August 29, 2026

SDM PLUS

IMG_20250730_162400_264

Salatiga – SD Muhammadiyah Plus Salatiga siap menerapkan pembelajaran mendalam. SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali dipercaya sebagai sekolah prioritas dalam penguatan mutu pembelajaran. Selama dua hari penuh, sekolah ini melaksanakan kegiatan Desiminasi Pembelajaran Mendalam, yang berlangsung pada Rabu 30 Juli 2025).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Kegiatan ini disampaikan oleh empat narasumber berkompeten, yaitu Syafiah Isnaini, Hesti Widiarni, Ana Irawanti dan Riyani Maunah, yang membawakan materi secara komprehensif, aplikatif, dan inspiratif. Mereka berdua telah mendapatkan pelatihan selama satu minggu penuh dari BBGP Jawa Tengah.

SD Muhammadiyah Plus Salatiga mendapat prioritas sebagai peserta kegiatan Pembelajaran Mendalam karena termasuk sekolah yang terbukti baik dalam pemanfaatan Dana BOS, serta konsisten dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis karakter dan kompetensi murid.

Kegiatan ini membahas secara mendalam tentang pendekatan pembelajaran yang berpusat pada murid, strategi peningkatan kualitas asesmen formatif, serta integrasi pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dengan konteks sekolah.

“Kami sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari kegiatan penting ini. Ini merupakan kesempatan luar biasa bagi guru-guru kami untuk memperkuat pemahaman dan praktik pembelajaran yang mendalam dan bermakna,” ujar Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd.

Selama dua hari, para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak praktik langsung melalui simulasi, diskusi kelompok, dan refleksi pembelajaran. Atmosfer kolaboratif dan semangat belajar terlihat sangat kuat sepanjang kegiatan berlangsung.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan SD Muhammadiyah Plus Salatiga dan para gurunya semakin siap dalam menghadirkan pengalaman belajar terbaik untuk para siswa—yang tidak hanya memahami materi, tapi juga mampu berpikir kritis, berempati, dan berkembang sesuai zamannya.


IMG_5312

Salatiga – SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali menunjukkan eksistensinya di dunia seni dan budaya. Kali ini, tiga siswanya turut ambil bagian dalam ajang spektakuler “Salatiga 6 Jam Menari”, yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-1275 Kota Salatiga, Sabtu (19/7).

Kegiatan yang berlangsung selama enam jam penuh ini melibatkan total 183 penari dan 34 pendamping dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA serta sanggar tari yang ada di Kota Salatiga. Acara diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Salatiga (DKS) sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni budaya daerah.

SD Muhammadiyah Plus Salatiga sendiri tampil membawakan tarian energik berjudul “Tari Ye Ye”, Fika, Safa dan Bella berhasil mencuri perhatian penonton dengan gerakannya yang dinamis dan penuh semangat. Ketiga siswa tampil percaya diri dan kompak, menunjukkan bahwa pembinaan seni di lingkungan sekolah berjalan selaras dengan visi pendidikan karakter.

Ketua DPRD Kota Salatiga, Bapak Dance Ishak Palit, turut hadir menyaksikan langsung penampilan para peserta dan memberikan apresiasi terhadap semangat pelajar Salatiga dalam melestarikan budaya melalui seni tari.

“Kami bangga siswa-siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga turut berpartisipasi dalam ajang seni besar seperti ini. Ini membuktikan bahwa pendidikan seni di sekolah bukan hanya pelengkap, tapi juga bagian penting dalam membentuk percaya diri dan kecintaan pada budaya bangsa,” ujar salah satu guru pendamping sekolah.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menampilkan 34 jenis tarian berbeda, mencerminkan keberagaman budaya Indonesia yang hidup dan tumbuh di Kota Salatiga. Partisipasi SD Muhammadiyah Plus Salatiga dalam ajang ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mendukung bakat dan potensi siswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di ranah seni dan budaya.

IMG_20250719_081846

Salatiga – SD Muhammadiyah Plus Salatiga kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun komunikasi dan kolaborasi kuat antara sekolah dan orang tua melalui kegiatan Sosialisasi Program Kegiatan Tahunan yang dilaksanakan pada Jumat (19/7). Kegiatan ini menyasar seluruh jenjang dari kelas 2 hingga kelas 6, dengan durasi pelaksanaan sekitar 1,5 jam untuk setiap kelasnya.

Sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan secara detail rencana program yang akan dijalankan siswa-siswi selama satu tahun ke depan, baik dalam aspek akademik, pembiasaan karakter, hingga program unggulan dan kegiatan ekstrakurikuler. Masing-masing wali kelas menyampaikan materi dengan pendekatan komunikatif dan terbuka, sekaligus menjadi ajang silaturahmi awal dengan para orang tua/wali murid.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., dalam pembukaannya menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh sinergi kuat antara pihak sekolah dan orang tua.

“Kami percaya bahwa sekolah dan rumah harus berjalan beriringan. Dengan adanya sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa orang tua mengetahui arah pendidikan anak-anak mereka dan ikut terlibat dalam setiap prosesnya,” ujar beliau.

Beberapa poin penting yang disampaikan dalam sosialisasi meliputi:

  • Target capaian pembelajaran per kelas.
  • Jadwal kegiatan kelas, program karakter, dan penguatan literasi numerasi.
  • Rencana outing class, proyek P5, serta pembiasaan ibadah harian.
  • Informasi kegiatan tahunan seperti lomba, pentas seni, dan program kelas unggulan.

Antusiasme orang tua terlihat dari interaksi aktif selama sesi tanya jawab dan diskusi. Momen ini juga digunakan untuk menyampaikan aspirasi dan harapan kepada wali kelas, sehingga hubungan sekolah dan orang tua semakin harmonis.

Dengan berlangsungnya kegiatan ini, SD Muhammadiyah Plus Salatiga berharap seluruh orang tua memahami arah dan rencana kegiatan anak-anak mereka, serta turut berperan aktif dalam mendampingi proses tumbuh kembang mereka selama satu tahun ke depan.


WhatsApp Image 2025-07-14 at 10.41.54

Salatiga – Suasana pagi yang semarak terasa di halaman SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Senin (14/7), saat seluruh siswa, guru, dan orang tua mengikuti apel pertama tahun ajaran baru 2025/2026. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang disusun untuk menciptakan pengalaman belajar awal yang menyenangkan, aman, dan penuh makna.

Suasana Apel Perdana tahun ajaran 2025/2026

Dalam sambutannya, Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., menekankan pentingnya hari pertama sekolah sebagai momen menanamkan semangat baru dan nilai-nilai karakter sejak dini.

“Hari pertama sekolah bukan sekadar mengenal ruang kelas, tapi memasuki suasana baru yang penuh semangat dan nilai. Kami ingin anak-anak merasa diterima, disambut hangat, dan siap tumbuh menjadi generasi yang kritis, kreatif, dan penuh empati,” ungkap beliau.

Apel yang berlangsung khidmat namun tetap hangat ini dilanjutkan dengan pengenalan para guru dan tenaga kependidikan, serta pemaparan singkat tentang program sekolah kepada orang tua siswa. Anak-anak tampak antusias mengikuti arahan, menyanyikan lagu kebangsaan, serta menerima gambaran umum tentang kegiatan selama MPLS.

Menariknya, seluruh siswa baru pada hari itu mengenakan seragam merah putih, sebagai simbol semangat nasionalisme sekaligus keceriaan menyambut masa sekolah yang baru. Warna merah putih menggambarkan semangat dan kemurnian niat belajar anak-anak Indonesia.

Dalam pelaksanaan MPLS Ramah, sekolah menekankan sejumlah tujuan utama yang tertuang secara visual dalam materi sosialisasi:

  • Menumbuhkan dan menguatkan karakter serta profil lulusan murid baru.
  • Membantu murid baru mengenal, beradaptasi, dan berinteraksi positif dengan warga sekolah.
  • Mengenalkan sarana prasarana serta lingkungan sekitar satuan pendidikan.
  • Memperkenalkan kurikulum, visi, misi, dan budaya sekolah.
  • Menyesuaikan pendekatan dengan karakteristik dan kebutuhan perkembangan setiap siswa.

Dengan suasana penuh semangat dan senyuman dari siswa maupun orang tua, kegiatan apel pertama ini sukses menjadi awal yang positif untuk membangun ekosistem belajar yang kolaboratif dan menyenangkan di SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

WhatsApp Image 2025-07-11 at 11.19.54

Salatiga – SD Muhammadiyah Plus Salatiga mengawali tahun ajaran baru 2025/2026 dengan menggelar kegiatan Awalussanah, Rabu (10/7). Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi baru bersama orang tua/wali murid dan para guru. Dengan mengusung tema “Wujudkan Generasi Kritis, Kreatif, dan Penuh Empati”, Awalussanah menjadi momentum strategis untuk menyambut dan membekali para siswa menghadapi dunia pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna.

Kegiatan Awalussanah tahun ini dikemas secara edukatif dan inspiratif. Para siswa baru diperkenalkan pada lingkungan sekolah, metode pembelajaran aktif yang diterapkan di SD Muhammadiyah Plus Salatiga, serta nilai-nilai karakter yang menjadi fondasi pendidikan di sekolah ini. Salah satu yang menarik, seluruh siswa mengenakan seragam Hizbul Wathan (HW) — seragam khas gerakan kepanduan Muhammadiyah — sebagai simbol pengenalan awal terhadap gerakan kepanduan yang akan mereka ikuti selama menjadi siswa.

Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Suharwono, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membentuk karakter anak sejak hari pertama.

“Kami tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tapi juga membentuk pribadi yang tangguh, berpikir kritis, kreatif, dan memiliki empati terhadap sesama. Melalui kegiatan seperti Awalussanah, kami ingin mengajak anak-anak merasakan bahwa belajar itu menyenangkan dan bermakna,” ujar beliau.

Tidak hanya siswa, para orang tua juga mendapatkan sesi khusus yang berisi pemaparan program-program unggulan sekolah, visi pendidikan, serta strategi penguatan karakter dan kompetensi abad 21. Diharapkan dengan adanya komunikasi dan sinergi yang baik antara sekolah dan orang tua, proses pendidikan dapat berjalan selaras dan lebih optimal.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Anak-anak terlihat ceria mengikuti kegiatan perkenalan, prakarya, bermain edukatif, dan sesi pembiasaan ringan. Semangat kebersamaan dan keceriaan di hari pertama ini menjadi awal yang baik dalam membangun atmosfer positif di tahun ajaran baru.