August 30, 2026

Prestasi

WhatsApp Image 2021-11-26 at 11.13.14

SALATIGA – “Alhamdulillah, Prestasi Tiada Henti”. Itulah kata-kata yang menggambarkan berbagai prestasi yang telah di raih oleh SD Muhamamdiyah Plus Salatiga. Berbaga prestasi telah diraih baik dari siswa, guru, maupun kepala sekolah. Jika kemarin Kepala Sekolah SD Muhamamdiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd berhasil menjadi Juara dalam Lomba Kepala Sekolah Kreatif, kini salah satu guru berhasil menjadi Juara dalam Lomba Gelar Karya Pendidik Sains Indonesia.

Beliau adalah Sri Walji Hasthanti, M.Pd, guru kelas 2 SD Muhammadiyah Plus Salatiga ini berhasil mengharumkan nama SD Muhammadiyah Plus Salatiga di tingkat nasional dengan menjadi Juara III Peserta Terinspiratif Lomba Gelar Karya Pendidik Sains Indonesia melalui karya Peraga Inovatif PCB Cair (Pengamatan Ciri Benda Cair) .

Lomba dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan teknologi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan pada tanggal 24 hingga 26 November 2021, melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam ( PPPTK IPA ). Lomba diselenggarakan di  Grand Asrilia Hotel Bandung dan mengangkat tema Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan.

Pandemi yang masih dihadapi hingga saat ini tentunya harus dijadikan momen oleh semua para pemangku kepentingan pendidikan untuk lebih perhatian lagi kepada sains untuk mencari solusi dari permasalah-permasalahan yang akan dihadapi di masa depan. Tentunya pandemi harus menjadi pendorong untuk terus berprestasi, meningkatkan kemampuan, dan penguasaan di bidang sains.

Pelajaran sains yang diberikan kepada para peserta didik harus diberikan sebagai sesuatu yang menyenangkan dan riil. “ Tidak hanya teoritis, tapi sains adalah sesuatu yang punya benefit, dan tangible di dunia nyata,” ucap ustadzah Thanti.

Mencintai sains, akan membentuk pola pikir manusia untuk lebih runtut, sistematis dan rasional. “Melalui alat peraga ini diharapkan lebih memudahkan para siswa untuk belajar sains dan tentunya membuat siswa lebih mencintai sains” lanjutnya.

Sementara itu Ainul Huri, M.Pd mengucapkan selamat atas keberhasilan Ustadzah Thanti. “Selamat kepada ustadzah Thanti yang telah berjuang, bersemangat belajar, dan membangun atmosfer positif untuk terus berprestasi walaupun masih berada pada situasi pandemi dan keterbatasan. Semoga keberhasilan ini dapat memotivasi,  memunculkan mimpi, merealisasikan talenta dan mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan teman seperguruan lainnya,” ungkapnya.

f07cd66f-ac86-4341-bc5f-59f6299b9400

SALATIGA – Kepala sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd adalah sosok yang sangat sederhana. Akan tetapi etos kerja yang dimiliki sangat luar biasa.

Pada 2020, sekolah yang dipimpinnya menghasilkan 12 judul buku. Belum ditambah aneka prestasi lain. Tahun ini , menargetkat 20 judul buku.

“Hobi saya menjadi guru. Makna guru bagi saya adalah profesi yang menyenangkan dan sangat saya sukai. Sehingga apapun yang dikerjakan sebagai guru terasa ringan dan tidak menjadi beban, karena mengerjakannya dengan rasa senang, sepenuh hati dan ikhlas” ujarnya.

Ia menceritakan keberhasilannya bisa lolos menjadi salah satu finalis kepala sekolah inspiratif. Berawal dari kondisi pandemi yang melanda. Memaksa semua pendidik untuk berpikir keras. Bagaimana iswa bisa mendapatkan pembelajaran jarak jauh.

Untuk memaksimalkan materi virtual, akhirnya ia menyulap sebuah ruang kelas menjadi studio. Disini ia menunjuk satu guru setiap angkatan untuk menjadi Tim Edutainment. Sesuai namanya, anggota tim tugasnya membuat materi pelajaran (edukasi) sekaligus menghibur (entertaint).

“Ini harus dilaksanakan agar murid tidak kehilangan pembelajaran. Selain itu juga menjaga karakter pembiasaan pada siswa. Termasuk tetap menjaga prestasi di tengah pandemi.” papar peraih Juara 1 Unjuk Gelar CKS 2021 LPPKSPS Kemendikbud Provinsi Jateng 2021 ini.

Dari studio itu muncul berbagai inovasi dan kreasi. Mulai dari video pembelajaran, zoom meeting, guest teacher hingga film pendek dengan tokoh Pakdhe Manto. Tokoh internal ini semacam film dengan sisipan muatan pendidikan. Juga rutin dilakukan lomba virtual guna menjaga minat dan bakat siswa tetap terasah.

“Kini pengelola studio sudah mencapai 15 orang. Bahkan kanal Youtube milik sekolah sudah bisa menghasilkan adsense, meski belum begitu besar” jelasnya.

Keberhasilan dari semua inovasi kepala sekolah ini terlihat dari prestasi siswanya. Dengan nilai akademik yang cukup bagus. Prestasi guru dan siswa yang terus diraih.

Pengalaman berkesan selama jadi guru dan kepala sekolah adalah saat menjadi guru favorit anak-anak pada tahun 2007. Kemudian peserta terkreatif dan juara 1 Gelar Karya Diklat CKS LPPKSPS Kemendikbud Provinsi Jateng 2021.

Di era saat ini, ia berpesan kepada seluruh guru yang milenial. Dan yang bisa menjadi teladan, selalu menginspirasi, terus berinovasi, berkreasi, dan berkolaborasi. Selain itu, juga mendidik dengan hati. Dan jangan lupa doakan anak didik kita setiap hari.” pesannya.

255184979_591981728677712_7463896703535009785_n(1)

SALATIGA – Prestasi membanggakan kembali diperoleh dari Sabriya Amira Anindi. Siswi kelas 6 SD Muhammadiyah Plus Salatiga ini menjadi Juara I dalam lomba Tartil Quran Tingkat Nasional.

Lomba yang diselenggrakan oleh SMP Muhammadiyah 5 Surabaya ini bertajuk Kompetisi Generasi Cinta Islam (K-GCI). Lomba dilaksanakan secara daring dengan mengupload video ke akun instagram masing-masing peserta. Penilaian lomba di mulai dari tanggal 25-28 Oktober 2021, dan pengumuman lomba dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2021.

Kepala sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd mengapresiasi prestasi tersebut dengan memberi selamat dan motivasi.

“Selamat kepada ananda Sabriya. Semoga dengan menjuarai lomba tartil Quran ini dapat memotivasi dan muncul kesadaran dari generasi muda untuk tetap ambil bagian dalam mensyiarkan alquran. Jangan sampai keberadaan alquran semakin tergerus akibat banyak generasi muda menghabiskan waktunya dengan gadget pribadinya.” harapnya.

IMG-20211108-WA0008

SALATIGA – Siswa-siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali memperlihatkan eksistensinya dalam kejuaraan lomba. Kali ini 5 siswa berhasil memperebutkan juara dalam Kompetisi Sains Terbuka ( KST ) Ke-5 Tahun 2021.

Kompetisi Sains Terbuka ( KST ) diselenggarakan oleh Perkumpulan Pembina OSN (PPO) Jaw Tengah. Lomba ini ditujukan untuk Jenjang SD dan SMP Tingkat Wilayah dan Provinsi Jawa Tengah dan DIY Tahun 2021. Terdapat 2 cabang kategori dalam kompetisi ini, yaitu cabang sains dan matematika.

Kegiatan ini dilakukan secara rutin tiap tahunnya untuk dimaksudkan agar mendorong semangat dan daya juang peserta didik, memfasilitasi bakat dan minat untuk mencapai prestasi terbaik peserta didik di bidang sains dan matematika. Selain itu juga sebagai sarana penjaringan dan pembinaan kepada siswa-siswi berprestasi bidang sains dan matematika.

