September 1, 2026

Prestasi

dvs

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA- SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga membuka awal semester 2 dengan juara baru. Setidaknya ada 2 Juara baru yang hadir pada awal semester ini.

SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga yang mengusung brand “mempersiapkan pemimpin masa depan yang cerdas berakhlak mulia” pada awal pembelajaran semester 2 ini membuka dengan beberapa juara baru yang terhitung masih pemula.

Wildan Rahagi siswa kelas II yang tergabung dalam ekstra kids band SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga mampu mempersembahkan Juara Harapan 2 dalam ajang Festival Musik Indomaret 2017  Drum Competition di Semarang, Minggu 31 Desember 2018. Drumer Laskar Kluwung tersebut bersaing dengan 25 peserta lainnya dari berbagai siswa di Jawa Tengah.

Siswa yang memiliki nama panggilan Iwil tersebut membawakan lagu dengan judul Sugar yang dipopulerkan oleh Maroon Five. Meskipun baru kali pertamanya mengikuti kompetisi dapat membawa pulang piala meskipun baru Juara Harapan II.

Muhammad Husein Al Fachry, siswa kelas I juga tidak mau kalah dengan kakak kelasnya. Siswa yang tergabung dalam Team 86 tersebut mampu memperoleh juara II dalam ajang Gastrack Region II Jawa Putaran Jawa Tengah. Fachry yang baru memulai hobinya 6 bulan kebelakang mampu mengungguli beberapa pemain yang telah lebih dulu terjun dalam gastrack. Fachry yang masih berumur 7 tahun itu telah mampu menempati peringkat 15 besar di Nasional.

Kepala Sekolah Sutomo mengatakan bahwa seluruh peserta didik mempunyai bakat masing-masing. Sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak harus mampu mewadahi bakat peserta didik. “Alhamdulillah SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga mampu mengawali awal semester 2 dengan prestasi. Ini adalah sebagai wujud kepedulian sekolah terhadap bakat siswa. Sekolah berusaha semampu mungkin untuk menyalurkan bakat peserta didik, dan inilah hasil yang kami peroleh,” ungkap Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional tersebut.

WhatsApp Image 2017-11-21 at 08.20.36

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA- Nofranda Gilang Utama berhasil meraih Juara 3 Pra Porprov Shorinji Kempo di Semarang, 17-19 November 2017.

Dilaksanakan di GOR Unnes Semarang, kejuaraan yang dilaksanakan sebagai pemanasan Porprov 2018 tersebut menggelar beberapa kelas. Gilang yang mewakili Kota Salatiga bertanding di dalam kelas 65 Kg. Ia berhasil menyisihkan 12 peserta lainnya dari berbagai kabupaten kota di Jawa Tengah. Langkahnya terhenti oleh atlet PON yang mewakili Jawa Tengah. Guru Pendidikan Jasmani SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga tersebut hanya mampu meraih Juara III pada ajang kali ini.

Persiapan selama satu bulan lebih dilakukannya disela kesibukannya mengajar di SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga. Secara fisik alumni UNS ini telah mempersiapkannya dengan berlatih lari, kelincahan, latihan berpasangan dan shadow boxing.

“Alhamdulillah, saya dapat membawa pulang medali meskipun belum dapat menjadi yang terbaik. Insyaallah untuk Porprov 2018 yang akan datang saya akan mempersiapkan lebih maksimal lagi,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa dengan juara yang didapatkannya kali ini ia akan mendapatkan keuntungan pada Porprov yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 di Solo.

Kepala sekolah Sutomo menyampaikan, “Alhamdulillah para guru SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga mulai memperlihatkan bakatnya. Ini adalah salah satu kunci bagaimana SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga terus berprestasi,” ungkap penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut.

WhatsApp Image 2017-11-20 at 14.14.26

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA- Gema Sang Surya (GeSS) marching band SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga berhasil mempertahankan Juara Pagelaran Drumband Pelajar Salatiga Kategori Display dan Colour Guard selama 4 tahun berturut-turut, yang digelar di GOR Kridanggo , Minggu (19/11) kemarin.

GeSS membawakan  dua buah lagu dari Michael Jackson yang berjudul black or white dan one day in you life. Berlatih keras selama 9 hari membuahkan hasil yang membanggakan bagi para personil GeSS. Di bawah Tim yang berjumlah 102 personil ini terdiri dari 1 gita pati; 3 mayoret; 12 pemain belera; 3 pemain bass drum; 20 colour guard; 12 pemain senare drum; 4 pemain simbal; 3 pemain trio; 48 anak pemain pianika. Di bawah bimbingan Jamal sang pelatih, siswa-siswi secara tekun mengikuti seluruh instruksi yang diberikan. Oleh pelatih GeSS ditempa menjadi marching modern dengan koreografi yang mumpuni. Tak heran jika penonton sangat antusias menunggu penampilan GeSS.

Pembina marching band Ainul Huri mengatakan, kejuaraan yang digelar oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dan Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Salatiga tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan. “Tahun kemarin GeSS meraih juara 1 display dan juara 1 colour guard, alhamdulillah tahun ini kami dapat mempertahankan gelar tersebut,” ungkap juara 1 guru berprestasi kota salatiga tersebut.

Sementara kepala sekolah Sutomo, menjelaskan, “Alhamdulillah 4 tahun bukan waktu yang singkat namun SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga tetap dapat istiqomah berprestasi. Keberhasilan GeSS tak lepas dari peraan serta para guru dan pelatih yang setia mendampingi dari persiapan hingga perlombaan usai. Kegiatan ini di dukung penuh oleh orang tua siswa baik secara materiil maupun spiritual,” ungkap penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut.

WhatsApp Image 2017-08-08 at 09.03.24

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA-Wildan Mauzakawali Saptian berhasil meraih Juara 2 Pekan Olah Raga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Tingkat Nasional di Pasuruan 16 – 19 November 2017.

PORSADIN Tingkat Nasional tahun 2017 dilaksanakan oleh DPP-Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Tingkat Nasional dengan tema “Bersama Madrasah Diniyah Membangun Karakter Bangsa”. PORSADIN Tingkat Nasional kali ini diikuti sekitar 1.683 Santri Diniyah Takmiliyah dari seluruh Indonesia. Mereka adalah para juara pada event PORSADIN di tingkat daerah.

Wildan yang mewakili Kota Salatiga lewat Madrasah Diniyah An Nida mengikuti cabang lomba Pidato Bahasa Indonesia. Wildan yang dibimbing langsung oleh Ustadz Marijo membawakan tema tentang cinta tanah air. Bersaing dengan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia tidak membuat Wildan gentar. Predikat juara 2 diraihnya menyingkirkan sekitar 33 peserta lainnya.

Marijo selaku pembimbing menyampaikan, “Alhamdulillah Wildan dapat meraih hasil yang memuaskan. Dengan waktu yang singkat untuk berlatih dan jadwal yang padat mengisi acara di beberapa kota di Jawa Tengah, Wildan mampu tampil maksimal dan memikat dewan juri,” ungkap sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah tersebut.

WhatsApp Image 2017-11-16 at 10.19.30

sdmplussalatiga.sch.id  SALATIGA-SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga menguasai lomba Dacil yang diselenggarakan PGMI IAIN Kota Salatiga. (Rabu, 15 November 2017)

Himpunan Mahasiswa Jurusan PGMI IAIN Salatiga yang baru pertama kalinya mengadakan lomba dai kecil secara khusus meminta kepada pelatih dacil SD Muhammdiyah untuk menyemarakkan kegiatan yang rencananya akan digelar setiap tahun tersebut. SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga yang dipenuhi oleh talenta dai kecil mencoba mengirimkan dua dai veteran dan dua dai baru. Tampil dipanggung halaman gedung Ahmad Dahlan, para dai kecil SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga nampak tampil dengan percaya diri. Bersaing dengan peserta dari seluruh SD/MI se Kota Salatiga tidak membuat para dai kecil SD Muhammadiyah gentar. Terbukti seluruh juara diboyong ke Grogol untuk dipajang di almari pajang yang baru.

Arya Restu Bayu Aji yang telah beberapa kali menjuarai even lomba yang serupa berhasil menyabet juara 1. Aji panggilan akrabnya menyampaikan tema tentang tolabul ilmi. “Islam menghargai orang yang berilmu, dan Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu pengetahuan dengan beberapa derajat. Namanya akan diabadikan dan dikenang sepanjang masa. Salah satu contoh nyata KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asyari, namanya diabadikan mejadi nama sebuah gedung megah di IAIN Salatiga”, sepenggal isi ceramah sang juara.

Ratih Wintang Kinaryosih yang beberapa hari lalu menerima laptop dari Gubernur Ganjar Pranowo berhasil menyabet juara 2 dengan menyampaikan materi tentang birul walidain. Sedangkan dai baru, Ziddan Almas Daud berhasil menyabet juara 3. Siswa kelas 2 SD Muhammadiyah tersebut menyampaikan ceramah dengan materi taat kepada guru.

Marijo selaku pembimbing menyampaikan, “Alhamdulillah, SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga dapat menyapu bersih hasil perlombaan dai kecil di PGMI IAIN Salatiga. Ini adalah bukti nyata bahwa SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga merupakan salah satu produsen pemimpin masa depan yang cerdas berakhlak mulia,” ungkap sekretaris umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah tersebut.