August 31, 2026

SDM PLUS

WhatsApp Image 2021-03-29 at 08.52.30

SALATIGA – Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit, M.Si berkunjung ke kampus SD Muhammadiyah Plus Salatiga pada hari Jumat , 26 Maret 2021.

Bersama dengan ajudannya dan beberapa tamu penting yang lain, rombongan sampai di halaman SD Muhammadiyah Plus Salatiga pukul 13.00 WIB.  Rombongan disambut langsung oleh Kepala Sekolah, Ainul Huri, M.Pd dan diterima langsung di ruangannya.

Setelah bercakap-cakap sejenak dan saling bertukar informasi, rombongan menuju Gedung Aula Serba Guna yang berada di lantai 3. Selanjutnya rombongan diajak untuk berkeliling ruangan kampus SD Muhammadiyah. Ruangan Edutainment dan Studio Pembelajaran pun tak luput di kunjungi oleh Dance Ishak dan rombongan.

Dalam kunjungannya kali ini, Dance Ishak mengaku sangat bangga kepada SD Muhammadiyah Plus Salatiga. “Saya sangat bangga sebagai orang Salatiga dan sangat mengapresiasi setinggi-tingginya terhadap sekolah ini. Kita punya satu SD yang punya kreatifitas luar biasa. Bahkan di tengah-tengah pandemi ini bisa meraih banyak prestasi. Walaupun pandemi prestasi tetap jalan. Itulah SD Muhammadiyah Plus Salatiga”

“Saya berharap sekolah-sekolah lain di Salatiga mampu meniru kreatifitas dan inovasi pembelajaran di SD ini” imbuhnya.

Kegiatan berlangsung selama hampir 3 jam dan selesai pukul 16.00. Di akhir acara tersebut Ainul Huri, M.Pd memberikan bingkisan berupa beberapa buku yang ditulis oleh guru dan kepala sekolah dari SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

 

 

WhatsApp Image 2021-03-24 at 11.20.52

SALATIGA – Sebanyak 5 guru dari SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengikuti kegiatan Belajar Bersama Radio Suara Salatiga (BEBASS). 

Kelima guru tersebut adalah Triyono, S.PdI, Rifa Asqowi, S.Pd, Nurul Hidayati, M.Pd, Ani Irawanti, M.Pd, Marijo, M.Pd, Ria Amalia Solikhah, S.Pd, dan Aji Prasetyo, S.Pd. Mereka adalah guru PAI, PJOK dan guru kelas. 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Salatiga, Diskominfo Salatiga yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan  Kota salatiga serta musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) Salatiga.  Hal ini bertujuan untuk membantu siswa-siswi dalam belajar mata pelajaran secara online.

Kegiatan BEBASS ini perdana dimulai tanggal 31 Agustus 2020. Ada 3 jenjang untuk siaran. Yaitu SD, SMP dan SMA. Untuk jenjang SD sendiri siaran dimulai pukul 08.00 – 09.00 WIB setiap hari Senin sampai Sabtu. Beberapa guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga sudah mulai melaksanakan siaran, untuk guru yang belum siaran mereka sudah dijadwalkan untuk siaran.

Pada Senin, 15 Maret 2021 Ria Amalia Solikhah melakukan siaran di Radio Suara Salatiga. Ia on air bersama dengan rekannya bernama Rani Apriliyanasari, S.Pd dari SD Mangunsari 1 Salatiga. Mereka membawakan materi IPA kelas 5 tentang siklus air.

“Pembelajaran tidak hanya dapat diperoleh dari tatap muka tetapi dapat dilakukan pembelajaran dalam jaringan (daring). Masa pademi Covid 19 ini pengetahuan yang diperoleh oleh para siswa di Salatiga tidak hanya berasal dari pembelajaran daring melalui classroom, youtube atau whatsapp, melainkan juga diperoleh dengan mendengarkan acara BEBASS di radio suara salatiga 99.9 FM.” ucap Ria.

Ia juga menambahkan bahwa langkah yang ditempuh oleh pemerintah untuk mengadakan acara ini sudah sangat baik. “Ini adalah inovasi pembelajaran yang sangat bagus dibentuk oleh pemerintah kota Salatiga. Harapan saya semoga anak-anak dirumah bisa mengikuti pembelajaran lewat radio ini. Anak-anak bisa belajar dengan guru dari sekolah lain. Tetap semangat dan selalu patuhi protokol kesehatan.” ungkapnya.

 

 

WhatsApp Image 2021-03-18 at 05.30.43

SALATIGA – Sejumlah 3 siswa dari SD Muhammadiyah Plus Salatiga berhasil menjadi juara dalam ajang Lomba Dimsa Fair Tingkat Nasional yang diselenggarakan pada tanggal 12 Maret 2021 secara virtual.

Dimsa Fair merupakan kegiatan dalam pendidikan yang diselenggarakan oleh SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen. Dimsa Fair menawarkan kesempatan bagi semua peserta untuk meningkatkan kompetensi mereka, melalui berbagai kompetisi yang diselenggarakan. Kompetisi untuk peserta dirancang untuk mengukur kemampuan mereka dengan bersaing dengan peserta lain,meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri anak-anak.

Beberapa cabang lomba dilombakan dalam Dimsa Fair tahun 2021 ini, dibagi menjadi 3 kategori besar yaitu Keagamaan, Akademik, Seni dan Olahraga. Lomba ini diikuti oleh siswa-siswi SD yang ada di Indonesia. SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengikutkan 3 siswa nya dalam cabang lomba Keagamaan yaitu Pildacil dan cabang lomba Akademik IPA dan ketiga-tiganya mendapatkan juara.

Dalam cabang lomba Pildacil M.Zidan Almas Daud berhasil menjadi juara 1 dan Zara Nailah berhasil menjadi juara 2. Sementara itu Nazar Adhal Haq berhasil menjadi juara 2 dalam cabang lomba Akademik IPA. M.Zidan dan Nazar adalah siswa kelas 5 dan Zara Nailah adalah siswa kelas 4.

“Alhamdulillah prestasi tiada henti. Semangat anak-anak hebatku. Prestasi ini adalah sebagai bukti bahwa di masa pandemi pun siswa-siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga tetap berkarya meraih prestasi” kata Ainul Huri, M.Pd, kepala sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

 

 

 

 

WhatsApp Image 2021-03-16 at 09.48.51

SALATIGA – Dalam rangka persiapan Akreditasi Perpustakaan SD Muhammadiyah Plus Salatiga, pada hari Rabu, 3 Maret 2021 diadakan visitasi, pembinaan dan pendampingan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga. 

Tujuan akreditasi perpustakaan adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat (permusta) terhadap kinerja perpustakaan serta menjamin konsistensi kualitas kegiatan perpustakaan SDMPLUS Salatiga. Sedangkan manfaat untuk perpustakaan yang di akreditasi adalah meningkatkan motivasi lembaga perpustakaan serta sumber daya manusianya untuk meningkatkan kinerjanya.  

Sementara tujuan dari kunjungan yang dihadiri oleh 6 orang ini bertujuan untuk mencocokkan data yang ada dalam kuesioner dan melihat perpustakaan SD Muhammadiyah Plus Salatiga serta wawancara dengan pustakawan mengena persiapan akreditasi perpustakaan.

“Semoga dari kunjungan hari ini perpustakaan SD Muhammadiyah Plus Salatiga mendapatkan akreditasi yang terbaik” ucap Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri, M.Pd

IMG_0087

SALATIGA – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud ) pusat kunjungi kampus SD Muhammadiyah Plus Salatiga terkait dengan kesiapan pembelajaran tatap muka di masa adaptasi kebiasaan baru pada Senin, 8 Maret 2021.

Sebanyak 5 orang perwakilan mulai memasuki kawasan SD Muhammadiyah Plus Salatiga pada pukul 10.00 WIB dan di terima langsung oleh kepala sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga di ruang kepala sekolah. Mereka adalah perwakilan dari Kemendikbud Jakarta, Pengawas Sekolah Dasar Kota Salatiga dan Dinas Pendidikan Kota Salatiga.

Sebelumnya, pemerintah telah membuat Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 yang diterbitkan pada tanggal 20 November 2020.

Dalam SKB tersebut, diantaranya tertuang kebijakan pemberian izin Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di satuan pendidikan pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/202 yang akan berlangsung mulai bulan Januari 2021. Akan tetapi sampai saat ini kebijakan tersebut belum terealisasikan, pembelajaran tetap dilaksanakan melalui daring. 

Oleh karena itu , Kemendikbud mulai melaksanakan supervisi dan monitoring ke sekolah yang telah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. SD Muhammadiyah Plus Salatiga menjadi salah satu sekolah perwakilan di Salatiga yang ditunjuk oleh Kemendikbud terkait persiapan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Dalam menyikapi SKB 4 Menteri mengenai pembelajaran tatap muka, kami sudah mempersiapkan beberapa langkah. Salah satunya mendata ketersediaan sarana kebersihan dan kesehatan. Jika ada kekurangan atau belum tersedia maka sekolah bersama yayasan akan memenuhi kekurangan tersebut,” ucap Ainul Huri, M.Pd , Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Langkah selanjutnya dalam persiapan PTM, SD Muhammadiyah Plus Salatiga juga memastikan sekolah mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu juga berkoordinasi untuk dapat bekerjasama dengan puskesmas atau klinik terdekat. Sebagai pemetaan terhadap aspek kesehatan (comorbid​ control​), akses transportasi dan riwayat perjalan peserta didik beserta keluarganya, sekolah mengirimkan survey google​ form​ untuk diisi terkait hal-hal tersebut.

“Selain itu kami juga mengumpulkan data atas informasi persetujuan dari orang tua peserta didik melalui survey google form​,” imbuhnya.

Sementara dari aspek transportasi, Ainul Huri melanjutkan seluruh peserta didik menggunakan kendaraan pribadi baik itu mobil maupun motor. 

“Untuk kelengkapan peserta didik seperti masker, face​ shield, hand sanitizer dan kebiasaan hidup sehat dan bersih pun juga sudah sangat baik. Berdasarkan hasil survey  form persetujuan orang tua siswa berkaitan dengan PTM sebagian besar orangtua siswa setuju diadakan pembelajaran tatap muka, dimana hasil surveynya itu 89 % bersedia dan 11 % tidak bersedia,” papar Ainul Huri.

“Kami telah melaksanakan sosialisasi kepada orangtua siswa dengan tujuan untuk menyamakan persepsi dan menjadi acuan bagi kami dalam pengambilan keputusan dari pihak sekolah untuk menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka. Kami sejauh ini telah mengupayakan dan siap jika Pembelajaran Tatap Muka jadi dilakukan dengan segala ketentuan atau syarat yang harus dipenuhi,” pungkasnya. 

Sementara itu menurut RR. Endang Retno S.Y, S.E perwakilan dari Kemendikbud, dari hasil kunjungan pada hari ini mengatakan bahwa SD Muhammadiyah Plus Salatiga sudah sangat siap untuk pembelajaran tatap muka. Dilihat dari fasilitas-fasilitas yang ada sudah sangat sesuai dengan protokol kesehatan. 

“Saya sangat berkesan dengan SD Muhammadiyah Plus Salatiga. SD ini sudah sangat baik dalam mengelola pembelajaran selama masa pandemi covid-19. Semoga pembelajaran di SD ini bisa ditiru dan di modifikasi oleh SD yang lain di Salatiga. Kita berdoa semoga pendidikan di Salatiga bisa segera memulai tatap muka. Kalau SD yang lain protokoler kesehatannya sama seperti SD Muhammadiyah ini sepertinya Salatiga sudah siap ya untuk memulai pembelajaran tatap muka” ucapnya mengakhiri kunjungan pada hari ini.