Dalam kompetisi tersebut, 5 siswa dari SD Muhammadiyah Plus Salatiga berhasil mendapatkan bebrapa medali. 1 anak berhasil mendapat medali dari cabang Sains dan 3 orang mendapat medali dari cabang Matematika sementara 1 anak berhasil mendapatkan medali dari cabang keduanya. Berikut nama siswa dan perolehan medalinya :

  1. Nazar Adhal Haq Cabang IPA ( Medali Emas )
  2. Indira Khaliluna Hiswara Cabang IPA ( Medali Perak )
  3. Indira Khaliluna Hiswara Cabang Matematika ( Medali Emas )
  4. Kartika Rizky Cabang Matematika ( Medali Emas )
  5. Sabriya Amira Anindi Cabang Matematika ( Medali Perunggu )
  6. Maysa Khusnaini Cabang Matematika ( Medali Perunggu )

“Luar biasa anak-anak hebat. Tentunya prestasi ini dapat memacu semangat kalian untuk lebih mengembangkan prestasi. Selamat kepada anak-anak hebat berakhlak mulia yang telah berhasil mendapatkan medali dalam kegiatan lomba ini. Semoga prestasi ini menjadikan motivasi bagi siswa-siswi SD Muhammadiyah untuk dapat meniru kesuksesan kalian” kata Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd

 

WhatsApp Image 2021-11-04 at 13.31.17

SALATIGA – Siswa-siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali menyabet juara dalam Lomba Festival Bahasa Ibu Tingkat Kota Salatiga. Sebelumnya sebanyak 5 siswa dari SD Muhammadiyah Plus Salatiga menjadi juara 1 lomba Festival Bahasa Ibu dan berhak maju ketingkat kota.

Lomba dilaksanakan pada hari Kamis, 4 November 2021 dan bertempat di SD Negeri Ledok 2 Salatiga mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB. Sebanyak 24 siswa dan siswi perwakilan dari 4 kecamatan yang ada di Salatiga, bersang memperebutkan juara 1, 2 dan 3. Ke empat kecamatan tersebut adalah kecamatan Argomulyo, Sidomukti, Sidorejo dan Tingkir.

Pemenang lomba yang menjadi juara 1 berhak untuk maju ke tingkat provinsi. Lomba tingkat provinsi nantinya akan dilaksanakan di hotel Lor In Solo.

“Alhamdulillah siswa-siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga berhasil membawa pulang 4 kejuaraan. Mereka adalah Zara Nailah, Qotrunnada, Emir Sabanta dan Elvano Indrasakti.” ucap Hesti Widiarni, S.Pd, pembimbing anak-anak lomba.

Zara Nailah Azzahra berhasil menjadi juara 3 cabang lomba mendongeng putri, Qotrunnada Dhiya Nabilla berhasil menjadi juara 2 cabang lomba membaca geguritan putri, Emir Sabanta Mumtaz berhasil mejadi juara 2 dalam cabang lomba mendongeng putra dan Elvano Indrasakti berhasil menjadi juara 2 dalam cabang lomba menulis geguritan putra.

“Alhamdulillah anak-anak berhasil mejadi juara dalam lomba festival bahasa ibu tingkat kota. Terimakasih anak-anak hebat, kalian telah membanggakan dan mengharumkan nama SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Terus lah berkarya dan semangat untuk lebih menjuarai kejuaraan-kejuaraan yang lain” ucap kepala sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd.

Perlu diketahui bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan festival lomba yang diselenggarakan dalam rangka melestarikan bahasa jawa. Terdapat 3 cabang lomba dalam festival ini, yaitu menulis geguritan, membaca geguritan dan mendongeng.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, dan ditujukan kepada siswa-siswi SD se-Jawa. Babak penyisihan dilaksanakan mulai dari tingkat kecamatan, kemudian ke tingkat Kota dan Tingkat Provinsi.