August 29, 2026

SDM PLUS

IMG_20250924_084128

Salatiga, 24 September 2025 – SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus menunjukkan komitmennya sebagai sekolah sirkular dengan menghadirkan pembelajaran berbasis lingkungan. Pada Rabu (24/9), sekolah ini menggelar kegiatan Tour Literasi Sampah yang melibatkan 175 siswa kelas 3.

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Komunitas Penggiat Literasi (KOMPLIT) Salatiga dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga. Bertempat di TPS Terpadu 3S Tegalrejo, para siswa diajak mengenal lebih dekat tentang proses pengelolaan sampah mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga manfaat ekonomi dan lingkungan yang dapat dihasilkan dari pengelolaan sampah yang tepat.

Sejak dari rumah, anak-anak sudah diminta membawa sampah masing-masing untuk kemudian dipraktikkan cara memilah sampah organik dan anorganik. Dengan kegiatan sederhana ini, siswa belajar bahwa langkah kecil dalam memilah sampah bisa memberi dampak besar bagi lingkungan.

Tak hanya itu, mereka juga mendapat pengalaman unik dengan belajar membudidayakan magot sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah organik. Dari kegiatan ini, siswa memahami bahwa magot dapat membantu mempercepat penguraian sampah organik sekaligus memiliki potensi ekonomi, seperti dijadikan pakan ternak ramah lingkungan.

“Sebagai sekolah sirkular, kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung praktik pengelolaan sampah di lapangan. Harapannya mereka bisa membiasakan diri memilah dan mengurangi sampah sejak dini,” ujar Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd.

Fasilitator dari KOMPLIT menyajikan pembelajaran dengan metode interaktif, sementara DLH turut memberikan edukasi terkait program pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Salatiga.

Sebagai penutup, anak-anak diajak untuk menuangkan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan refleksi tentang kegiatan yang telah dilaksanakan. Tulisan ini menjadi bagian dari penguatan literasi, sekaligus sarana bagi siswa untuk mengolah kembali pengetahuan yang diperoleh selama tour.

Kegiatan ini sejalan dengan visi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, pusat keunggulan di bidang Imtaq dan Iptek yang berkebangsaan dan peduli lingkungan. Dengan keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan nyata seperti ini, diharapkan kesadaran ekologi dapat tumbuh kuat dan menjadi bagian dari gaya hidup mereka sehari-hari.

sdf

Salatiga, 18 September 2025 – Siswa kelas 4 SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengikuti kegiatan Outing Class Literasi Keuangan di Pasar Raya Salatiga. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kokurikuler sekolah yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman nyata.

Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun langsung ke lapangan untuk memahami konsep keuangan sederhana, mulai dari mengenal harga barang, melakukan transaksi, hingga membedakan kebutuhan dan keinginan. Dengan didampingi guru, mereka tidak hanya berlatih berhitung tetapi juga memahami nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kemandirian.

Menariknya, dalam kegiatan ini siswa menggunakan transportasi angkutan kota sebagai sarana menuju lokasi. Pemilihan angkutan kota ini bukan tanpa alasan. Selain melatih kemandirian siswa dalam menggunakan transportasi umum, sekolah juga ingin menanamkan kepedulian sosial dan membiasakan anak-anak mengenal fasilitas publik yang ada di sekitar mereka.

“Kami ingin anak-anak terbiasa dengan lingkungan sosialnya, termasuk penggunaan angkutan umum. Hal ini melatih adaptasi, kedisiplinan, dan kesederhanaan, sekaligus menumbuhkan rasa empati serta kepedulian terhadap sesama pengguna jalan,” jelas Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd.

Kegiatan outing class ini juga memperkuat kecakapan hidup (life skill) siswa, seperti keterampilan berhitung dalam transaksi, sikap jujur, serta tanggung jawab dalam mengelola uang.

Dengan pengalaman nyata ini, diharapkan siswa tidak hanya semakin cerdas secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi Islami yang mandiri, kritis, kreatif, serta peduli terhadap lingkungan sosialnya.

WhatsApp Image 2025-09-18 at 16.34.57

Salatiga, 18 September 2025 – SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali menghadirkan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna melalui Outing Class untuk siswa-siswi kelas 1 (Grade One). Kegiatan dilaksanakan di Taman Kota Salatiga dengan mengusung tema “Tubuh Sehat, Jiwa Kuat.”

Outing Class ini menjadi bagian dari program kokurikuler sekolah, yakni kegiatan pendukung pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas untuk memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik. Melalui aktivitas di ruang terbuka, siswa diajak untuk belajar sambil bermain, berinteraksi dengan lingkungan, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa Outing Class merupakan salah satu strategi sekolah dalam menguatkan pendidikan karakter.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga sehat, ceria, dan memiliki jiwa sosial yang kuat. Outing Class menjadi sarana yang tepat untuk menyeimbangkan pembelajaran di kelas dengan pengalaman langsung di lapangan,” ujarnya.

Selama kegiatan, siswa-siswi mengikuti berbagai permainan edukatif yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan tubuh, melatih kekompakan, serta menanamkan kebiasaan hidup aktif. Guru-guru turut mendampingi dengan memberikan arahan, sehingga kegiatan tetap aman dan penuh makna.

Dengan adanya kegiatan kokurikuler ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berharap siswa dapat mengembangkan kompetensi holistik—mulai dari aspek kognitif, sosial, emosional, hingga spiritual—sekaligus mempererat kebersamaan antar siswa, guru, dan lingkungan sekitar.

WhatsApp Image 2025-09-17 at 12.41.38

Salatiga, 17 September 2025 – SD Muhammadiyah Plus Salatiga hari ini menerima kunjungan studi banding dari Yayasan Bakti Muslim Sragen. Rombongan yang berjumlah 6 peserta dipimpin oleh Pak Ngadino selaku perwakilan yayasan, dengan tujuan mempererat silaturahmi sekaligus menggali praktik baik dalam pengelolaan pendidikan.

SD Muhammadiyah Plus Salatiga dipilih sebagai lokasi studi banding karena sekolah ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan yang terbukti efektif dalam pengelolaan dana BOS, memiliki program pembinaan karakter yang kuat, serta berhasil mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran dan penguatan prestasi siswa.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dengan suasana hangat dan penuh antusias. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Sekolah Dwi Wuryandari, M.Pd., beserta jajaran guru dan tenaga kependidikan. Selain sesi diskusi, rombongan juga meninjau langsung berbagai fasilitas sekolah serta program-program yang menjadi unggulan SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Dwi Wuryandari, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan.

“Alhamdulillah, SD Muhammadiyah Plus dipercaya menjadi rujukan studi banding. Ini menunjukkan bahwa program-program sekolah kita diakui dan bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain. Harapannya, kegiatan ini memberi manfaat bersama dan memperkuat jaringan antar sekolah Muhammadiyah,” ungkapnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga semakin mengukuhkan diri sebagai sekolah rujukan yang konsisten menghadirkan pendidikan berkualitas, berbasis karakter, berwawasan global, dan berlandaskan nilai Islami.

dsg

Salatiga – SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih gelar Juara Umum pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Sidomukti tahun 2025.

Perhelatan lomba ini berlangsung pada Sabtu, 13 September 2025 di SD Negeri Kecandran, dengan mempertandingkan 7 cabang lomba, masing-masing terdiri dari kategori putra dan putri.

Dalam kompetisi tersebut, para peserta dari SD Muhammadiyah Plus tampil percaya diri dan berhasil memborong gelar juara. Raihan prestasi ini membawa sekolah unggulan tersebut menyabet gelar Juara Umum sekaligus menjadi wakil Kecamatan Sidomukti untuk melangkah ke Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kota Salatiga yang akan digelar pada 20 September 2025 mendatang.

Keberhasilan ini tidak lepas dari adanya kegiatan ekstrakurikuler Javanese Club di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Program ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, serta kemampuan mereka dalam bahasa, sastra, dan budaya Jawa. Melalui Javanese Club, siswa dilatih dan difasilitasi dalam beberapa cabang lomba FTBI, sehingga mampu tampil maksimal di ajang bergengsi ini.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kerja keras siswa dan guru pembimbing.

“Alhamdulillah, keberhasilan anak-anak dalam ajang FTBI ini membuktikan komitmen sekolah dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah. Terima kasih kepada seluruh siswa, guru pembimbing, dan orang tua yang mendukung penuh perjuangan anak-anak. Semoga di tingkat kota nanti kita bisa kembali menorehkan hasil terbaik,” ujarnya.

Dengan kemenangan ini, SD Muhammadiyah Plus semakin menunjukkan perannya sebagai sekolah yang unggul, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam penguatan budaya dan karakter bangsa melalui bahasa ibu.