August 27, 2026

Pembelajaran menyenangkan

img-20170110-wa0049

img-20170110-wa0049Menyemangati anak (peserta didik) dalam belajar bahasa asing khususnya Bahasa Inggris dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. Salah satu cara yang dilakukan oleh guru level kelas 3 adalah dengan metode mengahafal yang disebut _One Day One Word_.

Dalam metode tersebut, disediakan media berupa _time table_. Setiap harinya satu siswa akan menempel satu kosa kata dalam Bahasa Inggris yang sudah disertai dengan artinya ke dalam kolom yang telah disediakan. Satu kosa kata yang telah ditempel akan diucapkan bersama-sama dengan guru yang mengajar dan akan terus diulang di hari itu hingga anak terbiasa dan tau artinya. Kosa kata tersebut juga disesuaikan dengan materi pembelajaran Bahasa Inggris agar dapat membantu mereka dalam belajar.

Tujuan dari adanya inovasi ini adalah memepermudah siswa dalam menghafal dan memahami arti Bahasa Inggris. Harapannya 1 hari anak hafal 1 kosa kata, maka jika terus ditambah selama 1 semester In Shaa Allah anak telah menghafal, memahami dan paling tidak akan mengerti banyak arti dari kata Bahasa Inggris tersebut.

Semoga usaha ini dapat bermanfaat untuk peserta didik di kelas 3, dan dapat berjalan lancar. Aamiin ..

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengajar bersama Wildan

dsc_0448Salatiga – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo siang ini (19-10-2016) mengajar di SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga. Ia berangkat ke SD Muhammadiyah Salatiga di dampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Hadir pula di tengah kegiatan tersebut H. Tafsir Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Muhammad Rofai Penjabat Walikota Salatiga dan Imam Sutomo Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga. Tidak ketinggalan beberapa SKPD di Salatiga pun juga ikut menyambut kedatangan orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut.

Ganjar Pranowo datang ke SD Muhammadiyah Salatiga dalam rangka pelaksanaan program kerjanya yaitu Gubernur Mengajar. Sesampainya di jalan Suropati, siswa-siswi kelas 4 menyambut dengan sikap tapak suci dan seragam merahnya. Ganjar yang berjalan menyalami seluruh siswa-siswi yang menjadi pagar betis. Dalam perjalanannya menuju sekolah, Ganjar diiringi oleh marching band GeSS.

Sesampainya di gerbang sekolah, Ganjar disambut oleh Patroli Keamanan Sekolah. Dokter kecil dan pustakawan menyambut kedatangan Gubernur dengan menjelaskan SD Muhammadiyah (Plus) secara singkat dengan Bahasa Indonesia dan Inggris. Di dalam sekolah nampak seluruh siswa-siswi sangat antusias menyambut kedatangannya. Sebagai ungkapan rasa bangga dan hormat kepada Gubernur beberapa siswi menyambut dengan tari Koko, dilanjutkan dengan tembang macapat dari putra-putri SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga.

Sebelum mengajar, Ganjar Pranowo mendapatkan tausiah kolaborasi dari dai kecil SD Muhammadiyah. Wildan yang memikat Gubernur di halaman gubernuran beberapa waktu yang lalu menyampaikan, “Jika pak Gubernur menghadiri undangan pak Presiden, itu sudah seharusnya. Jika pak Gubernur ngrawuhi undangan Bupati/Walikota itu sudah sepantasnya, atau jika pak Gubernur menghadiri undangan SKPD-SKPD itu memang sudah menjadi tugasnya. Namun, jika pak Gubernur Ganjar Pranowo ditengah kesibukan tugas negara memimpin Jawa Tengah, dengan legowo meluangkan waktu memenuhi janji untuk seorang anak kecil bernamaWildan dan teman-temannya di SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga, ini baru luar biasa. Tepuk tangan dong buat pak Gubernur,” ungkap finalis Aksi Junior tersebut dalam tausiahnya. Disambut dengan tepuk tangan yang meriah saat Wildan menjelaskan bahwa pak Gubernur datang memenuhi janjinya hadir ke  SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga sesuai dengan slogannya “Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi”.

Gubernur Ganjar Pranowo kemudian memulai materi mengajarnya secara interaktif dengan mulai bertanya kepada 800 siswa tentang arti korupsi dan pungli. Beberapa siswa maju untuk mencoba menjawab pertanyaan pak Gubernur. Salah seorang murid kelas satu dengan polos menjawab bahwa korupsi adalah uang. Pedagogik yang bagus ditunjukkan oleh Pak Gubernur dengan memberikan pujian kepada siswa tersebut.

“Saya mencoba menanamkan kepada para penerus bangsa supaya mereka tahu bahwa korupsi dan pungli adalah perbuatan yang harus diberantas. Anak-anak adalah calon pemimpin masa depan yang harus kita rawat, maka kita perlu tanamkan kepada anak didik bahwa korupsi dan pungli merupakan perbuatan yang jahat,” kata Ganjar saat diwawancarai secara terpisah.

Sutomo, Kepala SD Berprestasi Nasional mengungkapkan, “SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga merasa bangga atas kedatangan Gubernur Ganjar Pranowo. Kedatangan Gubernur dapat memotivasi seluruh elemen yang ada di SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga untuk terus berbenah menjadi mercuar pendidikan dasar di Jawa Tengah,” jelas penerima program short course ke Jepang dari Kemendikbud tersebut.

Tidak hanya datang untuk kegiatan Gubernur Mengajar, namun Gubernur Ganjar Pranowo juga memberikan bantuan dua ruang kelas baru untuk SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga. Pemberian RKB tersebut adalah pemenuhan janji kepada Wildan yang sempat ia sampaikan saat acara Jateng Bersolawat beberapa waktu lalu.

Pada beberpa akun sosial media resmi Ganjar Pranowo, terdapat beberapa foto tentang kegiatan Gubernur Mengajar dengan tulisan yang menyatakan bahwa Ganjar banyak belajar dari kegiatan tersebut. “Biasanya Gubernur Mengajar, tapi kali ini justru kami banyak belajar. Anak-anak hebat, mereka kelak yang akan merawat Indonesia.”

Siswa-siswi menjaga bola supaya tidak jatuh saat outing class

Salatiga, Kamis 13 Oktober 2016 siswa kelas V SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga melakukan kegiatan outing class dengan tema mengenal tumbuhan disekitar. Sebanyak 110 siswa melaksanakan kegiatan ini dengan sangat antusia.

Di bumi perkemahan Senjoyo siswa-siswi diajak untuk melakukan 3 kegiatan. Diawali dengan olahraga ringan, anak-anak melakukan gerakan-gerakan sederhana dipandu oleh para guru. Kemudian anak-anak dibagi ke dalam 11 kelompok untuk mengikuti permainan edukatif yang sudah disiapkan oleh tim level kelas V.

Permainan pertama adalah whispering atau pesan berantai. Dalam permainan ini siswa-siswi dilatih untuk dapat menerima pesan yang disampaikan dalam bahasa Inggris. Bukan hanya kemampuan menerima pesan, namun siswa-siswi juga dibiasakan untuk mengucapkan bahasa Inggris secara tidak langsung. Permainan kedua ialah protection ball. Pada permainan ini siswa-siswi secara beregu berlomba untuk menjaga agar bola yang mereka bawa tidak terjatuh atau keluar dari lubang ditengah-tengah tali yang dikendalikan oleh delapan anak peregu. Kegiatan yang terakhir ialah pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Siswa-siswi diminta secara berkelompok untuk mengamati aneka tumbuhan yang ada disekitar lokasi dan menuliskannya dimedia kertas yang sudah disediakan.

Sutomo menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini (outing class) dilakukan dari kelas 1 hingga kelas 6. “Outing class memang sudah kita programkan, selain untuk mengajak siswa refreshing kegiatan seperti ini juga dapat digunakan untuk media belajar siswa,” ungkap Kepala SD Berprestasi Nasional tersebut.

 

img-20161011-wa0020

Salatiga- Selasa 11 Oktober 2016 SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga mengadakan long march tapak suci. Kegiatan ini dikuti oleh 150 siswa kelas 4 yang notabene mengikuti ekstra wajib tapak suci setiap hari selasa.
Long March dimulai dari SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga, dengan upacara pelepasan yang dilakukan oleh Sutomo selaku kepala sekolah. Dalam sambutannya sekretaris FGM Jawa Tengah menyampaikan, “Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat fisik siswa. Dalam kegiatan ini siswa-siswi mendapatkan bed tapak suci untuk kelengkapan seragam yang mereka kenakan.”
Selanjutnya rute long march dilanjutkan ke Desa Barukan, Tegal Waton, dan berakhir di Senjoyo dengan jarak kurang lebih 6 Km.
Buhtari, pelatih tapak suci yang merangkap sebagai guru di SD Muhammadiyah tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun dan menjadi kegiatan rutin di sekolah.

Dalam kegiatan ini diselipkan pula beberapa kegiatan yang berkesinambungan dengan kegiatan belajar mengajar di kelas 4. Seluruh siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan long march tersebut.

dsc_0051

img_20161006_085620Kamis, 6 Oktober 2016 kegiatan siswa-siswi kelas 3 SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga nampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 140 siswa kelas 3 melaksanakan outing class. Kegiatan outing class merupakan pembelajaran di luar kelas  yang bisa  menambah pengetahuan serta pola pikir siswa. Outing class merupakan media yang  paling  efektif  dan efisien dalam menyampaikan suatu ilmu pelajaran bukan  hanya dari teori saja, kebenaran dan bukti nyata dilapangan perlu kita  ketahui.

Pada kesempatan kali ini mereka belajar di pabrik enting enting gepuk cap dua holo. Pabrik yang letaknya tidak jauh dari sekolah ini memiliki masjid yang bernuansa china, seluruh catnya berwarna merah layaknya klenteng. Di masjid tersebut siswa-siswi melaksanakan salat dhuha dan tadarus. Dijelaskan pula bahwa masjid ini adalah salah satu contoh keragaman budaya Islam.

Dalam pelajaran PKn yang terdapat materi tentang norma, siswa-siswi diberikan tugas untuk mengetahui aturan apa saja yang ada dalam pabrik enting enting tersebut. Untuk pelajaran IPS siswa-siswi dijelaskan mengenai kenampakan alam dan buatan. Dijelaskan pula bahwa pabrik adalah salah satu contoh kenampakan alam buatan.

Setelah proses pembuatan enting enting dimulai, siswa-siswi diajak untuk melihat proses pembuatan. Ada beberapa siswa yang mencoba untuk menggantikan pekerja untuk menggepuk kacang dan membungkus enting enting yang telah siap dikemas. Terlihat kegembiraan siswa-siswi dalam kegiatan yang rutin dilaksanakan tersebut.

“Ruang kelas kami itu luas, karena siswa-siswi dapat belajar di luar ruangan. Salah satunya belajar di pabrik,” ungkap Sekretaris FGM tersebut. Memang belajar tidak boleh terpaku di dalam ruangan saja. Di luar sana masih banyak ilmu yang belum kita ketahui dan perlu kita pelajari.