August 27, 2026

Pembelajaran menyenangkan

WhatsApp Image 2026-07-28 at 11.23.45

Salatiga – Komitmen SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga dalam menghadirkan pendidikan berkualitas terus diwujudkan melalui peningkatan kompetensi pendidik. Tiga guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengikuti pelatihan Cambridge Life Skills in Action yang diselenggarakan oleh Cambridge pada Selasa, 28 Juli 2026.

Guru yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Ustadzah Nana, Ustadzah Mela, dan Ustadzah Wiwik. Pelatihan ini bertujuan memperkuat pemahaman guru dalam mengintegrasikan Cambridge Life Competencies Framework ke dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang dibutuhkan di era global.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi mengenai strategi pembelajaran aktif, pengembangan kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, berpikir kritis, serta pembentukan karakter yang dapat diterapkan di dalam kelas. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan berbagai praktik pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

Keikutsertaan guru dalam pelatihan ini menjadi bagian dari upaya SD Muhammadiyah Plus Salatiga untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam mendukung pelaksanaan International Class Program (ICP) yang mengedepankan standar pendidikan internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai Islami.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan investasi penting bagi kemajuan sekolah.

“Guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Dengan mengikuti pelatihan Cambridge ini, kami berharap para guru semakin kaya akan strategi pembelajaran yang inovatif dan mampu menyiapkan peserta didik menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan global, namun tetap berkarakter Islami. Ilmu yang diperoleh juga akan didiseminasikan kepada seluruh guru agar manfaatnya semakin luas,” ujar Suharwono.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidik yang profesional, adaptif terhadap perkembangan pendidikan dunia, serta mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh peserta didik.

WhatsApp Image 2026-02-28 at 13.24.27

Salatiga — Dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1447 H, SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga mengundang seluruh murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) se-Kota Salatiga untuk mengikuti kegiatan bertajuk Takjil Gembira. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus sarana menanamkan nilai kebersamaan dan keceriaan Ramadan sejak usia dini.

Mengusung konsep “Cermin Ramadan 1447 H”, acara dikemas dengan suasana hangat, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak. Rangkaian kegiatan diawali dengan pra-acara rebana, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan dari Kepala Sekolah dan perwakilan IGABA.

Suasana semakin semarak dengan gerak dan lagu “Rukun Sama Teman” ciptaan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang mengajak anak-anak belajar tentang persahabatan dan kebersamaan. Penampilan siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga turut menambah semangat sebelum memasuki acara inti.

Sebagai puncak kegiatan, panitia menghadirkan dongeng inspiratif Ramadan yang dibawakan oleh pendongeng profesional dari Semarang. Dengan gaya interaktif, ekspresif, dan penuh humor edukatif, sang pendongeng mengajak anak-anak memahami makna berbagi, kejujuran, serta keceriaan dalam menjalankan ibadah puasa. Anak-anak tampak antusias mengikuti alur cerita, tertawa bersama, dan terlibat aktif dalam setiap sesi tanya jawab.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi takjil, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

“Tahun ini kami menghadirkan TK ABA se-Kota Salatiga untuk bersama-sama merasakan keceriaan Ramadan di lingkungan sekolah. Melalui dongeng dan kebersamaan ini, kami berharap anak-anak mendapatkan nilai-nilai kebaikan yang akan mereka ingat hingga dewasa,” ungkap beliau.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara safari di beberapa TPQ sekitar sekolah, tahun ini kegiatan dipusatkan di lingkungan SD Muhammadiyah Plus Salatiga agar interaksi, kolaborasi, dan kebersamaan dapat terjalin lebih luas.

Melalui kegiatan Takjil Gembira, SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga terus berkomitmen menghadirkan program kolaboratif yang mempererat sinergi antar lembaga pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah, sekaligus menumbuhkan generasi yang ceria, berakhlak mulia, dan gemar berbagi.

WhatsApp Image 2026-02-05 at 11.45.25

Salatiga — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Regina Sekar Arum dalam ajang Akuatik Boyolali Swimming Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Federasi Akuatik Jawa Tengah. Kompetisi ini berlangsung pada 25 Januari 2026 di Kolam Renang Tlatar, Boyolali, dan diikuti oleh atlet-atlet muda terbaik dari berbagai daerah.

Dalam kejuaraan tersebut, Regina tampil gemilang dengan meraih Medali Emas pada nomor 100 Meter Gaya Dada Putri. Prestasi ini menjadi pencapaian tertinggi yang menegaskan konsistensi dan kemampuan teknik renangnya.

Selain medali emas, Regina juga berhasil mengoleksi lima Medali Perak, masing-masing pada nomor:

  • 50 Meter Gaya Dada Putri
  • 75 Meter Gaya Dada Putri
  • 75 Meter Gaya Kupu-kupu Putri
  • 100 Meter Gaya Bebas Putri

Tak hanya itu, Regina turut menambah catatan prestasi dengan meraih dua Medali Perunggu pada nomor:

  • 75 Meter Gaya Kupu-kupu Putri
  • 100 Meter Gaya Ganti Perorangan Putri

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut.

“Prestasi Regina Sekar Arum menjadi bukti bahwa pembiasaan disiplin, kerja keras, dan karakter tangguh yang dibangun sejak dini akan melahirkan generasi berprestasi. Sekolah selalu mendukung pengembangan potensi siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik, sebagai bagian dari pendidikan yang utuh,” ungkapnya.

Capaian ini menjadi bukti nyata hasil dari latihan yang konsisten, semangat juang yang tinggi, serta dukungan dari keluarga, pelatih, dan lingkungan sekolah. Keberhasilan Regina diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berusaha, berani berkompetisi, dan menjunjung tinggi sportivitas.

SD Muhammadiyah Plus Salatiga berkomitmen untuk terus memberikan ruang dan dukungan bagi siswa dalam mengembangkan bakat dan minatnya, sehingga mampu tumbuh menjadi generasi unggul, berkarakter, dan berprestasi di berbagai bidang.

WhatsApp Image 2026-01-26 at 12.23.39

SALATIGA – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan
berlangsung pada April 2026 mendatang, atmosfer akademik di lingkungan SD Muhammadiyah
Plus Kota Salatiga kian terasa kental. Pihak sekolah secara resmi telah memulai program
intensifikasi pembelajaran bagi seluruh siswa kelas 6 sebagai langkah strategis untuk
memastikan kesiapan peserta didik dalam menghadapi ujian tersebut.
Fokus utama dari persiapan ini adalah penguatan dua mata pelajaran inti, yakni Bahasa Indonesia
dan Matematika. Program pengayaan ini dirancang dengan mekanisme khusus, di mana kegiatan
belajar tambahan dilaksanakan pada jam pelajaran setelah salat Zuhur. Pemilihan waktu ini
dinilai efektif karena siswa telah mendapatkan waktu istirahat dan penyegaran spiritual melalui
ibadah berjamaah sebelum kembali fokus menerima materi esensial.
Keunikan dari program persiapan tahun ini terletak pada kolaborasi tenaga pengajar yang
dikerahkan. Tidak tanggung-tanggung, sekolah menerjunkan 12 guru mata pelajaran Bahasa
Indonesia dan Matematika yang berasal dari berbagai jenjang kelas (level) di SD
Muhammadiyah Plus Salatiga. Strategi ini memungkinkan rasio guru dan siswa menjadi lebih
ideal, sehingga pendampingan dapat dilakukan secara lebih personal dan mendalam.
Koordinator Level 6 SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Okta Fiana Safitri, menjelaskan bahwa
pelibatan belasan guru lintas level ini bertujuan untuk memetakan kemampuan siswa secara lebih
akurat.
“Kami melibatkan 12 guru kompeten dari berbagai level untuk memastikan setiap siswa
mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan. Dengan rasio guru dan siswa yang lebih kecil
dalam kelompok belajar, kami bisa lebih cepat mengidentifikasi kesulitan siswa dalam
menyelesaikan soal-soal literasi maupun numerasi,” ungkap Okta Fiana Safitri saat ditemui di
sela-sela kegiatan, Senin.
Lebih lanjut, Okta juga menuturkan secara tidak langsung bahwa antusiasme siswa sangat tinggi.
Meskipun kegiatan dilakukan siang hari, semangat anak-anak untuk mendalami materi TKA
tetap terjaga berkat metode penyampaian guru yang variatif dan interaktif.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, Suharwono, menegaskan
bahwa program ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menjaga kualitas lulusan. Ia
berharap persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari ini dapat membangun kepercayaan diri siswa.
“Persiapan menuju April 2026 bukan waktu yang singkat, namun juga tidak lama. Kami ingin
anak-anak tidak hanya siap secara kognitif, tetapi juga mental. Sinergi antara guru, siswa, dan
dukungan orang tua dalam program penguatan pasca-Zuhur ini adalah kunci utama keberhasilan
mereka nanti,” ujar Suharwono.
Melalui program intensif ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga optimis para siswa kelas 6 akan
mampu menorehkan prestasi gemilang pada TKA 2026, sekaligus mempertahankan tradisi
keunggulan akademik yang selama ini menjadi identitas sekolah.

WhatsApp Image 2026-01-14 at 13.17.57

Salatiga — SD Muhammadiyah Plus Salatiga bersama IKWAM (Ikatan Wali Murid SD Muhammadiyah Plus Salatiga) menyelenggarakan Babak Final Clash of Cendekia (COC) sebagai puncak rangkaian kegiatan perlombaan akademik dan keislaman bagi siswa. Babak final ini dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, dan diikuti oleh perwakilan siswa Level 1 hingga Level 6.

Clash of Cendekia merupakan ajang kompetisi yang dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, ketangkasan intelektual, serta kepercayaan diri siswa. Pada babak final ini, setiap level mempertandingkan dua cabang lomba utama, yaitu Cerdas Cermat Al-Qur’an dan Akademik serta Spelling Bee Competition.

Dalam lomba Cerdas Cermat Al-Qur’an dan Akademik, peserta beradu kemampuan melalui tiga tahapan, yakni pertanyaan wajib, pertanyaan lemparan, dan pertanyaan rebutan. Ketiga babak tersebut menuntut siswa tidak hanya memiliki penguasaan materi, tetapi juga kecepatan berpikir, strategi, serta kerja sama tim.

Sementara itu, pada cabang Spelling Bee Competition, perlombaan dibagi menjadi dua babak. Babak pertama adalah spelling wajib, di mana peserta secara acak memilih kata yang kemudian dieja dengan tepat. Selanjutnya, peserta melaju ke babak rebutan, yang menguji ketelitian, keberanian, dan kesiapan siswa dalam menjawab dengan cepat dan akurat.

Sebelum mencapai babak final, seluruh siswa telah mengikuti babak penyisihan yang dilaksanakan secara serentak pada Jumat, 9 Januari 2026 di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Babak ini menjadi tahap seleksi awal untuk menjaring siswa terbaik dari masing-masing level agar dapat melaju ke babak puncak.

Ketua IKWAM SD Muhammadiyah Plus Salatiga, dr. Razmaeda Sarastry, M.Sc., Sp.OG, menyampaikan bahwa Clash of Cendekia merupakan bentuk nyata sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang potensi anak.

“Clash of Cendekia tidak hanya mengasah kecerdasan akademik anak-anak, tetapi juga melatih mental, kepercayaan diri, dan sportivitas. Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan semangat belajar dan berprestasi bagi seluruh siswa,” ujar Dr. Razmaeda Sarastry, M.Sc., Sp.OG.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang menantang, menyenangkan, dan bermakna. Ajang Clash of Cendekia menjadi salah satu sarana strategis dalam menumbuhkan budaya literasi, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta kompetisi sehat di lingkungan sekolah.

Babak Final Clash of Cendekia diharapkan mampu melahirkan generasi cerdas, percaya diri, berdaya saing, dan berakhlak mulia, sejalan dengan visi pendidikan SD Muhammadiyah Plus Salatiga.