August 30, 2026

Prestasi

Ahmad Furqan Tri Susila, catatkan nama dalam Olimpiade Matematika

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA-Ahmad Furqan Tri Susila siswa kelas VI SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga berhasil menjadi Juara 2 Olimpiade Matematika yang diselenggarakan oleh SMP IT Al Irsyad Purwokerto.

Furqan bersama sembilan anak lainnya yang tergabung dalam Program Bakat Prestasi Matematika mengikuti lomba Olimpiade Matematika yang diselenggarakan oleh SMP IT Al Irsyad Purwokwerto. Lomba bertingkat nasional tersebut diikuti sebanyak 157 peserta dari berbagai daerah. Babak penyisihan dilaksanakan pada tanggal 14 November 2020 secara daring. Sebanyak 30 soal pilihan ganda digunakan untuk menyaring 9 peserta yang layak maju ke babak final.

SD Muhammadiyah Plus Salatiga berhasil meloloskan lima peserta untuk berlaga dalam babak final pada tanggal 21 November 2020 lalu. Sabriya Amira Andini, Kartika Rizky Arya Putri, Ahmad Furqan Tri Susilo, Joana Misy’ala Suaidi, dan Xahran Alif Al Hafidz berhasil lolos pada babak final.

Pada babak final Furqan berhasil meraih peringkat 2 saat diumumkan Sabtu, 28 November 2020 kemarin. Furqan yang sudah beberapa kali mengikuti lomba sejenis tentu mempunyai pengalaman lebih dalam menganalisis soal. Program Bakat Prestasi Matematika yang diikutinya sejak kelas IV memberikan bekal lebih dalam menghadapi soal soal olimpiade.

“Alhamdulillah terimakasih kepada Allah SWT, bapak ibu guru yang telah membibing kami, dan orang tua saya ayng telah mensuport saya. Banyak yang saya dapatkan dari Program Bakat Minat Matematika SD Muhamamdiyah Plus Salatiga,” ungkap siswa kelas VI tersebut.

Kepala sekolah Ainul Huri menyampaikan bahwa hasil ini diraih atas pengembangan program yang ada di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Program Bakat Prestasi Matematika ini dibuat untuk anak-anak yang suka dengan matematika agar lebih terarah dalam mendalami matematika. “Alhamdulillah, selamat atas prestasi yang telah diraih oleh ananda Furqan semoga adik adiknya di SD Muhammadiyah Plus Salatiga terpacu untuk berprestasi terutama yang ikut dalam Program Bakat Prestasi Matematika,” ungkap wakil ketua FKKS SD/MI Muhammadiyah Jawa Tengah tersebut.

Mutik Mualimah dan Ani Irawanti saat berfoto bersama Walikota Salatiga, Ketua DPRD Salatiga, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga

sdmpsalatiga.sch.id Salatiga-Memperingati Hari Guru Nasional SD Muhammadiyah Plus Salatiga berhasil menambah koleksi rak piala dengan piala Juara 1 Video Pembelajaran dan Juara 3 Cipta Puisi yang diakan oleh Persatuan Guru Indonesia (PGRI) Kota Salatiga.

Upacara peringatan Hari Guru Nasional yang dilaksanakan di aula SMPN 2 Salatiga berlangsung secara daring. Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Walikota Salatiga Yulianto, Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit, Kepala Dinas Pendidikan Yuni Ambarwati, Ketua PGRI Salatiga H. Zaenuri, perwakilan pengurus PGRI, serta para perwakilan guru. Dalam sambutannya Yulianto berharap seluruh insan pendidikan dapat menjadikan situasi pandemi sebagai laboratorium untuk menempa mental pantang menyerah.

Kegiatan Upacara HGN dirangkai dengan pemberian piala penghargaan kepada para pemenang lomba dalam rangka HUT PGRI yang diadakan oleh PGRI Kota Salatiga. Dalam lomba tersebut ada tiga cabang yang diperlombakan yaitu lomba artikel ilmiah popular, lomba cipta puisi, dan lomba cipta video pembelajaran dengan kategori dari TK/RA hingga SMA/MA/SMK. SD Muhammadiyah Plus Salatiga yang mengirimkan beberapa guru berhasil menyabet dua kategori lomba. Mutik Mualimah memuncaki kategori video pembelajaran SD, sedangkan Ani Irawanti mencatatkan namanya pada cabang lomba cipta puisi.

Ainul Huri selaku kepala sekolah menyampaikan bahwa hasil kejuaraan ini menjadi kado bagi civitas pendidik dan tenaga kependidikan di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. “Alhamdulillah dua piala ini menjadi kado spesial bagi para guru di SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga khususnya dan menjadi persembahan kami bagi siswa-siswi SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pembuatan video pembelajaran ini sudah menjadi rutinitas para pendidik di SD Muhammadiyah Plus Salatiga terutama selama pandemi. SD Muhammadiyah Plus Salatiga berkomitmen memberikan pembelajaran yang variatif dan menyenangkan oleh karena itu dibentuklah tim Edutainment yang memproduksi seluruh video yang ada di chanel youtube SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

WhatsApp-Image-2020-11-10-at-10.52.52

Salatiga, 10 November 2020 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali menyabet juara III dalam ajang lomba video pendek dengan tema “Salatiga City Of Harmony” yang diselenggarakan oleh Humas Setda Kota Salatiga. Lomba ini diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga satuan pendidikan yang ada di Salatiga.

SD Muhammadiyah Plus Salatiga dengan video pendeknya yang berjudul Salatiga Kota Wisata menceritakan tentang seorang anak yang ingin menjual ayamnya kepada Pakdhe Manto karena tidak punya uang untuk jalan-jalan keluar kota. Pakdhe Manto sendiri adalah tokoh yang sudah viral di channel Youtube SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Dari Pakdhe Manto pula kita mendapat informasi bahwa tidak perlu jauh-jauh pergi keluar kota untuk jalan-jalan, karena di Salatiga pun banyak obyek wisata yang sangat cocok untuk dikunjungi. Seperti Taman Kota, Taman Tingkir, Alun-alun Salatiga, Pohon Pengantin dan masih banyak tempat wisata lainnya.

“Banyak tempat wisata menarik yang layak dikunjungi di Salatiga. Tidak perlu membuang-buang uang dan tidak perlu jauh-jauh pergi keluar kota untuk berwisata karena Salatiga adalah Kota Wisata.” begitu pesan Pakdhe Mantho di akhir video tersebut.

Mutik Raih Juara Pemuda Pelopor Kabupaten Semarang

Peran strategis pemuda memang tidak dapat diabaikan, paradigma pemuda sebagai kategori sosial (social category) mengindikasikan adanya pengakuan atau penghargaan terhadap potensi pemuda baik secara kuantitatif dan kualitatif. Dalam potensi kualitatif pemuda dalam aspek pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), dapat diakui bahwa pemuda memiliki aneka talenta yang dalam kaitannya dengan kepeloporan bela negara, kewirausahaan, teknologi tepat guna, sosial budaya serta kelautan, terkait dengan potensi-potensi sumber daya alam dan bidang strategis di Indonesia, dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan nasional.

Melihat kondisi yang dihadapi oleh bangsa ini, maka kepeloporan pemuda dituntut untuk dapat melakukan terobosan-terobosan yang dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi upaya mengatasi masalah yang dihadapi. Dari kondisi riil yang ada, kepeloporan tahun 2020 ini difokuskan pada 5 bidang kepeloporan pemuda yaitu:

  1. Pendidikan
  2. Sosial Budaya dan Pariwisata
  3. Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan,
  4. Industri Pangan dan Kesehatan
  5. Komunikasi dan Informasi

Pemuda Pelopor tahun 2020 ini mengusung tema  “Membangkitkan Semangat Kepeloporan Pemuda yang Berani, Berkarakter dan Berdaya Saing”. Kegiatan ini biasanya dilakukan saat mendekati hari sumpah pemuda. Pada kegiatan lomba pemuda pelopor yang diadakan oleh disdikbudpora , tahun  ini Ustadzah Mutik Mualimah yang juga berprofesi sebagai guru di SD Muhammadiyah Plus Salatiga berhasil menyabet Juara 1 Pemuda Pelopor Tingkat Kabupaten Semarang bidang Pendidikan.

“bidang kepeloporan yang saya ikuti adalah pendidikan. Fokus yang saya ambil yaitu Memaksimalkan Penggunaan Sosial Media sebagai Media Pembelajaran yang Menyenangkan. Disini saya memaparkan kelebihan dan kekurangan berbagai media sosial seperti instagram, youtube, dan lainnya serta bagaimana memaksimalkan penggunaannya .” jelas Uztadzah Mutik saat ditemui di SD Muhammadiyah Senin, 26 Oktober 2020.

Ia juga ingin membuktikan bahwa generasi muda milenial mampu berperan dan aktif dalam pembangunan nasional Indonesia.

WhatsApp-Image-2019-09-09-at-09.59.12

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA-Ahad (08/09/2019), para dai kecil SD Muhammadiyah Plus Salatiga unjuk gigi dalam Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) tingkat Kota Salatiga.

BADKO TPQ Salatiga dalam rangka seleksi menuju lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah mengadakan lomba FASI tingkat Kota Salatiga. Kegiatan ini merupakan pagelaran lomba kreatifitas santri berprestasi, baik santri Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an(TKQ) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

Dalam lomba FASI tersebut beberapa siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga tampil mewakili TPQ tempat mereka belajar Al-Qur’an dilingkungan tempat tinggal mereka. Tak kurang dari 10 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler dacil unjuk gigi dalam kegiatan yang dilakukan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga tersebut. Ada juga yang mengikuti lomba adzan dan kaligrafi.

Zidan, siswa kelas IV SD Muhammadiyah Plus Salatiga yang tampil mewakili TPQ Al Majid Cabean mendapatkan juara 1 dacil, disusul Zara dengan juara 2 yang mewakili TPQ Nuruzzahro, dan pada juara 3 diperoleh Alby yang mewakili TPQ Sunan Kalijogo Blotongan. Rameyza yang tampil dalam kategori Adzan berhasil meraih juara 1 mewakili TPQ Al Amin Candiwesi Bugel. Sedangkan Larasati meraih juara 2 Kaligrafi, ia mewakili TPQ Nurul Hidayah Kaliyoso.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga Ainul Huri menyampaikan bahwa SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga memiliki 34 ekstrakurikuler dalam berbagai bidang, salah satu yang banyak diminati adalah Dai Cilik. “SD Muhammadiyah Plus Salatiga mempersiapkan pengembangan bakat siswa-siswi melalui 34 ekstrakurikuler yang kita siapkan. Ada Kaligrafi, Adzan, Dacil, Robotika, dan lainnya. Alhamdulillah ekstrakurikuler Dai Cilik banyak peminatnya dan hasilnya dapat kita lihat dari perlombaan FASI Kota Salatiga cabang pidato, para juaranya adalah produk dari ekstrakurikuler Dai Cilik SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga,” ungkapnya.