August 30, 2026

SDM PLUS

juara

SALATIGA – Sebanyak 6 kejuaraan berhasil diraih oleh siswa siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga dalam ajang kejuaraan MPLUS CUP DIGIMON yang diumumkan pada hari Kamis, 25 Februari 2021.

Ada 7 cabang lomba yang diikuti oleh para siswa-siswi dalam lomba yang diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah Plus Gunung Pring Magelang ini. Ketujuh cabang lomba itu adalah Pildacil, Tilawah, News Reading, Olimpiade MIPA, Baca Puisi, dan Cipta Puisi. SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengikutkan para siswa-siswinya mengikuti ke tujuh cabang lomba yang diadakan.

Dari ke tujuh cabang lomba , sebanyak 6 siswa berhasil menjuarai 2 cabang lomba tersebut. Yang lebih membanggakan dari cabang lomba MIPA IPA, juara 1,2, dan 3 nya berhasil diraih oleh siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Cabang lomba MIPA Matematika juara 1 dan 2 pun berhasil di sabet oleh kedua siswa SDMPLUS Salatiga, sementara cabang lomba Pildacil siswa SDMPLUS Salatiga berhasil menduduki juara 2.

Mereka adalah siswa-siswi berbakat yang dimiliki oleh SDMPLUS Salatiga. Dari cabang MIPA IPA, Juara 1 diraih oleh Nazar Adhal Haq,  juara 2 diraih oleh Rizky Orvala, dan juara 3 diraih oleh Diandra M. Dalam cabang lomba MIPA Matematika Sabriya Amira berhasil menjuarai juara 1 dan Kartika Rizky berhasil menjadi juara 2. Sementara Zara Nailah berhasil menjadi juara 2 dalam cabang lomba Pildacil.

“Alhamdulillah prestasi tiada henti. Selamat kepada anak-anak hebat dan para pelatihnya. Tetap semangat. Semoga dengan banyaknya kejuaraan yang siswa-siswi raih dapat menjadikan motivasi dan menginspirasi siswa-siswi yang lain untuk semangat belajar meraih prestasi” ucap Kepala Sekolah SDMPLUS Salatiga, Ainul Huri, M.Pd

perwakilan kepala sekolah sd muhammadiyah sekolah launching buku Jangan Katakan Nanti

SALATIGA – Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) Muhammadiyah Jawa Tengah mengadakan kegiatan  agenda rapat kerja dan pembinaan serta melaunchingkan sebuah buku dengan judul  Jangan Katakan Nanti.

Dalam kegiatan rapat kerja tahun 2021 ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berkesempatan menjadi tuan rumah. Bertempat di lantai 3 gedung aula serba guna kegiatan ini berlangsung.

Kegiatan FKKS yang berlangsung pada tanggal 22-23 Februari 2021 ini diikuti oleh perwakilan kepala sekolah SD/MI Muhammadiyah dari 35 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah. Hadir pula dalam acara tersebut Pamuji Raharjo, M.Pd  sebagai Ketua FKKS SD/MI Jawa Tengah, Dr.Iwan Junaedi, M.Pd selaku ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Salatiga Drs. H. Yahya Syarif, serta Sutomo, M.Ag selaku Direktur Perguruan Muhammadiyah.

Tujuan utama dari FKKS guru SD/MI Muhammadiyah tahun ini adalah kegiatan launching buku “JANGAN KATAKAN NANTI” dan Pembinaan dari Majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah. Buku yang di launching kan adalah kumpulan hasil karya dari para Kepala Sekolah SD/MI Muhammadiyah Jawa Tengah. Buku tersebut berisi tulisan tulisan kreatif dan inspiratif mengenai pengelolaan pendidikan di era masa kini. Dengan dilaunchingnya buku ini diharapkan dapat memajukan gerakan Muhammadiyah

Acara dibuka oleh penampilan Band dari guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Selanjutnya para peserta FKKS dibuat takjub dan terpukau dengan penampilan dari Tari Saman Tim Saman (Ratansa) yang dimiliki oleh SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Pukul 11.00 acara launching buku dan pembinaan oleh majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah Dr.Iwan Junaedi, M.Pd dilaksanakan. Dalam pembinaan tersebut ia mengajak kepada para kepala sekolah untuk menggerakan para guru agar mau menulis dan semangat berliterasi. “Menulis itu mudah yang sulit adalah ketika kamu tidak mampu mengusir rasa malas untuk mengembangkan kreatifitasmu. Menulislah dari inspirasi-inspirasi.” ungkapnya

Pamuji Raharjo,M.Pd selaku ketua Forum komunikasi kepala SD/MI Muhammadiyah Jawa Tengah menyampaikan bahwa prinsip dasar FKKS Jawa tengah adalah bekerja dan mengabdi untuk bangkitnya sekolah-sekolah Muhammadiyah.Ia juga menambahkan sudah saatnya sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk maju bersama bergerak bersama untuk memajukan gerakan Muhammadiyah. Senada dengan Dr. Iwan Junaedi, M.Pd , ia juga mengajak para kepala sekolah dan guru untuk menggerakkan literasi yang baik. “Tinggalkan rasa malas untuk menulis. Dimana ada kemauan disitu ada jalan.” tambahnya.

Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Salatiga Drs. H. Yahya Syarif dalam sambutannya mengatakan bahwa kepala sekolah yang hebat adalah kepala sekolah yang mampu menerjemahkan kata-kata dari pimpinannya. Kata tersebut di aplikasikan dalam beberapa kegiatan sehingga menghasilkan kehebatan disekolah.

Salah satu kehebatan tersebut adalah dengan adanya budaya literasi. Budaya literasi haruslah di kembangkan. Para kepala sekolah dasar Muhammadiyah di  Jawa Tengah ini sudah membuktikan dengan telah diterbitkannya buku yang mampu memberikan motivasi dan spirit bagi para pembaca untuk selalu semangat memajukan sekolah dan madrasah yang dipimpin.

Prof. Harun Joko Prayitno, Anggota Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah mengapresiasi buku tersebut. “buku bertajuk “Jangan Katakan Nanti” yang disusun oleh Tim FKKS SD/MI Muhammadiyah ini menjadi landasan pokok dalam mengembangkan pendidikam holistik IV untuk pendidikan berkehidupan, bermasyarakat, dan menjadi pijakan penting dalam menyiapkan pendidikan yang bertumpu pada learning to do di era pendidikan global. Kalau anda ingin membangun sekolah yang inovatif, progresif, dan distingtif, maka bacalah buku ini secara menyeluruh.”

Ainul Huri, M.Pd kepala sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga sekaligus salah satu penulis buku tersebut berharap setelah diadakannya FKKS ini dapat menambah semangat para generasi Muhammadiyah yang lain untuk mengembangkan budaya menulis dan berliterasi. “Mari generasi Muhammadiyah kita kembangkan semangat berliterasi disekolah kita. Dengan adanya semangat literasi mampu membuat sekolah kita menjadi maju, sesuai dengan tujuan Muhammadiyah kita yaitu Islam yang berkemajuan. Semoga dengan diadakannya launching buku ini dapat membakar semangat kita untuk terus berliterasi”

WhatsApp Image 2021-02-20 at 16.23.26

SALATIGA – Sebanyak 9 orang peserta studi banding dari SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus nampak datang ke kampus SD Muhammadiyah Plus Salatiga pukul 10.00 pada hari Sabtu, 20 Februari 2021.

Ke sembilan peserta tersebut adalah kepala sekolah, 4 guru dan 4 Tim Information Technology SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus. Mereka datang dari Kudus dengan tujuan untuk melakukan  studi banding dengan Tim Unggulan yang ada di SD Muhammadiyah Plus Salatiga yaitu Tim Edutainment SDMPLUS Salatiga.

Peserta studi banding diterima langsung oleh kepala sekolah SDMPLUS Salatiga, Ainul Huri. Setelah saling bertukar informasi para peserta pun berkeliling ruangan yang ada di sekolah dipandu oleh Ainul Huri.

