August 31, 2026

Prestasi

DSC_4732

sdmplsalatiga.sch.id SALATIGA- Hasil Ujian Nasional 2017, Sekolah Dasar Kota Salatiga, SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga menduduki peringkat empat tingkat Kota Salatiga.

Ditemui saat mengumumkan hasil UN kepada 93 siswa-siswi, kepala sekolah Sutomo menyampaikan, “Alhamdulillah kami dapat menduduki 4 besar se-Kota Salatiga. Ada 16 siswa yang mendapatkan nilai sempurna pada mapel Matematika,” ungkap penerima Satya Lencana Pendidikan tersebut.

Lebih lanjut ia mengungkapkan rasa bangganya SD Muhammadiyah (Plus) dapat menempati peringkat 4 dengan peserta UN terbanyak. Dan yang lebih membanggakan lagi SD Muhammadiyah menjadi satu-satunya sekolah swasta yang menempati 10 besar.

Keberhasilan SD Muhammadiyah menempati peringkat 4 di Kota Salatiga dengan nilai rata-rata 87,61 ini berkat komunikasi yang baik dan lancar antara orang tua siswa dengan para guru di sekolah. Sebanyak 50 siswa mendapatkan nilai rata-rata di atas 90.

Keberhasilan tersebut atas kerja keras para siswa mengikuti jam tambahan pelajaran dan mengikuti ujicoba berkali-kali yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Selain itu, ada upaya khusus lainnya yang dilakukan oleh para siswa yang merasa nilainya belum mencukupi standar dengan mencari guru mata pelajaran yang cocok.

WhatsApp Image 2017-06-10 at 21.12.14

sdmplsalatiga.sch.id Salatiga- Sabtu, 10 Juni 2017, empat siswa SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga berhasil mempersembahkan 4 piala dengan kategori yang berbeda.

Lomba ramadhan yang diadakan RS Ario Wirawan tiap tahunnya, selalu diikuti oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga. Kali ini 4 piala berhasil dibawa pulang oleh siswa-siswi dari 4 cabang lomba. Nasywa Aulia Fathul Jannah siswi kelas I ini berhasil meraih juara I  tahfid juz 30. Nasywa berhasil meneruskan semua ayat yang diberikan oleh tim juri. Putri sulung sekretaris PWPM Jateng ini juga mampu menebak nama surat dari sebagian ayat yang dibacakan oleh juri. Suara merdu dan makhorijul huruf yang pas menambah daya tarik siswi bertubuh mungil tersebut hingga dapat mengungguli 24 peserta lainnya.

Ratih Wintang Kinaryosi berhasil meyabet juara II kategori khitabah. Ratih yang menyampaikan khitabah dengan tema birrul walidain mampu mempesona juri sehingga dapat menyingkirkan 20 pesaing lainnya. Dua siswa lainnya Muhammad Naufal Saifullah dan Khairina Ayu Larasati, masing-masing mendapatkan juara III dalam kategori adzan dan melengkapi gambar.

IMG-20170524-WA0022

sdmpsalatiga.sch.id Bandung – Electrical Engineering Days (EEDays), merupakan acara yang diselenggarakan oleh Prodi Elektro, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, sejak tahun 2012. Pada awalnya, EEDays merupakan puncak rangkaian akademik bagi mahasiswa tingkat akhir Prodi Elektro ITB di mana mereka menempuh sidang tugas akhir sekaligus memamerkan hasil karya tugas akhir mereka. Namun, sejak tahun 2016, Prodi Elektro ITB bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Elektroteknik ITB untuk mengubah rangkaian acara EEDays – yang semula hanya eksklusif bagi kalangan Prodi Elektro saja – dengan menambahkan beberapa mata acara seperti seminar, workshop, dan lomba.

Pada tahun 2017, EEDays mengusung tema “Technology for Better Life” dengan mengangkat isu tentang Internet of Things, khususnya dalam bidang smart home. Rangkaian acara EEDays 2017 terdiri atas pameran tugas akhir S1 Taknik Elektro ITB, seminar, stadium generale dengan mitra program studi dari industri maupun alumni, workshop IoT, serta Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat SMA dan Robotik bagi tingkat SD sampai SMA.

SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga mengirimkan 4 tim untuk menguji apa yang selama ini mereka dapatkan saat ekstrakurikuler. Satu Tim Atom yang diwakili oleh Faris Ahza Bahtiar berjuang dalam Autonomus Sumo Robot. Bersaing dengan 35 peserta lainnya Faris berhasil meraih juara II. Berhasil mengalahkan beberapa siswa SMP mengantarkan Tim Atom menjadi satu-satunya wakil SD yang menjadi juara. Hebat memang, semangat dan semangat yang luar biasa ditunjukkan pria kecil berkacamata tersebut.

Dalam cabang lomba RC Soccer Robot, SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga mengirimkan 3 tim sekaligus. Tim Atom 1 yang beranggotakan Farrel dan Gatier, Tim Atom 2 di gawangi oleh Rayan dan Sakti, sedangkan Tim Atom 3 beranggotakan Kalingga dan Irfan. Tim Atom yang berada dalam satu grup memaksa salah satu dari yang terbaik untuk melaju mewakili, Tim Atom 1 berhasil menjadi yang terbaik diantara 3 Tim Atom yang lain. Berhasil mengalahkan dengan skor telak 5:0 saat di semifinal, Tim Atom kalah dari tim tuan rumah dengan skor tipis 2:1.

Endra Gunawan selaku pembina Tim Atom mengatakan, “Alhamdulilah, syukur kami atas juara yang ditorehkan Tim Atom. Anak-anak sudah berusaha sesuai dengan kemampuan mereka, bahkan sudah seluruh kemampuan mereka kerahkan,” ungkap Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kota Salatiga tersebut.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa selepas dari kegiatan eedays ini Tim Atom akan di genjot untuk mengahadapi kompetisi selanjutnya di bulan Oktober mendatang.

IMG-20170523-WA0025

sdmpsalatiga.sch.id SALATIGA – Puisi mengandung banyak hal, mulai dari perasaan hingga pesan moral. Puisi bisa saja menginspirasi seseorang tentang satu hal dalam kehidupan ini. Hal itulah yang dirasakan Ratih Wintang Kinaryosi.

Puisi berjudul Monginsidi karya Subagio Sastrowardoyo mengantarkan ratih menjadi juara II Puisi FLS2N Kota Salatiga. Sebelumnya puisi tersebut menghartakan Ratih merajai di tingkat Kecamatan Sidomukti. Perlombaan yang digelar di komplek Kartika Kutowinangun tersebut diikuti oleh 12 peserta dari 4 kecamatan di Kota Salatiga.

Putri pasangan Ratih Sarwiyono dan Sri Winarsih ini adalah siswa berbakat dan multi talenta. Sebelum ditunjuk menjadi juara II Puisi FLS2N, Ratih sudah banyak mengukir prestasi lainnya. Di antaranya dua kali juara I Pildacil tingkat SD se Kota Salatiga, juara puisi, juara senandung doa, serta juara III pildacil tingkat Provinsi Jawa Tengah, dan yang paling baru Ratih baru saja ditunjuk sebagai duta dongeng mewakili Salatiga di ajang Provinsi Jawa Tengah.

“Saya suka puisi untuk berekspresi dan percaya diri. Saya juga suka bercerita dan berkomunikasi dengan banyak orang, karena menambah wawasan,” ungkap Ratih.

Walau pun demikian, cita-citanya bukanlah menjadi seniman, melainkan menjadi ustadzah.

“Cita-cita saya ingin ustadzah yang sukses. Hobi saya mendongeng , selain itu saya juga membaca Al Qur’an dan saat ini sudah hafal juz 30,” tuturnya.

IMG-20170522-WA0061

Para Atlet pencak silat SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga kembali menorehkan prestasi di ajang pertarungan antar pesilat di Solo (21/05). Setelah sebelumnya para pendekar-pendekar cilik SD Muhammadiyah (Plus) Salatiga berhasil mencatatkan namanya di Yogyakarta championship pada bulan  Maret lalu, kini para pesilat cilik SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga kembali turun berlaga di kejuaraan Pencak Silat yang di helat oleh UNS di Solo.

Event yang bertajuk UNS Open ini diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret dengan menggandeng beberapa master tapak suci di beberapa daerah. UNS Open merupakan event yang bergengsi dimana kesempatan terbuka untuk seluruh pesilat baik dari berbagai macam perguruan dan aliran pencak silat bisa menurunkan pesilat terbaiknya untuk beradu jurus menjadi yang terbaik.

Menempati GOR Manahan Solo sebagai arena pertandingan, selama 3 hari dari tanggal 19 dan 21 Mei 2017, para pesilat SD Muhammadiyah (Plus) tidak ingin ketinggalan untuk kembali “ngangsu kaweruh” melalui gelanggang pertarungan.

Pada akhirnya pendekar-pendekar cilik SD Muhammadiyah (Plus) berhasil menorehkan prestasinya dengan membawa pulang 2 medali emas, 2 medali perak, dan 6 medali perunggu.

Penerima medali emas adalah M. Arsalan A siswa kelas 5 dan Wifan Aufa siswa kelas 4. Peraih Medali Perak adalah Jehan Erin dan Niza Keisha siswi kelas 4 dan peraih Medali Perunggu adalah M. Mayzaki kelas 5, Erza, Rizal, Habib, Nadya, Aubrey siswa kelas 4.

Pelatih Tapak Suci Buhtari menyampaika ,”anak-anak sangat menikmati pertandingan mereka, ini dibuktikan dari 10 atlit yang kita kirimkan seluruhnya membawa pulang medali, ungkapnya.