August 29, 2026

Wisuda Santri

WhatsApp Image 2022-06-11 at 09.38.51

SALATIGA – SD Muhammadiyah Plus Salatiga  melaksanakan kegiatan Akhirussanah di Hotel Laras Asri , Sabtu, 11 Juni 2022. Kegiatan ini berisi rangkaian acara mulai dari Akhirussanah, Wisuda Tahfidz dan Launching Buku. Akhirussanah kali ini menggelar tema “AL-Quran Kokohkan Generasi Lintas Zaman“.

Kegiatan dihadiri oleh Pejabat Walikota Salatiga, Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Ketua PDM Kota Salatiga, Direktur Perguruan Pendidikan  Muhammadiyah Salatiga, Kepala Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK Perguran Muhammadiyah Salatiga, Guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga, serta para wali murid kelas VI.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd mengatakan dalam sambutannya, kegiatan Akhirussanah merupakan acara akhir tahun yang biasa dilakukan setiap tahun dalam rangka pelepasan peserta didik dan mengembalikannya kepada orang tua.

Ainul Huri mengingatkan, pendidikan adalah tanggung jawab orang tua, sekolah dan lembaga hanya penunjang pendidikan tersebut atau pendukung untuk tercapainya pendidikan yang diharapkan.

“Kami berterimakasih kepada ayah, bunda yang telah percaya kepada kami untuk turut andil mendidik anak ayah, bunda,” tuturnya.

Ia mengatakan SD Muhammadiyah Plus Salatiga berupaya untuk terus meningkatkan pelayanan prima dan kualitas gpara guru yang akan bermuara pada pendidikan anak-anak.

“Hari ini kami kembalikan lagi ananda ke pangkuan bapak ibu semua, terimakasih atas dukungan yang diberikan selama kegiatan di sekolah dan jika pelayanan kami ada ketidak puasaan dan ada kekurangan, mohon dimaafkan,” ungkapnya.

Selanjutnya perwakilan orang tua siswa, Marjuki mengucapkan terimakasih kepada pihak sekolah yang telah mendidik anaknya. Kemudian ia berharap semoga anak-anak ini kelak menjadi aset untuk menuju surganya Allah.

Seperti diketahui, selain menamatkan 163 peserta didik angkatan ke XIV , acara kali ini juga mewisuda 29 peserta didik Tahfidz juz 29 dan 30. Peserta wisuda tahfidz termuda diikuti oleh kelas 2. Tidak hanya itu saja, pada kesempatan kali ini juga SD Muhammadiyah Plus Salatiga me launching buku sebanyak 18 buku pada tahun 2022 ini.

Kegiatan diwarnai dengan penampilan siswa, mulai dari penampilan pembacaan ayat suci Al Qur’an, tari tradisional, penampilan SONEKAT group, menyanyi , dan bakat lainnya. Acara dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 11.30 WIB

DSC_2003

sdmpsalga.sch.id SALATIGA–Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga Ainul Huri memwisuda kurang lebih 85 hafidz dan hafidzah serta 195 siswa kelas 1 yang telah menyelesaikan iqra’ dalam 6 bulan. (23 Februari 2019).

Pagi itu, di pusat Kota Salatiga menggema bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Bacaannya indah seolah bacaan tersebut masuk kerelung hati orang yang mendengarnya, apalagi dibacakan oleh anak-anak sekolah dasar yang tergolong masih kecil. Tapi mereka mampu membawa bacaan Al Qur’an dengan indah dan menyentuh sanubari manusia seolah-olah mengajak seluruh manusia untuk mengingat Allah SWT.

Sebanyak 85 siswa-siswi diwisuda dihadapan orang tua mereka. Rasa bangga nampak dari raut wajah para hafidz dan hafidzah.

Kepala SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga Ainul Huri menuturkan, acara wisuda kali ini dihadiri oleh Walikota Salatiga. Beberapa kepala taman kanak-kanak yang telah bekerja sama dengan SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga juga nampak dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Salatiga dan Kapolsek Sidorejo dan Sidomukti.

“Dengan bekal belajar Alquran sejak dini, insya Allah generasi Islam akan terbangun dan tersistem dengan baik. Anak-anak akan kuat akidahnya. Kuat ilmu dan kuat amal sehingga dengan kemajuan zaman yang serba modern kelak mereka siap menghadapinya” tuturnya.

Ainul Huri saat melepas iring-iringan wisudawan yang menaiki andong

Tidak hanya siswa-siswi SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga yang diwisuda, sekolah binaan SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga di Gondang Sragen juga melaksanakan hajat tahunan ini dengan semangat.

WhatsApp Image 2018-02-18 at 19.17.49

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA– Sebanyak 196 siswa kelas I SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga mengikuti wisuda purna iqra dan 45 siswa-siswi wisuda Tahfidz Juz 30 di Gedung Pertemuan Daerah Kota Salatiga, Sabtu, 17 Februari 2018.

Pagi itu, di tengah Kota Salatiga menggema bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Bacaannya indah seolah bacaan tersebut masuk kerelung hati orang yang mendengarnya, apalagi dibacakan oleh anak-anak sekolah dasar yang tergolong masih kecil. Tapi mereka mampu membawa bacaan Al Qur’an dengan indah dan menyentuh sanubari manusia seolah-olah mengajak seluruh manusia untuk mengingat Allah SWT.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya acara tahunan ini diawali dengan tahfidzul Qur’an Juz 30 oleh 45 siswa yang telah menghafal juz 30. Pada tahun sebelumnya acara dibuka dengan penampilan seni SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga.

Kepala SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga Sutomo menuturkan, acara wisuda kali ini dihadiri oleh Dinas Pendidikan Kota Salatiga. Beberapa kepala taman kanak-kanak yang telah bekerja sama dengan SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga juga nampak dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Salatiga dan Kapolsek Sidorejo dan Sidomukti.

“Dengan bekal belajar Alquran sejak dini, insya Allah generasi Islam akan terbangun dan tersistem dengan baik. Anak-anak akan kuat akidahnya. Kuat ilmu dan kuat amal sehingga dengan kemajuan zaman yang serba modern kelak mereka siap menghadapinya” tutur Duta Penguatan Pendidikan Karakter tersebut.

Tidak hanya siswa-siswi SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga yang diwisuda, sekolah binaan SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga di Gondang Sragen juga melaksanakan hajat tahunan ini dengan semangat.

Kegiatan wisuda diakhiri dengan arak-arakan dokar yang mengelilingi Kota Salatiga. Dengan kawalan oleh patwal Polres Salatiga para siswa-siswi nampak ceria.

DSC_0556-01

SALATIGA-SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga mewisuda 163 siswa dalam waktu 6 bulan (11/02). Hadir dalam kegiatan tersebut, PDM Kota Salatiga, Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Kepala UPTD Kecamatan Sidomukti, Pengawas TK/SD, dan pengawas PAI.

Orang tua mana yang tidak bangga dan terharu jika anak-anaknya pandai mengaji?
Perasaan itu pasti muncul di hati orangtua siswa-siswi SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga hari ini. Bagaimana tidak? Di era globalisasi dengan maraknya game online dan semacamnya, anak-anak dengan usia rata-rata 7 tahun ini sudah mengkhatamkan level pertama mengaji yaitu Iqra’.

Sebagai wujud syukur, SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengadakan acara Wisuda Iqra’ di tahun ketiga ini untuk siswa siswi kelas 1. Acara tersebut diikuti sekitar 163 siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga dan juga kurang lebih 27 siswa SD Muhammadiyah Plus Gondang Sragen yang turut bergabung diacara wisuda iqra’ tersebut.
Acara yang berlangsung di Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Salatiga itu dimulai pukul 07.30 dan berhasil menyedot perhatian warga Salatiga. Pasalnya di akhir acara, siswa siswi peserta wisuda di arak menggunakan delman berkeliling kota Salatiga. Sebanyak 35 delman lengkap dengan hiasannya, berkeliling meramaikan pawai ta’aruf wisuda iqra’ SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga.

Prosesi wisuda iqra’ sendiri diramaikan dengan penampilan dari tim paduan suara SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga, pentas tari yang dimainkan oleh 3 siswi kelas 1, serta hafalan surat An-Naba’ dan hafalan hadits.

Kepala sekolah, Sutomo mengatakan, “Kami berusaha menciptakan generasi qur’ani. Salah satunya kami menargetkan 6 bulan untuk siswa kelas 1 menyelesaikan iqra’,” ungkap penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut. Target tersebut didukung oleh IMM cabang Salatiga yang setiap pagi mendampingi siswa kelas 1 untuk menyelesaikan iqra’.

DSC_0012

DSC_0007SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga targetkan satu semester alquran untuk siswa kelas satu. Program ini adalah implikasi dari program Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah yang mencanangkan SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga sebagai mercusuar sekolah dasar di Jawa tengah. Dalam upaya untuk mewujudkan ketercapaian program tersebut, SD Muhammadiyah (Plus) mendatangkan Iwan Rustiawan dari Balai  Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus AMM Yogyakarta untuk melatih seluruh tenaga pendidik SD Muhammadiyah (Plus) dan IMM Kota Salatiga yang menjadi pengajar iqra. Sutomo (kepala sekolah) menyampaikan “Pertama kita maksimalkan setiap siswa kelas satu sudah lancar membaca alquran, setelah itu di kelas atas siswa kita genjot untuk kemampuan akademiknya.”

Dalam acara yang diadakan pada hari Sabtu (23/7) ustad Iwan menyampaikan cara mengajar iqra dengan metode IQRA KIBAR. Beliau juga mengutarakan dalam mengajar iqra harus diimbangi dengan kemampuan komunikasi dari pengajar. “Iqra kibar terdiri dari tiga buku A, B, dan C. Setiap bukunya terdapat 38 halaman dan dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan setiap bukunya dan tidak meninggalkan kaidah membaca alquran tentunya” jelas Iwan dalam penyampaian materi. Metode iqra kibar mulai diperkenalkan di Yogyakarta pada tahun 2004 dan pada tahun ini mulai digunakan Malaysia untuk pendidikan alquran di negaranya.

Sebetulnya SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga telah dua kali melakukan wisuda iqra setiap akhir semester satu, namun setelah dikoreksi masih ada beberapa siswa yang belum tuntas iqra saat wisuda. Inisiatif dari kaur ismuba mengadakan pelatihan cara cepat dan fasih belajar membaca alquran untuk mendukung program yang telah dilaunchingkan.