August 26, 2026

SALATIGA

WhatsApp-Image-2019-09-09-at-09.59.12

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA-Ahad (08/09/2019), para dai kecil SD Muhammadiyah Plus Salatiga unjuk gigi dalam Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) tingkat Kota Salatiga.

BADKO TPQ Salatiga dalam rangka seleksi menuju lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah mengadakan lomba FASI tingkat Kota Salatiga. Kegiatan ini merupakan pagelaran lomba kreatifitas santri berprestasi, baik santri Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an(TKQ) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

Dalam lomba FASI tersebut beberapa siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga tampil mewakili TPQ tempat mereka belajar Al-Qur’an dilingkungan tempat tinggal mereka. Tak kurang dari 10 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler dacil unjuk gigi dalam kegiatan yang dilakukan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga tersebut. Ada juga yang mengikuti lomba adzan dan kaligrafi.

Zidan, siswa kelas IV SD Muhammadiyah Plus Salatiga yang tampil mewakili TPQ Al Majid Cabean mendapatkan juara 1 dacil, disusul Zara dengan juara 2 yang mewakili TPQ Nuruzzahro, dan pada juara 3 diperoleh Alby yang mewakili TPQ Sunan Kalijogo Blotongan. Rameyza yang tampil dalam kategori Adzan berhasil meraih juara 1 mewakili TPQ Al Amin Candiwesi Bugel. Sedangkan Larasati meraih juara 2 Kaligrafi, ia mewakili TPQ Nurul Hidayah Kaliyoso.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga Ainul Huri menyampaikan bahwa SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga memiliki 34 ekstrakurikuler dalam berbagai bidang, salah satu yang banyak diminati adalah Dai Cilik. “SD Muhammadiyah Plus Salatiga mempersiapkan pengembangan bakat siswa-siswi melalui 34 ekstrakurikuler yang kita siapkan. Ada Kaligrafi, Adzan, Dacil, Robotika, dan lainnya. Alhamdulillah ekstrakurikuler Dai Cilik banyak peminatnya dan hasilnya dapat kita lihat dari perlombaan FASI Kota Salatiga cabang pidato, para juaranya adalah produk dari ekstrakurikuler Dai Cilik SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga,” ungkapnya.

WhatsApp Image 2019-07-24 at 15.24.01

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA-Ananda Ara dan Zara membuka daftar raihan kejuaraan SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga pada tahun ajaran 2019/2019 dengan sumbangan emas dan perunggu.

Lomba menulis cerita dan mendongeng kembali diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga. SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga yang selalu mencatatkan diri dalam ajang tahunan tersebut kembali menyemarakkan kegiatan rutin Perpusda Kota Salatiga tersebut. Ananda Ara dan Zara yang didapuk untuk mewakili SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga berhasil membawa pulang emas dan perunggu.

Ara siswa kelas IV tersebut menuliskan cerita tentang asal usul pohon pengantin yang kondang dalam dunia fotografi. Pohon yang berada di daerah Pulutan tempat tinggal Ara tersebut, diceritakan melalui tulisan dengan baik oleh putri kedua dari guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Buhtari. Hasilnya Ara berhak mendapatkan predikat Juara 1.

Sedangkan Zara, siswa kelas III itu membawakan dongeng tentang asal mula Rawa Pening. Ia berhasil memikat para juri yang menilai dengan gaya khasnya yang centil. Zara berhasil menyabet Juara 3 dalam kategori mendongeng. Sebelumnya ia juga berhasil mendapatkan Juara Harapan 1 bercerita tingkat Jawa Tengah dalam gelaran Porsadin di Demak beberapa waktu lalu.

Piala diserahkan secara langsung oleh Walikota Salatiga Yulianto dalam pembukaan pameran kearsipan di Perpusda Kota Salatiga.

Kepala sekolah Ainul Huri mengatakan, “Alhamdulillah catatan prestasi SD Muhammadiyah Plus Salatiga dibuka dengan juara 1 menulis cerita dan juara 3 mendongeng. Prestasi ini hasil jerih payah dari Gerakan Literasi Sekolah yang sudah beberapa tahun kami galakkan,” ungkapnya.

WhatsApp Image 2019-07-19 at 09.40.34

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA-SD Muhammadiyah Plus Salatiga harus merasa bangga mempunyai tenaga pendidik yang syarat prestasi. Harnum Fida Sanjaya salah satunya yang terpilih menjadi juri lomba atletik dalam ajang ASEAN School Games di Semarang.

Harnum sapaannya adalah seorang guru olahraga di SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Guru lulusan pendidikan olahraga pasca sarjana Unes tersebut juga mempunyai prestasi yang tak kalah membanggakan. Prestasi terbaru ia mendapatkan medali Emas dan Perak dalam cabang basic atletik saat Porprov tahun 2018 kemarin.

Terpilihnya atlit atletik Kota Salatiga tersebut dimulai pada bulan Maret saat ia menjalani  pelatihan wasit selama 4 hari di Salatiga. Dari hasil pelatihan yang diadakan oleh Dispora Salatiga dan PB PASI tersebut diambil 10 besar untuk di jadikan juri dalam ASEAN School Games cabang olahraga atletik.

Istri Sertu Ismail tersebut akan bertugas menjadi juri ASEAN School Games 2019 selama 7 hari mulai tanggal 17-25 Juli mendatang.

Kepala sekolah Ainul Huri mengapresiasi apa yang telah dicapai gurunya tersebut. “Alhamdulillah SD Muhammadiyah Plus Salatiga bangga mempunyai tenaga pendidik yang mampu berkontribusi untuk Indonesia. Sementara ini tugas mengajar yang seharusnya diampu oleh Bu Harnum akan di backup oleh dua guru olahraga kita,” ungkapnya.