Tujuan utaman ruangan yang dituju adalah Studio Pembelajaran SDMPLUS Salatiga. Mereka melihat secara langsung studio pembelajaran yang berfungsi sebagai tempat pengambilan gambar, syuting dan kegiatan zoom meeting. Selanjutnya para peserta mengunjungi ruangan Tim Edutainment SDMPLUS Salatiga yang berfungsi sebagai tempat mengedit video-video pembelajaran. Dari tangan-tangan kreatif Tim Edutainment itulah berbagai macam video menarik berhasil dibuat.

“Selain video pembelajaran, beberapa program yang dihasilkan dari Tim Edutainment kami adalah SDMPLUS dalam berita, Sirah Nabawi, Ekstrakurikuler Virtual, dan program unggulannya Pak Dhe Manto.” ucap Kepala Sekolah SDMPLUS Salatiga, Ainul Huri.

Ia juga menambahkan bahwa prinsip utama dari Tim Edutainment adalah hiburan yang mengedukasi. “Program-program yang kami hasilkan bertujuan untuk mengedukasi para siswa dalam bentuk hiburan yang menarik.” tambahnya.

Sementara itu kepala sekolah SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Jamaluddin Kamal menjelaskan bahwa pihaknya melakukan studi banding di SD Muhammadiyah Plus Salatiga ini bertujuan untuk mencari informasi dan belajar bersama bagaimana proses pembelajaran virtual yang ada di sekolah ini.

“Kami ingin belajar banyak dari sekolah ini, bagaimana proses pembelajaran dimasa pandemi seperti sekarang ini. Bagaimana mengolah pembelajaran yang menarik. Kami lihat produk yang dihasilkan dari Tim Edutainment SD Muhammadiyah Plus Salatiga sangat bagus dan menarik.” ucap Jamal.

Setelah mengunjungi studio pembelajaran dan ruangan Tim Edutainment selanjutnya para peserta juga berkeliling dan melihat-lihat ruangan kelas SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Kegiatan diakhiri dengan pemberian cindera mata dan berfoto bersama.

DSC00009

SALATIGA – Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten ( PDM Klaten) mengadakan studi banding dengan Tim Edutainment SD Muhammadiyah Plus Salatiga pada Selasa , 16 Februari 2021. Secara khusus kunjungan ini adalah untuk mempelajari bagaimana pembelajaran daring yang ada di sekolah ini.

Kunjungan yang dilakukan adalah sebagai bentuk program kerja Majelis Dikdasmen PDM Klaten tahun 2021 yang sudah diputuskan dalam hasil rapat bersama antara Jaringan Sekolah Muhammadiyah (JSM),  Komunikasi Kepala Sekolah (K2S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Tentu bukan tanpa alasan Majelis Dikdasmen PDM Klaten memilih mengunjungi SD Muhammadiyah Plus Salatiga sebagai tempat studi banding pembelajaran daring. SD Muhammadiyah Plus Salatiga memiliki guru-guru yang profesional, studio pembelajaran serta Tim Edutainment yang menunjang pembelajaran daring di sekolah ini.

Diakui oleh Drs. H. Abdul Salim, M.Ag, bahwa SD Muhammadiyah Plus Salatiga adalah sekolah unggulan di Kota Salatiga. Sekolah yang memiliki kreatifitas dan mampu mengembangkan pembelajaran daring yang inovatif di masa pandemi saat ini.

“SD Muhammadiyah ini keren dan hebat. Punya studio pembelajaran yang belum tentu dimiliki oleh sekolah-sekolah yang lain. Terlebih sekolah ini mempunyai tim edutainment yang mampu menghasilkan video pembelajaran serta video video lain yang kreatif dan menarik” ucapnya.

