August 29, 2026

SDM PLUS

WhatsApp Image 2025-11-28 at 08.56.14_3723166e

Salatiga, November 2025 — Dinas Pendidikan Kota Salatiga kembali menggelar Lomba Inovasi bagi Satuan Pendidikan Dasar Tahun 2025 dengan tema “Pengelolaan Sampah di Satuan Pendidikan.” Ajang ini menjadi wadah bagi sekolah dan guru untuk menunjukkan kreativitas serta efektivitas pengelolaan lingkungan, khususnya dalam pengolahan sampah di sekolah.

Kompetisi ini terbagi dalam empat kategori besar, yakni:

  1. Kategori Sekolah:
    a. Sekolah Negeri
    b. Sekolah Swasta
  2. Kategori Guru:
    a. Guru SD Negeri
    b. Guru SD Swasta

Dalam ajang yang penuh inovasi ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga tampil gemilang dengan meraih 4 penghargaan sekaligus. Prestasi ini membuktikan komitmen sekolah dalam membangun budaya lingkungan yang sehat, berkelanjutan, dan berkarakter hijau.

Berikut prestasi yang berhasil diraih:


Juara 1 Inovasi Guru — Buhtari, S.Si., M.Pd.

Dengan karya “Stiker-C Paper Mural: Setiap Kertas Bercerita”, Pak Buhtari menghadirkan inovasi kreatif yang memanfaatkan kertas bekas seperti salah cetak, lembar arsip kedaluwarsa, dan scrap paper menjadi mural edukasi ramah lingkungan.
Mural tersebut tidak hanya memperindah sekolah, tetapi juga menyampaikan pesan literasi hijau bahwa setiap lembar kertas dapat hidup kembali sebagai media edukasi.


Juara 2 Inovasi Guru — Hesti Widiarni, S.Pd.

Melalui karyanya “ECOLEAF: Inovasi Kokurikuler Pembelajaran Mendalam dalam Mengolah Sampah Daun Menjadi Pupuk Organik”, Bu Hesti berhasil mengintegrasikan praktik pengolahan sampah daun ke dalam pembelajaran kokurikuler.
Program ini melatih siswa mengolah daun kering menjadi pupuk organik yang digunakan kembali untuk tanaman sekolah, sehingga mewujudkan lingkungan belajar yang sehat dan produktif.


Juara 3 Inovasi Sekolah — Suharwono, S.Pd.

Dalam kategori sekolah, Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga menghadirkan inovasi bertajuk “Implementasi Circular Corner untuk Meningkatkan Literasi Pengelolaan Sampah di Satuan Pendidikan.”
Circular Corner menjadi sudut pembelajaran berbasis ekosistem sirkular di mana siswa belajar memilah sampah, mengolahnya, hingga memanfaatkannya kembali dalam berbagai kegiatan.


Juara 1 Pengelolaan BOS

SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali membuktikan tata kelola administrasi yang profesional dan akuntabel dengan meraih Juara 1 Pengelolaan Dana BOS.
Nilai ini menunjukkan sekolah transparan, tepat sasaran, serta memaksimalkan penggunaan anggaran untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan.


Keberhasilan SD Muhammadiyah Plus Salatiga meraih empat penghargaan sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sekolah tidak hanya unggul secara akademik dan karakter, tetapi juga visioner dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah bumi.
Dengan komitmen kuat pada green literacy, sekolah terus bergerak menjadi institusi pendidikan yang mendidik generasi cerdas, peduli lingkungan, dan berakhlak mulia.

“Prestasi ini adalah wujud kerja bersama seluruh warga sekolah. Semoga menjadi penyemangat untuk terus berinovasi demi lingkungan yang lebih baik,” ujar Kepala Sekolah, Suharwono, S.Pd.

eref

Salatiga, 14 November 2025 — SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali mengukir prestasi membanggakan pada ajang Lomba Jingle Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) tingkat Kota Salatiga. Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan tersebut, SD Muhammadiyah Plus berhasil meraih Juara 1, mengungguli berbagai sekolah lain di Kota Salatiga. Hasil ini menegaskan kualitas sekolah dalam kreativitas, seni, dan edukasi kesehatan.

Pada kompetisi ini, yang tampil membawakan jingle adalah siswa-siswi kelas 6 yang menunjukkan kekompakan, ekspresi kuat, dan penampilan energik. Sementara itu, lagu jingle dinyanyikan oleh Wulan — guru ekstrakurikuler menyanyi — dan Alana Shafaselma Fatiha, salah satu siswa berbakat yang mengikuti ekstra menyanyi di sekolah.

Adapun siswa-siswi perwakilan kelas 6 yang tampil sebagai bagian dari tim jingle adalah:

  • Berlina Isabella Nala
  • Naera Alkhanza Syauqia
  • Deandra Nefa Quadeisha
  • Athalia Najwa Dhia Setiawan
  • Ayudhia Vika Fajarista
  • Zeefara Naura Qanita

Kolaborasi antara penampilan visual yang kuat dari siswa kelas 6 dan kualitas vokal dari Wulan serta Alana menjadi daya tarik utama yang memikat perhatian juri. Pesan edukatif mengenai pentingnya cuci tangan pakai sabun tersampaikan dengan baik melalui jingle yang ceria, komunikatif, dan mudah diingat.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh tim.

“Kolaborasi ini adalah bukti kreativitas dan kekompakan keluarga besar SD Muhammadiyah Plus. Anak-anak tampil luar biasa, dan jingle yang dibawakan memberikan pesan kesehatan yang sangat penting untuk masyarakat,” ujarnya.

Kemenangan ini semakin menegaskan identitas SD Muhammadiyah Plus Salatiga sebagai sekolah yang aktif mendorong kreativitas, literasi seni, dan perilaku hidup sehat — selaras dengan visi C-BER MU (Cerdas Berakhlak Mulia).

WhatsApp Image 2025-11-07 at 11.36.19_f294d3af

Salatiga, 7 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional sekaligus memeriahkan Milad Muhammadiyah ke-113, SD Muhammadiyah Plus Salatiga menggelar kegiatan penuh makna bertajuk “Menulis Seribu Surat untuk Pahlawan.”
Kegiatan ini menjadi ajang refleksi dan ekspresi bagi para siswa untuk mengenang jasa para pejuang bangsa serta meneladani semangat juang para tokoh Muhammadiyah yang telah berperan besar dalam perjuangan dan pembangunan pendidikan di Indonesia.

Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi semangat dan antusiasme. Ratusan siswa dari kelas 1 hingga 6 tampak tekun menulis surat berisi pesan, doa, dan ungkapan terima kasih kepada para pahlawan.
Surat-surat yang telah selesai kemudian ditempel sesuai kelas masing-masing membentuk angka 1 hingga 6, simbol semangat perjuangan di setiap jenjang pendidikan. Instalasi ini menjadi karya kolaboratif yang unik dan menyentuh, sekaligus menjadi hiasan tematik yang akan dipajang selama satu minggu ke depan di lingkungan sekolah.

Selain menulis surat, beberapa perwakilan kelas juga membacakan isi surat mereka di depan teman-teman dan guru. Momen ini menjadi bagian paling mengharukan dari acara, ketika anak-anak dengan lantang dan tulus menyampaikan pesan-pesan mereka — ada yang menulis untuk Bung Tomo, ada yang menulis untuk KH Ahmad Dahlan, dan ada pula yang menulis untuk orang tua serta guru sebagai pahlawan masa kini.

Kegiatan menulis surat ini diawali dengan pengenalan tentang pahlawan-pahlawan dari Muhammadiyah, seperti KH Ahmad Dahlan, Nyai Walidah Dahlan, dan Ki Bagus Hadikusumo.
Melalui kisah inspiratif tersebut, siswa belajar bahwa kepahlawanan tidak selalu ditandai dengan peperangan, melainkan juga perjuangan dalam menebarkan ilmu, menegakkan nilai-nilai kebenaran, dan berbuat baik bagi sesama.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana pendidikan karakter yang kuat.

“Kami ingin anak-anak belajar dari keteladanan para pahlawan, memahami makna perjuangan, dan meneladani nilai-nilai keikhlasan. Dari surat sederhana ini, tumbuh rasa cinta tanah air dan tekad untuk menjadi pahlawan masa kini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara semangat kepahlawanan dan semangat Milad Muhammadiyah ke-113, yang tahun ini mengusung nilai dakwah dan kemajuan.

“Kita ingin anak-anak meneladani semangat Muhammadiyah yang tak pernah lelah berjuang lewat pendidikan dan akhlak mulia,” imbuhnya.

Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan sejarah dan literasi siswa, tetapi juga menanamkan nilai C-BER MU (Cerdas Berakhlak Mulia) yang menjadi ciri khas SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Dengan semangat “Dari Surat untuk Pahlawan, Lahir Generasi Teladan Bangsa,” SD Muhammadiyah Plus Salatiga meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki semangat juang tinggi — layaknya para pahlawan yang mereka kenang.

WhatsApp Image 2025-10-31 at 13.17.28

Salatiga, 27 Oktober 2025 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Tim Sepak Bola Kecamatan Sidomukti dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Salatiga 2025 yang digelar di Lapangan Argomulyo, Salatiga, pada Senin, 27 Oktober 2025.
Dalam kompetisi penuh gengsi antar-kecamatan ini, Sidomukti berhasil mempertahankan gelar Juara 1 untuk tahun ketiga berturut-turut, menegaskan dominasinya sebagai tim terbaik di Kota Salatiga.

Kesuksesan ini tak lepas dari kontribusi hebat siswa-siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga yang berhasil lolos seleksi tingkat kecamatan dan dipercaya memperkuat tim Sidomukti. Mereka adalah:
Hadrian Radithya Tsaqif
Aerky Ammar Zeea Putra Kurniawan
Arjuna Fallah Adeeba
Luthfy Daffa Syahputra
Fariz Herjuno Rosyidi
Danishwara Priandaru
Levine Al Gibran Ananda Kristyo

Ketujuh siswa ini menunjukkan performa luar biasa sepanjang pertandingan. Mereka bermain dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadi bagian penting dari kemenangan tim Sidomukti di laga final. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti kuat bahwa SD Muhammadiyah Plus Salatiga tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembinaan bakat dan karakter siswa melalui kegiatan kokurikuler olahraga.

Pertandingan yang berlangsung di bawah teriknya matahari Argomulyo ini menyajikan permainan yang seru dan menegangkan. Tim Sidomukti tampil solid, kompak, dan percaya diri, hingga akhirnya mampu menaklukkan lawan-lawannya dan keluar sebagai juara pertama.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Anak-anak menunjukkan semangat juang dan disiplin tinggi. Ini bukan hanya kemenangan olahraga, tapi juga kemenangan karakter. Mereka adalah contoh nyata siswa C-BER MU — Cerdas dan Berakhlak Mulia,” ujarnya.

Prestasi ini sekaligus mempertegas posisi SD Muhammadiyah Plus Salatiga sebagai sekolah yang berkomitmen mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh — dari akademik, seni, hingga olahraga.

Dengan keberhasilan ini, Kecamatan Sidomukti menorehkan hat-trick juara tiga tahun berturut-turut dalam cabang sepak bola POPDA Kota Salatiga, dan SD Muhammadiyah Plus menjadi bagian penting dari pencapaian bersejarah tersebut.

WhatsApp Image 2025-10-31 at 17.03.09_340d3e17

Salatiga, 31 Oktober 2025 — Suasana pembelajaran di kelas International Class Program (ICP) SD Muhammadiyah Plus Salatiga terasa lebih hidup dan menyenangkan sejak Kamis lalu. Melalui kerja sama dengan Ticer English Club, sekolah menghadirkan Hellen Keating, seorang native speaker asal Irlandia, untuk berinteraksi langsung dengan para siswa dalam kegiatan belajar yang penuh inspirasi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, sejak Kamis hingga hari ini, menjadi pengalaman berharga bagi siswa-siswi ICP dari kelas 1 sampai 4 dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus mengenal budaya Eropa secara langsung.

Dalam sesi interaktifnya, Hellen mengajak anak-anak belajar melalui berbagai aktivitas seru, seperti latihan spelling, daily conversation, hingga pengenalan tradisi dan budaya Irlandia. Suasana kelas pun dipenuhi keceriaan dan rasa ingin tahu yang tinggi dari para siswa.

“The students are amazing — they’re curious, confident, and full of energy. It’s a joy to teach them,” ujar Hellen Keating dengan senyum hangat saat ditemui di sela kegiatan.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang berwawasan global namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam.

“Kami ingin anak-anak memiliki kemampuan komunikasi internasional sekaligus karakter yang santun. Kehadiran Hellen Keating dan kerja sama dengan Ticer English Club menjadi langkah nyata untuk membangun generasi C-BER MU — Cerdas, Berakhlak Mulia,” ungkapnya.

Selain memperkaya kemampuan berbahasa, kegiatan ini juga melatih percaya diri, keterampilan berbicara di depan umum, serta toleransi budaya. Siswa tidak hanya belajar kata dan kalimat, tetapi juga memahami makna komunikasi yang membangun persahabatan lintas budaya.

Dengan berakhirnya kegiatan hari ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali membuktikan diri sebagai sekolah yang inovatif dalam mengintegrasikan pembelajaran global dan karakter Islami — menyiapkan generasi masa depan yang smart, confident, and well-mannered.