August 30, 2026

Prestasi

DSC_2955

SALATIGA –  Tubuh kecil tak menghalangi Abimanyu meraih predikat atlet terbaik dalam ajang UNISRI OPEN 2017 se Jawa-Bali. Tendangan memutar di menit akhir pertandingan  mendarat telak di kepala lawan, mengantarkannya menjadi atlet terbaik putra (prakadet, kadet, dan junior).

Siapa sangka siswa yang baru duduk di bangku kelas 5 SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga ini ternyata berhasil menyandang predikat atlet terbaik se Jawa-Bali dalam kejuaraan UNISRI OPEN yang digelar di GOR Manahan, Minggu (2/4/2017). Gelaran Unisri Open kali ini diikuti oleh 700 atlet taekwondo se Jawa-Bali. Tak sekedar itu, sebelumnya Abi juga mendapatkan juara I dalam kategori U-34kg.

“Alhamdulillah semua itu berkat kerja keras, latihan yang keras, serta shalat 5 waktu. Namun semua itu pula berkat restu dan doa dari kedua orang tua saya,” ujarnya. Keyakinan serta disiplin dalam berlatih tentunya menjadi pedoman.

Meski segudang prestasi di bidang olah raga berhasil diraihnya namun putra sulung dari pasangan Ariyanto Tjahyo Widodo dan Rita Herlina ini tak membuat dirinya lupa diri dalam hal kewajiban sebagai seorang pelajar di SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga.

“Olah raga tetap oke! sekolah pun tetap di nomor satukan,” tutupnya.

WhatsApp Image 2017-03-29 at 11.55.21

SALATIGA –  Muhammad Akmal siswa kelas V, SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga berhasil meraih juara I Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kota Salatiga Tahun 2017. Akmal berhasil menyisihkan seluruh siswa terbaik di bidang matematika tingkat SD baik sekolah negeri maupun sekolah swata. Akmal kini akan mewakili Kota Salatiga dalam ajang OSN tingkat Provinsi Jawa Tengah. (30/3)

Mempersiapkan hal tersebut, Akmal akan digenjot oleh tim olimpiade SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga yang beberapa bulan lalu lolos babak final nasional olimpiade guru matematika. Akmal dipersiapkan dengan matang oleh tim, sehingga Akmal siap bertarung di Jawa tengah.

Seluruh guru dan siswa menyambut gembira dan bersyukur atas keberhasilan ini. Menurut Kepala Sekolah, Sutomo didampingi tim olimpiade mengatakan, bahwa telah mempersiapkan untuk lebih meningkatkan perhatian pendidikan bagi peserta OSN yang mendapat juara di SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga.

“Keberhasilan ini tak luput dari upaya bersama dalam mendisiplinkan guru dan murid dalam proses pendidikan baik pendidikan akhlak maupun kompetensi kognitif. Dengan pendidikan aklak maka mendidik jadi lebih mudah, dan itu akan berimbas pada peningkatan kemampuan kognitif murid,”ungkap penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut.

WhatsApp Image 2017-03-24 at 07.36.06

SALATIGA- Siswa SD Muhammadiyah Plus kembali mengukir prestasi dalam lomba yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh Dinas Pendidikan. SD Muhammadiyah mengirimkan 2 peserta dalam lomba OSN (Olympiade Sains Nasional). Peserta tersebut adalah Arib Razaq Wibowo mewakili bidang Sains dan Muhammad Akmal mewakili bidang Matematika.
Bidang matematika, Akmal harus menyelesaikan 20 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian dalam waktu 120 menit, sedangkan Arib harus menyelesaikan 40 soal pilihan ganda dan 10 soal isian singkat dalam waktu 90 menit.
Berkat doa dan latihan yang intens, Alhamdulillah dalam lomba OSN tingkat Kecamatan yang diselenggarakan pada Selasa, 21 Maret 2017, Akmal berhasil menyabet juara 1 dan Arib menyabet juara harapan 1. Keduanya akan melanjutkan perjuangannya di tingkat kota yang akan diselenggarakan pada 29 Maret mendatang.
“Semoga kemenangan ini menjadi awal untuk menorehkan kembali prestasi di tingkat selanjutnya, sesuai harapan SD Muhammadiyah Plus Melejitkan prestasi tiada henti” ujar penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut. (Vera Atm)

17352525_371534259912988_1587145443643878189_n

Atlet pencak silat SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga meraih 7 Emas,  4 Perak,  5 perunggu dalam pertandingan pencak silat Yogyakarta Championship 1 2017, Sabtu (18/3/2017).

Enam belas atlet yang diberangkatkan SD Muhammadiyah Plus sangat senang karena selama pertandingan didampingi oleh Sutomo selaku Kepala Sekolahnya. Hal ini merupakan bentuk dukungan yang sangat besar dan energi tersendiri bagi atlet.

“Alhamdulillah, ini merupakan pencapaian yang sangat baik dan perlu dikembangkan untuk prestasi-prestasi selanjutnya”, ungkap penerima Satya Lencana Pendidika  tersebut di GOR Amongraga setelah pertandingan selesai.

Tidak lupa sekretaris FGM Jateng itu berterima kasih kepada  para atlet yang selama ini giat berlatih dan para pelatih serta guru pendamping sehingga mendapatkan hasil yang membanggakan.

Kejuaraan pencak silat tingkat nasional ini diadakan oleh Sayap Rajawali dan IPSI. Sayap Rajawali adalah komunitas Pencak Silat dari berbagai macam aliran pencak silat yang berbadan hukum.

Pergelaran pencak silat terbesar yang diikuti 1900 atlet ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para peserta untuk merasakan pengalaman bertanding dan kesempatan kemajuan prestasinya ke jenjang pertandingan selanjutnya.

Menurut salah satu panitia yang kami temui, Yogyakarta Championship akan dilaksanakan secara berkala, guna selalu mengenalkan dan mempolulerkan Pencak Silat kepada khalayak ramai supaya tidak kalah dengan Bela Diri Import.

Alda Indrawan

WhatsApp Image 2017-03-10 at 08.06.39

SALATIGA- Vera Atmawati dan Endah Nova Astuti, dua guru SD Muhammadiyah (Plus) tersebut lolos babak final Olimpiade Guru Matematika (OGM) yang dilenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA.

Vera dan Endah bertarung untuk penyisihan di Solo pada bulan Februari lalu. Mereka berdua memang para pelatih dalam kegiatan intra sekolah yaitu klinik MIPA. Jadi tidak heran jika mereka berdua dapat lolos dalam babak final OGM.

Vera dan Endah yang memang mempunyai ijasah sebagai guru matematika mengaku kalau soal yang dikerjakan saat penyisihan lumayan menantang. Dan alhamdulillah lolos babak final.

Pelaksanaan babak final rencananya akan digelar di Graha Widya Wisuda, IPB Dramaga Bogor pada 16 April mendatang. Beberapa persiapan dilakukan dengan mengikuti pelatihan olimpiade di Solo kemarin.

Kepala sekolah, Sutomo menyampaikan, “Kami mendorong para guru untuk berprestasi, bukan hanya anak didiknya saja,” tutur penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut.