August 29, 2026

SDM PLUS

WhatsApp Image 2025-10-05 at 20.59.16

Yogyakarta, 5 Oktober 2025 – SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Proactive Competition 3, kompetisi robotika tingkat SD/MI yang digelar di Lippo Plaza Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Proactive Education Yogyakarta dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

Tahun ini, kompetisi menghadirkan tiga kategori lomba, yakni Robot Pemadam Api, Transporter, dan Soccer Bot. SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengirimkan 12 tim terbaik yang terdiri atas 7 tim Soccer Bot dan 5 tim Pemadam Api untuk berkompetisi menampilkan inovasi, ketangkasan, dan kemampuan berpikir logis di bidang teknologi robotika.

Dari hasil perlombaan, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berhasil meraih dua penghargaan gemilang dalam kategori Robot Pemadam Api, yaitu:
Juara 2 diraih oleh Gema Elza Iskandar, dan
Juara 3 diraih oleh Amira Yuki.

Prestasi ini melanjutkan jejak kesuksesan tahun sebelumnya, di mana SD Muhammadiyah Plus Salatiga juga berhasil meraih Juara 1 kategori Line Follower pada ajang Proactive Competition Season 2. Konsistensi ini membuktikan bahwa sekolah tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam penguasaan teknologi dan inovasi.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas keberhasilan siswa.

“Alhamdulillah, anak-anak kembali menunjukkan semangat luar biasa. Kompetisi ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran berbasis sains dan teknologi di SD Muhammadiyah Plus Salatiga mampu menumbuhkan generasi kreatif, inovatif, dan siap bersaing di era digital,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan robotika merupakan bagian dari program kokurikuler Informatika dan Sains Terapan di sekolah, yang dirancang untuk menguatkan kecakapan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sekaligus melatih kolaborasi dan pemecahan masalah.

Dengan torehan prestasi di ajang Proactive Competition ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga semakin menegaskan posisinya sebagai sekolah unggul yang terus berinovasi dalam mencetak generasi Islami, cerdas digital, dan berdaya saing global.

fgjh

Salatiga – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga dalam ajang Olimpiade Sains Muhammadiyah Jawa Tengah (OSMJT) Season 4 Tahun 2025. Dua siswa berhasil membawa pulang medali perak pada cabang lomba berbeda, menunjukkan kualitas akademik sekaligus semangat juang mereka dalam bidang sains.

Adalah Aisyah Fitria Azzahra, yang meraih Medali Perak cabang lomba Matematika, serta Oxana Mikhaela Yusuf, yang juga menyabet Medali Perak cabang lomba IPA. Keduanya sukses bersaing dengan ratusan peserta lain dari berbagai sekolah Muhammadiyah se-Jawa Tengah.

OSMJT Season 4 ini menjadi wadah bergengsi untuk mengasah kemampuan intelektual, logika, serta nalar ilmiah siswa, sekaligus membentuk karakter unggul dalam persaingan sehat.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang diraih. “Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa anak-anak SD Muhammadiyah Plus Salatiga tidak hanya unggul dalam karakter dan akhlak, tetapi juga dalam prestasi akademik. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus bersemangat belajar dan berkompetisi secara sehat,” ungkapnya.

Prestasi ini juga menjadi bukti komitmen sekolah dalam mendukung perkembangan minat dan bakat siswa melalui berbagai kegiatan pembelajaran, program unggulan, serta pembinaan olimpiade secara berkelanjutan.

Dengan hasil gemilang di OSMJT Season 4 ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga semakin memperkokoh posisinya sebagai sekolah unggulan yang mencetak generasi berprestasi, cerdas, dan berkarakter Islami.

dsfds

Salatiga, 1 Oktober 2025 – SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan seluruh warganya. Bekerja sama dengan Puskesmas Kalicacing, sekolah menggelar kegiatan screening kesehatan yang diperuntukkan bagi seluruh civitas sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga kepala sekolah.

Kegiatan ini dilaksanakan di kompleks SD Muhammadiyah Plus Salatiga sejak 26 September 2025 dan berlangsung hingga hari ini. Setiap peserta menjalani pemeriksaan kesehatan dasar, meliputi pengecekan tinggi dan berat badan, pemeriksaan gigi, mata, tekanan darah, hingga deteksi dini potensi penyakit tertentu.

Selain pelaksanaan screening, SD Muhammadiyah Plus Salatiga juga memiliki fasilitas kesehatan internal yang mumpuni, yakni UKS AR Fachrudin. Unit ini didukung tenaga kesehatan yang standby setiap hari untuk memberikan layanan pertolongan pertama, konsultasi kesehatan ringan, hingga rujukan apabila dibutuhkan.

Fasilitas UKS di sekolah ini tergolong lengkap, mulai dari alat bantu pernapasan (nebulizer dan oksigen portable) hingga perangkat untuk cek gula darah dan kolesterol. Kehadiran UKS AR Fachrudin menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas sinergi dengan Puskesmas Kalicacing.

“Kesehatan siswa dan seluruh civitas sekolah menjadi prioritas kami. Dengan adanya screening ini dan fasilitas UKS yang lengkap, kami berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang benar-benar sehat dan mendukung tumbuh kembang anak-anak,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mendeteksi sejak dini masalah kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran seluruh civitas sekolah akan pentingnya menjaga pola hidup sehat.

20251001_085530

Salatiga, 26 September 2025 – Suasana penuh kebersamaan tampak di sekitar lingkungan SD Muhammadiyah Plus Salatiga saat sekolah kembali menggelar kegiatan Gerakan Jumat Berkah. Pada kesempatan kali ini, sekolah membagikan minyak goreng kepada para pengemudi ojek daring (gojek) dan juru parkir di sekitar sekolah.

Penyaluran bantuan dilakukan secara acak di lingkungan sekitar sekolah, sehingga penerima merasakan kejutan penuh kebahagiaan ketika mendapat bingkisan dari siswa dan guru.

Kegiatan berbagi ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekolah terhadap masyarakat sekitar, sekaligus implementasi pendidikan karakter bagi para siswa agar terbiasa menebarkan kebaikan.

Menariknya, pendanaan kegiatan ini berasal dari infaq Jumat yang secara rutin dikumpulkan oleh siswa setiap pekan. Hal ini menjadikan kegiatan Jumat Berkah tidak hanya sebatas berbagi, tetapi juga sebagai sarana pembiasaan siswa untuk beramal sejak dini.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menyampaikan bahwa Jumat Berkah bukan hanya sekadar kegiatan berbagi, melainkan juga sarana menanamkan nilai empati kepada siswa.

“Kami ingin anak-anak belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu berlebih. Dengan kepedulian sederhana, seperti berbagi minyak goreng ini, kita bisa meringankan beban saudara-saudara kita dan menebar kebahagiaan,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para pengemudi gojek maupun juru parkir menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan sekolah.

Dengan adanya Gerakan Jumat Berkah, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berharap dapat terus menumbuhkan budaya berbagi dan memperkuat ikatan sosial antara sekolah dengan masyarakat sekitar.

gdf

Salatiga – Sabtu pagi, 20 September 2025, halaman SDN 6 Salatiga dipenuhi aura semangat yang membara. Denting gamelan, lantunan bahasa Jawa yang indah, hingga sorak dukungan penonton menjadi saksi digelarnya Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kota Salatiga. Ajang tahunan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan panggung bergengsi untuk merawat bahasa dan budaya ibu sebagai warisan luhur bangsa.

Di tengah suasana yang penuh haru dan tegang, nama SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga berkali-kali disebut sebagai juara. Para siswa tampil penuh percaya diri, suaranya bergetar membawa makna, gesturnya tegas namun anggun, hingga mampu memikat juri maupun penonton.

Hasilnya sungguh luar biasa: SD Muhammadiyah Plus berhasil memborong juara di berbagai cabang lomba—mulai dari Macapat, Geguritan, Membaca dan Menulis Aksara Jawa, Komedi Tunggal, hingga Sesorah.

Berikut daftar prestasi yang membanggakan:

Juara 1

  • Aryasatya Haidar Wiratama – Macapat Putra
  • Ayudhia Vika Fajarista – Macapat Putri
  • Aufar Perwira Fayyadh Al Ghifari – Geguritan Putra
  • Rizki Bagus Fajri – Membaca dan Menulis Aksara Jawa Putra
  • Athalia Najwa Dhia Setiawan – Sesorah Putri
  • El Zhafran Nararya Tsaqib – Komedi Tunggal Putra

Juara 2

  • Alana Shafaselma Fatiha – Komedi Tunggal Putri
  • Hanung Windraya Wiratmaja – Macapat Putra
  • Amzar Isaqif Al Khawarizmi – Geguritan Putra
  • Evelyn Citra Anindya – Geguritan Putri
  • Keisha Adelia Pramudita Alesha – Membaca dan Menulis Aksara Jawa Putri
  • Arjuna Falah Adeeba – Sesorah Putra

Juara 3

  • Nabil Fathan Salmara – Membaca dan Menulis Aksara Jawa Putra

Dengan kemenangan ini, para peraih juara 1 resmi menjadi duta Kota Salatiga untuk bertarung di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Harapan besar kini dipundakkan kepada mereka untuk terus mengibarkan nama kota dan sekolah tercinta.

Kepala SD Muhammadiyah Plus, Suharwono, M.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bangganya. “Alhamdulillah, anak-anak telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga berjiwa luhur menjaga budaya. Semoga di tingkat provinsi nanti mereka bisa kembali berdiri di podium tertinggi,” tuturnya penuh haru.

Festival ini telah membuktikan bahwa bahasa ibu bukan sekadar warisan, melainkan sumber kekuatan. Dan hari itu, di Salatiga, SD Muhammadiyah Plus berhasil mengukir sejarah baru: menjadi rumah lahirnya generasi emas penjaga budaya bangsa.