August 30, 2026

Prestasi

images

SALATIGA – Berbagai lomba Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) telah diikuti Wildan Mauzakawali Septian, siswa kelas III SD Muhammadiyah Plus, baik di Tingkat Kota Salatiga maupun Jateng. Di Tingkat Kota Salatiga, prestasi sebagai juara dai cilik sudah pasti diraihnya. Bahkan beberapa lomba di Tingkat Jateng juga pernah disabetnya. Baru-baru ini dia meraih Juara 1 Lomba Dai Kecil Tingkat Jateng, Piala Rektor Unnes Semarang dan berhak atas trofi dan uang pembinaan Rp 750.000. Kemudian pekan lalu, Wildan turut serta sebagai kontingen Lomba Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAIS) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2014, yang diselenggarakan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Tim tersebut di bawah asuhan Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga. Dalam kegiatan itu Wildan ikut dalam cabang pidato tingkat SD dan meraih Juara II. ”Saya bersyukur bisa juara II dengan mendapat trofi dan uang pembinaan Rp 2 juta,” kata Wildan.

Muncul Bakat

Kepala Seksi PAKIS Kemenag Kota Salatiga Nur Cholis, yang juga ketua kontingen Salatiga menjelaskan, kegiatan tersebut membuktikan bahwa dari Kota Salatiga telah muncul bakatbakat di bidang syiar islam. Dia berharap agar SD Muhammadiyah memberikan kesempatan kepada Wildan untuk belajar dan terus berprestasi. Kepala SD Muhammadiyah, Sutomo, didampingi Marijo, guru pembimbing Wildan, mengungkapkan, pembinaan dan latihan kepada Wildan terus dilakukan. Sebagai aset sekolah, Wildan mendapat pembinaan khusus, dari sisi kegiatan belajar maupun latihan. Termasuk kegiatan pendalaman pengetahuan umum dan keislaman, untuk menunjang prestasinya. ”Kami berharap agar Wildan akan terus berprestasi. Rencananya ikut serta dalam ajang yang lebih tinggi lagi,” ungkap Sutomo

b

SALATIGA- SD Muhammadiyah (Plus) menduduki peringkat pertama perolehan nilai rata-rata ujian sekolah (US) untuk negeri dan swasta di Kota Salatiga tahun pelajaran 2013/2014.

Perolehan rata-rata nilai US sekolah yang berada di Jl Suropati Togaten Salatiga tersebut 26,42 atau rata-rata tiap mata pelajaran (mapel) 8,8. Selain itu, sebanyak enam siswa SD Muhammadiyah meraih nilai 10 untuk mapel Matematika. Adapun siswa yang meraih nilai US tertinggi adalah Salsabila Hadida dengan jumlah nilai 28,80.
Bangga
’’Sebagai sekolah swasta, kami bangga atas prestasi terbaik ujian sekolah. Kami berupaya mempertahankannya,’’ kata Kepala SD Muhammadiyah plus, Sutomo, saat akhirussanah dan khatmil Alquran di Grand Wahid Hotel, Sabtu (21/6).
Sutomo menjelaskan, selama try out lalu, siswanya sudah meraih nilai terbaik. Try out tidak hanya digelar sekali tetapi berkalikali dan dibuktikan dengan keberhasilan meraih nilai terbaik. Sementara itu, dalam kegiatan wasanawarsa, digelar berbagai pentas siswa, di antaranya wayang orang humor ’’Roro Jonggrang Membangun Sekolah’’.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Tedjo Supriyanto telah membuat peringkat kelulusan US SD/MI/SDLB di Kota Salatiga. Peringkat pertama SD Muhammadiyah (26,42), selanjutnya SD Cebongan 02 (26,36), SD Tingkir Lor 01 (26,19), SD Salatiga 06 (26,07), dan SD Salatiga 01 (26,00).

pres

SALATIGA- Dua siswa SD MuhammadiyahPlus Salatiga, Ariq Naufal Wiratno dan Shafira Nurulita, dinyatakan sebagai Siswa Berprestasi Tingkat Kota Salatiga untuk kategori putra dan putri. Perjuangan mendapat predikat siswa berprestasi harus melewati beberapa tahapan seleksi.
Diawali seleksi di tingkat kecamatan terlebih dahulu, di mana setiap SD mengirimkan 4 siswa berprestasi, yakni masing-masing 2 putra/putri. Seleksi berupa tes tulis matematika, IPA, PKn, Bahasa Indonesia, dan IPS. Kepala SD Muhammadiyah Plus, Sutomo MAg menjelaskan, dari hasil seleksi tersebut 4 siswanya lolos seleksi, yakni Shafira Nurulita (peringkat 1 putri), Aisyah Fatihasari (peringkat 4 putri), Naufal Rafie Abioga (peringkat 2 putra), dan Ariq
Naufal Wiratno (peringkat 4 putra). ”Kami bersyukur dengan prestasi ini dan berusaha keras agar siswa kami bisa meraih terbaik baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat kota. Sejumlah pelajaran tambahan kami berikan agar mereka semakin matang mengikuti lomba,” kata Sutomo, kemarin.
Lomba Pidato
Kemudian seleksi di tingkat kota diikuti 50 peserta putra dan putri. Mereka harus menyelesaikan tes tertulis IPA, IPS, matematika, Bahasa Indonesia, dan PKN dengan jumlah soal masing-masing 100. Dari hasil tes itu, Shafira Nurulita dan Ariq Naufal Wiratno meraih nilai terbaik ntuk kategori peserta putra dan putri. Kemudian sebanyak 10 siswa dengan perolehan nilai terbaik diwajibkan mengikuti lomba pidato sebagai salah satu syarat seleksi berikutnya.
”Dari hasil lomba itu pun dua siswa SD Muhammadiyah dapat meraih nilai terbaik dan meraih perdikat Siswa Berprestasi Kota Salatiga,” tutur Sutomo. Sebagai informasi, Shafira sebelumnya meraih Juara 2 Duta Lingkungan Sehat Tingkat Provinsi Jateng dan Ariq Naufal merupakan Juara 1 Lomba Khat dan Kaligrafi Tingkat Kota Salatiga.
Kepala UPTD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Sidomukti, Dra Ratna Susiani MT mengungkapkan, pihaknya mewakilkan 13 siswa terbaik dari berbagai SD. Adapun dua siswa berprestasi dari SD Muhammadiyah Plus akan dipersiapkan mengikuti lomba di Tingkat Jateng mendatang.

