August 30, 2026

SDM PLUS

WhatsApp Image 2021-07-10 at 09.47.57

SALATIGA – SD Muhammadiyah Plus Salatiga melaksanakan kegiatan awalussanah untuk siswa baru angkatan 2021/2022. kegiatan ini dilaksanakan secara virtual. Dipandu oleh ustadz Marijo dan ustadzah Novi kegiatan ini berjalan dengan lancar dan menyenangkan.

Kegiatan awalussanah ini dilaksanakan melalui zoom dan disiarkan langsung melalui kanal youtube SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Diikuti oleh ratusan siswa kelas 1 tentunya kegiatan ini sangat penting dan menumbuhkan antusias para orangtua siswa siswi baru SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Juli 2021 ini mengangkat tema “Back To School : Takhlukkan Segala Kondisi Siapkan Generasi Sakti”. Lebih memukau lagi, kegiatan ini menghadirkan Master Dongeng Indonesia yaitu Bambang Bimo Suryono atau yang akrab disapa dengan sebutan Kak Bimo. 

Dimulai dengan lantunan ayat suci Al Quran oleh ananda Nasywa Aulia siswi kelas 5, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan sambutan-sambutan dari ustadzah Ianatul Khasanah, M.Pd sebagai koordinator level 1,  Hammam, Ph.D Selaku Komite Sekolah, dan Ainul Huri, M.Pd, selaku Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Selanjutnya ditayangkan video Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Merupakan sebuah kegiatan yg umum dilaksakan disekolah setiap awal tahun pelajaran guna mengenalkan lingkungan sekolahan pada para peserta didik baru serta menyambut kedatangan para peserta didik baru, untuk melatih keberanian, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan.

Kegiatan diakhiri dengan acar mendongeng bersama kak Bimo. Acara mendongeng bersama kak Bimo ini menjadi segmen yang sangat dinanti-nanti oleh anak-anak. Mereka tampak terpukau dan sangat bergembira mengikuti acara ini. Raut wajah kebahagiaan terpancar dari wajah mereka. Meskipun dilaksanakan secara daring tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti kegiatan awalussanah ini.

“Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan menyenangkan. Awalussanah ini diadakan khusus untuk wali murid dari peserta didik baru sebagai wadah untuk memperkenalkan budaya-budaya sekolah serta menyelaraskan tujuan sekolah dengan wali murid agar dapat berjalan bersama serta beriringan.” ucap kepala sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd.

rapat kerja sd muhammadiyah plus salatiga tahun ajaran 2020/2021

SALATIGA – SD Muhammadiyah Plus Salatiga (SDMPLUS) menggelar acara The Annual Meeting atau Rapat Kerja Tahun Ajaran 2021/2022. Sebelum melaksanakan kegiatan rapat kerja, terlebih dahulu SD Muhamamdiyah Plus Salatiga mengadakan kegiatan Pra Raker yang diselenggarakan di Aula lantai 3 SDMPLUS pada Senin, 28 Juni 2021.

Kegiatan pra raker ini berisi kegiatan pembagian tugas dan Penyerahan SK Mengajar, Wali Kelas, dan Koordinator Jenjang Kelas tahun ajaran 2021/2022. Selain itu dalam kesempatan kali ini juga dibagikan reward kepada pendidik dan tenaga pendidik terpilih atas dedikasinya selama tahun ajaran 2020/2021.

Tetap ditempat yang sama, kegiatan rapat kerja tahun ajaran 2021/2022 berlangsung. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 29 hingga 30 Juni 2021. Kegiatan rapat kerja kali ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengusung tema “Tetap Berprestasi di Segala Kondisi“. Pemateri pada kesempatan kali ini adalah Hammam, Ph.D. dan Dr. H. Sugiman, M.Pd.

Kegiatan diawali dengan tadarus dan murajaah bersama dilanjutkan dengan penyampaian kultum. Selanjutnya disampaikan materi dan pembinaan dari Majelis Dikdasmen PDM Salatiga, Drs. H. Yahya Syarif tentang Jenjang Karier Guru Muhammadiyah yang sekaligus sebagai pembuka acara pada kegiatan rapat kerja.

Kepala sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd pada sambutannya di hadapan peserta raker mengajak seluruh guru dan karyawan SDMPLUS untuk tetap berprestasi di segala kondisi serta selalu semangat dan optimism menatap masa depan sekolah yang lebih baik.

“Meski kita sedang diera pandemi, tapi kita harus tetap menciptakan prestasi. Oleh karena itu pendidik dan tenaga pendidik SDMPLUS harus selalu semangat dan optimis menyongsong masa depan dengan successful collaboration,” ucapnya.

Senada dengan Ainul Huri, M.Pd , Komite SD Muhammadiyah Plus Salatiga Hammam, P.h.D , sekaligus sebagai pemateri pada hari pertama mengatakan bahwa guru itu adalah pembelajar. Guru yang baik harus selalu belajar. Apapun kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun. “Jangan biarkan pikiran kita menganggur. Kita harus tetap produktif untuk menciptakan prestasi. Pandemi ini mengajak kita untuk tetap belajar. Bagaimana menciptakan pembelajaran dan mengajar yang kreatif” lanjutnya.

Sementara itu Dr. H. Sugiman, M.Pd pemateri pada hari kedua menyampaikan materi tentang Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Pemilihan materi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para pendidik dan sekolah untuk mempersiapkan diri menghadapi AKM sebaga pengganti UN.

Kegiatan rapat kerja yang berlangsung selama dua hari ini menghasilkan keputusan-keputusan dari masing-masing bidang komisi. Pada hari pertama dilaksanakan rapat komisi dan pada hari kedua dilaksanakan pleno atau penyampaian hasil rapat komisi.

Komisi SD Muhammadiyah Plus Salatiga terdiri dari Komisi Kurikulum, Komisi ISMUBARIS, Komisi Kesiswaan, Komisi SARPRAS, Komisi Ketenagakerjaan, dan Komisi Humas. Pada tahun ini SD Muhammadiyah Plus Salatiga menambah satu bidang komisi yaitu bidang hubungan masyarakat (Humas).

”Alhamdulillah, rapat kerja SD Muhammadiyah Plus Salatiga berjalan lancar dan sukses. Dengan merumuskan beberapa program baru yang terkait dengan inovasi baru yang bisa dikembangkan oleh sekolah, baik para guru maupun anak didik kami. Bismillah, SD Muhammadiyah Plus Salatiga sebagai sekolah rujukan daring dan luring Jawa Tengah siap untuk menyongsong tahun ajaran baru 2021/2022. Semoga rapat kerja yang telah dilaksanakan dan diputuskan kali ini berjalan dengan maksimal dan diridai Allah SWT. Aamiin,” tutur Ainul Huri, M.Pd.

zoom bersama dian legget

SALATIGA – Kesan heran langsung terlihat pada wajah anak-anak Attadale Primary School of Perth, Western Australia. Saat memulai pertemuan daring (virtual meeting) dengan peserta didik SD Muhammadiyah Plus Salatiga. “Kenapa anak-anak di Indonesia memakai penutup wajah?” kata salah satu siswa Attadale Primary School. Diantara mereka langsung meminta dengan polos agar anak-anak dari SD Muhammadiyah Plus membuka masker supaya dapat mengenal wajah.

Rupanya karena anak sekolah di Australia khususnya kota Perth sudah lama menjalani aktifitas sekolah secara normal. Tanpa masker, tanpa jaga jarak, tanpa dibatasi kerumunan atau protokoler kesehatan lainnya. Segala aktifitas di sekolah maupun di luar sekolah sudah kembali normal. Aktifitas masyarakat juga sudah berjalan normal. Saat ke luar rumah sudah tidak memakai masker, kegiatan berkerumun juga sudah diizinkan, bahkan sekolah tidak pernah libur berkepanjangan, dan tidak pernah mengalami on line learning. Kota Perth benar-benar sudah lama dalam kondisi zero transmission Covid. Demikian kata Ms. Dian Leggett salah satu guru di Attadale Primary School Pert- Western Australia.

Pertemuan virtual kali ini bertema “Cross Culture Virtual Meeting”, melanjutkan kerjasama antar dua sekolah beda negara yang telah lama dijalin. Pertemuan digelar dengan menggunakan aplikasi webex. Aplikasi pertemuan jarak jauh (telekonferensi) yang direkomendasikan oleh otoritas negara di sana. Pemerintah Australia salah satu negara yang memiliki komitmen kuat melindungi warga negaranya dengan tidak mudah menggunakan aplikasi yang belum recommended.

Meskipun suasana libur akhir tahun ajaran, anak-anak SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga begitu antusias hadir di sekolah yang diantar oleh orang tua. Peserta yang mengikuti dibatasi dengan mempertimbangkan protokol kesehatan Covid-19. Peserta didik di Attadale Primary School Perth juga terlihat sangat antusias mengikuti silaturahim antar negara ini walau harus menyita waktu istirahat sekolah mereka. Mereka saling bertanya banyak tentang kegiatan masing-masing. Salah satu peragaan yang dilakukan oleh anak-anak di Perth yaitu mengenalkan olah raga yang tidak ada di Indonesia yaitu permainan “Kriket”. Mereka mengenalkan alat yang digunakan, pemain, aturan main, bahkan memperagakan secara virtual di depan layar.


Kegiatan ini rencananya akan diadakan secara rutin bersama Indonesian Club yang ada di sekolah tersebut. Tentu saja SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga menyambut dengan sangat senang, karena dengan program ini dapat memberikan pengalaman menarik dan memperluas wawasan internasional.

Kontributor berita: Marijo/Wiwik

WhatsApp Image 2021-06-20 at 12.34.43

SALATIGA – SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali mengadakan acara Akhirussanah sebagai agenda akhir siswa kelas VI tahun ajaran 2020/2021. Berbeda dari tahun sebelumnya, acara Akhirussanah tahun ini diadakan secara virtual mengingat pandemi covid-19 belum juga berakhir. Kendati demikian, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme para siswa dalam mengikuti agenda ini.

Acara yang dilaksanakan hari Sabtu, 19 Juni 2021 tersebut diikuti oleh 148 siswa. Sebelumnya pada hari Selasa, 15 Juni 2021 SD Muhammadiyah Plus Salatiga melaksanakan pengumuman kelulusan secara virtual online melalui zoom dan live youtube. Kegiatan diawali dengan murajaah bersama yang kemudian dilanjutkan dengan pengumuan kelulusan.

Seluruh siswa kelas VI telah menyelesaikan masa studinya selama 6 tahun. Pelaksanaan ujian sekolah pun dilaksanakan pada tanggal 26 April hingga 3 Mei 2021 secara daring. Meskipun pelaksanaan ujian sekolah bersamaan dengan bulan puasa, tidak menghalangi semangat siswa kelas VI untuk mengerjakan ujian dengan maksimal. Hal ini terbukti dengan diperolehnya nilai sempurna.

Kebanggaan menjadi milik keluarga besar SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Sebanyak 5 siswa mendapat nilai 100 untuk mata pelajaran Matematika. Mereka adalah, Afnan Faalah, Almira Zamly Az Zahra, Kaaf Hibran Fatah dan Diandra Mirza. Dan Naura Hamiza Susanto menjadi satu-satunya siswa yang mendapatkan nilai 100 untuk mata pelajaran IPA.

“Walapun belajar di tengah pandemi tidak menghalangi semangat seluruh siswa dan guru untuk memberikan prestasi terbaiknya. Di momen yang membahagiakan ini juga disampaikan rata-rata tertinggi. Diperoleh oleh 2 srikandi cantik, yaitu Malfa Hesiana Kalya putri dan Almira Zamly Az Zahra. Keduanya memperoleh nilai rata-rata yang sama, yaitu 97.” ucap kepala sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd.

Selain diikuti oleh para siswa, kegiatan Haflah Akhirussanah ini juga diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Yuni Ambarwati, SH, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Salatiga, Dr.H Imam Sutomo, M.Ag, serta Majelis Dikdasmen PDM Kota Salatiga, Drs.Yahya Syarif secara daring. Selain itu pada kesempatan kali ini juga dilaksanakan Launching Buku Karya Pendidik dan Tenaga Kependidikan SD Muhammadiyah Plus Salatiga. 

Buku yang dilaunchingkan berupa goresan karya dari tenaga pendidik dan pendidikan SD Muhammadiyah Plus Salatiga, seperti Buku Cerita, Kamus Bahasa Jawa, kumpulan puisi dan pantun serta kumpulan cerita pendek.

Acara akhirussanah ini diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh ananda Raditya Dwi Wicaksono, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari kepala sekolah, perwakilan wali murid, Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga dan PDM Kota Salatiga. Prosesi wisuda dipimpin oleh Dwi Wuryandari, M.Pd dan Nur Ida Fitriyaningsih, S.Pd.

Ainul Huri, M.Pd berpesan kepada seluruh siswa yang telah diwisuda agar tetap menjalankan amalan-amalan sebagaimana yang telah mereka dapatkan ketika masih menjadi siswa di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Beliau juga berharap para siswa bisa menjadi generasi yang ‘alim rabbani, yaitu generasi yang tidak hanya berpengetahuan luas tetapi juga dibekali ilmu agama yang cukup.

“Selamat kepada anak-anak yang telah di wisuda. Kalian telah lulus dari sekolah dasar dan siap untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya. Jangan lupa untuk tetap belajar, kebiasaan-kebiasaan baik yang kalian pelajari selama di SD Muhammadiyah Plus Salatiga ini jangan di lupakan. Tetap menjadi anak yang cerdas berakhlak mulia.” pesan Ainul Huri, M.Pd

193154055_133880865376418_6998412825358672182_n

SALATIGA – Dua guru mata pelajaran IPA dari SD Muhammadiyah Plus Salatiga raih prestasi membanggakan di tengah pandemi Covid-19. Mereka berhasil meraih juara pada Olimpiade Guru Sains (OSG) Tingkat Nasional. Ini merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Kilinik Pendidikan MIPA ( KPM ) untuk guru SD sederajat yang berprestasi.

Mereka adalah Syafiah Isnani, S.Pd berhasil meraih Silver Medal dan Ulim Masdiqoh, S.Pd berhasil meraih Bronze Medal.

Kegiatan kompetisi ini dilaksanakan pada 23 Mei 2021 secara daring. Hasil juara kompetisi ini diumumkan pada Jumat, 28 Mei 2021 melalui portal online KPM.

“Prestasi yang berhasil dicapai oleh guru SD Muhammadiyah ini merupakan hal yang membanggakan kita bersama. Bagaimana tidak, di tengah pandemi seperti ini guru madrasah tetap menorehkan prestasi yang prestisius, apalagi olimpiade ini diselenggarakan dengan daring, tentunya akan membawa nilai-nilai positif dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ),” kata kepala sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd

Anul Huri mengucapkan selamat atas prestasi yang telah diraih . Ia juga menyampaikan terima kasih atas upaya tetap terlaksananya pembelajaran di sekolah pada situasi pandemik ini.

Ia juga berharap prestasi ini juga menjadi fighting spirit dan mampu menginspirasi bagi guru-guru lainnya untuk lebih berprestasi dan mengembangkan kompentensi diri. “Alhamdulillah, tentunya prestasi ini menjadi tambahan daftar guru berprestasi di sekolah kami, sehingga juga akan menjadi nilai plus dalam guru-guru kami mentransfer ilmunya nanti kepada para siswa. Tentunya semangat ini bisa ditularkan kepada guru-guru yang lain agar mereka termotivasi dan lebih mengembangkan kompetensi mereka masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu Syafiah Isnani, S.Pd saat ditemui mengungkapkan bahwa ia ingin terus mengukir prestasi sebanyak mungkin. Ia ingin memberikan contoh kepada murid-muridnya bahwa tidak hanya meminta para siswa untuk terus berprestasi, tetapi sebagai guru, pendidik, dan pendamping mereka, ia harus memberi semangatt dengan cara memberi contoh terlebih dahulu.

“Terima kasih atas doa dan dukungan rekan-rekan guru. Saya sangat bersyukur dapat menyumbangkan prestasi untuk sekolah,” ucapnya.