukul 08.30-10.00 WIB.

“Selamat anak-anak hebatku. Kalian sungguh luar biasa. iDalam masa pandemi tidak memutus kami semua untuk tetap mengukir prestasi. Prestasi ini nantinya akan menjadi sesuatu yang dapat dikenang dikemudian hari” ucap Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd.

WhatsApp Image 2021-11-26 at 11.13.14

SALATIGA – “Alhamdulillah, Prestasi Tiada Henti”. Itulah kata-kata yang menggambarkan berbagai prestasi yang telah di raih oleh SD Muhamamdiyah Plus Salatiga. Berbaga prestasi telah diraih baik dari siswa, guru, maupun kepala sekolah. Jika kemarin Kepala Sekolah SD Muhamamdiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd berhasil menjadi Juara dalam Lomba Kepala Sekolah Kreatif, kini salah satu guru berhasil menjadi Juara dalam Lomba Gelar Karya Pendidik Sains Indonesia.

Beliau adalah Sri Walji Hasthanti, M.Pd, guru kelas 2 SD Muhammadiyah Plus Salatiga ini berhasil mengharumkan nama SD Muhammadiyah Plus Salatiga di tingkat nasional dengan menjadi Juara III Peserta Terinspiratif Lomba Gelar Karya Pendidik Sains Indonesia melalui karya Peraga Inovatif PCB Cair (Pengamatan Ciri Benda Cair) .

Lomba dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan teknologi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan pada tanggal 24 hingga 26 November 2021, melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam ( PPPTK IPA ). Lomba diselenggarakan di  Grand Asrilia Hotel Bandung dan mengangkat tema Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan.

Pandemi yang masih dihadapi hingga saat ini tentunya harus dijadikan momen oleh semua para pemangku kepentingan pendidikan untuk lebih perhatian lagi kepada sains untuk mencari solusi dari permasalah-permasalahan yang akan dihadapi di masa depan. Tentunya pandemi harus menjadi pendorong untuk terus berprestasi, meningkatkan kemampuan, dan penguasaan di bidang sains.

Pelajaran sains yang diberikan kepada para peserta didik harus diberikan sebagai sesuatu yang menyenangkan dan riil. “ Tidak hanya teoritis, tapi sains adalah sesuatu yang punya benefit, dan tangible di dunia nyata,” ucap ustadzah Thanti.

Mencintai sains, akan membentuk pola pikir manusia untuk lebih runtut, sistematis dan rasional. “Melalui alat peraga ini diharapkan lebih memudahkan para siswa untuk belajar sains dan tentunya membuat siswa lebih mencintai sains” lanjutnya.

Sementara itu Ainul Huri, M.Pd mengucapkan selamat atas keberhasilan Ustadzah Thanti. “Selamat kepada ustadzah Thanti yang telah berjuang, bersemangat belajar, dan membangun atmosfer positif untuk terus berprestasi walaupun masih berada pada situasi pandemi dan keterbatasan. Semoga keberhasilan ini dapat memotivasi,  memunculkan mimpi, merealisasikan talenta dan mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan teman seperguruan lainnya,” ungkapnya.

f07cd66f-ac86-4341-bc5f-59f6299b9400

SALATIGA – Kepala sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd adalah sosok yang sangat sederhana. Akan tetapi etos kerja yang dimiliki sangat luar biasa.

Pada 2020, sekolah yang dipimpinnya menghasilkan 12 judul buku. Belum ditambah aneka prestasi lain. Tahun ini , menargetkat 20 judul buku.

“Hobi saya menjadi guru. Makna guru bagi saya adalah profesi yang menyenangkan dan sangat saya sukai. Sehingga apapun yang dikerjakan sebagai guru terasa ringan dan tidak menjadi beban, karena mengerjakannya dengan rasa senang, sepenuh hati dan ikhlas” ujarnya.

Ia menceritakan keberhasilannya bisa lolos menjadi salah satu finalis kepala sekolah inspiratif. Berawal dari kondisi pandemi yang melanda. Memaksa semua pendidik untuk berpikir keras. Bagaimana iswa bisa mendapatkan pembelajaran jarak jauh.

Untuk memaksimalkan materi virtual, akhirnya ia menyulap sebuah ruang kelas menjadi studio. Disini ia menunjuk satu guru setiap angkatan untuk menjadi Tim Edutainment. Sesuai namanya, anggota tim tugasnya membuat materi pelajaran (edukasi) sekaligus menghibur (entertaint).

