August 31, 2026

SDM PLUS

255110948_628126361886197_6018788736436902111_n

SALATIGA – Prestasi yang membanggakan kembali diraih oleh SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Bagaimana tidak, video pembelajaran yang dilombakan dalam ajang Gebyar Gema Pertiwi Pelajar Pancasila tahun 2021 yang digelar oleh Direktorat Sekolah Dasar, berhasil membawa nama SD Muhammadiyah Plus Salatiga menjadi juara 2 umum tingkat nasional.

Gebyar Gema Pertiwi adalah puncak acara dari Gema Pertiwi dalam bentuk pemberian apresiasi terhadap karya terbaik. Gebyar Gema Pertiwi diselenggarakan pada Hari Pahlawan, 10 November 2021.Tujuan dari diadakannya acara ini adalah adalah mewadahi kreativitas dan inovasi peserta didik, pendidik, dan atau satuan pendidikan sebagai upaya internalisasi nilai-nilai Pancasila yang dituangkan dalam bentuk karya.

Pada ajang tersebut, SD Muhammadiyah Plus Salatiga melalui perwakilan pendidik ustadzah Febriyana Sukma Ramadhani dan team memenangkan kategori video pembelajaran berbasis proyek bagi pendidik dan peserta didik kelas tinggi dengan judul “Perkembangbiakan Vegetatif Janda Bolong” yang diumumkan dalam siaran langsung melalui kanal YouTube Direktorat Sekolah Dasar pada 10 November 2021 lalu di Jakarta.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd mengatakan apa yang telah diraih oleh ustadzah Nana dan team merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi sekolah dan juga Kota Salatiga.

“Ini merupakan salah satu kado terbaik bagi dunia pendidikan, terlebih lagi di momen memperingati hari pahlawan ini. Semoga apa yang dicapai pada hari ini bisa menjadi contoh bagi pendidik serta peserta didik lainnya di lingkungan sekolah dan juga Salatiga untuk ikut meraih prestasi lainnya,” kata Ainul Huri, M.Pd.

Nantinya seluruh peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos tahap seleksi administrasi termasuk para juara akan menerima e-sertifikat sebagai tanda keikutsertaan dari Direktorat Sekolah Dasar.

Khusus bagi para pemenang, akan memperoleh uang pembinaan sebesar 234 juta rupiah dibagi total 34 pemenang video terbaik dan video harapan untuk setiap kategori yang dilombakan.

“Kita berharap kedepan akan ada lagi para pendidik, siswa-siswi dan pelajar yang akan mengharumkan nama sekolah baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” harapnya.

255184979_591981728677712_7463896703535009785_n(1)

SALATIGA – Prestasi membanggakan kembali diperoleh dari Sabriya Amira Anindi. Siswi kelas 6 SD Muhammadiyah Plus Salatiga ini menjadi Juara I dalam lomba Tartil Quran Tingkat Nasional.

Lomba yang diselenggrakan oleh SMP Muhammadiyah 5 Surabaya ini bertajuk Kompetisi Generasi Cinta Islam (K-GCI). Lomba dilaksanakan secara daring dengan mengupload video ke akun instagram masing-masing peserta. Penilaian lomba di mulai dari tanggal 25-28 Oktober 2021, dan pengumuman lomba dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2021.

Kepala sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd mengapresiasi prestasi tersebut dengan memberi selamat dan motivasi.

“Selamat kepada ananda Sabriya. Semoga dengan menjuarai lomba tartil Quran ini dapat memotivasi dan muncul kesadaran dari generasi muda untuk tetap ambil bagian dalam mensyiarkan alquran. Jangan sampai keberadaan alquran semakin tergerus akibat banyak generasi muda menghabiskan waktunya dengan gadget pribadinya.” harapnya.

IMG-20211108-WA0008

SALATIGA – Siswa-siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali memperlihatkan eksistensinya dalam kejuaraan lomba. Kali ini 5 siswa berhasil memperebutkan juara dalam Kompetisi Sains Terbuka ( KST ) Ke-5 Tahun 2021.

Kompetisi Sains Terbuka ( KST ) diselenggarakan oleh Perkumpulan Pembina OSN (PPO) Jaw Tengah. Lomba ini ditujukan untuk Jenjang SD dan SMP Tingkat Wilayah dan Provinsi Jawa Tengah dan DIY Tahun 2021. Terdapat 2 cabang kategori dalam kompetisi ini, yaitu cabang sains dan matematika.

Kegiatan ini dilakukan secara rutin tiap tahunnya untuk dimaksudkan agar mendorong semangat dan daya juang peserta didik, memfasilitasi bakat dan minat untuk mencapai prestasi terbaik peserta didik di bidang sains dan matematika. Selain itu juga sebagai sarana penjaringan dan pembinaan kepada siswa-siswi berprestasi bidang sains dan matematika.

Dalam kompetisi tersebut, 5 siswa dari SD Muhammadiyah Plus Salatiga berhasil mendapatkan bebrapa medali. 1 anak berhasil mendapat medali dari cabang Sains dan 3 orang mendapat medali dari cabang Matematika sementara 1 anak berhasil mendapatkan medali dari cabang keduanya. Berikut nama siswa dan perolehan medalinya :

  1. Nazar Adhal Haq Cabang IPA ( Medali Emas )
  2. Indira Khaliluna Hiswara Cabang IPA ( Medali Perak )
  3. Indira Khaliluna Hiswara Cabang Matematika ( Medali Emas )
  4. Kartika Rizky Cabang Matematika ( Medali Emas )
  5. Sabriya Amira Anindi Cabang Matematika ( Medali Perunggu )
  6. Maysa Khusnaini Cabang Matematika ( Medali Perunggu )

“Luar biasa anak-anak hebat. Tentunya prestasi ini dapat memacu semangat kalian untuk lebih mengembangkan prestasi. Selamat kepada anak-anak hebat berakhlak mulia yang telah berhasil mendapatkan medali dalam kegiatan lomba ini. Semoga prestasi ini menjadikan motivasi bagi siswa-siswi SD Muhammadiyah untuk dapat meniru kesuksesan kalian” kata Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd

 

WhatsApp Image 2021-11-04 at 13.31.17

SALATIGA – Siswa-siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali menyabet juara dalam Lomba Festival Bahasa Ibu Tingkat Kota Salatiga. Sebelumnya sebanyak 5 siswa dari SD Muhammadiyah Plus Salatiga menjadi juara 1 lomba Festival Bahasa Ibu dan berhak maju ketingkat kota.

Lomba dilaksanakan pada hari Kamis, 4 November 2021 dan bertempat di SD Negeri Ledok 2 Salatiga mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB. Sebanyak 24 siswa dan siswi perwakilan dari 4 kecamatan yang ada di Salatiga, bersang memperebutkan juara 1, 2 dan 3. Ke empat kecamatan tersebut adalah kecamatan Argomulyo, Sidomukti, Sidorejo dan Tingkir.

Pemenang lomba yang menjadi juara 1 berhak untuk maju ke tingkat provinsi. Lomba tingkat provinsi nantinya akan dilaksanakan di hotel Lor In Solo.

“Alhamdulillah siswa-siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga berhasil membawa pulang 4 kejuaraan. Mereka adalah Zara Nailah, Qotrunnada, Emir Sabanta dan Elvano Indrasakti.” ucap Hesti Widiarni, S.Pd, pembimbing anak-anak lomba.

Zara Nailah Azzahra berhasil menjadi juara 3 cabang lomba mendongeng putri, Qotrunnada Dhiya Nabilla berhasil menjadi juara 2 cabang lomba membaca geguritan putri, Emir Sabanta Mumtaz berhasil mejadi juara 2 dalam cabang lomba mendongeng putra dan Elvano Indrasakti berhasil menjadi juara 2 dalam cabang lomba menulis geguritan putra.

“Alhamdulillah anak-anak berhasil mejadi juara dalam lomba festival bahasa ibu tingkat kota. Terimakasih anak-anak hebat, kalian telah membanggakan dan mengharumkan nama SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Terus lah berkarya dan semangat untuk lebih menjuarai kejuaraan-kejuaraan yang lain” ucap kepala sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd.

Perlu diketahui bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan festival lomba yang diselenggarakan dalam rangka melestarikan bahasa jawa. Terdapat 3 cabang lomba dalam festival ini, yaitu menulis geguritan, membaca geguritan dan mendongeng.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, dan ditujukan kepada siswa-siswi SD se-Jawa. Babak penyisihan dilaksanakan mulai dari tingkat kecamatan, kemudian ke tingkat Kota dan Tingkat Provinsi.

IMG-20210917-WA0012

SALATIGA – Memasuki akhir bulan September ini, Penilaian Tengah Semester I (PTS) mulai dilaksanakan di setiap sekolah baik sekolah negeri maupun swasta. Ditengah masa PPKM darurat ini pun, PTS tetap harus dilaksanakan secara daring.

Teknologi yang semakin maju namun harus terhalang dengan adanya masa pandemi ini tentu sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Secara tidak langsung, dunia pendidikan pun harus melek internet. Pembelajaran yang biasanya dilaksanakan secara luring kini harus dilaksanakan melalui daring.

Jika biasanya SD Muhammadiyah Plus Salatiga menggunakan Google Form sebagai media pengerjaan soal dan tugas, kali ini secara perdana SDMPLUS menggunakan program Computer Based Test (CBT). CBT merupakan salah satu sistem pelaksanaan ujian yang menggunakan media komputer untuk melaksanakannya. Mulai dari pembuatan hingga pelaksanaannya dilakukan dalam sistem komputerisasi.

Setiap siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 melaksanakan tes melalui CBT. Soal dalam CBT diberikan dalam bentuk pilihan ganda. Siswa diberikan waktu selama 90 menit untuk menyelesaikan setiap satu mata pelajaran. Setiap soal yang dikerjakan oleh siswa dibuat acak, sehingga kemungkinan saling membantu antar siswa dapat di hindari.

Untuk dapat mengikuti CBT, siswa mendapat Kartu Tes dimana dalam kartu tersebut berisi akun username dan password. Setiap siswa mendapatkan akun yang berbeda-beda.

“SD Muhammadiyah Plus Salatiga dalam melaksanakan PTS ganjil tahun ini, untuk pertama kalinya kami menggunakan program CBT. CBT yang kami lakukan termasuk dalam CBT From Home , karena pelaksanaannya dilakukan secara daring dengan perangkat komputer pribadi milik siswa.” Ungkap kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd

“Penilaian tes tengah semester yang dilaksanakan mulai hari Jumat, 17 September sampai 25 September ini dilaksanakan di masing-masing rumah siswa. Tentu saja hal ini sebagai salah satu bentuk kontribusi kami dalam mengurangi aktivitas penyebaran Covid-19, sesuai anjuran dari pemerintah.” Tambahnya.

Sementara itu menurut Endra Gunawan, S.Pd, salah satu guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengatakan bahwa pelaksanaan ujian menggunakan CBT ini dirasa lebih efisien dan dapat meningkatkan disiplin siswa. “Alhamdulillah, penggunaan CBT ini sangat bermanfaat bagi guru. Dengan menggunakan program ini, kedisiplinan anak lebih meningkat. Karena soal hanya bisa dikerjakan dalam jangka waktu 1 hari saja. Jika sudah berganti hari, soal tersebut akan hilang. Biasanya ada beberapa siswa yang terlambat mengerjakan, tentu saja hal tersebut menghambat kami. Dengan menggunakan CBT ini hampir semua siswa disiplin dan tepat waktu dalam mengerjakan soal” ucapnya.

Sudah saatnya setiap sekolah berinovasi dan mengupgrade sistem ujian dari sistem ujian PBT (Paper Based Test) ke sistem CBT. Sistem CBT sudah banyak dilaksakan di Perguruan Tinggi. Namun SD Muhammadiyah Plus Salatiga merupakan satu-satunya sekolah dasar negri di Salatiga yang melaksanakan PTS dengan sistem CBT.

Sistem ini dikembangkan tentu saja karena memiliki banyak kelebihan. Seperti untuk meminimalisasi kecurangan atau kebocoran soal yang sering terjadi pada saat ujian, mencegah keterbatasan soal, dan kerusakan pada soal. Sistem CBT akan mengurangi biaya pelaksanaan karena tentu tidak diperlukannya mencetak soal dan lembar jawaban dengan kertas, serta mengurangi biaya mengoreksi hasil ujian yang membutuhkan waktu lebih lama.

Selain itu ujian dengan sistem CBT, lebih praktis, lebih gampang dan membuat siswa lebih fokus. Tidak ribet dan lebih hemat waktu karena tidak perlu lama-lama mengisi lembar jawaban, tidak perlu menghapus kalau ada yang salah, tidak adanya kesalahan pengisisan data diri dan kode soal. Terdapat waktu di layar sehingga bisa memaksimalkan waktu yang tersedia.