August 27, 2026

Year: 2025

WhatsApp Image 2025-10-31 at 13.17.28

Salatiga, 27 Oktober 2025 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Tim Sepak Bola Kecamatan Sidomukti dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Salatiga 2025 yang digelar di Lapangan Argomulyo, Salatiga, pada Senin, 27 Oktober 2025.
Dalam kompetisi penuh gengsi antar-kecamatan ini, Sidomukti berhasil mempertahankan gelar Juara 1 untuk tahun ketiga berturut-turut, menegaskan dominasinya sebagai tim terbaik di Kota Salatiga.

Kesuksesan ini tak lepas dari kontribusi hebat siswa-siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga yang berhasil lolos seleksi tingkat kecamatan dan dipercaya memperkuat tim Sidomukti. Mereka adalah:
Hadrian Radithya Tsaqif
Aerky Ammar Zeea Putra Kurniawan
Arjuna Fallah Adeeba
Luthfy Daffa Syahputra
Fariz Herjuno Rosyidi
Danishwara Priandaru
Levine Al Gibran Ananda Kristyo

Ketujuh siswa ini menunjukkan performa luar biasa sepanjang pertandingan. Mereka bermain dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadi bagian penting dari kemenangan tim Sidomukti di laga final. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti kuat bahwa SD Muhammadiyah Plus Salatiga tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembinaan bakat dan karakter siswa melalui kegiatan kokurikuler olahraga.

Pertandingan yang berlangsung di bawah teriknya matahari Argomulyo ini menyajikan permainan yang seru dan menegangkan. Tim Sidomukti tampil solid, kompak, dan percaya diri, hingga akhirnya mampu menaklukkan lawan-lawannya dan keluar sebagai juara pertama.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Anak-anak menunjukkan semangat juang dan disiplin tinggi. Ini bukan hanya kemenangan olahraga, tapi juga kemenangan karakter. Mereka adalah contoh nyata siswa C-BER MU — Cerdas dan Berakhlak Mulia,” ujarnya.

Prestasi ini sekaligus mempertegas posisi SD Muhammadiyah Plus Salatiga sebagai sekolah yang berkomitmen mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh — dari akademik, seni, hingga olahraga.

Dengan keberhasilan ini, Kecamatan Sidomukti menorehkan hat-trick juara tiga tahun berturut-turut dalam cabang sepak bola POPDA Kota Salatiga, dan SD Muhammadiyah Plus menjadi bagian penting dari pencapaian bersejarah tersebut.

WhatsApp Image 2025-10-31 at 17.03.09_340d3e17

Salatiga, 31 Oktober 2025 — Suasana pembelajaran di kelas International Class Program (ICP) SD Muhammadiyah Plus Salatiga terasa lebih hidup dan menyenangkan sejak Kamis lalu. Melalui kerja sama dengan Ticer English Club, sekolah menghadirkan Hellen Keating, seorang native speaker asal Irlandia, untuk berinteraksi langsung dengan para siswa dalam kegiatan belajar yang penuh inspirasi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, sejak Kamis hingga hari ini, menjadi pengalaman berharga bagi siswa-siswi ICP dari kelas 1 sampai 4 dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus mengenal budaya Eropa secara langsung.

Dalam sesi interaktifnya, Hellen mengajak anak-anak belajar melalui berbagai aktivitas seru, seperti latihan spelling, daily conversation, hingga pengenalan tradisi dan budaya Irlandia. Suasana kelas pun dipenuhi keceriaan dan rasa ingin tahu yang tinggi dari para siswa.

“The students are amazing — they’re curious, confident, and full of energy. It’s a joy to teach them,” ujar Hellen Keating dengan senyum hangat saat ditemui di sela kegiatan.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang berwawasan global namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam.

“Kami ingin anak-anak memiliki kemampuan komunikasi internasional sekaligus karakter yang santun. Kehadiran Hellen Keating dan kerja sama dengan Ticer English Club menjadi langkah nyata untuk membangun generasi C-BER MU — Cerdas, Berakhlak Mulia,” ungkapnya.

Selain memperkaya kemampuan berbahasa, kegiatan ini juga melatih percaya diri, keterampilan berbicara di depan umum, serta toleransi budaya. Siswa tidak hanya belajar kata dan kalimat, tetapi juga memahami makna komunikasi yang membangun persahabatan lintas budaya.

Dengan berakhirnya kegiatan hari ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali membuktikan diri sebagai sekolah yang inovatif dalam mengintegrasikan pembelajaran global dan karakter Islami — menyiapkan generasi masa depan yang smart, confident, and well-mannered.

dd

Salatiga, 31 Oktober 2025 — SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali menorehkan prestasi luar biasa dalam ajang Festival Bulan Bahasa 2025 yang diselenggarakan oleh SMP Kristen Satya Wacana (SMPSW). Dalam kompetisi tahunan yang mempertemukan para siswa terbaik se-Kota Salatiga ini, SD Muhammadiyah Plus berhasil menyabet gelar Juara Umum, berkat deretan kemenangan membanggakan di berbagai cabang lomba.

Berikut daftar lengkap prestasi siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga:
Cabang Lomba Macapat:

  • Juara 2Ayudhia Vika Fajarista
  • Juara Harapan 1Hanung Windraya Wiratmaja
  • Juara Harapan 3Shakeela Kenza Mikayla

Cabang Lomba Geguritan:

  • Juara 1Aufar Perwira Fayyadh Al Ghifari
  • Juara Harapan 1Amzar Tsaqif Al Khawarizmi

Cabang Lomba Solo Vokal:

  • Juara 2Alana Shafaselma Fatiha
  • Juara 3Aufar Perwira Fayyadh Al Ghifari

Mewarnai (SD 1-3)
Juara 2 – Kanaya Shakira Annasya Abraham

Kemenangan ini bukan diraih dengan mudah. Para peserta telah mempersiapkan diri dengan serius selama berminggu-minggu melalui bimbingan intensif dari para guru pembina bahasa dan seni. Latihan rutin dilakukan sepulang sekolah, mulai dari teknik vokal, olah rasa, penguasaan teks macapat, hingga ekspresi dalam pembacaan geguritan.
Dukungan orang tua dan lingkungan sekolah turut menjadi penyemangat besar bagi para siswa untuk tampil percaya diri dan memberikan yang terbaik.

“Anak-anak menunjukkan semangat luar biasa. Mereka tidak hanya belajar untuk menang, tetapi juga untuk memahami makna dari setiap karya sastra Jawa yang dibawakan. Di situlah nilai sejati dari literasi dan karakter tumbuh,” ujar salah satu pembina lomba bahasa SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi seluruh peserta dan guru pendamping.

“Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan kolaborasi. Kami bersyukur SD Muhammadiyah Plus terus menjadi sekolah yang menumbuhkan semangat literasi dan pelestarian budaya Jawa dalam bingkai Islam dan karakter mulia,” ungkapnya.

Keberhasilan meraih Juara Umum Festival Bulan Bahasa 2025 ini mempertegas komitmen SD Muhammadiyah Plus Salatiga untuk terus melahirkan generasi Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Berbudaya.

Dengan semangat “Berbahasa dan Berliterasi Cerdas oleh Generasi Emas,” para siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali membuktikan bahwa prestasi dan karakter bisa tumbuh seiring langkah menuju masa depan yang gemilang.

dtgh

Salatiga, 28 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda, SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga menggelar kegiatan Festival Bulan Bahasa 2025 dengan tema inspiratif “Berbahasa dan Berliterasi Cerdas oleh Generasi Emas.”

Kegiatan ini diinisiasi oleh Perpustakaan Sekolah “Perpustakaan Sang Surya”, sebagai bentuk nyata peran perpustakaan dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, perpustakaan berperan aktif tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat kegiatan kreatif, inspiratif, dan edukatif bagi seluruh siswa.

Festival Bulan Bahasa menjadi ajang bagi para siswa untuk mengekspresikan kreativitas, kecerdasan, dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia melalui berbagai lomba yang menarik dan menantang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan enam kategori lomba sesuai jenjangnya, yaitu:

Kelas 1: Lomba Menggunting dan Menempel Gambar Pahlawan
Kelas 2: Lomba Menulis Cerita Berdasarkan Video
Kelas 3: Lomba Menceritakan Kembali Buku Digital
Kelas 4: Lomba Cipta Puisi
Kelas 5: Lomba Kreasi Komik
Kelas 6: Lomba Kreasi Poster

Untuk Kelas 4, 5, dan 6, peserta juga menghasilkan karya dalam bentuk MINIZINE (Majalah Mini) yang berisi hasil bacaan, ilustrasi, dan refleksi. Melalui minizine ini, siswa dilatih untuk menata ide secara terstruktur — mulai dari cover, tema, alur, latar, penokohan, hingga amanat cerita — sebagai latihan berpikir sistematis dan imajinatif.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa, 28 Oktober 2025 di lingkungan sekolah ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga wadah pembelajaran karakter dan penguatan kemampuan berbahasa. Siswa diajak untuk berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan berkreasi positif dalam suasana yang menyenangkan.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran Perpustakaan Sang Surya.

“Perpustakaan bukan sekadar tempat buku disimpan, tetapi pusat inspirasi dan gerakan literasi. Melalui kegiatan seperti Festival Bulan Bahasa ini, anak-anak belajar mencintai bahasa Indonesia sekaligus mengasah daya pikir, kreativitas, dan karakter mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Tatik Himatul, selaku Pustakawan Sang Surya sekaligus peraih gelar Pustakawan Inspiratif Jawa Tengah, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menghidupkan semangat literasi di sekolah.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan literasi yang menyenangkan dan bermakna. Literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang mengekspresikan ide, menggali imajinasi, dan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa. Melalui Festival Bulan Bahasa ini, kami ingin siswa berani berkarya dan percaya diri mengungkapkan gagasan mereka,” tutur Tatik.

Dengan semangat “Berbahasa dan Berliterasi Cerdas oleh Generasi Emas,” kegiatan ini menjadi bukti bahwa SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus berkomitmen mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan literat, sejalan dengan visi sekolah C-Ber Mu (Cerdas Berakhlak Mulia).

WhatsApp Image 2025-10-24 at 08.21.57

Dalam semangat membentuk generasi tangguh dan berakhlak mulia, Pimpinan Daerah 099 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kota Salatiga bekerja sama dengan SD Muhammadiyah Plus Salatiga menggelar kegiatan Longmarch Tapak Suci bertema ✨ “Kilometer Kebaikan, Langkah Berakhlak” ✨ pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Sebanyak 156 siswa kelas IV dengan penuh semangat mengikuti kegiatan yang dimulai dari Gapura Tegal Waton dan berakhir di Senjoyo. Jalur perjalanan yang dipenuhi hamparan sawah hijau dan udara segar menjadikan longmarch ini tak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyegarkan jiwa dan pikiran.

Kegiatan longmarch ini bukan sekadar aktivitas olahraga rutin, melainkan juga media pendidikan karakter yang menggabungkan unsur fisik, spiritual, dan sosial. Selama perjalanan, para siswa diajak untuk mempraktikkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, serta rasa syukur atas keindahan ciptaan Allah SWT.

Selain itu, panitia juga menekankan pentingnya gerakan ramah lingkungan. Setiap kelompok peserta dibekali tanggung jawab menjaga kebersihan di sepanjang rute perjalanan. Langkah kecil ini menjadi pembelajaran nyata tentang pentingnya tanggung jawab sosial dan cinta terhadap bumi.

Salah satu pelatih Tapak Suci, Buhtari, S.Si., M.Pd., K.Ua, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk melatih fisik, tetapi juga menumbuhkan kepribadian yang tangguh dan berakhlak.

“Melangkah jauh bukan soal jarak, tetapi soal makna. Setiap kilometer yang ditempuh adalah latihan kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan,” ujarnya penuh makna.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud nyata sinergi antara pendidikan formal dan pembinaan Tapak Suci.

“Longmarch ini menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, sportivitas, dan semangat C-Ber Mu (Cerdas Berakhlak Mulia). Anak-anak belajar bahwa perjalanan hidup memerlukan tekad, kesabaran, dan niat baik dalam setiap langkah,” tuturnya.

Dengan semangat “Kilometer Kebaikan, Langkah Berakhlak”, para siswa Tapak Suci SD Muhammadiyah Plus Salatiga membuktikan bahwa perjalanan panjang bukan hanya tentang mencapai garis akhir — melainkan tentang menapaki nilai kehidupan, menebar kebaikan, dan meneguhkan akhlak dalam setiap langkah mereka.