“Ini harus dilaksanakan agar murid tidak kehilangan pembelajaran. Selain itu juga menjaga karakter pembiasaan pada siswa. Termasuk tetap menjaga prestasi di tengah pandemi.” papar peraih Juara 1 Unjuk Gelar CKS 2021 LPPKSPS Kemendikbud Provinsi Jateng 2021 ini.

Dari studio itu muncul berbagai inovasi dan kreasi. Mulai dari video pembelajaran, zoom meeting, guest teacher hingga film pendek dengan tokoh Pakdhe Manto. Tokoh internal ini semacam film dengan sisipan muatan pendidikan. Juga rutin dilakukan lomba virtual guna menjaga minat dan bakat siswa tetap terasah.

“Kini pengelola studio sudah mencapai 15 orang. Bahkan kanal Youtube milik sekolah sudah bisa menghasilkan adsense, meski belum begitu besar” jelasnya.

Keberhasilan dari semua inovasi kepala sekolah ini terlihat dari prestasi siswanya. Dengan nilai akademik yang cukup bagus. Prestasi guru dan siswa yang terus diraih.

Pengalaman berkesan selama jadi guru dan kepala sekolah adalah saat menjadi guru favorit anak-anak pada tahun 2007. Kemudian peserta terkreatif dan juara 1 Gelar Karya Diklat CKS LPPKSPS Kemendikbud Provinsi Jateng 2021.

Di era saat ini, ia berpesan kepada seluruh guru yang milenial. Dan yang bisa menjadi teladan, selalu menginspirasi, terus berinovasi, berkreasi, dan berkolaborasi. Selain itu, juga mendidik dengan hati. Dan jangan lupa doakan anak didik kita setiap hari.” pesannya.

255110948_628126361886197_6018788736436902111_n

SALATIGA – Prestasi yang membanggakan kembali diraih oleh SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Bagaimana tidak, video pembelajaran yang dilombakan dalam ajang Gebyar Gema Pertiwi Pelajar Pancasila tahun 2021 yang digelar oleh Direktorat Sekolah Dasar, berhasil membawa nama SD Muhammadiyah Plus Salatiga menjadi juara 2 umum tingkat nasional.

Gebyar Gema Pertiwi adalah puncak acara dari Gema Pertiwi dalam bentuk pemberian apresiasi terhadap karya terbaik. Gebyar Gema Pertiwi diselenggarakan pada Hari Pahlawan, 10 November 2021.Tujuan dari diadakannya acara ini adalah adalah mewadahi kreativitas dan inovasi peserta didik, pendidik, dan atau satuan pendidikan sebagai upaya internalisasi nilai-nilai Pancasila yang dituangkan dalam bentuk karya.

Pada ajang tersebut, SD Muhammadiyah Plus Salatiga melalui perwakilan pendidik ustadzah Febriyana Sukma Ramadhani dan team memenangkan kategori video pembelajaran berbasis proyek bagi pendidik dan peserta didik kelas tinggi dengan judul “Perkembangbiakan Vegetatif Janda Bolong” yang diumumkan dalam siaran langsung melalui kanal YouTube Direktorat Sekolah Dasar pada 10 November 2021 lalu di Jakarta.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd mengatakan apa yang telah diraih oleh ustadzah Nana dan team merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi sekolah dan juga Kota Salatiga.

“Ini merupakan salah satu kado terbaik bagi dunia pendidikan, terlebih lagi di momen memperingati hari pahlawan ini. Semoga apa yang dicapai pada hari ini bisa menjadi contoh bagi pendidik serta peserta didik lainnya di lingkungan sekolah dan juga Salatiga untuk ikut meraih prestasi lainnya,” kata Ainul Huri, M.Pd.

Nantinya seluruh peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos tahap seleksi administrasi termasuk para juara akan menerima e-sertifikat sebagai tanda keikutsertaan dari Direktorat Sekolah Dasar.

Khusus bagi para pemenang, akan memperoleh uang pembinaan sebesar 234 juta rupiah dibagi total 34 pemenang video terbaik dan video harapan untuk setiap kategori yang dilombakan.

“Kita berharap kedepan akan ada lagi para pendidik, siswa-siswi dan pelajar yang akan mengharumkan nama sekolah baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” harapnya.