September 11, 2026

Adiwiyata

Ainul Huri bersama Kadin Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA-SD Muhammadiyah Plus Salatiga menerima penghargaan Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah, Selasa 28 Agustus 2018.

Program Adiwiyata adalah bagaimana menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah agar menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya – upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Program Adiwiyata dikembangkan berdasarkan norma – norma dalam berperikehidupan yang antara lain meliputi: kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam.

SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga mendapatkan predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Jawa Tengah yang diserahkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. SD Muhammadiyah berhak menerima predikat tersebut setelah lolos di Kota Salatiga pada bulan Maret lalu.

Penyerahan penghargaan Adiwiyata dilakukan di Aula Gedung Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah secara langsung oleh Kadin Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Total penerima penghargaan tersebut ada 85 sekolah dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dari 35 kabupaten kota di Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menyampaikan pembinaan bagaimana menuju sekolah Adiwiyata Nasional.

Kepala sekolah Ainul Huri menyampaikan, “Alhamdulillah upaya kami untuk menjadikan SD Muhammadiyah Plus Salatiga sebagai Madrosati Jannati semakin kuat dengan diberikannya Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Tengah ini. Selanjutnya akan menjadi tantangan kami untuk mendapatkan predikat sekolah  Adiwiyata Nasional, mohon dukungannya,” ungkap alumni IAIN Salatiga tersebut.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa mulai bulan September yang akan datang tim adiwiyata SD Muhammadiyah Plus Salatiga akan memulai langkahnya menuju Adiwiyata Nasional. Menurutnya untuk membentuk sebuah sekolah yang ramah dan peduli lingkungan tidak dapat dilakukan secara mendadak, namun harus dilakukan secara berkala.

WhatsApp Image 2018-01-09 at 09.13.07

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA-SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga menerima penghargaan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga di PT. Saya Cinta Indonesia Salatiga pada Selasa, 9 Januari 2018.

Bersamaan dengan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga menyerahkan penghargaan kepada sekolah yang memiliki progam  berbasis lingkungan, pengolahan sampah, sarana dan prasarana sekolah. Diserahkan secara langsung oleh Walikota Salatiga Yulianto yang didampingi oleh Wakil Walikota Salatiga Muh. Haris, penghargaan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Adiwiyata diterima secara langsung oleh kepala sekolah Sutomo. Seluruh peserta diajak untuk menanam pohon di sekitaran PT Saya Cinta Indonesia setelah acara penerimaan penghargaan.

SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga yang mempunyai visi “Pusat keunggulan di bidang IMTAQ dan IPTEK yang berkarakter kebangsaan dan peduli lingkungan” memang telah memprogramkan beberapa kegiatan untuk peduli terhadap lingkungannya. Salah satu program yang dilakukan ialah pengolahan sampah untuk menjadi beberapa hasil yang dapat dimanfaatkan.

Bukan hanya itu beberapa sarana dan prasarana juga mendukung seluruh elemen yang ada di sekolah untuk peduli terhadap lingkungannya. Tersedianya wastafel disetiap samping tempat sampah juga memfasilitasi siswa untuk selalu menjaga kebersihan.

“Perencanaan, pelaksanaan, pembagian tugas, pelibatan unsur-unsur sekolah dan do’a kepada Yang Maha Kuasa merupakan aset yang sangat berharga bagi SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga untuk berprestasi menjadi Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Adiwiyata Tingkat Kota Pekanbaru. Pertahankan kebaikan, Tingkatkan Perbaikan, Lanjutkan ke Provinsi!” pungkas penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut.