August 27, 2026

Year: 2025

07553bab-88bf-4403-b37f-a4589ac69177

Qur’anic Fun Camp bukan sekadar kegiatan menginap bagi anak-anak, melainkan sebuah perjalanan bermakna untuk mendekatkan hati mereka dengan Al-Qur’an. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar yang hidup, di mana nilai-nilai keislaman ditanamkan melalui pengalaman nyata, bukan hanya lewat teori.

Di dalam Qur’anic Fun Camp, terdengar tawa ceria yang menguatkan kebersamaan antarsantri, sekaligus hadir air mata haru yang menempa kesabaran saat anak-anak belajar berpisah sementara dari orang tua. Proses ini menjadi bagian penting dari pembelajaran kemandirian dan kedewasaan, yang dijalani dengan penuh pendampingan dan kasih sayang.

Beragam dinamika dan tantangan selama kegiatan menjadi media belajar yang autentik. Anak-anak diajak untuk saling membantu, bertanggung jawab atas diri sendiri dan kelompok, serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai ukhuwah pun tumbuh hangat dalam setiap aktivitas yang dijalani bersama.

Tidak hanya membaca dan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an, peserta Qur’anic Fun Camp juga belajar menghidupkan Al-Qur’an dalam sikap dan akhlak sehari-hari. Adab, kesabaran, kejujuran, dan kebiasaan berbuat baik menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap rangkaian kegiatan.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa Qur’anic Fun Camp merupakan bagian penting dari pendidikan karakter di sekolah.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya cakap membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai pedoman hidup. Melalui Qur’anic Fun Camp, mereka belajar mandiri, belajar bersabar, dan belajar hidup bersama dengan nilai-nilai Islam. Inilah bekal penting untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia,” tuturnya.

Di balik rasa lelah yang dirasakan anak-anak, tersimpan ilmu, nilai, dan kenangan berharga yang akan membekas dalam perjalanan hidup mereka. Qur’anic Fun Camp menjadi momen pembelajaran yang tidak hanya mengisi pikiran, tetapi juga menyentuh hati — membentuk pribadi yang lebih mandiri, berakhlak, dan mencintai Al-Qur’an dengan sepenuh jiwa.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berharap dapat terus melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga menghidupkannya dalam perilaku, akhlak, dan ukhuwah di kehidupan sehari-hari.

IMG_7643

Salatiga — Setelah rampung melaksanakan penerimaan rapor Semester I Tahun Ajaran 2025/2026, para pendidik SD Muhammadiyah Plus Salatiga menjalani rangkaian kegiatan intensif dan terstruktur selama sepekan. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya penguatan spiritual, peningkatan kompetensi profesional, serta persiapan pembelajaran Semester II.

📅 Selasa, 16 Desember 2025

Kegiatan diawali dengan shalat dhuha berjamaah dan murojaah sebagai penguatan nilai religius dan kebersamaan. Setelah itu, dilaksanakan diseminasi oleh beberapa guru yang telah mengikuti pelatihan Pendidikan Mendalam dan Kegiatan Kelompok Kerja Antar (KKA).
Melalui sesi ini, para guru berbagi praktik baik, strategi pembelajaran, serta wawasan baru yang diperoleh selama pelatihan untuk kemudian diadaptasi dalam pembelajaran di kelas.

📅 Rabu, 17 Desember 2025

Agenda hari kedua juga dimulai dengan shalat dhuha berjamaah dan murojaah. Kegiatan dilanjutkan dengan kajian tata cara shalat dan bersuci sesuai Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah, sebagai upaya penyamaan pemahaman dan penguatan praktik ibadah yang sesuai tuntunan.
Usai kajian, para pendidik melanjutkan kegiatan dengan penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) untuk Semester II, sebagai langkah strategis dalam memastikan pembelajaran berjalan terarah dan berkualitas.

📅 Kamis, 18 Desember 2025

Pada hari ketiga, kegiatan kembali diawali dengan shalat dhuha berjamaah dan murojaah. Selanjutnya, dilaksanakan diseminasi penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) oleh guru-guru yang sebelumnya mendapatkan pelatihan pembelajaran digital dari Kementerian.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. Setelah diseminasi, para pendidik melanjutkan dengan penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam, sebagai bentuk implementasi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pemahaman konsep dan penguatan karakter siswa.

📅 Jumat, 19 Desember 2025

Rangkaian kegiatan ditutup dengan suasana yang lebih santai namun tetap bermakna. Kegiatan diawali dengan senam dan sarapan bersama, mempererat kebersamaan dan menjaga kebugaran.
Selanjutnya, para pendidik mengikuti Fun English Activity, sebuah kegiatan ringan dan interaktif yang bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan komunikatif.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, S.Pd., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari budaya kerja sekolah.

“Kami ingin memastikan bahwa guru-guru tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga kuat secara spiritual, kompeten secara profesional, dan adaptif terhadap perkembangan pembelajaran,” ungkapnya.

Melalui rangkaian kegiatan pascarapor ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang terus belajar, berbenah, dan berinovasi demi menghadirkan pendidikan yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermakna bagi seluruh peserta didik.

WhatsApp Image 2025-11-28 at 08.56.14_3723166e

Salatiga, November 2025 — Dinas Pendidikan Kota Salatiga kembali menggelar Lomba Inovasi bagi Satuan Pendidikan Dasar Tahun 2025 dengan tema “Pengelolaan Sampah di Satuan Pendidikan.” Ajang ini menjadi wadah bagi sekolah dan guru untuk menunjukkan kreativitas serta efektivitas pengelolaan lingkungan, khususnya dalam pengolahan sampah di sekolah.

Kompetisi ini terbagi dalam empat kategori besar, yakni:

  1. Kategori Sekolah:
    a. Sekolah Negeri
    b. Sekolah Swasta
  2. Kategori Guru:
    a. Guru SD Negeri
    b. Guru SD Swasta

Dalam ajang yang penuh inovasi ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga tampil gemilang dengan meraih 4 penghargaan sekaligus. Prestasi ini membuktikan komitmen sekolah dalam membangun budaya lingkungan yang sehat, berkelanjutan, dan berkarakter hijau.

Berikut prestasi yang berhasil diraih:


Juara 1 Inovasi Guru — Buhtari, S.Si., M.Pd.

Dengan karya “Stiker-C Paper Mural: Setiap Kertas Bercerita”, Pak Buhtari menghadirkan inovasi kreatif yang memanfaatkan kertas bekas seperti salah cetak, lembar arsip kedaluwarsa, dan scrap paper menjadi mural edukasi ramah lingkungan.
Mural tersebut tidak hanya memperindah sekolah, tetapi juga menyampaikan pesan literasi hijau bahwa setiap lembar kertas dapat hidup kembali sebagai media edukasi.


Juara 2 Inovasi Guru — Hesti Widiarni, S.Pd.

Melalui karyanya “ECOLEAF: Inovasi Kokurikuler Pembelajaran Mendalam dalam Mengolah Sampah Daun Menjadi Pupuk Organik”, Bu Hesti berhasil mengintegrasikan praktik pengolahan sampah daun ke dalam pembelajaran kokurikuler.
Program ini melatih siswa mengolah daun kering menjadi pupuk organik yang digunakan kembali untuk tanaman sekolah, sehingga mewujudkan lingkungan belajar yang sehat dan produktif.


Juara 3 Inovasi Sekolah — Suharwono, S.Pd.

Dalam kategori sekolah, Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga menghadirkan inovasi bertajuk “Implementasi Circular Corner untuk Meningkatkan Literasi Pengelolaan Sampah di Satuan Pendidikan.”
Circular Corner menjadi sudut pembelajaran berbasis ekosistem sirkular di mana siswa belajar memilah sampah, mengolahnya, hingga memanfaatkannya kembali dalam berbagai kegiatan.


Juara 1 Pengelolaan BOS

SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali membuktikan tata kelola administrasi yang profesional dan akuntabel dengan meraih Juara 1 Pengelolaan Dana BOS.
Nilai ini menunjukkan sekolah transparan, tepat sasaran, serta memaksimalkan penggunaan anggaran untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan.


Keberhasilan SD Muhammadiyah Plus Salatiga meraih empat penghargaan sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sekolah tidak hanya unggul secara akademik dan karakter, tetapi juga visioner dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah bumi.
Dengan komitmen kuat pada green literacy, sekolah terus bergerak menjadi institusi pendidikan yang mendidik generasi cerdas, peduli lingkungan, dan berakhlak mulia.

“Prestasi ini adalah wujud kerja bersama seluruh warga sekolah. Semoga menjadi penyemangat untuk terus berinovasi demi lingkungan yang lebih baik,” ujar Kepala Sekolah, Suharwono, S.Pd.

eref

Salatiga, 14 November 2025 — SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali mengukir prestasi membanggakan pada ajang Lomba Jingle Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) tingkat Kota Salatiga. Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan tersebut, SD Muhammadiyah Plus berhasil meraih Juara 1, mengungguli berbagai sekolah lain di Kota Salatiga. Hasil ini menegaskan kualitas sekolah dalam kreativitas, seni, dan edukasi kesehatan.

Pada kompetisi ini, yang tampil membawakan jingle adalah siswa-siswi kelas 6 yang menunjukkan kekompakan, ekspresi kuat, dan penampilan energik. Sementara itu, lagu jingle dinyanyikan oleh Wulan — guru ekstrakurikuler menyanyi — dan Alana Shafaselma Fatiha, salah satu siswa berbakat yang mengikuti ekstra menyanyi di sekolah.

Adapun siswa-siswi perwakilan kelas 6 yang tampil sebagai bagian dari tim jingle adalah:

  • Berlina Isabella Nala
  • Naera Alkhanza Syauqia
  • Deandra Nefa Quadeisha
  • Athalia Najwa Dhia Setiawan
  • Ayudhia Vika Fajarista
  • Zeefara Naura Qanita

Kolaborasi antara penampilan visual yang kuat dari siswa kelas 6 dan kualitas vokal dari Wulan serta Alana menjadi daya tarik utama yang memikat perhatian juri. Pesan edukatif mengenai pentingnya cuci tangan pakai sabun tersampaikan dengan baik melalui jingle yang ceria, komunikatif, dan mudah diingat.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh tim.

“Kolaborasi ini adalah bukti kreativitas dan kekompakan keluarga besar SD Muhammadiyah Plus. Anak-anak tampil luar biasa, dan jingle yang dibawakan memberikan pesan kesehatan yang sangat penting untuk masyarakat,” ujarnya.

Kemenangan ini semakin menegaskan identitas SD Muhammadiyah Plus Salatiga sebagai sekolah yang aktif mendorong kreativitas, literasi seni, dan perilaku hidup sehat — selaras dengan visi C-BER MU (Cerdas Berakhlak Mulia).

WhatsApp Image 2025-11-07 at 11.36.19_f294d3af

Salatiga, 7 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional sekaligus memeriahkan Milad Muhammadiyah ke-113, SD Muhammadiyah Plus Salatiga menggelar kegiatan penuh makna bertajuk “Menulis Seribu Surat untuk Pahlawan.”
Kegiatan ini menjadi ajang refleksi dan ekspresi bagi para siswa untuk mengenang jasa para pejuang bangsa serta meneladani semangat juang para tokoh Muhammadiyah yang telah berperan besar dalam perjuangan dan pembangunan pendidikan di Indonesia.

Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi semangat dan antusiasme. Ratusan siswa dari kelas 1 hingga 6 tampak tekun menulis surat berisi pesan, doa, dan ungkapan terima kasih kepada para pahlawan.
Surat-surat yang telah selesai kemudian ditempel sesuai kelas masing-masing membentuk angka 1 hingga 6, simbol semangat perjuangan di setiap jenjang pendidikan. Instalasi ini menjadi karya kolaboratif yang unik dan menyentuh, sekaligus menjadi hiasan tematik yang akan dipajang selama satu minggu ke depan di lingkungan sekolah.

Selain menulis surat, beberapa perwakilan kelas juga membacakan isi surat mereka di depan teman-teman dan guru. Momen ini menjadi bagian paling mengharukan dari acara, ketika anak-anak dengan lantang dan tulus menyampaikan pesan-pesan mereka — ada yang menulis untuk Bung Tomo, ada yang menulis untuk KH Ahmad Dahlan, dan ada pula yang menulis untuk orang tua serta guru sebagai pahlawan masa kini.

Kegiatan menulis surat ini diawali dengan pengenalan tentang pahlawan-pahlawan dari Muhammadiyah, seperti KH Ahmad Dahlan, Nyai Walidah Dahlan, dan Ki Bagus Hadikusumo.
Melalui kisah inspiratif tersebut, siswa belajar bahwa kepahlawanan tidak selalu ditandai dengan peperangan, melainkan juga perjuangan dalam menebarkan ilmu, menegakkan nilai-nilai kebenaran, dan berbuat baik bagi sesama.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana pendidikan karakter yang kuat.

“Kami ingin anak-anak belajar dari keteladanan para pahlawan, memahami makna perjuangan, dan meneladani nilai-nilai keikhlasan. Dari surat sederhana ini, tumbuh rasa cinta tanah air dan tekad untuk menjadi pahlawan masa kini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara semangat kepahlawanan dan semangat Milad Muhammadiyah ke-113, yang tahun ini mengusung nilai dakwah dan kemajuan.

“Kita ingin anak-anak meneladani semangat Muhammadiyah yang tak pernah lelah berjuang lewat pendidikan dan akhlak mulia,” imbuhnya.

Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan sejarah dan literasi siswa, tetapi juga menanamkan nilai C-BER MU (Cerdas Berakhlak Mulia) yang menjadi ciri khas SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Dengan semangat “Dari Surat untuk Pahlawan, Lahir Generasi Teladan Bangsa,” SD Muhammadiyah Plus Salatiga meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki semangat juang tinggi — layaknya para pahlawan yang mereka kenang.