August 29, 2026

Pembelajaran menyenangkan

dsfds

Salatiga, 1 Oktober 2025 – SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan seluruh warganya. Bekerja sama dengan Puskesmas Kalicacing, sekolah menggelar kegiatan screening kesehatan yang diperuntukkan bagi seluruh civitas sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga kepala sekolah.

Kegiatan ini dilaksanakan di kompleks SD Muhammadiyah Plus Salatiga sejak 26 September 2025 dan berlangsung hingga hari ini. Setiap peserta menjalani pemeriksaan kesehatan dasar, meliputi pengecekan tinggi dan berat badan, pemeriksaan gigi, mata, tekanan darah, hingga deteksi dini potensi penyakit tertentu.

Selain pelaksanaan screening, SD Muhammadiyah Plus Salatiga juga memiliki fasilitas kesehatan internal yang mumpuni, yakni UKS AR Fachrudin. Unit ini didukung tenaga kesehatan yang standby setiap hari untuk memberikan layanan pertolongan pertama, konsultasi kesehatan ringan, hingga rujukan apabila dibutuhkan.

Fasilitas UKS di sekolah ini tergolong lengkap, mulai dari alat bantu pernapasan (nebulizer dan oksigen portable) hingga perangkat untuk cek gula darah dan kolesterol. Kehadiran UKS AR Fachrudin menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas sinergi dengan Puskesmas Kalicacing.

“Kesehatan siswa dan seluruh civitas sekolah menjadi prioritas kami. Dengan adanya screening ini dan fasilitas UKS yang lengkap, kami berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang benar-benar sehat dan mendukung tumbuh kembang anak-anak,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mendeteksi sejak dini masalah kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran seluruh civitas sekolah akan pentingnya menjaga pola hidup sehat.

20251001_085530

Salatiga, 26 September 2025 – Suasana penuh kebersamaan tampak di sekitar lingkungan SD Muhammadiyah Plus Salatiga saat sekolah kembali menggelar kegiatan Gerakan Jumat Berkah. Pada kesempatan kali ini, sekolah membagikan minyak goreng kepada para pengemudi ojek daring (gojek) dan juru parkir di sekitar sekolah.

Penyaluran bantuan dilakukan secara acak di lingkungan sekitar sekolah, sehingga penerima merasakan kejutan penuh kebahagiaan ketika mendapat bingkisan dari siswa dan guru.

Kegiatan berbagi ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekolah terhadap masyarakat sekitar, sekaligus implementasi pendidikan karakter bagi para siswa agar terbiasa menebarkan kebaikan.

Menariknya, pendanaan kegiatan ini berasal dari infaq Jumat yang secara rutin dikumpulkan oleh siswa setiap pekan. Hal ini menjadikan kegiatan Jumat Berkah tidak hanya sebatas berbagi, tetapi juga sebagai sarana pembiasaan siswa untuk beramal sejak dini.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa Jumat Berkah bukan hanya sekadar kegiatan berbagi, melainkan juga sarana menanamkan nilai empati kepada siswa.

“Kami ingin anak-anak belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu berlebih. Dengan kepedulian sederhana, seperti berbagi minyak goreng ini, kita bisa meringankan beban saudara-saudara kita dan menebar kebahagiaan,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para pengemudi gojek maupun juru parkir menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan sekolah.

Dengan adanya Gerakan Jumat Berkah, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berharap dapat terus menumbuhkan budaya berbagi dan memperkuat ikatan sosial antara sekolah dengan masyarakat sekitar.

IMG_20250924_084128

Salatiga, 24 September 2025 – SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus menunjukkan komitmennya sebagai sekolah sirkular dengan menghadirkan pembelajaran berbasis lingkungan. Pada Rabu (24/9), sekolah ini menggelar kegiatan Tour Literasi Sampah yang melibatkan 175 siswa kelas 3.

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Komunitas Penggiat Literasi (KOMPLIT) Salatiga dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga. Bertempat di TPS Terpadu 3S Tegalrejo, para siswa diajak mengenal lebih dekat tentang proses pengelolaan sampah mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga manfaat ekonomi dan lingkungan yang dapat dihasilkan dari pengelolaan sampah yang tepat.

Sejak dari rumah, anak-anak sudah diminta membawa sampah masing-masing untuk kemudian dipraktikkan cara memilah sampah organik dan anorganik. Dengan kegiatan sederhana ini, siswa belajar bahwa langkah kecil dalam memilah sampah bisa memberi dampak besar bagi lingkungan.

Tak hanya itu, mereka juga mendapat pengalaman unik dengan belajar membudidayakan magot sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah organik. Dari kegiatan ini, siswa memahami bahwa magot dapat membantu mempercepat penguraian sampah organik sekaligus memiliki potensi ekonomi, seperti dijadikan pakan ternak ramah lingkungan.

“Sebagai sekolah sirkular, kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung praktik pengelolaan sampah di lapangan. Harapannya mereka bisa membiasakan diri memilah dan mengurangi sampah sejak dini,” ujar Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd.

Fasilitator dari KOMPLIT menyajikan pembelajaran dengan metode interaktif, sementara DLH turut memberikan edukasi terkait program pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Salatiga.

Sebagai penutup, anak-anak diajak untuk menuangkan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan refleksi tentang kegiatan yang telah dilaksanakan. Tulisan ini menjadi bagian dari penguatan literasi, sekaligus sarana bagi siswa untuk mengolah kembali pengetahuan yang diperoleh selama tour.

Kegiatan ini sejalan dengan visi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, pusat keunggulan di bidang Imtaq dan Iptek yang berkebangsaan dan peduli lingkungan. Dengan keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan nyata seperti ini, diharapkan kesadaran ekologi dapat tumbuh kuat dan menjadi bagian dari gaya hidup mereka sehari-hari.

sdf

Salatiga, 18 September 2025 – Siswa kelas 4 SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengikuti kegiatan Outing Class Literasi Keuangan di Pasar Raya Salatiga. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kokurikuler sekolah yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman nyata.

Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun langsung ke lapangan untuk memahami konsep keuangan sederhana, mulai dari mengenal harga barang, melakukan transaksi, hingga membedakan kebutuhan dan keinginan. Dengan didampingi guru, mereka tidak hanya berlatih berhitung tetapi juga memahami nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kemandirian.

Menariknya, dalam kegiatan ini siswa menggunakan transportasi angkutan kota sebagai sarana menuju lokasi. Pemilihan angkutan kota ini bukan tanpa alasan. Selain melatih kemandirian siswa dalam menggunakan transportasi umum, sekolah juga ingin menanamkan kepedulian sosial dan membiasakan anak-anak mengenal fasilitas publik yang ada di sekitar mereka.

“Kami ingin anak-anak terbiasa dengan lingkungan sosialnya, termasuk penggunaan angkutan umum. Hal ini melatih adaptasi, kedisiplinan, dan kesederhanaan, sekaligus menumbuhkan rasa empati serta kepedulian terhadap sesama pengguna jalan,” jelas Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd.

Kegiatan outing class ini juga memperkuat kecakapan hidup (life skill) siswa, seperti keterampilan berhitung dalam transaksi, sikap jujur, serta tanggung jawab dalam mengelola uang.

Dengan pengalaman nyata ini, diharapkan siswa tidak hanya semakin cerdas secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi Islami yang mandiri, kritis, kreatif, serta peduli terhadap lingkungan sosialnya.

WhatsApp Image 2025-09-18 at 16.34.57

Salatiga, 18 September 2025 – SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali menghadirkan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna melalui Outing Class untuk siswa-siswi kelas 1 (Grade One). Kegiatan dilaksanakan di Taman Kota Salatiga dengan mengusung tema “Tubuh Sehat, Jiwa Kuat.”

Outing Class ini menjadi bagian dari program kokurikuler sekolah, yakni kegiatan pendukung pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas untuk memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik. Melalui aktivitas di ruang terbuka, siswa diajak untuk belajar sambil bermain, berinteraksi dengan lingkungan, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa Outing Class merupakan salah satu strategi sekolah dalam menguatkan pendidikan karakter.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga sehat, ceria, dan memiliki jiwa sosial yang kuat. Outing Class menjadi sarana yang tepat untuk menyeimbangkan pembelajaran di kelas dengan pengalaman langsung di lapangan,” ujarnya.

Selama kegiatan, siswa-siswi mengikuti berbagai permainan edukatif yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan tubuh, melatih kekompakan, serta menanamkan kebiasaan hidup aktif. Guru-guru turut mendampingi dengan memberikan arahan, sehingga kegiatan tetap aman dan penuh makna.

Dengan adanya kegiatan kokurikuler ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berharap siswa dapat mengembangkan kompetensi holistik—mulai dari aspek kognitif, sosial, emosional, hingga spiritual—sekaligus mempererat kebersamaan antar siswa, guru, dan lingkungan sekitar.