Kunjungan yang dihadiri oleh 14 peserta ini diterima secara langsung di aula sekolah oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri. Ke 14 peserta tersebut terdiri dari Pengurus Majelis Dikdasmen PDM Klaten, serta para kepala sekolah SD/MI, SMP dan SMA Muhammadiyah di Klaten. Selain itu hadir pula dalam kegiatan tersebut Drs.H. Yahya Syarif Ketua Majelis Dikdasmen Kota Salatiga dan Sutomo, M.Ag Direktur Perguruan Muhammadiyah Salatiga.

“SD Muhammadiyah ini adalah sekolah favorit di kota Salatiga. Banyak program dan kegiatan menarik yang dimiliki oleh SD ini.” ucap Yahya Syarif dalam sambutannya.

Selanjutnya, Setelah bertukar informasi peserta rombongan diajak berkeliling komplek sekolah unggulan di bawah pimpinan Kepala Sekolah, Ainul Huri untuk melihat langsung dengan mengunjungi studio pembelajaran SD Muhammadiyah Plus Salatiga yang terletak di lantai 2. Mereka menilik ketiga studio yang sudah lengkap dengan alat-alat untuk persyutingan dan green screennya. Tak lupa mereka juga melakukan wawancara dengan Tim Edutainment terkait dengan pembuatan video pembelajaran daring.

“Alhamdulillah terimakasih atas kunjungan yang dilakukan di sekolah kami. Semoga dengan adanya kunjungan studi banding ini mampu meningkatkan kerjasama dalam amal Muhammadiyah. Kami juga berharap setelah adanya studi banding ini sekolah sekolah Muhammadiyah di Klaten dapat lebih berinovasi dan termotivasi dalam menciptakan pembelajaran daring yang kreatif.” ujar Ainul Huri.

Melalui kegiatan tersebut Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Kahuman, Hamzah Triwijaya, S.Ag., M.S.I berharap setelah adanya studi banding ini akan ada perubahan yang signifikan pada pengelolaan pembelajaran di madrasahnya. Bagaimana pembuatan video pembelajaran yang menarik untuk kegiatan belajar mengajar secara daring. Dengan demikian para siswa tidak bosan dengan pembelajaran dimasa pandemi saat ini. Ia menyadari bahwa untuk menunjang kegiatan daring yang menyenangkan saat ini dibutuhkan kekompakan bersama antar warga sekolah sebagai sebuah team work yang hebat atau super team.

Di akhir kegiatan tersebut acara diakhiri dengan saling bertukar cinderamata dan berfoto bersama.

WhatsApp Image 2021-02-06 at 16.23.33

SALATIGA – 4 siswi yang tergabung dalam 2 tim murrotal dan saritilawah yang dikirim SD Muhammadiyah Plus Salatiga dalam ajang Lomba Kompetisi Murrotal dan Saritilawah Semesta Tingkat Nasional berhasil menduduki juara 1 dan juara 2 dalam lomba tersebut. Lomba ini diselenggarakan pada tanggal 6 Februari 2021 oleh Lembaga Pendidikan Semesta Semarang.

Mereka adalah Nasywa Aulia Fatkhul jannah, Kartika Rizky Arya Putri, Sabriya Amira Andini, dan Qotrunnada Dhiya Nabila. Keempatnya adalah siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga yang saat ini menduduki kelas 4 dan 5.

Nasywa dan Kartika yang menjadi satu tim berhasil menjadi juara utama dalam lomba tersebut. Sementara Sabriya dan Qotrunnada yang juga sama sama satu tim berhasil menjadi juara ketiga.

Mereka dilatih oleh guru-guru profesional yang tergabung dalam ekstrakurikuler Tilawah yang dimiliki oleh SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Di sekolah ini memiliki beberapa ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat minat anak. Pelatih dan pendampinya pun adalah guru yang profesional dan berkompeten dalam bidangnya. Mereka secara tekun melatih anak-anak sehingga mampu mengantarkan anak meraih prestasi dan juara.

“Alhamdulillah prestasi tiada henti. Selamat untuk anak-anak yang berhasil menjuarai lomba. Semoga dengan diraihnya berbagai juara mampu memotivasi anak-anak yang lain untuk terus berprestasi.” ucap Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri.