September 11, 2026

UN

WhatsApp Image 2019-06-15 at 23.43.34

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA-SD Muhammadiyah Plus Salatiga melaksanakan Akhirussanah dan Khotmil Qur’an Tahun Ajaran 2018/2019 di Laras Asri Resort and Spa. (Sabtu, 15 Juni 2019)

Hasil USBN telah diumumkan secara serentak oleh Dinas Pendidikan Kota Salatiga melalui sekolah masing-masing pada 12 Juni 2019 lalu. Siswa kelas VI SD Muhammadiyah Plus Salatiga yang telah menyelesaikan masa belajarnya selama enam tahun diserahkan kembali kepada orang tuanya masing-masing dalam rangkaian acara Akhirussanah dan Khotmil Qur’an.

Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur SD-SMP Muhammadiyah Plus, Kepala Amal Usaha Muhammadiyah Salatiga, Pimpinan Daerah Aisyiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Kementerian Agama, dan Dinas Pendidikan Kota Salatiga.

Dengan mengusung tema “jangan lupa bahagia” tampilan-tampilan kreasi siswa-siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Tampil siswi kelas V dengan tari Saman yang telah beberapa kali menjadi tamu undagan untuk acara di Kota Salatiga. Alunan musik tradisional jawa (gamelan) sayup-sayup mengiringi acara tersebut yang dimaikan oleh siswa-siswi.

Pada tahun ajaran 2018/2019 ini SD Muhammadiyah Plus menduduki peringkat 3 se-Kota Salatiga. Dengan nilai rata-rata Bahasa Indonesia 83,2 rata-rata Matematika 54,7 rata-rata IPA 78,4 dan nilai rata-rata sekolah 72,1.

Ainul Huri selaku kepala sekolah bersyukur atas apa yang diraih SD Muhammadiyah Plus Salatiga pada tahun ini. Setidaknya sudah ada 185 kejuaraan yang diraih SD Muhammadiyah Plus dari awal tahun ajaran 2018/2019 hingga saat ini.

“Alhamdulillah prestasi siswa-siswi kelas VI yang mampu meraih peringkat ke 3 se-Kota Salatiga mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai kalangan mengingat jumlah siswa kami paling banyak di Kota Salatiga,” ungkap Ketua Forum Guru Muhammadiyah Kota Salatiga tersebut.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa mulai tahun ini SD Muhammadiyah Plus Salatiga akan terus meningkatkan kegiatan Literasi ditandai terbitnya dua judul buku karya guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

WhatsApp Image 2019-06-15 at 23.43.09

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA- Pengumuman kelulusan SD/MI yang dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Juni 2019 telah dilakukan oleh seluruh SD/MI di Indonesia secara serentaknya. Dari data yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Kota Salatiga siswa SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga menempati rangking pertama nilai rata-rata USBN di Kota Salatiga.

SD Muhammadiyah Plus yang telah menerima hasil USBN pada tanggal 31 Mei 2019 tersebut, mengumumkan hasil kelulusannya pada hari Rabu, 12 Juni serentak bersama-sama sekolah yang lain.

Pada tahun ajaran 2018/2019 ini SD Muhammadiyah Plus menduduki peringkat 3 se-Kota Salatiga. Untuk peringkat perorangan SD Muhammadiyah menduduki peringkat 1 se-Kota Salatiga yang diraih oleh Muhammad Faiz Arkan dengan peraihan total nilai 365,8 yaitu nilai BI 93,8; MAT 84,0; IPA 88,0; PAI 100.

Dalam acara akhirussanah yang dilaksanakan di Laras Asri Resort and Spa Maulana Faiz Arkan mendapatkan penghargaan dari Bank Jateng Syariah bersama Kalista dan Elmecca.

WhatsApp Image 2018-06-04 at 10.48.20

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA-SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga berhasil meraih peringkat pertama nilai rata-rata sekolah Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dari 106 sekolah se-Kota Salatiga.

SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga selalu menunjukkan prestasi yang tiada henti. Setelah beberapa waktu lalu memborong piala dari IAIN Salatiga, kali ini SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga kembali berprestasi dalam USBN 2017/2018 yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Salatiga pada 3-5 Mei 2018 dengan meraih nilai rata-rata 81,68 SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga menempati peringkat I. Dengan nilai rata-rata Bahasa Indonesia 87,21, nilai rata-rata Matematika 72,86, dan nilai rata-rata IPA 84,98. Dalam try out Kecamatan Sidomukti yang dilaksanakan 3 kali SD Muhammadiyah mampu memuncakinya. Sedangkan dalam try out tingkat Kota Salatiga SD Muhammadiyah menempati peringkat 3.

SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga yang memiliki jumlah peserta terbanyak mampu menduduki sebagai yang terbaik pada tahun 2018 ini. Tidak mudah bagi para guru untuk menggembleng 111 murid guna menghantarkan SD Muhammadiyah di puncak tertinggi USBN Kota Salatiga. Berbagai usaha dilakukan, salah satunya sia-sia usaha yang dilakukan oleh 111 anak dengan menjalankan puasa Senin-Kamis. Usaha yang luar biasa balas oleh Allah dengan prestasi peringkat 1 USBN se-Kota Salatiga.

Dari 3154 siswa yang mengikuti USBN, SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga mampu menempatkan 5 siswanya menduduki 10 besar rata-rata individu tingkat Kota Salatiga. Aruming Ni’matul Rachma menduduki peringkat 1 Kota Salatiga dengan nilai Bahasa Indonesia 95,5 , Matematika 97,7 dan IPA 98,0. Muhammad Akmal menempati peringkat 2 Kota Salatiga dengan jumlah nilai 290,5. Safira Amalia Putri berhasil menempati peringkat 3 Kota Salatiga dengan raihan nilai Bahasa Indonesia 98,0 Matematika 97,7 dan IPA 94,0. Sedangkan Arib Razaq Wibowo dan Najwa Razita Dena Putri masing masing menduduki peringkat 4 dan 10 Kota Salatiga dengan jumlah nilai 289,1 dan 282,6. Dari 4 nilai sempurna yang ada di Kota Salatiga, Muhammad Akmal berhasil meraih nilai sempurna pada mapel Matematika.

Kepala Sekolah Sutomo menyampaikan,” Alhamdulillah atas prestasi yang diberikan oleh 111 putra-putri kami kelas VI. Mereka mengakhiri menimba ilmu di SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga dengan khusnul khatimah. Selamat anak-anakku semoga ilmu yang kalian dapatkan di SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga berguna untuk dunia dan akhiratmu,” ungkap penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut saat mengummkan  kelulusan siswanya di Masjid Muhajirin Dukuh.

DSC_0237

sdmplsalatiga.sch.id SALATIGA- Bulan suci Ramadhan menjadi momentum yang pas untuk melatih kepedulian dan kepekaan sosial. SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga dalam rangka rasa syukur karena seluruh siswa-siswi kelas VI berhasil lulus dan menjadi peringkat 4 Kota Salatiga.

Sebanyak 1500 paket takjil disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat. Kegiatan takjil gembira ini dilaksanakan di pusat Kota Salatiga dengan iringan Kids Bands SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga. Lagu bertemakan ramadhan dinyanyikan selama acara tersebut berlangsung. Tidak hanya itu, tampil pula dai kecil Aji dan Ratih menyampaikan materi tentang birul walidain (berbakti kepada kedua orang tua).

Kepala sekolah Sutomo menyampaikan, “Alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Ini adalah wujud rasa syukur SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga atas kelulusan siswa-siswi kami kelas VI, alhamdulillah tahun ini kami mampu menempati peringkat 4 se Kota Salatiga,” ungkap penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut.

Lebih lanjut ia mengungkapkan rasa bangganya SD Muhammadiyah (Plus) dapat menempati peringkat 4 dengan peserta UN terbanyak. Dan yang lebih membanggakan lagi SD Muhammadiyah menjadi satu-satunya sekolah swasta yang menempati 10 besar.

Keberhasilan SD Muhammadiyah menempati peringkat 4 di Kota Salatiga dengan nilai rata-rata 87,61 ini berkat komunikasi yang baik dan lancar antara orang tua siswa dengan para guru di sekolah. Sebanyak 50 siswa mendapatkan nilai rata-rata di atas 90.

DSC_4732

sdmplsalatiga.sch.id SALATIGA- Hasil Ujian Nasional 2017, Sekolah Dasar Kota Salatiga, SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga menduduki peringkat empat tingkat Kota Salatiga.

Ditemui saat mengumumkan hasil UN kepada 93 siswa-siswi, kepala sekolah Sutomo menyampaikan, “Alhamdulillah kami dapat menduduki 4 besar se-Kota Salatiga. Ada 16 siswa yang mendapatkan nilai sempurna pada mapel Matematika,” ungkap penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut.

Lebih lanjut ia mengungkapkan rasa bangganya SD Muhammadiyah (Plus) dapat menempati peringkat 4 dengan peserta UN terbanyak. Dan yang lebih membanggakan lagi SD Muhammadiyah menjadi satu-satunya sekolah swasta yang menempati 10 besar.

Keberhasilan SD Muhammadiyah menempati peringkat 4 di Kota Salatiga dengan nilai rata-rata 87,61 ini berkat komunikasi yang baik dan lancar antara orang tua siswa dengan para guru di sekolah. Sebanyak 50 siswa mendapatkan nilai rata-rata di atas 90.

Keberhasilan tersebut atas kerja keras para siswa mengikuti jam tambahan pelajaran dan mengikuti ujicoba berkali-kali yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Selain itu, ada upaya khusus lainnya yang dilakukan oleh para siswa yang merasa nilainya belum mencukupi standar dengan mencari guru mata pelajaran yang cocok.