Gubernur Jawa Tengah

SISWA kelas 5 SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, Shafira Nurulita Nugraheni, mampu meraih Juara 2 Tingkat Jateng Pemilihan Duta Lingkungan Sehat. Penghargaan telah diserahkan Gubernur Ganjar Pranowo saat Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) Ke-6 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, pekan lalu. Duta Lingkungan Sehat melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (LS STBM) diikuti siswa SD mulai kelas 4-5 di seluruh Indonesia dan seleksi mulai tingkat kabupaten/kota. Para siswa itu harus aktif ekstrakurikuler dokter kecil, Pramuka, dan lainnya yang berkaitan dengan kesehatan.
Mereka kemudian membuat karya tulis dengan tema ”Tanganku Bersih Hidupku Sehat”, yang berisi kampanye hidup sehat dengan gerakan cuci tangan. Para siswa harus pula menjadi pelopor hidup sehat dengan cara mencuci tangan yang bersih dan benar. Shafira yang merupakan putri dari Agung Nugroho, PNS Pemkot Salatiga itu mengungkapkan, telah membuat karya tulis dan mengkampanyekan kepada teman-temannya.
Penyakit Menular
Menurutnya, cuci tangan pakai sabun dapat melindungi seseorang dari penularan penyakit sebesar 30 – 40 %. Terutama penyakit diare dan cacingan, serta penyakit menular lainnya seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), hepatitis, dan flu, termasuk virus H5N1 dan H1N1. Penyakit diare yang menjadi penyebab kematian terbanyak pada anak-anak pun dapat dicegah hingga 80-90%, dengan mencuci tangan pakai sabun dan tentunya didukung dengan sanitasi yang sehat.
Menurutnya 6 titik kritis harus dilakukan cuci tangan pakai sabun, yakni sebelum mengolah makanan, sebelum makan, setelah buang air, sebelum mengurus bayi, setelah menceboki anak, dan setelah memegang hewan. Kepala SD Muhammadiyah Sutomo MAg, didampingi Ainul Huri SPdI, guru pembimbing lomba, merasa bangga keberhasilan siswanya. Dia berharap agar Shafira menginspirasikan teman-teman menjalankan pola hidup sehat.

sd-muhammadiyah-borong-emas-lomba-mapsi1-630x361

SALATIGA – Kecamatan Sidomukti meraih juara umum Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (Mapsi) Tingkat SD se-Kota Salatiga, di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kecamatan Tingkir, Rabu (30/10) lalu. Juara umum 2 diraih Kecamatan Tingkir dan Juara umum 3 diraih Kecamatan Sidorejo.

Seluruh emas yang diperoleh Kecamatan Sidomukti, yakni berjumlah delapan emas, diborong siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Siswa SD Muhammadiyah juga meraih 3 perak di beberapa cabang.

Rincian emas yang diraih SD Muhammadiyah, yakni pada cabang Informasi dan Teknologi (IT) putra (Muhammad Rifqi Anggoro), IT putri (Nabila Lintang Jannati), khitobah putra (Wildan Mauzakawali), khitobah putri (Aliya Nafisa), kewirausahaan islami putra (M Azka Aditya, Afian Tegar, Syaulan Alfalahi), dan kewirausahaan islami putri (Dian Janan, Zarah Nur Alifiana, Mayrizkia Devi). Lalu emas di cabang cerita islami putri (Naura Diniya), serta khat dan kaligrafi putra (Ariq Naufal Fakhri). Sedangkan perak pada cabang cerita islami putra (Ramadhani Angger), MTQ putra (Al Shafa Bumi Muhammad), dan khat dan kaligrafi putri (Yunia Puspa).

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah, Sutomo Mag, didampingi Wakasek, Ainul Huri SPdI menjelaskan, dia bangga siswanya bisa meraih prestasi terbaik di tingkat Kota Salatiga. Mapsi itu melombakan 8 cabang putra/putri dan satu cabang azan putra, sehingga total ada 17 emas. ”Kami bangga dengan prestasi siswa kami. Mereka berhak mewakili Salatiga dalam lomba Mapsi tingkat Jateng mendatang,” kata Sutomo, yang baru saja pulang dari Jepang tersebut.
Keberhasilan itu membuat sekolah makin termotivasi meningkatkan prestasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, iman, dan taqwa. Rencananya Lomba Mapsi Tingkat Jateng akan digelar 21-23 Nopember di Kabupaten Banjarnegara.